4 research outputs found
Pengembangan Media Pembelajaran CAD Berbasis Multimedia pada Bidang Keahlian Teknik Permesinan
ABSTRAK Anggriawan, Richo. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran CAD Berbasis Multimedia pada Bidang Keahlian Teknik Permesinan . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Muhammad Alfian Mizar ,M.P. (2) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata kunci: pengembangan media CAD, multimedia, teknik pemesinan Autodesk Inventor merupakan salah satu program CAD yang digunakan untuk program permodelan solid berbasis fitur parametrik sehingga semua objek dan hubungan antargeometri dapat dimodifikasi kembali. Siswa Teknik Permesinan harus menguasai CAD karena CAD mengikuti perkembangan industri. Keterbatasan waktu merupakan faktor penghambat utama siswa untuk menguasai mata pelajaran menggambar dengan menggunakan Autodesk Inventor. Oleh karena itu perlu dikembangkannya suatu media pembelajaran Autodesk Inventor. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan melakukan pengembangan media dan dilanjutkan dengan analisis data. Research and Development (R dan D) dari Borg and Gaal dipilih sebagai metodologi penelitian. Pengambilan data dilakukan di SMK Negeri 1 Kediri dikelas XII TPM 1 dengan tujuan: (1) Mengetahui karakteristik multimedia pembelajaran yang akan dirancang untuk mata pelajaran CAD, (2) Mengetahui cara mengoperasikan media pembelajaran menggambar mesin,(3) Mengetahui analisis validasi media Proses Pemodelan Menggunakan Autodesk Inventor. Teknik pengambilan data adalah dengan memberikan kuesioner pada siswa perseorangan, kelompok kecil yaitu siswa-siswa SMK Negeri 1 Kediri, pengguna media yaitu pendidik dan ahli media yang merupakan dosen Teknik Elektro UM. Analisis data dalam penelitian pengembangan dipaparkan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil validasi penelitian adalah 87,5 % untuk pengguna media, 84,7% ahli media, 95% siswa perseorangan dan 90,3% kelompok kecil. Hasil yang didapatkan media pengembangan ini tergolong valid, layak digunakan dan tidak revisi
A STUDY OF REINFORCED CONCRETE COLUMN STRUCTURE TO COMPARE OF STEEL COLUMN STRUCTURE (CASE STUDY ON INDONESIA EDUCATION MUSEUM BUILDING YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY)
Indonesia education museum building which consists of two floors has a
unique architectural style and in the earthquake zone 3, its design is using a system of
intermediate moment frame bearers (SRPMM) to carry the gravity and seismic loads.
The frame of the building is quite unique, so the author is interested in reviewing of
the structure. In this study is limited on reviewing the structures of the frame and the
aims of the study: (1) Expenses of gravity and seismic loads, (2) Analyzing the
strength and ductility of columns, and (3) Comparison the use of reinforced concrete
columns and steel columns.
The design of the frame was using the 3D and analysis assuming the
dimensions of each frame in according to the real building ground. The author used
Etabs version 7.10 for earthquake load analysis based on SNI 03-1726-2002 the code
of earthquake resistant building standards of assigning, analysis of concrete structures
based on SNI 03-2847-2002 about regulation procedures for reinforced concrete
structures, and SNI 03-1729-2002 about steel structure design procedures for
structural design of steel columns.
Based on engineering drawing, obtained K1 column uses 400 mm x 400 mm
using 8D16 for the longitudinal reinforcement, shear reinforcement P10-100 on the
pedestal and P10-150 on the middle of the space area. K2 column uses 400 mm x 400
mm using 6D16 for the longitudinal reinforcement, shear reinforcement P10-100 on
the pedestal and P10-150 on the middle of the space area. From the results shows of
data analysis to K1 column uses 400 mm x 400 mm using 8D16 for the longitudinal
reinforcement, shear reinforcement P10-120 on the pedestal and P10-200 on the
middle of the space area. K2 column uses 400 mm x 400 mm using 6D16 for the
longitudinal reinforcement and shear reinforcement P10-120 on the pedestal and P10-
200 on the middle of the space area. For the design of steel columns was taken from
the Mnb as Mr for column interaction diagram (MN) on its balance point. It was
obtained I-profile steel 350mm x 350mm x 10mm x 16mm for the whole portal
columns. Employment cost of reinforced concrete column total is Rp. 56,038,214.36
while total cost of the work of steel columns is Rp. 130,938,080.00.
