3 research outputs found

    Green Synthesis Nanopartikel Seng Oksida (Zno) dengan Menggunakan Ekstrak Daun Kakao Sebagai Capping Agent

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kakao pada nanopartikel ZnO sebagai capping agent. Konsentrasi ekstrak daun kakao divariasikan dengan 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% kemudian diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap ukuran, sifat optik dan morfologi nanopartikel ZnO. Nanopartikel ZnO menggunakan esktrak daun kakao disintesis menggunakan metode sol-gel. Keberhasilan sintensis ditunjukkan oleh kemiripan puncak senyawa hasil sintesis terhadap puncak standar ZnO dalam analisis X-Ray Diffraction (XRD). Struktur kristal yang didapatkan dari penelitian adalah wurtzite hexagonal dengan ukuran kristal untuk masing-masing variasi konsentrasi ekstrak berturut-turut yaitu 54,393 nm; 54,01 nm; 54,39nm; 45,61 nm; 38,45 nm. Analisis terhadap spektrometer UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO relatif stabil pada panjang gelombang 228 nm - 366 nm dan nilai celah pita energi untuk masing-masing variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3,11 eV; 3,13 eV; 3,11 eV; 3,14 eV; 3,15 eV. Hasil UV-Vis menunjukkan bahwa celah pita energi meningkat dengan seiring bertambahnya konsetrasi ekstrak daun kakao dengan ukuran kristalnya menurun yang sesuai dengan hasil uji XRD. Scanning electron microscope (SEM) menunjukkan nanopartikel ZnO yang disintesis menggunakan ekstrak daun kakao dengan variasi konsentrasi 4% memiliki bentuk dominan bola dengan ukuran rata-rata 45 nm

    Green Synthesis Nanopartikel Seng Oksida (Zno) dengan Menggunakan Ekstrak Daun Kakao Sebagai Capping Agent: Green Synthesis Nanopartikel Seng Oksida (Zno) dengan Menggunakan Ekstrak Daun Kakao Sebagai Capping Agent

    No full text
    A study was conducted to investigate the effect of varying concentrations of cocoa leaf extract on ZnO nanoparticles as a capping agent. The concentrations of cocoa leaf extract were varied at 0%, 2%, 4%, 6%, and 8%, and tested to observe their effects on crystal size, optical properties, and morphology of the ZnO nanoparticles. The ZnO nanoparticles were synthesized using the sol-gel method with cocoa leaf extract. The success of the synthesis was indicated by the similarity of the peaks from the synthesized compounds to the standard ZnO peaks in the X-Ray Diffraction (XRD) analysis. The resulting crystal structure was hexagonal wurtzite, with crystal sizes for each extract concentration of 54.393 nm, 54.01 nm, 54.39 nm, 45.61 nm, and 38.45 nm, respectively. UV-Vis spectrometer analysis showed that the ZnO nanoparticles were relatively stable at wavelengths between 228 nm and 366 nm, with bandgap energy values for each extract concentration being 3.11 eV, 3.13 eV, 3.11 eV, 3.14 eV, and 3.15 eV, respectively. The UV-Vis results indicated that the bandgap energy increased with increasing concentrations of cocoa leaf extract, while the crystal size decreased, which was consistent with the XRD results. Scanning electron microscope (SEM) analysis showed that ZnO nanoparticles synthesized with 4% cocoa leaf extract predominantly exhibited a spherical shape, with an average size of 45 nm.Telah dilakukan sebuah penelitian untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kakao pada nanopartikel ZnO sebagai capping agent. Konsentrasi ekstrak daun kakao divariasikan dengan 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% kemudian diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap ukuran kristal, sifat optik dan morfologi nanopartikel ZnO. Nanopartikel ZnO menggunakan esktrak daun kakao disintesis menggunakan metode sol-gel. Keberhasilan sintensis ditunjukkan oleh kemiripan puncak senyawa hasil sintesis terhadap puncak standar ZnO dalam analisis X-Ray Diffraction (XRD). Struktur kristal yang didapatkan dari penelitian adalah wurtzite hexagonal dengan ukuran kristal untuk masing-masing variasi konsentrasi ekstrak berturut-turut yaitu 54,393 nm; 54,01 nm; 54,39nm; 45,61 nm; 38,45 nm. Analisis terhadap spektrometer UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO relatif stabil pada panjang gelombang 228 nm - 366 nm dan nilai celah pita energi untuk masing-masing variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3,11 eV; 3,13 eV; 3,11 eV; 3,14 eV; 3,15 eV. Hasil UV-Vis menunjukkan bahwa celah pita energi meningkat dengan seiring bertambahnya konsetrasi ekstrak daun kakao dengan ukuran kristalnya menurun yang sesuai dengan hasil uji XRD. Scanning electron microscope (SEM) menunjukkan nanopartikel ZnO yang disintesis menggunakan ekstrak daun kakao dengan variasi konsentrasi 4% memiliki bentuk dominan berbentuk bola dengan ukuran rata-rata 45 n

    FORMULASI SEDIAAN FOOT CARE DARI BAHAN ALAM

    No full text
    Foot care adalah perawatan kaki secara teratur yang mengangkat sel-sel kulit mati, membuat kulit dan kuku bagian kaki lebih bersih, terjaga kadar airnya, menjaga agar kulit tetap sehat dan lembut. Foot care yang dilakukan sesuai standar yang sudah di kembangkan terbukti dapat mengurangi gejala pada kaki, seperti yang sering terasa di kaki adalah kulit kering, tumit pecah-pecah, dan  juga bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh bakteri yang berkembang biak. Maka para penelitian merekomendasi kan beberapa formulasi sediaan foot care, maka tujuan review ini untuk mengetahui formula foot care yang paling efektif digunakan dari berbagai bahan alam. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu dari review beberapa jurnal dan buku sebagai penunjang. Dari  hasil review ini diketahui dari empat bahan alam  untuk sediaan foot care memiliki khasiat yang sama. Namun dari keempat sediaan, tumbuhan pepaya dengan foot lulur scrub dikatakan paling efektif digunakan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan sediaan lain dan mampu mengelupas sel kulit mati secara fisik
    corecore