3 research outputs found
DAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH
ABSTRAKDAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEHOleh : Resmi FitriamiNPM : 1901201010026Pembimbing 1 : Prof. Dr. Raja Masbar, M.ScPembimbing 2 : Miksalmina, S.E., MA., Ph.DPenelitian ini menganalisis pengaruh dari perdagangan luar negeri Provinsi Aceh disertai dengan faktor inflasi, kurs, investasi, dan tenaga kerja terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Variabel yang mewakili perdagangan luar negeri adalah ekspor dan impor. Selain itu juga dalam penelitian ini digunakan variabel dummy berupa kebijakan perdagangan luar negeri berupa pengaktifan kembali pelabuhan krueng gukueh sebagai variabel mediasi untuk melihat pengaruh tidak langsung kegiatan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur dimana model analisis ini mampu melihat seberapa besar pengaruh langsung setiap variabel bebas terhadap variabel terikat serta pengaruh tidak langsung yang diberikan oleh kebijakan perdagangan luar negeri Provinsi Aceh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ekspor, impor, dan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Sedangkan faktor-faktor yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh adalah kurs dan tenaga kerja. Inflasi dan kebijakan perdagangan luar negeri Provinsi Aceh belum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Selain itu, kebijakan perdagangan luar negeri Provinsi Aceh berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan ekspor.Kata Kunci: Perdagangan Luar Negeri, Pertumbuhan Ekonomi, Provinsi Ace
Pengendalian Bahan Baku PAkan Ternak pada PT Indojaya Agrinusa Tanjung Morawa
Dalam melakukan aktivitas produksi, suatu perusahaan yang bergerak di
bidang manufaktur sangat membutuhkan suatu jadwal produksi, untuk menjadwalkan aktivitas produk:sinya secara terencana dan terkendali dengan baik Dengan demikian maka perusahaan akan dapat berproduksi pada tingkat yang optimal, dimana terjadi kelebihan produksi akan dapat menimbulkan biaya inventori yang tidak dapat dihindarkan, demikian juga terjadinya kekurangan produksi yang berakibat tidak terpenuhinya pesanan konsumen tidak akan terjadi. Sehingga melalui aktivitas produksi yang didasarkan pada Jadwal Produksi akan dapat memberikan kepuasan konsumen dan menghasilkan keuntungan yang optimal bagi perusahaan.
Peramalan tingkat perrnintaan konsumen dibutuhkan sebagai masukan untuk
menentukan Jadwal Produksi. Peramalan Tingkat Permintaan terhadap Toroid pada PT. Simanindo Medantronics Industries untuk satu tahun kedepan dapat dilakukan dengan metode Double Exponential Smoothing, dimana dengan menggunakan a= 0,7 yang memberikan nilai MSE Bahan baku produk tersebut antara lain jagung, dedak, tepung daging/ tulang. Karena kebutuhan baban balm yang sangat besar, pasar lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan tersebut. Maka bahan bairn tersebut hams di impor dari luar
negeri. Oleh karena itu diperlukan penangana.n masalah pengendalian persediaan yang dapat rnenjamin kelancaran produksi dan dapat menekan biaya persediaan seminimum mungkin. Hal ini dapat terwttjud dengan penetapan tingkat persediaan
yang optimal. Pengendalian persediaan pada tingkat optimal tentunya akan memberikan penghematan biaya persediaan. Sehingga ini juga akan berpengaruh terhadap daya saing produk di pasaran. Metode ya ng digunakan untuk analisa data adalah metode chi square (chi kuadrat). Sedangkan untuk pengendalian persediaannya digunakan metode Q (quantity) system.
Dari hasil perhitungan biaya selama I tahun yang diusulkan pada perusahaan ternyata memberikan peughematan biaya persediaan/tahun sebesar
Rp. 302.982.968,5 untuk bahan bakujagung, Rp. 115.014.493,6 untuk bahan baku bran pollard (dedak), dan Rp. 101.605.780,2 untuk bahan baku meat & bonemeal (tepung tulang/daging)
The Impact of Foreign Trade Policy on Economic Growth of Aceh Province, Indonesia
This study analyzes the influence of foreign trade in Aceh province along with inflation, exchange rate, investment, and labor factors on the economic growth rate in Aceh Province. The variables that represent foreign trade are exports and imports. In addition, this study also used a dummy variable in the form of foreign trade policy in the form of reactivation of the Krueng Gukueh port. The analytical model used in this study is multiple linear regression. This analysis model can identify how much influence each independent variable has on the dependent variable to formulate various policy steps to increase the economic growth rate. The results found in this study are exports, imports, and investment have a positive and significant effect on the rate of economic growth of Aceh province. Meanwhile, the factors that have a negative and significant influence on the economic growth rate of Aceh province are the exchange rate and labor. Inflation and foreign trade policies of Aceh province have not had a significant influence on the economic growth rate of Aceh province