Key words: study columns, concrete, and steel
Musharakah Mutanaqisah in Indonesia and Malaysia: Fatwa Institution, Regulation, and Recent Practice
Musharakah Mutanaqisah (MMQ) is one of Musyarakah's contract-based product developments. The application of MMQ as an Islamic banking financing product allows for the gradual purchase or commercial transfer of a portion of one partner's share to the other partner. The article aims to investigate the regulatory frameworks pertaining to MMQ in Indonesia and Malaysia. It also compares the associated institutions with the authority to issue regulations and policies surrounding the practice of MMQ. Furthermore, it analyzes and investigates a number of critical issues concerning the implementation of MMQ in both countries. This study is doctrinal legal research. It comprises the principle of law, legal systematics, synchronization of law, and legal history. The author also used statutory, conceptual, and comparative approaches. The result of the study shows that the regulatory framework in both countries was quite sufficient to accommodate the needs of MMQ customers and practitioners. Therefore, the study's novelty lies in its comprehensive comparative analysis of the regulatory frameworks and practices surrounding MMQ in Indonesia and Malaysia.Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan salah satu pengembangan produk berbasis akad Musyarakah. MMQ dapat diterapkan sebagai produk pembiayaan perbankan syariah dimana porsi saham salah satu mitra berkurang karena adanya pembelian bertahap atau pengalihan komersial kepada mitra lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki kerangka peraturan yang berkaitan dengan musyarakah mutanaqisah di Indonesia dan Malaysia. Juga membandingkan lembaga terkait dengan kewenangan mengeluarkan peraturan dan kebijakan seputar praktik musyarakah mutanaqisah. Selanjutnya, artikel ini menganalisis dan menyelidiki sejumlah isu penting tentang pelaksanaan musyarakah mutanaqisah di kedua negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal. Di dalamnya terkandung asas hukum, sistematika hukum, sinkronisasi hukum, dan sejarah hukum. Penulis juga menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka regulasi di kedua negara cukup memadai untuk mengakomodir kebutuhan nasabah dan praktisi MMQ. Namun, permasalahan dalam praktiknya menunjukkan bahwa beberapa sektor harus diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan, khususnya pada masalah regulasi, lembaga fatwa, pengembangan MMQ, dan kepatuhan syariah
Rancang Bangun 3 Phase Energy Meter Untuk Analisis Kualitas Daya Di Industri
The quality of electric power is one of the most important things in the industrial world, with good power quality, industrial efficiency will also increase which will result in savings in production costs. Energy consumption must also be monitored in such a way for the purposes of analyzing electrical energy efficiency. Therefore, the author designed a tool called a 3 phase energy meter that can monitor energy consumption and power quality for industry with a 3 phase electrical system. The 3 phase energy meter is equipped with an IoT system so that the observation of the measurement results of every electrical machine system in the industry can be done at one point without having to go to the location. The hope is that with the 3 phase energy meter, it can improve production efficiency through power quality analysis.Kualitas daya listrik merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia industri, dengan kualitas daya yang baik maka efisiensi industri pun juga akan meningkat yang akan berakibat pada penghematan biaya produksi. Pemakaian energi pun juga harus di pantau sedemikian rupa untuk keperluan analisis efisiensi energi listrik. Oleh karena itu penulis merancang sebuah alat yang bernama 3 phase energy meter yang dapat memonitor pemakaian energi dan kualitas daya untuk industri dengan sistem kelistrikan 3 phasa. 3 phase energy meter di lengkapi dengan sistem IoT sehingga pengamatan hasil pengukuran setiap sistem kelistrikan mesin yang ada di industri dapat di lakukan di satu titik tanpa harus mendatangi lokasi. Harapanya dengan adanya 3 phase energy meter ini dapat meningkatkan efisiensi produksi melalui analisis kualitas daya
