1,720,959 research outputs found
ANALISA REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI DAYA MENGGUNAKAN METODE BINARY PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (BPSO)
Distribution network reconfiguration serves to mitigate power losses in distribution networks. Each distribution network encounters disturbances resulting in power losses and voltage drops. Various methods can reduce power losses and improve voltage values in distribution networks. This research presents an effort to reduce power losses using the Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) method through a case study on the Barata Feeder. Distribution network reconfiguration occurs by adding new channels without altering existing ones and without relocating loads through additional switches in the distribution network. The creation of new channels assumed the use of the same type and conductor. Planning five new channels using the Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) method could decrease power losses from 242.2333 kW before distribution network reconfiguration to 93.1859 kW. Thus, it achieved a reduction of 62.1555 kW.Kata kunci: Reconfiguration, Distribution Network, Power Losses, Voltage, Binary particle Swarm Optimizatio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
LAPORAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA Jl. Ngeksigondo No 30, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta 01 JULI 2014 - 20 SEPTEMBER 2014
Praktik Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam hal ini praktik pengalaman lapangan digunakan sebagai bekal mahasiswa kependidikan sebelum menjadi tenaga pendidik. Dalam kesempatan kali ini, penulis melaksanakan praktik pengalaman lapangan di SMP Negeri 9 Yogyakarta.
Praktik Pengalaman Lapangan ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman tentang proses pembelajaran dan kegiatan persekolahan lainnya yang digunakan sebagai bekal untuk menjadi tenaga pendidik yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan sebagai seorang pendidik. Kegiatan awal dalam PPL ini adalah observasi kelas, kelas yang diobservasi adalah kelas VIII C sebelum kenaikan kelas. Kegiatan obeservasi ini bertujuan memberikan pengalaman awal tentang situasi kelas, kegiatan yang kedua adalah persiapan, dalam persiapan ini ada yang sifatnya administratif dan persiapan yang sifatnya personal. Persiapan yang sifatnya administratif berupa konsultasi dalam penyusunan RPP yang terkait dengan materi, metode, dan media yang akan digunakan, sedangkan yang sifatnya personal adalah mempersiapkan fisik dan mental. Inti kegiatan praktik pengalaman lapangan ini terdiri dari dua yaitu praktik mengajar dan membuat administrasinya.
Dalam kegiatan PPL di SMP Negeri 9 Yogyakarta, penyusun mendapat kesempatan praktik mengajar di kelas VIII A,B dan C sebagai kelas utama. Praktikan melakukan praktek mengajar pokok di kelas setiap hari Selasa di kelas VIII A jam ke VII (1 jam), dan kelas VIII B jam ke V (1 jam), hari Rabu jam ke III di kelas VIII C ( 2 jam) dan hari sabtu di kelas VIII A (2 jam). Hari kamis VIII C jam ke 6 (1jam) dan Jumat jam ke 3-4 (2jam). Dalam pelaksanaan PPL digunakan metode seperti diskusi, film, tanya jawab dan ppt. Dalam pelaksanaan praktik pengalaman lapangan yang berupa praktik mengajar, situasi pembelajaran secara umum dapat terkendali, interaksi belajar mengajar dapat terkondisikan.
