1,721,110 research outputs found
Pembebanan tanggung jawab atas penyertaan dalam menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana pencucian uang (studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1056/Pid.B/2005/PN.JKT.Pst) / oleh Arbaini Retno Utami
abstrak (A) Nama: Arbaini Retno Utami (NIM: 205026031) (B) Judul Skripsi : Pembebanan Tanggung Jawab Atas Penyertaan ( Doenpleger ) Dalam Menyembunyikan atau Menyamarkan Asal Usul Harta Kekayaan Yang Berasal Dari Tindak Pidana Pencucian Uang ? (Studi Kasus : Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No : 1056/Pid.B/2005/PN JKT PST). (C) Halaman: viii+72+Lampiran+2009 (D) Kata Kunci: Pembebanan, Penyertaan, Tindak Pidana Pencucian Uang. (E) Isi: Penyertaan adalah mereka yang melakukan, menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan. Doenpleger adalah seseorang yang menyuruh orang lain untuk melakukan suatu peristiwa pidana. Tindak Pidana Pencucian Uang adalah perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan Hasil Tindak Pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal-usul Harta Kekayaan yang sah. Dalam KUHP mengenai penyertaan tercantum dalam Pasal 55 sampai Pasal 60, penyertaan dalam arti sempit (Pasal 55) dan pembantuan (Pasal 56 dan Pasal 59). Sanksinya dikenakan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling banyak 15 tahun dan denda paling sedikit lima miliar rupiah dan paling banyak lima belas miliar sesuai dengan Pasal 3 UU No. 25 tahun 2003 tentang Perubahan Atas UU No. 15 tahun 2002 tentang TPPU. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Penulis menggunakan data sekunder, dan didukung hasil wawancara dengan penasehat hukum terdakwa Ie Mien Sumardi. Dari hasil penelitian, menyimpulkan bahwa keputusan Majelis Hakim tidak tepat karena penyerahan uang milik PT. Bank Global Internasional oleh terdakwa atas perintah Lisa Santoso sebagai DPO bukan merupakan pembantuan (medeplichtige), melainkan merupakan menyuruh lakukan (doen plegen). Dari rangkaian fakta-fakta hukum yangg terungkap di persidangan sebagaimana pertimbangan di atas, terdakwa menurut Majelis Hakim patut menduga atau mengetahui bahwa uang yang berada dalam kardus-kardus gudang garam tersebut berasal dari hasil TPPU. (F) Acuan: 23 (1959-2008) (G) Pembimbing Soetan Budi S.S (H) Penulis Arbaini Retno Utami 20502603
Perbedaan Pengaruh Latihan Servis Atas Tanpa dan Dengan Latihan Fisik Terhadap Kemampuan Floating Service Dalam Permainan Bola Voli Siswa Putera Kelas II SMP Negeri 4 Kroya Tahun Pelajaran 2006/2007.
Naryati Retno Utami ( 2007 ) : Perbedaan Pengaruh Latihan Servis Atas Tanpa dan
Dengan Latihan Fisik Terhadap Kemampuan Floating Service Dalam Permainan
Bola Voli Siswa Putera Kelas II SMP Negeri 4 Kroya Tahun Pelajaran 2006/2007.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah terdapat perbedaan
pengaruh latihan servis atas tanpa dan dengan latihan fisik terhadap kemampuan
Floating Service dalam permainan bola voli siswa putera kelas II SMP Negeri 4
Kroya Tahun Pelajaran 2006/2007. 2) Manakah yang lebih baik pengaruh latihan
servis atas tanpa dan dengan latihan fisik terhadap kemampuan Floating Service
dalam permainan bola voli siswa putera kelas II SMP Negeri 4 Kroya Tahun
Pelajaran 2006/2007. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mencari jawaban dari
permasalahan yang muncul dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1)
Perbedaan pengaruh latihan servis atas tanpa dan dengan latihan fisik terhadap
kemampuan Floating Service dalam permainan bola voli siswa putera kelas II SMP
Negeri 4 Kroya Tahun Pelajaran 2006/2007. 2) Pengaruh yang lebih baik
latihan servis atas tanpa dan dengan latihan fisik terhadap kemampuan Floating
Service dalam permainan bola voli siswa putera kelas II SMP Negeri 4 Kroya
Tahun Pelajaran 2006/2007.
