1,720,956 research outputs found
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIANA DI HUTAN MUSIM BLOK CURAH JARAK TAMAN NASIONAL BALURAN
ABSTRAK Restiani, R.A 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Liana di Hutan Musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Taman Nasional Baluran, Hutan musim, Liana, Keanekaragaman. Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kawasan hutan musim Blok Curah Jarak terletak dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga memungkinkan adanya aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawasan hutan ini dapat merusak liana, karena liana hidup menumpang pada pohon, sehingga keanekaragaman dapat berkurang. Kelestarian dan keanekaragaman liana harus dijaga dan dilestarikan. Liana mempunyai banyak peranan dalam menjaga kestabilan ekosistem di dalam kawasan hutan musim. Tujuan Penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan indeks keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kemerataan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (3) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (4) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor abiotik yang berhubungan dengan keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Data penelitian diperoleh dengan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengungkap keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Jenis tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran terdapat 24 jenis. Indeks keanekaragaman tergolong tinggi menunjukkan ekosistem yang cenderung stabil, indeks kemerataan tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa penyebaran tumbuhan liana relatif stabil atau merata di semua plot dan indeks kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran tergolong sedang
ANALISIS KINERJA GURU SMA KELAS XI DI KOTA MALANG DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KURIKULUM 2013
ABSTRAK Restiani, R.A 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Liana di Hutan Musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Taman Nasional Baluran, Hutan musim, Liana, Keanekaragaman. Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kawasan hutan musim Blok Curah Jarak terletak dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga memungkinkan adanya aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawasan hutan ini dapat merusak liana, karena liana hidup menumpang pada pohon, sehingga keanekaragaman dapat berkurang. Kelestarian dan keanekaragaman liana harus dijaga dan dilestarikan. Liana mempunyai banyak peranan dalam menjaga kestabilan ekosistem di dalam kawasan hutan musim. Tujuan Penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan indeks keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kemerataan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (3) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (4) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor abiotik yang berhubungan dengan keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Data penelitian diperoleh dengan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengungkap keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Jenis tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran terdapat 24 jenis. Indeks keanekaragaman tergolong tinggi menunjukkan ekosistem yang cenderung stabil, indeks kemerataan tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa penyebaran tumbuhan liana relatif stabil atau merata di semua plot dan indeks kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran tergolong sedang
Pengembangan Booklet Petunjuk Pembuatan Simplisia Kering Tanaman Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Bermuatan Karakter Dan Uji Kelayakan Angka Kapang Untuk Produk Home Industry Masyarakat Desa Argosuko
ABSTRAK Home industry adalah sektor yang memiliki peran penting untuk mensejahterakan masyarakat ekonomi rendah. Peran home industry mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat ekonomi rendah di Kabupaten Malang kurang memahami terhadap potensi wanafarma yang ada di lingkungan sekitarnya yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Pemanfaatan tanaman untuk obat tradisonal dapat dikembangkan untuk produk home industry. Pembuatan obat tradisional dapat diolah dalam bentuk simplisia. Simplisia yang sudah jadi perlu diuji angka kapang khamir (AKK) hal ini bertujuan untuk mengetahui keamanan pada saat dikonsumsi.Berdasarkan survei pada tanggal 30 Mei 2016 yang dilakukan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa Desa Argosuko Kecamatan Poncokusumo terdapat potensi tanaman salam yang melimpah. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat pada pemanfaatan tanaman obat untuk obat tradisional masih kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan dan rasa ingin tahu pada masyarakat masih sangat rendah, makadariituperluditanamkanpendidikankarakterpadamasyarakatmelaluipenyuluhandalampembuatansimplisiakeringtanamanobatsalam. Penyuluhankepadamasyarakatdapatdilakukandenganmenggunakan media booklet.Tujuandaripenelitianiniadalah menghasilkanbooklet petunjuk pembuatan simplisia kering tanaman salam(Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) bermuatan karakter untuk produk home industry masyarakat Desa Argosuko.Model pengembangan yang digunakanadalah model pengembangan ADDIE.Jenis penelitianyaitu deskriptif kualitatif. Penelitianini dilaksanakan pada bulanJuni 2016 – April 2017.Tempatpenelitian di DesaArgosukoKecamatanPoncokusumoKabupaten Malang.Pengumpulan data menggunakanangket, wawancara, observasidanskorpenggunabooklet. Hasil validasi media dan materi sebesar 100% menyatakan booklet tergolong sangat baik/ sangat validsehinggadapatdigunakandandisebarluaskan. Serta hasilujiskalakecilyaitu 100%, danujiskalabesar 97,69% yang tergolongsangatbaiksehinggadapatdigunakandandisebarluaskan.Hasiltespengetahuanmasyarakatsebelummenggunakanbooklet 62,14 dan sesudah menggunakanbooklet mejadimeningkatyaitu 91,35
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Test of Fungi Number of Syzygium polyanthum Bark Simplisia for Traditional Medicine as Disseminate Material to the Low Economic Communities in Malang
Penggunaan obat tradisional sangat disarankan oleh lembaga kesehatan dunia. Obat tradisional memiliki kegunaan yang efektif, tingkat keamanan yang tinggi, serta memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan uji kelayakan simplisia kulit batang salam (Syzygium polyanthum) berdasarkan angka kapang. Kemudian disosialisasikan kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang, sehingga dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang potensi kulit batang salam sebagai obat tradisonal. Jenis penelitian merupakan penelitian deskripstif laboratorik dengan rancangan deskriptif kualitatif. Sampel simplisia dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh tingkat pengenceran 10-1. Larutan diencerkan secara bertahap, sehingga diperoleh tingkat pengeneran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. kemudian dilakukan inokulasi masing-maisng larutan sampel tersebut sebanyak 0,1 ml pada medim Potato Dextrose Agar (PDA), lalu diinokulasikan pada suhu 250C-270C selama 3 x 24 jam. Perlakuan dilakukan dalam 6 ulangan, selanjutnya dilakukan penentuan koloni angka kapang. Hasil perhitungan koloni angka kapang dirujuk pada ketentuan batas minimal cemaran kapang menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2014 ialah ≤ 104 koloni/ gram. Jadi hasil perhitungan pada simplisia kulit batang salam adalah 0,3 x 101 berarti simplisia kulit batang salam memenuhi syarat dari ketetapan BPOM 2014. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