Dengan adanya kegiatan PPL ini, mahasiswa mendapat bekal pangalaman dan gambaran nyata tentang kegiatan dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah. Kegiatan PPL ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses berkat kerjasam dan kerja keras semua pihak. Dengan terselesaikannya kegiatan PPL ini diharapkan dapat tercipta tenaga pendidik yang professional dan berkualitas
Dimensi Partisi Dominasi Graf Kelas Pohon
Dimensi partisi dominasi merupakan konsep yang menggabungkan dua ide penting dalam teori graf: partisi pembeda dan himpunan dominasi. Misalkan G adalah suatu graf terhubung dan Γ={L-1, L_2, . . . , L_k} adalah partisi terurut dari himpunan titik graf G. Suatu partisi Γ disebut partisi pembeda jika untuk setiap sepasang titik u dan v , jarak antara u dan L_j tidak sama dengan jarak v dan L_j untuk suatu L_j ϵ Γ. Suatu partisi pembeda Γ dikatakan partisi pembeda dominasi jika untuk setiap titik u di G jarak antara titik u dan suatu kelas partisi L_j adalah satu. Selanjutnya, dimensi partisi graf G adalah kardinalitas minimum dari suatu partisi pembeda dari G . Adapun kardinalitas minimum dari suatu partisi pembeda dominasi dari G disebut dimensi partisi dominasi. Sebagai pengembangan penelitian dalam kajian dimensi partisi dominasi, dalam makalah ini dikaji dimensi partisi dominasi graf dalam kelas pohon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dimensi partisi dominasi untuk graf bintang ganda, graf ulat, graf kembang api, dan graf pohon pisang.Konsep partisi pembeda dominasi diperkenalkan oleh Hernando dkk. pada tahun 2019. Gagasan konsep ini adalah menggabungkan konsep partisi pembeda dan himpunan dominasi. Misalkan adalah suatu graf terhubung dan adalah partisi terurut dari himpunan titik graf. Suatu partisi dari himnpunan titik suatu graf disebut partisi pembeda jika untuk setiap sepasang titik dan , jarak antara dan tidak sama dengan jarak dan untuk suatu . Suatu partisi pembeda dikatakan partisi pembeda dominasi jika untuk setiap titik di jarak antara titik dan suatu kelas partisi adalah satu. Selanjutnya, dimensi partisi graf adalah kardinalitas minimum dari suatu partisi pembeda dari . Adapun kardinalitas minimum dari suatu partisi pembeda dominasi dari disebut dimensi partisi dominasi. Sebagai pengembangan penelitian dalam kajian dimensi partisi dominasi, dalam makalah ini dikaji dimensi partisi dominasi graf dalam kelas pohon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dimensi partisi dominasi untuk graf bintang ganda, graf ulat, graf kembang api, dan graf pohon pisang
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Analisis Implementasi Layanan Pojok Pajak Dan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya
Abstract
This study aims to assess the implementation of tax corner and e-filing services in the reporting of individual annual tax returns at KPP Pratama Majalaya. A qualitative approach with a descriptive-analytic method was applied. The results revealed that the tax corner service was relatively effective in assisting the filing of Annual Tax Returns, as demonstrated by 10 tax volunteers who helped 1,272 taxpayers. In contrast, the implementation of e-filing at KPP Pratama Majalaya was found to be suboptimal, as the number of taxpayers using e-filing was still far lower than the total number of taxpayers filing returns. This was partly due to a lack of understanding among taxpayers regarding the technical aspects of e-filing, coupled with concerns about making errors when submitting their returns independently, leading them to prefer visiting KPP Pratama Majalaya in person.
Keywords: Tax Corner Services, Individual Annual Tax Return, E-filing
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pelaksanaan layanan pojok pajak dan e-filing dalam proses pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi di KPP Pratama Majalaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pojok pajak telah diimplementasikan dengan cukup baik dalam mendukung pelaporan SPT Tahunan, terbukti dengan 10 relawan pajak yang berhasil membantu 1.272 wajib pajak. Namun, implementasi e-filing di KPP Pratama Majalaya belum optimal, hal ini terlihat dari jumlah wajib pajak yang menggunakan e-filing masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah total wajib pajak yang melapor. Selain itu, hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai prosedur pelaporan SPT Tahunan dan adanya kekhawatiran terkait kesalahan dalam pelaporan mandiri menggunakan e-filing, yang menyebabkan sebagian wajib pajak lebih memilih mendatangi langsung ke KPP Pratama Majalaya.
Kata Kunci: Layanan Pojok Pajak, E-filing, SPT Tahunan Orang Pribad
- …
