1,720,970 research outputs found
Abthal Al-Yarmuk: Upaya Rekonstruksi Semangat NasionalismeTimur dalam Melawan Hegemoni Barat
Tulisan ini mengungkap adanya upaya rekonstruksi semangat nasionalisme dunia Timur dalam melawan hegemoni Barat yang terefleksi dalam naskah drama Abthal Al-Yarmuk karya Ali Ahmad Bakatsir. Melalui tokoh Khalid bin Walid yang menjadi sentral cerita, Bakatsir merumuskan beberapa kerangka yang menjadi jalan pembuka semangat nasionalisme Timur. Melalui dialog dan alur yang sederhana, Bakatsir meneriakkan persatuan bagi dunia Timur. Ia menekankan pentingnya meramu strategi dan taktik untuk keluar dari hegemoni Barat yang berujung pada inferioritas masyarakat Timur. Selain itu, ia juga menyiratkan pentingnya konsistensi dan menjaga optimisme masyarakat Timur dalam upaya keluar dari hegemoni Barat
Pergerakan Wacana Konflik Sunni-Syi’ah di Balik Prahara Suriah: Analisis Teori BREAK Media Massa Suriah dan Indonesia
Artikel ini membahas tentang pergerakan dua wacana yang beredar didua tempat berbeda mengenai konflik Sunni-Syi’ah dalammenyebabkan prahara Suriah. Wacana primer yang menjadi objekpenelitian adalah media massa Suriah, sedangkan wacana primeradalah media massa Indonesia. Kajian dengan menggunakan pisauanalisis teori BREAK dilakukan guna memperjelas esensi dan spiritmasing-masing wacana dalam memberitakan konflik Sunni-Syi’ah dibalik prahara Suriah. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperolehkesimpulan bahwa tipe pergerakan kedua wacana adalah konvergenkonvergen.Wacana primer memiliki esensi penegasan mengenaikecilnya eksistensi konflik Sunni-Syi’ah dalam menyebabkan konflikSuriah dan spirit membangkitkan semangat persatuan antargolongankeagamaan dalam negeri Suriah. Berseberangan dengan hal tersebut,wacana sekunder memiliki esensi penegasan mengenai besarnyaeksistensi konflik Sunni-Syi’ah dalam menyebabkan konflik Suriahdan spirit membangkitkan isu SARA yang dapat menyulut konflikantargolongan di Indonesia
Pelabelan ISIS dalam Media Massa Arab (Analisis Pergerakan Wacana)
Penelitian ini bertujuan menngidentifikasi dan menguraikan pergerakan wacana label-label ISIS dalam media massa Arab. Data penelitian diambil dari dua media massa Suriah: تشرين (tishrīn) dan عنب بلدي (‘inab baladī) dengan menjadikan label داعش (dā’ish) sebagai wacana primer dan labelتنظيم الدولة (tanẓīm al-dawlah) sebagai wacana sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Sementara analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik padan ekstra lingual sembari mengacu kepada kerangka kerja teori BREAK yang dikemukakan Sawirman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana primer merupakan wujud lingual yang memuat representasi negatif dan penolakan terhadap ISIS. Kekuatan relasi wacana primer dalam berbagai elemen analisis membuatnya stabil dalam semua parameter ekuilibrium. Perilaku agresif dan persuasif wacana primer mendatangkan efek menguntungkan, sehingga ia kapabel dan kompatibel untuk diadaptasi di masa depan. Pembakuan makna leksikal wacana primer perlu direalisasikan sebagai solusi linguistik dalam mengimbangi dinamika yang ada di tengah masyarakat. Pada sisi berbeda, wacana sekunder merupakan wujud lingual yang memuat representasi netral dan pengakuan terhadap ISIS. Ambiguitas dan ambivalensi wacana sekunder dalam relasinya dengan berbagai elemen analisis berdampak pada instabilitasnya pada beberapa paramater ekuilibrium. Perilaku pragmatis wacana sekunder tidak banyak memberikan keuntungan, sehingga ia diprediksi sulit beradaptasi di masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut, modifikasi bentuk adalah solusi objektif yang dapat ditempuh agar wacana sekunder tetap dapat eksis di medan peredaran wacana. Dalam medan kontestasi wacana vis á vis, ditemukan bahwa sentral kontestasi wacana primer dan wacana sekunder adalah pertaruhan kekuasaan pemerintah Bashār al-Asad. Kedua wacana sejatinya adalah produk instrumentasi bahasa sebagai medium hegemoni. Oleh karena itu, pergerakan wacana primer dan wacana sekunder ditentukan oleh faktor kekuasaan yang ada di baliknya.
