64 research outputs found
Pengaruh Lingkungan, Disiplin Karyawan, Stress Kerja dan Motivasi Kerja Berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Cyberindo Aditama-Jakarta
This study aims to partially examine the effect of environmental variables, employee discipline, work stress, work motivation on employee performance. The population in this study were all employees of PT. Cyberindo Aditama-Jakarta totals 100 employees. Regarding the research, the author uses a total sampling technique. This research is a population study so that all employees of PT. Cyberindo Aditama-Jakarta, totaling 100 people will be sampled. Data processing using SPSS 24 using multiple regression linear analysis. The results of this study are proven that 1) The work environment has a positive and significant influence on employee performance at PT. Cyberindo Aditama, Jakarta. 2) Work discipline has a positive and significant effect on employee performance at PT. Cyberindo Aditama, Jakarta. 3) Work stress has a positive and significant effect on employee performance at PT. Cyberindo Aditama, Jakarta. 4) Work motivation has a positive and significant influence on employee performance at PT. Cyberindo Aditama, Jakarta. 5) Work environment, employee discipline, work stress, and work motivation collectively affect employee performance at PT. Cyberindo Aditama, Jakarta.Keywords: Discipline, Performance, Environment, Work Motivation, Work Stres
Evolusi Dinamis Perilaku Non-Player Character Pada Game Space Shooter Menggunakan NSGA-II
Dalam permainan space shooter terdapat musuh yang dikendalikan oleh Non-Player Character (NPC) statis dimana player dapat terus berusaha beradaptasi terhadap perilaku dari musuh. Pada akhirnya, permainan menjadi membosankan karena perilaku NPC telah diketahui oleh player. Dalam penelitian ini dikembangkan implementasi kecerdasan buatan dimana NPC dapat mengevolusi dirinya sendiri, sehingga mampu merespon perilaku player. Evolusi dinamis NPC dapat memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan karena perilaku NPC dapat menyesuaikan perilaku player. Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II) dalam simulasi digunakan untuk mengatur “titik evolusi” terhadap NPC. Dimana dengan memeriksa parameter keputusan dari perilaku playar untuk dapat mengevolusi perilaku dari musuh (NPC). Kemudian Non-Dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II) digunakan untuk mencari optimal solution untuk mengoptimalkan evolusi dinamis NPC pada level berikutnya. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan perilaku musuh terhadap player. Simulasi menggunkan NSGA-II menghasilkan solusi optimal dalam bentuk grafik dengan 2 obyektif (speed dan health) dari NPC. Berdasarkan hasil simulasi, kestabilan berada pada generasi ke-5 dengan populasi=50, probabilitas persilangan (pc) = 1, probabilitas mutasi (pm)= 1/n, indeks distribusi persilangan (η_c)=20, dan indeks distribusi mutasi (η_m)=20.
==================================================================================================================
Abstrak – In Space Game, the NPC enemies have a static ability or behaviour where the player can be easily learn to adapted and challenge the NPCs. In the end, it makes the player become boring and don't want to play the game anymore. This research is develop an intelligent NPC that can be adapt to player style in playing the game. The NPC can be evolve and adjust itself based on the player behaviour in playing game and giving a proper difficulty to the game itself. This implementation will be make game more fun and enjoyable. NSGA II is the algorithm that will used to arrange the evolution of NPCs. This algorithm is used to evaluate the parameter that will determine NPCs behaviour change. Beside that, this research also used NSGA-II to optimized the paramater before it used to determined the NPCs behaviour change in every level of the game. Simulation it self used NSGA-II to produce optimal solution in graphic representation based on two objective parameter, speed and health. Result of simulation shown the optimized result will be produce the best solution after the five generation with total population is 50. crossover probability (pc)=0.9, mutation probability (pm)=1/n, index of distribution crossover (ηc)=20, index of distribution mutation (ηm) =20
Status Reproduksi Kerbau Lumpur (Bubalus Bubalis) Di Provinsi Jawa Timur
Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan ternak ruminansia
besar yang penting bagi masyarakat Indonesia, usaha ternak
kerbau merupakan salah satu komponen penting dalam
pengembangan sektor peternakan untuk menunjang usaha tani
masyarakat pedesaan dan dapat meningkatkan kebutuhan
daging seiring bertambahnya jumlah penduduk. Kerbau
memiliki keunggulan tersendiri untuk dikembangkan karena
dapat bertahan hidup dengan pakan berkualitas rendah, toleran
terhadap parasit setempat serta keberadaannya telah menyatu
sedemikian rupa dengan kehidupan sosial dan budaya petani
Indonesia.
Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Juni 2017 sampai
14 November 2017. Materi yang digunakan dalam penelitian
ini adalah 143 peternak dengan kepemilikan kerbau betina
dewasa 218 ekor, yang bertempat di 4 kabupaten di Jawa
Timur (Madiun, Ngawi, Malang dan Banyuwangi). Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status reproduksi
ternak kerbau lumpur betina dewasa di Provinsi Jawa Timur.
Metode penelitian yang dilakukan adalah survei di
lapangan untuk mengumpulkan data dengan pengamatan
secara langsung di daerah yang dituju, penentuan wilayah
penelitian menggunakan purposive sampling yaitu secara
sengaja dengan berdasarkan pada jumlah populasi tinggi,
sedang, dan rendah. Data yang didapatkan ditabulasi dan
dianalisis, dihitung segala aspek reproduksi dan struktur
populasi rataan ± standar deviasi ( ±SD) kemudian dianalisis
secara deskriptif. Variabel yang diamati meliputi jarak
beranak, service per conception, conception rate, days open
dan efesiensi reproduksi.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur betina
pertama kali kawin 32,24±5,58 bulan, lama bunting
10,56±1,41 bulan, umur pertama beranak 44,51±5,97 bulan,
lama periode anestrus post partum 5,45±2,48 bulan, service
per conception 2,02±0,93 kali, jarak beranak 17,27±2,63
bulan, conception rate 44,05±15,27%, days open
225,64±90,04 hari dan efisiensi reproduksi 49,20±8,32%.
Disimpulkan bahwa status reproduksi kerbau di Jawa
Timur apabila ditinjau dari efesiensi reproduksi menunjukan
hasil yang rendah. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih
lanjut guna mengetahui nilai status reproduksi agar efesiensi
reproduksi dapat meningkat
PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DAN PENETAPAN SEKTOR UNGGULAN DI PROVINSI JAWA TIMUR WILAYAH UTARA
This research aims to look at the economic potential and determination of superior sectors in the eastern Java province of the north. This research uses the Klassen Typology, Location Quotient, and Shift Share analysis with the help of Microsoft Excel 2013 analysis tool. The data used in this study are East Java Province GRDP Growth Rate, GRDP Growth Rate and GDP per capita in East Java Province in the period 2012 to 2016. The results of the Klassen Typology analysis show that there are in quadrant 1, Bojonegoro district, 2 districts are in quadrant 3 namely Lamungan and Sumenep districts, and there are 5 districts in quadrant 4 namely Tuban district, Ngawi district, Bangkalan district, Sampang district, Sumenep district . In the LQ Analysis results are obtained about the sectors that become the base sector. The result is that Lamungan district has 10 base sectors, Bojonegoro district has 4 base sectors, Tuban district has 7 base sectors, Ngawi district has 5 base sectors, Bangkalan district has 6 base sectors, Sampang district has 4 base sectors, Pamekasan district has 8 sectors base, Sumenep district has 3 base sectors. Furthermore, from the Shift Share analysis, the results of the competitive sector and growing faster than the reference region, namely East Java, namely Lamungan district has 8 sectors, Bojonegoro district has 6 sectors, Tuban district has 7 sectors, Ngawi district has 7 sectors, Bangkalan district has 6 sectors , Sampang district has 7 sectors, Pamekasan district has 7 sectors, Sumenep district has 6 sectors
Rancang bangun penyemprot pestisida berbasis tenaga surya di sawah Desa Tukdana
Pertanian di Indonesia, khususnya di Desa Tukdana, masih menghadapi tantangan serius dalam pengendalian hama yang berdampak pada penurunan hasil panen. Penyemprotan pestisida secara manual atau menggunakan bahan bakar fosil dinilai tidak efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe alat penyemprot pestisida berbasis tenaga surya sebagai solusi hemat energi dan ramah lingkungan. Sistem yang dibangun terdiri dari panel surya 50WP, solar charge controller, baterai, pompa diaphragm DC, serta komponen pendukung seperti sakelar, potensiometer, dan voltmeter. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi alat berdasarkan intensitas cahaya matahari dan kinerja alat dalam menyemprot pestisida. Hasil menunjukkan bahwa alat mampu bekerja secara efektif pada intensitas cahaya optimal dengan daya sekitar 25,2 Watt, serta dapat menghemat energi dan biaya operasional petani. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi solusi teknologi terbarukan di bidang pertanian yang dapat diterapkan secara luas
MONITORING PH DAN SUHU KOLAM LELE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN METODE FUZZY SUGENO
Kualitas air untuk Ikan Lele tergantung pada suhu dan keasaman air (pH), besarnya pengaruh
keasaman air (pH) dan suhu dengan kehidupan ikan membuat proses kimiawi dalam air mempunyai
hubungan yang sangat besar pada kehidupan ikan tersebut. Parameter keasaman air (pH) yang cocok
untuk ikan lele berkisar pada 6,5 sampai 7,5 sedangkan pada suhu berkisar 25°C sampai 32°C.