Populasinya adalah siswa putera kelas II SMP Negeri 4 Kroya yang
berjumlah 111 orang, Pemilihan sampel mengunakan sistem random dan memilih
40 orang siswa sebagai sampel. Metode pengolahan data menggunakan Uji t
berpasangan. Sebelum uji hipotesis dilakukan uji persyaratan analisis hipotesis yaitu
uji normalitas data dengan statistik Kolmogorov Smirnov, untuk uji homogenitas
menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah : 1) Dari hasil perhitungan
dapat dilihat bahwa harga t hitung = -1.291, dengan taraf signifikansi 0.212 > 0.05
berarti tidak ada perbedaan pengaruh latihan servis atas sebelum dan sesudah latihan
fisik terhadap kemampuan servis atas 2) Berdasarkan pada
perhitungan terdapat perbedaan mean, ialah mean Service Float ( 29.70 ) – mean
service Float (30.80) = -1.10. Dan perbedaan nilai mean sebesar -1.10 tersebut
mempunyai range nilai antara batas bawah sebesar -2.88 sampai dengan angka batas
atas 0.68. Namun dengan uji t terbukti bahwa perbedaan angka -1.10 dengan range
skor 0 – 0.68 cukup berarti untuk mengatakan bahwa : Latihan servis atas dengan
latihan fisik lebih baik daripada tanpa latihan fisik.
Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan : 1) servis merupakan salah
satu teknik dasar yang harus dikuasai, 2) supaya lebih kreatif untuk menciptakan
model-model latihan dan agar diberikan latihan fisik yang memadai, sebab ternyata
latihan fisik besar manfaatnya terhadap kemampuan trekniknya. 3) Kepada peneliti
yang lain penelitian ini bisa diulang kembali dengan mengubah sampel yaitu
pemain putri
PERAN BUDI DAYA TANAMAN PORANG TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Desa Joho Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Peran Budi Daya Tanaman Porang terhadap Kesejahteraan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Desa Joho Kabupaten Trenggalek)” ini ditulis oleh Susi Retno Utami, NIM 12402183070, pembimbing Lativa Hartiningtyas, M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi positif porang dari segi ekonomi, yang selaras dengan adanya fenomena budi daya tanaman porang di Desa Joho, Kabupaten Trenggalek, yang mayoritas petani porangnya adalah beragama Islam. Fokus penelitian dari penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana tahapan budi daya porang yang dilakukan oleh pembudidaya porang di Desa Joho, (2) Bagaimana penggunaan hasil budi daya tanaman porang yang dilakukan oleh pembudidaya porang di Desa Joho, (3) Bagaimana pengaruh kegiatan budi daya porang terhadap pencapaian kesejahteraan masyarakat di Desa Joho jika dilihat dari perspektif ekonomi Islam.
Untuk metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis, yaitu jenis penelitian yang akan membantu peneliti dalam melihat serta mempelajari suatu fenomena di tengah-tengah masyarakat melalui sudut pandang orang-orang yang berkecimpung langsung dalam fenomena yang terkait. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kepada empat informan, selaku petani porang di Desa Joho, yang sudah melalui masa panen. Sementara untuk analisis data menggunakan bantuan software ATLAS.ti 9 dengan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Dari keseluruhan tahapan yang digunakan, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, meliputi: (1) Tahapan budi daya tanaman porang yang dilalui oleh empat informan secara umum adalah meliputi tahap perolehan bibit porang melalui pembelian atau dari tanaman porang liar yang tumbuh di lahan pertanian, tahap perawatan tanaman porang melalui pemupukan dan penyiangan, dan tahap penyaluran hasil panen melalui penjualan umbi porang. (2) Penggunaan hasil/pendapatan dari budi daya tanaman porang secara umum adalah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terfokus pada kebutuhan pangan. (3) Berdasarkan tahapan budi daya dan penggunaan hasil/pendapatan budi daya, telah ditemukan bagian-bagian yang selaras dengan cara perolehan harta dan penggunaan harta dalam ekonomi Islam. Sehingga kegiatan budi daya tanaman porang sudah memberikan kontribusi untuk mencapai kesejahteraan dalam perspektif ekonomi Islam. Namun dari segi pengaruh yang dirasakan oleh informan, ada dua pengaruh yang menyebabkan penggunaan hasil budi daya porang tidak benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian falah.