Kata Kunci : Pelabelan, ISIS, Media Massa Arab, Pergerakan Wacana, BREAK
Analisis Wacana: Meneruka Lahan Baru Penelitian Bahasa Arab di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab FAH UIN Imam Bonjol Padang
Tulisan ini mengungkapkan pentingnya pengaplikasian analisiswacana sebagai pisau bedah dalam mengkaji bahasa Arab, khususnya dijurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UINImam Bonjol Padang. Bertolak dari problematika yang dihadapimasyarakat di bidang informasi, analisis wacana menjadi salah satu solusiampuh dalam upaya menjernihkan masalah. Dalam konteks bahasa Arab,analisis wacana akan dapat mengurai kesimpangsiuran informasimengenai pemberitaan Timur Tengah yang dilakukan oleh media-mediadi Indonesia. Hal ini akan membuat kajian bahasa Arab lebih berdayaguna secara praktis, dari pada hanya berkutat di ranah teoretis. Fokusdengan bahasan tersebut, penulis menyajikan gambaran umum analisiswacana dan contoh aplikasinya dalam mengkaji media Arab. Hasil kajianmenunjukkan ideologi pemberitaan yang dianut oleh masing-masingmedia Arab yang menjadi corak dan orientasi pemberitaan pada mediamediatersebut
Kepemimpinan Progresif di Tengah Pandemi: Analisis Transitivitas Pidato Raja Salman bin Abdul Aziz dalam Forum PBB Tahun 2020 dan 2021
Artikel ini bertujuan mengidentifikasi representasi kepemimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi dalam rentang tahun 2020-2021. Penelitian kualitatif-deskriptif dilakukan dengan menjadikan pidato Raja Salman pada forum PBB tahun 2020 dan 2021 sebagai data penelitian. Data dikumpulkan dengan metode simak bebas libat cakap melalui teknik dokumentasi arsip internet dan dianalisis dengan kerangka kerja analisis transitivitas melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 5 proses transitivitas pada pidato Raja Salman. Proses material ditemukan pada 42 data (44.6%), proses mental pada 17 data 18.1%, proses verbal pada 23 data (24.5%), proses relasional pada 9 data (9.6%), dan proses behavioral pada 3 data (3.2%). Sementara itu, proses eksistensial tidak ditemukan dalam berbagai wujud lingual yang ada. Analisis dan diskusi data menunjukkan adanya upaya Raja Salman merepresentasikan dirinya sebagai pemimpin progresif melalui pergeseran prioritas penanganan Covid-19 pada tahun 2020 dan 2021. Selain itu, Raja Salman juga fokus berkontribusi dalam mengupayakan perdamaian dunia dan stabilitas negara-negara pasca melalui pandemi Covid-19
Irwan Prayitno and the Mass Media: A Transitivity Analysis of News Reporting in Padang Ekspres
This article attempts to analyze the transitivity pattern in the media discourse analysis of Irwan Prayitno's reportage in Padang Ekspres. The study was conducted using a qualitative approach. Data were collected using documentation techniques and analyzed using the transitivity features on Halliday's Systemic Functional Linguistics. The research findings show that there are four types of processes in the media discourse of Irwan Prayitno’s reportage in Padang Ekspres: material processes (50.8%), behavioral processes (22.1%), verbal processes (20.4%), and mental processes (6.7 %). The dominance of material processes in Irwan Prayitno's reportage as a political figure reflects an effort to represent him as a leader who focuses on real work and action. This representation pattern also strengthens the existence of mutualistic relations between mass media and politics in electoral politics and other kinds of mass mobilization
FIGURASI النسآء/AL-NISĀ’/ DALAM MEDIA MASSA ARAB BBC NEWS ARABIC (TINJAUAN SEMANTIK PROSODI)
Women\u27s issues in online discourse are increasingly urgent to study. This is because more and more narratives that ruminate on women\u27s problems are more complex and sentimental, because the language space is getting wider (cyberspace). Therefore, it is important to examine the figuration of النسآء/al-Nisā\u27/ as a diction that represents “women”, specifically in the Arabic mass media BBC News Arabic with a prosodic semantic approach. The aim is to reveal the figuration of women clearly and become a reference for the public to respond to women\u27s issues wisely, even responsively. The data of this research are keywords النسآء/al-Nisā\u27/ and relevant lingual units. The data source is the BBC News Arabic mass media site in the شؤون المرأة column (https://www.bbc.com/arabic/topics/c404vr23qydt) during January-October 2023. The data collection method is by the computerized process of LanscBox and Antcont software. Then it was analyzed with John Sinclair\u27s perspective prosodic semantic approach through collocation and concordance. The results showed that from 340 news files during January-October 2023, the words with the highest frequency of 20 tended to portray women in negative values, intimidating relationships, and subordination. Both in the position as subject and object, which tends to be reflected in the situation of Middle Eastern women.Isu perempuan dalam wacana daring semakin urgen untuk diteliti. Hal ini karena semakin banyak narasi yang mengisukan problematika perempuan lebih kompleks dan sentimen, sebab ruang bahasa semakin luas (dunia maya). Oleh karena itu, penting untuk mengkaji