Proses pengendalian keasaman (pH) dan suhu air kolam menggunakan ESP32 yang terintegrasi
dengan Arduino sebagai perangkat kendali dengan pembacaan nilai pH menggunakan sensor Analog
pH dengan modul 4502C dan pembacaan nilai suhu menggunakan sensor suhu DS18B20. Masukan
data pH air dan suhu yang dibaca oleh sensor akan diproses dengan metode Fuzzy Logic Sugeno
untuk menyesuaikan kerja pompa cairan basa dan pompa cairan asam hingga mencapai nilai yang
telah ditentukan. Kemudian mengimplementasikan hasil uji untuk mengendalikan pH dan suhu air
tersebut dapat dilihat pada smartphone Android yang terhubung dengan internet dalam bentuk
grafik secara real time. Desain pengkodean aplikasi menggunakan Android Studio dengan
menggunakan Mysql sebagai database untuk menyimpan aktivitas yang sedang terbaca oleh
sensor pH dan sensor suhu. Kesimpulan dari penyusunan penelitian ini diharapkan dapat membantu
para pembudidaya Ikan Lele dalam mengendalikan kualitas air pada kolam budidaya. Hasil
pengujian pada sensor pH memiliki selisih rata-rata 2,1%, sedangkan pada sensor suhu mempunyai
selisih rata-rata 4,71%.
Kata Kunci: Fuzzy Logic, pH, Sistem Kendali, Suge
Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Guru di Era Revolusi Industri
Artikel penelitian ini disusun dengan tujuan mengetahui serta mempelajari kepemimpinan situasional kepala sekolah sebagai upaya mendorong peningkatan kompetensi pembelajaran pada tenaga pengajar di era revolusi industry 4.0. Artikel ini menggunakan metode studi literatur atau studi kepustakaan yang mana sumber data diperoleh berbagai sumber artikel dan buku-buku literatur yang relevan dengan topik pembahasan artikel. Adapun hasil dari penulisan artikel guru diharapkan untuk memiliki kemampuan atau kompetensi pembelajaran yang efektif di era Revolusi Indusrti 4.0. kepala sekolah dapat melakukan bebrapa strategi dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran guru diantaranya adalah dengan melakukan program pembinaan guru melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan kemampuan guru dalam penggunaan media pembelajara berbasis virtual reality melalui kegiatan focus group discussion (FDG), pengembangan modul pembelajaran berbasis elektronik (E-Modul), pengembangan kompetensi pembelajaran dengan mengasah kemampuan literasi digital para guru
Kata kunci : kepala sekolah, kepemimpinan situasional, kompetensi pembelajaran
 
HUBUNGAN HEALTH LITERACY DENGAN MASALAH TERKAIT OBAT PASIEN DM TIPE 2 YANG MENDAPATKAN TERAPI INSULIN DI RUMAH DIABETES UBAYA
Abstract - Health literacy is defined as the extent to which individuals have the ability to obtain, process and understand information from health services. Someone with low level of health literacy tends to misunderstand health information, and vice versa. With low understanding in terms of understanding health information, it is possible to cause several problems,which one of them is drug-related problems. Drug-related problems have a notion of the undesirable events experienced by patients relating to drug therapy where it interferes with the achievement of desired therapeutic goals. This study is a quantitative study with a total of 31 subjects, which aims to determine the relationship between health literacy domain with drug-related problem domain. The relationship gained from each of the instrumentsbeing used, obtained a pro-active relationship affect the patient’s compliance. While the result of statistical analysis using Chi-square test with cross tabulation analysis got significant correlation and the results are; patient attitude toward health influence drug therapy is not required, socio-economic consideration influence drug therapy is not required, and also socio-economic consideration influence ineffectively drug therapy
- …
