1,721,137 research outputs found
TINJAUAN PENGENDALIAN MISSFILE DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILING RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2013
Program Studi Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2013 ABSTRAK RIA ANGGRAENI “TINJAUAN PENGENDALIAN MISSFILE DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILING RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG TAHUN 2013” Melihat pentingnya peranan dokumen rekam medis dalam menciptakan informasi medis yang berkesinambungan, peneliti tertarik untuk meneliti masalah tentang tinjauan pengendalian missfile di filing Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Rumah Sakit Bhayangkara Semarang menggunakan sistem penyimpanan desentralisasi. Dari survei awal ditemukan 4,3% DRM yang missfile. Permasalahan yang lain adalah belum digunakannya tracer dan kelalaian petugas saat pengembalian dokumen rekam medis ke filing. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap penelitian. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Observasi yang dilakukan pada 229 DRM dan wawancara pada petugas. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Dalam penjajaran dokumen rekam medis di filing menggunakan sistem Straight Numberical Filing (SNF) dan sistem penyimpanan desentralisasi. Dari hasil pengamatan yang diperoleh bahwa penyimpanan DRM di filing tidak menggunakan tracer dan menyebabkan tingkat kejadian missfile 18,5%. Keuntungannya menggunakan tracer salah satunya mengurangi tingkat terjadinya missfile. Dari hasil penelitian tersebut, bahwa pelaksanaan belum dilaksanakan sesuai protap yang sudah ada. Maka disarankan untuk mengubah sistem penyimpanan menjadi sentralisasi, mengganti kotak filing dengan rak filing besi agar bisa dijalankan tracer dan kode warna serta memperingankan kerja petugas dalam pengembalian dokumen rekam medis dan membagi pekerjaan petugas di setiap bagiannya
Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik Dengan Hiasan Motif Garis
ABSTRAK Rahayu, Ria Anggraeni Sri. 2014. Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik dengan Hiasan Motif Garis. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd , (II) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. Kata Kunci : Busana Avantgarde, Bahan Plastik, Hiasan Motif Garis Busana merupakan kebutuhan pokok manusia selain pangan dan tempat tinggal. Pada awalnya busana mempunyai fungsi sebagai alat pelindung diri dari pengaruh udara sekitar, binatang buas serta memenuhi unsur kesusilaan. Namun dengan seiring berkembangnya zaman busana tidak hanya menjadi alat pelindung diri, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi sipemakainya. Busana avantgarde merupakan busana yang digunakan untuk acara-acara fashion show atau acara panggung. Bahan yang digunakan pada busana avantgarde ini bermacam-macam dan disesuaikan dengan selera dan desain si pembuat. Dalam Pembuatan busana avantgarde ini, penulis menggunakan bahan yang jarang digunakan dalam busana, seperti biasanya. Bahan yang penulis gunakan adalah jenis bahan plastik mika, selain itu penulis juga menambahkan hiasan motif garis menggunakan bahan pita satin pada bagian bahan plastik. Dalam Pembuatan Busana Avantgarde Berbahan Plastik dan Hiasan Motif Garis, langkah awal adalah: (1) membuat sketsa; (2) desain produksi; (3) persiapan alat dan bahan; (4) pengukuran badan model; (5) pembuatan pola; (6) merancang bahan dan harga; (7) pembuatan draftbusana; (8) pemotongan bahan (cutting); (9) proses menjahit (sewing); (10) pengepasan busana (fitting); (11) membuat hiasan; (12) finishing. Kesimpulan saat proses pembuatan yaitu dibutuhkan ketelitian serta berhati-hati saat memasang bahan plastik yang dibentuk bergelombang. Selain itu pada saat memasukkan kawat BWG pada bagian tepi plastik juga harus berhati-hati, sebab jika tergores atau tertusuk maka plastik akan langsung berlubang atau sobek. Selain pada pembuatannya pada perawatannnya pun juga perlu diperhatikan agar busana tetap terjaga keindahannya. Untuk proses perawatan apabila busana ini terlihat kusut, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah menjemur langsung dibawah sinar matahari selama kurang lebih 1 jam
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI TK TUNAS IBU, SENDEN II, SELOMARTANI, KALASAN, SLEMAN
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah
wajib yang harus ditempuh mahasiswa strata-1 kependidikan di Universitas
Negeri Yogyakarta. Tujuan dari program PPL UNY adalah untuk memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dan memahami permasalahan
sekolah terkait dengan proses pembelajaran, memberikan pengalaman kepada
mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah dalam rangka melatih dan
mengembangkan kompetensi keguruan atau kependidikan, serta memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah
didapat selama perkuliahan guna mengembangkan sekolah. TK Tunas Ibu
merupakan salah satu lembaga sekolah yang ditunjuk oleh Universitas Negeri
Yogyakarta untuk menjadi lokasi PPL pada tahun 2014. Tk Tunas Ibu berlokasi di
dusun Senden II, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Tim PPL UNY 2014 di TK Tunas Ibu berasal dari 1 prodi yaitu prodi PG
PAUD, sehingga program yang dilaksanakan di TK meliputi program-program
yang berkaitan dengan pendidikan. Kegiatan PPL di TK Tunas Ibu berlangsung
selama 2,5 bulan sejak tanggal 2 Juli sampai 17 September 2014. Program
program yang telah disusun diawal kegiatan telah dilaksanakan dengan cukup
baik. Program-program tersebut diantaranya Pengadaan Karpet, pengadaan
gudang, pengadaan hiasan di dalam kelas, pengecetan alat permainan outdoor,
dan lain-lain.
Dari pelaksanaan kegiatan PPL di Tk Tunas Ibu, dapat disimpulkan
bahwa kegiatan PPL dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam
mengenal dan mempelajari permasalahan di TK terkait proses pembelajaran,
memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu,
pengetahuan, dan keterampilan yang telah dipelajari dalam pembelajaran di
sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara UNY
dengan sekolah yang terkait
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