figurasi النسآء/al-Nisā’sebagai diksi yang mewakili “perempuan”, spesifiknya dalam media massa Arab BBC News Arabic dengan pendekatan semantik prosodi. Tujuannya adalah menyingkap figurasi perempuan dengan jelas dan menjadi acuan bagi publik menanggapi isu perempuan dengan bijaksana, bahkan responsif. Adapun data penelitian ini adalah kata kunci النسآء/al-Nisā’ dan satuan lingual yang relevan. Sumber data penelitian ini adalah situs media massa BBC News Arabic pada kolom شؤون المرأة (https://www.bbc.com/arabic/topics/c404vr23qydt) sepanjang Januari-Oktober 2023. Metode pengumpulan data ialah dengan proses perkomputeran software LanscBox dan Antcont. Kemudian dianalisis dengan pendekatan semantik prosodi perspektif John Sinclair melalui penelaahan kolokasi dan konkordansi. Hasil penelitian menunjukkan jika dari 340 file pemberitaan sepanjang Januari-Oktober 2023, kata dengan frekuensi 20 tertinggi cenderung memfigurasikan perempuan dalam nilai yang negatif, relasi intimidatif, dan subordinatif. Baik dalam posisi sebagai subjek maupun objek, yang cenderung direfleksikan dari situasi perempuan Timur Tengah
Dā’ish vs Tanẓīm Al-Dawlah: BREAK Analysis of The Names of ISIS in Arab Mass Media
This study aims to analyze the meaning of ISIS names in the Arab mass media from the BREAK theory perspective. The research data were taken from two Syrian mass media: Tishrīn and ‘Inab Baladī. The name Dā’ish is used as the primary discourse, while the name Dā’ish is a secondary discourse. The data was collected by observing the basic technique of tapping and the advanced technique of note-taking. Data analysis was carried out using identity method. The findings show that the meaning of primary discourse is structured through the eclectic use of theory on aspects of sound, form, meaning construction, and meaning changes. The analysis found that primary discourse has a negative meaning tendency and is contrary to religion's moral values (Islam) and state. Meanwhile, the meaning of secondary discourse is carried out by combining the theory of nominal groups, word structures, nominal relations, and stylistics. Secondary discourse has an ambiguous meaning because it represents ISIS as an entity that can be understood in two domains at once: organization and state. The comprehensive analysis of BREAK has shown clear linguistic stages of meaning so the meaning of ISIS names can be clearly understood. Â
Tipologi Sikap Masyarakat Timur terhadap Hegemoni Barat dalam Naskah Drama Abthal Al-Yarmuk: Analisis Oksidentalisme Hassan Hanafi
This research aims to observe the terrain of morpho-semantic meaning of the word auliya’ in the Qur'an; what words are included in the morpho-semantic field of the word auliya’, and how the features are useful. This study aims to gather words that are in the morpho-semantic field of the auliya’ word 'in the Qur'an, find their meaning features, common components of the meaning and components of differentiating meaning (diagnostic communication) so that the meaning can be obtained representative of the word auliya'. The study found 234 words incorporated into the auliya’ 'morpho-semantic field' in 69 forms, spread over 55 letters in 208 verses. All these words come from six basic forms which are classified into three classes of words. Firstly, the componential analysis reveals root meanings (general meaning components), i.e., assembling, reducing, governing (action), near / no distance, help, full of love, responsible, always supervising (characters) . Next, distinguishing components consist of the meaning of the basic form, namely, god, king / authority / master, religion, heritage, culture (perpetrator), time and institution (etc.). Lastly, the grammatical meaning, namely, Al-Syakhsh (pronoun), Al-'Adad (numeral) , Al-Ta'yin (definite) and Al-Nau '(gender), besides the meaning of' ‘time' specifically for the class of verb
Evaluating the Use of Lexical Cohesion in Arabic Textbook Published by Indonesian Ministry of Religious Affairs
This study evaluates the use of lexical cohesion in Arabic textbooks published by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. This qualitative research applies systemic functional linguistics analysis to the Class XII Madrasah Aliyah Arabic textbook. Research data was taken from five reading materials using proficient free-involved listening techniques and analyzed using the framework of lexical cohesion theory. The research results show the use of lexical cohesion devices consisting of repetition (71.4%), synonymy (9.8%), antonymy (3.2%), hyponymy (8.1%), meronymy (6.5%), and collocation (1.0%). From the distribution and quality aspect, lexical cohesion could be more effective and efficient. Quantitatively, the large number of gaps in the lexical cohesion devices shows the ineffectiveness of using cohesion devices. Qualitatively, the uneven distribution of each cohesion device uncovers the ineffectiveness of all reading materials. This study recommends developing reading material in textbooks by using lexical cohesion evenly. Through this development, textbooks will become effective learning instruments to improve students\u27 vocabulary, reading, and writin
- …