Kata Kunci: Budi Daya, Tanaman Porang, Kesejahteraan, Ekonomi Islam
WUJUD LAN ISI CRITA NABI MUSA ING SERAT AMBYA (Tintingan Filologi)
RESPATI RETNO UTAMI
PENDIDIKAN BAHASA DAERAH
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
[email protected]
Abstrak
Naskah iku tulisan tangan kang nyimpen sawernaning pamikiran lan rasa pangrasa minangka asiling budaya bangsa jaman biyen. Naskah minangka sawijining karya sastra kang arupa sastra tulis ngemot perangan-perangane kabudayan Hindu, Budha, Islam, Kristen, lan uga budaya asing. Budaya-budaya kasebut campur bawur dadi siji nyawiji dadi sawijining gegambaraning kahanan sosial budaya kang ana ing jamane dhewe-dhewe. Naskah Serat Ambya iki minangka serat kang narik kawigaten kanggo ditliti, amarga mujudake serat kang nyritakake babagan Nabi kang adedhasar Kitab Suci. Naskah kasebut dianggep minangka Kitab kang sakral lan ngandhut pitutur luhur kaya dene Al Qur’an.
Gegayutan karo andharan mau underaning panliten iki yaiku: (1) Kepriye andharan ngenani Serat Ambya, (2) Kepriye suntingan teks sajrone Serat Ambya mligine episode Nabi Musa, (3) Kepriye struktur naratif sajrone Serat Ambya, (4) Kepriye nilai filosofis kang kinandhut jroning episode Nabi Musa.
Adhedhasar underaning panliten kadudut ancasing panliten kaya mengkene: (1) Ngandharake deskripsi naskah Serat Ambya, (2) Ngandharake suntingan teks sajrone Serat Ambya mligine episode Nabi Musa, (3) Ngandharake struktur naratif sajrone Serat Ambya, (4) Ngandharake nilai filosofis kang kinandhut sajrone episode Nabi Musa.
Panliten iki diajab bisa menehi paedah, paedah panliten iki kaperang dadi loro yaiku: (1) Paedah Teoritis ing panliten iki yaiku supaya menehi sumbangsing marang teori filsafat kang dicakake jroning karya sastra lawas. Saliyane iku uga mbuktekake yen antarane teori filsafat lan teori sastra pancen nduweni gayutan kang raket. (2) Paedah Praktis ing panliten iki yaiku paedah kang dirasakake dening panliti, pamaos, lan masyarakat kang bisa ndudut nilai lan pitutur becik kang kinandhut sajrone Serat Ambya kasebut.
Metode kang digunakake ing panliten iki ana telu, yaiku metode deskriptif kualitatif, metode heuristik, lan kang pungkasan metode hermeneutika. Metode kang dicakake ing panliten iki ana telu amarga teori kang digunakake kanggo mbedhah karya sastra lawas iki ana papat yaiku filologi, filsafat, lan teori struktur lan hermeneutik. Metode deskriptif kualitatif digunakake kanggo ndeskripsikake kepriye wujude NSA kasebut. Metode heuristik digunakake kanggo nindakake kagiyatan maca supaya bisa nemtokake isine NSA. Banjur kang pungkasan metode hermeneutika digunakake kanggo nafsirake nilai filosofis kang kinandhut jroning simbol-simbol ing NSA mligine episode crita Nabi Musa.
Asiling panliten bisa didudut telung perangan lan laras karo underaning panliten. Dudutan kapisan pranyata Serat Ambya kasebut nduweni katrangan kang jangkep ngenani identitas naskah, jinising tulisan naskah apik, cacahe kacane naskah iku jangkep, lan basane naskah nggunakake basa jawa anyar kang bisa dimangerteni kanthi cetha. Dudutan kang kaping pindho ngenani suntingan teks, kesalahan kang dumadi ing naskah kasebut ora akeh, mung kesalahan ing bab kaidah panulisan lawas kang wis beda karo kaidah panulisan jaman saiki. Paugerane tembang umume wis laras karo paugeran kang trep, amarga Naskah kasebut wis awujud gubahan saka naskah pesisiran menyang naskah kraton. Dudutan kang kaping telu ngenani struktur naratif NSA kaperang jroning episode crita wiwit Nabi Adam nganti tumeka Nabi Muhammad lan uga Prabu Jayabaya. Saben episode-episode ing crita kasebut kaperang maneh menyang sekuen-sekuen kang ngandharake tema-tema saben episode. Dudutan kang kaping pungkasan ngenani nilai filosofis kang kinandhut jroning pitung simbol kang tinemu ing episode crita Nabi Musa. Nilai-nilai kasebut yaiku; (1) nilai filosofise wong sabar (2) nilai filosofise percaya yen kabecikan tansah menang (3) nilai filosofise ngucap syukur (4) nilai filosofise bekti marang wong tuwa (5) nilai filosofise kadurjanan bakale tansah konangan (6) nilai filosofise upaya kanggo nyinaoni ngelmu gaib (7) nilai filosofise nampa kematian. Nilai kasebut kang kudu dituladhani dening para pamaos kang gelem ngrenungake samubarang kang sinurat lan sumirat saben tetembungan kang karonce jroning karya sastra
Prediksi Laju Sedimentasi Pada Sungai Jatiroto
Sungai adalah sebuah saluran drainase yang dibentuk oleh alam. Sungai
dapat mengangkut material berupa hasil erosi yang disebabkan dari sungai itu
sendiri maupun yang berasal dari permukaan tanah pada saat aliran surface rain off
mengalir kearah sungai. Erosi dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di sungai.
Sungai Jatiroto merupakan sungai yang membatasi Kabupaten Lumajang dan
Kabupaten Jember. Sungai Jatiroto dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada
kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Rowokangkung. Sedimen yang tidak mampu
terangkut bersama dengan aliran sungai akan mengendap pada bagian tertentu di
sepanjang aliran.
Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi laju sedimentasi pada Sungai
Jatiroto dengan bantuan program HEC-RAS 5.0.7. Tahapan pertama dalam
pemodelan adalah analisis hidrolika yang menggunakan komponen aliran tak
permanen, karena kondisi aliran adalah aliran sungai yang dapat berubah terhadap
waktu. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan perbandingan muka air data
observasi dengan data simulasi untuk mengetahui ketepatan parameter yang
digunakan pada pemodelan. Pada analisis hidrolika didapatkan nilai determinasi
(R²) sebesar 0,958 yang tergolong sangat baik karena mendekati 1. Hasil dari
perhitungan selanjutnya didapatkan nilai RMSE (Root Mean Square Errors)
sebesar 0,39. Perhitungan standar error tersebut tergolong kecil karena masuk
dalam kisaran 0,0-1,0. Semakin kecil nilai RMSE, maka semakin akurat pemodelan
yang dilakukan.
Setelah mendapatkan hasil ketepatan analisis hidrolika, langkah selanjutnya
adalah analisis sedimentasi untuk mendapatkan total sedimen yang masuk dalam
satuan ton. Data yang dimasukkan adalah data debit selama 1 tahun. Data debit
menggunakan quasi-unsteady flow, karena sifat aliran debit pada saat simulasi
relatif stabil. Metode persamaan yang digunakan adalah persamaan Laursen
(Field), metode tersebut didapatkan dengan membandingkan kondisi sungai
(diameter butiran, kecepatan aliran dan lebar sungai) dengan ketentuan rumus pada
HEC-RAS. Dihasilkan laju sedimen sebesar 256,341 m³/tahun dengan
menggunakan metode perbandingan cross section dalam menentukan volume
pengendapan yang ada di sungai, dapat diketahui presentase keandalan model
sebesar 88
Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan di Daerah Padat Wilayah Terbangun di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
Akibat perkembangan pembangunan perkotaan seperti pada wilayah Sumbersari,
menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau sebagai tempat meresapnya air hujan ke
dalam tanah, meningkatnya aliran air permukaan, dan tidak diimbangi dengan saluran
drainase yang memadai, sehingga terjadi genangan air dan banjir. Kejadian banjir terbesar di
kabupaten Jember terdapat di 3 kecamatan yang salah satunya berada di kecamatan
Sumbersari dangan jumlah sebanyak 28 titik banjir yang tingginya berkisar 10-15 cm yang
diidentifikasi disebabkan karena masalah kapasitas saluran dan penggunaan lahan. Dengan
memanfaatkan genangan air yang sering terjadi, aliran air permukaan yang meningkat,
ketersediaan lahan bebas yang sangat sempit perlu dilakukan perbaikan produksi air tanah
melalui pengadaan daerah resapan air menggunakan sumur air resapan yang akan berpotensi
menaikkan tinggi muka air tanah dengan menampung air permukaan untuk diteruskan ke
dalam tanah.
Dalam pengerjaan analisis sumur resapan didaerah Sumbersari ini akan meninjau
beberapa aspek yaitu mengidentifikasi angka permeabilitas tanah untuk setiap lokasi banjir
yang diperkirakan akan dibangun sumur resapan, mengidentifikasi besarnya air yang mampu
terserap kedalam tanah apabila sumur resapan dibangun, serta efisiensi kelayakan sumur
resapan pada lokasi yang akan ditempatkan berdasarkan ketersediaan lahan bebas dan bentuk
sumur yang paling ideal berdasarkan aturan – aturan terlampir lainnya dalam SNI yang
berlaku. Sistem perencanaan hingga disain sumur resapan mengacu pada peraturan resmi
yaitu SNI tentang sistem pembangunan sumur resapan tahun 2002 dan 2017. Metode
pengerjaan menggunakan beberapa metodologi diantaranya melakukan survey lapangan
untuk mengetahui tinggi muka air tanah, mengidentifikasi fungsi sumur sebagai reduktor air
untuk banjir rencana dan berdasarkan volume tangkapan air pada bidang tadah observasi pada
lokasi untuk mengetahui ketersediaan lahan dan kondisi kepadatan, serta uji laboratorium
untuk mengetahui besar permeabilitas tanahnya.
Berdasarkan hasil pengujian angka permeabilitasnya, hanya daerah Jalan Suprapto, S.
Parman, Taman Gading, Muktisari, Gladak Pakem yang dapat dibangun sumur resapan air
hujan karena memenuhi syarat SNI-8456-2017 yaitu angka permeabilitasnya harus diatas 2
cm/jam. Hasil dari analisis dan perhitungan yang dilakukan didapat jumlah air yang mampu
terserap ke dalam tanah dengan adanya sumur resapan air hujan sebesar 44,532m3/hari
dengan jumlah 7 – 9 sumur per titik lokasi banjir dengan bentuk persegi. Berdasarkan hasil
survey yang telah dilakukan pada lokasi – lokasi banjir dengan mengamati lingkungan
pinggir jalan dan sekitarnya dapat dilihat bahwa lokasi sangat padat baik rumah warga
maupun pertokoan yang menutup permukaan tanahnya sehinga kedap air, namun masih
terdapat area lahan bebas yang bisa dibangun sumur resapan di beberapa tempat seperti
halaman pekarangan rumah warga, lahan muka pertokoan yang dipasang paving block,
halaman depan mesjid, ataupun dipinggir jalan yang jaraknya ada yang mencukupi sesuai
aturan pada SNI yang berlaku
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
