1,720,957 research outputs found

    PEMBUATAN NANO PARTIKEL MAGNETIK TiO2-MFe2O4 (M=Ni/Mn) DENGAN METODA KOPRESIPITASI DAN UJI AKTIFITAS FOTO KATALITIKNYA

    No full text
    Pembuatan nanopartikel magnetik TiO2-(Ni/Mn)Fe2O4 telah dilakukan dengan metoda kopresispitasi/hidrolisis menggunakan logam nitrat dan titanium isopropoksida (TIP) sebagai bahan dasarnya. Nanopartikel ini dikarakterisasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk melihat morphologi dan X-Ray Difractometer (XRD) untuk melihat struktur dari nanopartikel ini. Sifat magnetik dari nanopartikel ini ditentukan dengan menggunakan Vibrating Sampel Magnetometer (VSM). Dari data XRD, TiO2- NiFe2O4 yang dikalsinasi pada suhu 5500C menunjukan intensitas puncak anatase tertinggi. Dari gambar SEM menunjukan TiO2-(Ni/Mn)Fe2O4 mempunyai permukaan yang homogen. Pelarut propanol memberikan permukaan yang paling homogen dari pelarut lainnya pada sintesis TiO2-NiFe2O4. Analisa sifat magnetik menunjukkan nanopartikel TiO2-NiFe2O4 mempunyai sifat magnet. Aktifitas fotokatalitik dari TiO2-(Ni/Mn)Fe2O4 menunjukan sampel dengan suhu kalsinasi 5500C memberikan aktifitas fotokatalitik yang terbaik. Kata kunci : kopresipitasi/hidrolisis, nanopartikel magnetik, fotokatalitik, TiO2- MFe2O

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI WOLLASTONIT BERBAHAN DASAR ALAMI DENGAN METODE HIDROTERMAL

    No full text
    Indonesia merupakan negara agraris dengan jumlah produksi padi yang besar. Menurut data dari badan statistik nasional, pada tahun 2013 Indonesia memproduksi padi sekitar 70.866.571 Ton. Sebesar 3,4% dari total produksi padi Indonesia berasal dari Sumatra Barat. Pada tahun 2013, Sumatera Barat memproduksi sekitar 2.373.806 Ton. Sebagai salah satu provinsi penghasil padi Sumatera Barat menghasilkan limbah berupa sekam yang cukup banyak. Sekam padi merupakan limbah yang dihasilkan selama proses padi menjadi beras. Sekam padi yang terbentuk dari proses adalah sekitar 20% dari berat padi (Mansha et al., 2011). Saat ini, sekam padi banyak digunakan sebagai pupuk dan sebagai bahan bakar. Nilai kalor dari sekam padi berkisar antara 13.000 - 16.000 kj/kg (Mansha et al., 2011). Selain itu, sekam padi memiliki kandungan silika yang besar. Hal ini telah diketahui sejak 1938. silika yang dihasilkan oleh sekam padi merupakan material yang bagus untuk mensintesis silikon nitrida, silikon carbida, magnesium silikat dan aplikasi lainnya (Rafiee et al., 2012)

    Implementasi Teknik P&O Pada Optimisasi Daya Pengisian Baterai Dari Sel Surya

    No full text
    Abstract– Pada sistem konversi pembangkit listrik tenaga surya, teknik MPPT merupakan suatu teori atau gagasan yang bertujuan   menemukan cara bagaimana mendapatkan nilai puncak energi, atau daya untuk kuat penyinaran matahari yang berubah-ubah. Pada sistem pengisian baterai dari sel surya yang diusulkan, teknik P&O (perturb and observation) merupakan salah satu dari teknik MPPT, yang dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teknik ini memiliki algoritma sederhana dan mampu  menjejak potensi daya maksimum dari sel surya. Bertitik tolak dari algoritma P&O, disusun deskripsi lanjut untuk mendapatkan bentuk implementasi yang tepat pada bidang elektronika. Dari hasil deskripsi dan  ketersediaan komponen lokal, dilakukan perancangan untuk memenuhi tujuan implementasi yang tepat. Rancangan sistem ini terdiri dari bagian- bagian yang saling mendukung dan bekerja sesuai dengan prinsip yang diinginkan.  Setelah melalui proses perancangan dilanjutkan dengan pembuatan prototipe perangkat elektronika. Melalui percobaan berupa pengukuran dan pengujian diperoleh data, ketika dianalisa dapat dilihat pola dan karakter yang yang terlihat  memenuhi kriteria rancangan. Realisasi sistem pengisian baterai dari sel surya ini terwujud tidak terlepas dari kendala dan proses perbaikan, meskipun demikian dapat dikatakan sistem memenuhi kriteria rancangan seperti biaya rendah, rugi-rugi konversi daya kurang dari 30% dan konverter daya bekerja dengan baik pada tiap kuat penyinaran yang berbeda. Keywords- teknik MPPT, P&O, implementasi dan perangkat elektronika

    MENEGUHKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA: STUDI DESKRIPTIF-INTERPREATIF TERHADAP PEMUDA PANCASILA KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jati diri Pancasila anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Gunungkidul, dan mendeskripsikan sikap-perilaku anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Gunungkidul dalam meneguhkan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Paradigma penelitian yang digunakan adalah konstruktivisme dengan strategi penelitian fenomenologi-interpretatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dengan menggunakan metode analisis data Colaizzi (Colaizzi method). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara substansial jati diri Pancasila anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Gunungkidul saat ini cenderung belum tumbuh kuat dan mengakar di dalam kehidupan mereka, hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan Pancasila yang cenderung masih rendah, pengaktualisasian Pancasila yang cenderung diartikan hanya sebatas melakukan aksi-aksi sosial di masyarakat, belum adanya kegiatan sosialisasi Pancasila yang dilakukan, serta mental-kultur dan moralitas Pancasila (kepribadian) yang cenderung belum mengarah pada domain implementasi value. Selanjutnya, mendasarkan pada realitas sikap dan tindakan Pemuda Pancasila Kabupaten Gunungkidul dalam meneguhkan Pancasila sebagai ideologi negara, yakni dengan sikap dan perilaku yang cenderung belum mengarah kepada tatanan implementasi value Pancasila, dan kegiatan rutinitas yang cenderung kepada kegiatan sosial, jika diinterpretasikan dengan filosofi garam dan gincu, maka kecenderungan sikap dan tindakan tersebut mengarah pada filosofi gincu, tampak tetapi tak berasa, sibuk dengan seremoni tetapi kehilangan substansi.Kata Kunci: Pemuda Pancasila, Pancasila, Ideologi Negar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore