1,721,001 research outputs found

    Model Asesmen Pembelajaran Vokasional pada E-learning

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model asesmen pembelajaran vokasional pada e-learning di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang, dan (2) mengevaluasi hasil implementasi model untuk dapat dijadikan acuan bagi mata kuliah-mata kuliah vokasional lain khususnya di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi prosedur Gall & Borg yang disederhanakan menjadi lima tahap yaitu: (1) identifikasi masalah dan analisis kebutuhan; (2) penyusunan model konseptual; (3) validasi ahli dan verifikasi; (4) uji coba dan revisi; dan (5) implementasi produk akhir. Validasi model asesmen pembelajaran vokasional pada e-learning ini dilakukan melalui expert judgment oleh para ahli dari masing-masing bidang, sedangkan instrumen penelitian divalidasi oleh guru besar dari Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Validitas, efektivitas, dan praktikabilitas model dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model asesmen pembelajaran vokasional pada e-learning yang dikembangkan ternyata dapat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif; (2) karena sudah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif maka model asesmen pembelajaran vokasional pada e-learning ini layak untuk digunakan

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Menggunakan Aplikasi Ispring Suite pada Mata Pelajaran Teknik Gambar Manufaktur di Kelas XI SMK Negeri 5 Padang

    Full text link
    Perkembangan zaman yang pesat memicu pembaruan strategi dalam proses pembelajaran. Salah satunya pada Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Bebasis Android menggunakan Aplikasi Ispring Suite pada Mata Pelajaran Teknik Gambar Manufaktur di Kelas XI SMK Negeri 5 Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Menggunakan Aplikasi Ispring Suite yang valid dan praktis. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan mengacu kepada model 4-D yang terdiri atas empat langkah yaitu pendefenisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang peserta didik kelas XI Teknik Permesinan SMK Negeri 5 Padang. Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Sedangkan kepraktisan penggunaan produk didapatkan melalui penyebaran angket kepada peserta didik kelas XI TPM SMK Negeri 5 Padang. Hasil penelitian yang diperoleh dari ahli media menunjukkan persentase 90,6% dengan kategori sangat valid, lalu validasi ahli materi menunjukkan persentase 86,65% dengan kategori sangat valid. Pada aspek kepraktisan dirangkum dari angket respon peserta didik menunjukkan persentase 91,2% dengan kategori sangat praktis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Media Pembelajaran Interaktif berbasis Android Menggunakan Aplikasi Ispring Suite layak dan praktis digunkan dalam proses pembelajaran Teknik Gambar Manufaktur di Kelas XI SMK Negeri 5 Padang

    ANALISIS NILAI KONDUKTIVITAS TERMAL BAHAN SEKAM PADI DAN SEKAM KAYU

    Full text link
    Sifat isolator sekam padi dan sekam kayu yang dibentuk menjadi komposit tersebut akan dibandingkan dengan bahan sekam kayu yang merupakan bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. Dengan diketahuinya konduktivitas termal kedua bahan tersebut, diharapkan komposit sekam padi dan kayu dapat digunakan dalam komponen bangunan rumah, material isolator, peredam panas, dan lain-lainnya yang memanfaatkan diketahuinya nilai konduktivitas termal bahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi campuran dan pemadatan yang baik dalam pembuatan komposit sekam padi dan sekam kayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu  suatu percobaan untuk mengetahui data hasil pengamatan dengan melakukan suatu penelitian dan percobaan. Waktu pelaksanaan penelitian  ini dilakukan dalam jangka waktu Juli sampai Agustus di Laboratorium Fenomena Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Berdasarkan hasil penelitiannya nilai konduktivitas termalnya yaitu sekam padi sebesar 2,925 W/m.0C dan sekam kayu sebesar 3,004 W/m0C seterusnya perbandingan 1 : 1 nilai konduktivitas termal sekam padi sebesar 3.006 W/m0C dan sekam kayu 3,019 W/m0C, dan perbandingan 1 : 2 nilai konduktivitas termal sekam padi 3,031 W/m0C dan sekam kayu 2,25 W/m0C. Dapat disimpulkan bahwa komposit sekam padi lebih bagus dijadikan sebagai bahan isolator dari pada sekam kayu

    APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA THERESER MULTIGUNA UNTUK PETANI PADI DAERAH PERBATASAN DHARMASRAYA

    Full text link
    Kendala atau permasalahan yang ada pada petani saat ini adalah masalah pasca panen. Permasalahan terletak pada mesin perontok gabah. Mesin perontok gabah yang dimiliki bertipe Dragon dan mesin ini masih kurang efektif karena banyak gabah yang terbuang. Tenaga yang dibutuhkan juga cukup banyak dalam mengumpulkan gabah yang telah di rontokkan. Sehingga komplikasi permasalahan ini selain jumlah mesin belum mencukupi kebutuhan, mesin yang ada pun kurang efektif dan efisien dalam membantu proses panen para petani. Sehingga berdampak pada turunnya kualitas dan kuantitas padi yang akan di dapatkan petani. Dari fenomena ini TIM pengabdian menawarkan solusi membuat mesin theresher multiguna. Haparan mesin thereser ini mampu bekerja lebih efektif dari mesin yang sebelumnya. Metode penerapan ipteks yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan memberikan teori pengantar, demonstrasi, dan praktek. Teori pengantar bersifat aplikatif yakni pengenalan alat, bagaimana cara penggunaannya, fungsinya serta aplikasi pemakaian di lapangan. Hasi dari pengabdian ini berupa mesin thereser multiguna menggunakan motor penggerak 9 HP untuk mencapai kinerja maksimal dan mesin thereser multiguna dilengkapi dengan lorong penghembus guna memisahkan padi berisi dan padi koson

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X TP SMK NEGERI 1 SUNGAI LIMAU

    Full text link
    Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Sungai Limau mempunyai pengaruh yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Microsoft powerpoint terhadap hasil belajar Gambar Teknik Mesin siswa kelas x TP di SMK Negeri 1 Sungai Limau. Metode penelitian ini adalah kauntitatif korealsional. Populasi dalam penelitian ini adalah  siswa kelas X TP SMK Negeri 1 Sungai Limau sebanyak 30 orang. Jenis data yang digunakan ada dua yaitu angket dan nilai Ujian Akhir Semester II diperoleh dari guru mata pelajaran Gambar Teknik. Analisis angket diperoleh dari Validitas dan Reabilitas instrument dilakukan dengan berkonsultasi bersama guru mata pelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaaran berbasis Microsoft powerpoint pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin di   SMK   Negeri   1  Sungai Limau dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    HUBUNGAN MINAT DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK PERMESINAN PADA MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK DI SMK NEGERI 1 PADANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana hubungan minat belajar siswa dengan hasil belajar terhadap mata diklat menggambar teknik kelas X di SMK Negeri 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Permesinan di SMK Negeri 1 Padang yaitu 64 orang siswa. Dalam penelitian ini telah diperoleh gambaran tentang minat siswa terhadap hasil belajar  pada siswa kelas X Jurusan Teknik Permesinan SMK Negeri 1 Padang. Dalam penelitian ini diperoleh nilai korelasi antara minat belajar dengan hasil belajar siswa kelas X Jurusan Teknik Permesinan SMK Negeri 1 Padang dengan koefisien korelasi sebesar 0,942. koefisien determinasinya sumbangan sebesar 87%. Hal ini berarti minat belajar kontribusi sebesar 87,% terhadap hasil belajar mata diklat Gambar Teknik  setelah melakukan uji korelasi signifikansi pada taraf 5%. Besarnya hubungan ini diuji dengan keberartian hubungan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian t diperoleh thitung (12,047) > ttabel (2.009)

    KORELASI ANTARA MINAT MENGGAMBAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN DI SMK NEGERI 1 BATAM

    Full text link
    Kurang memuaskannya hasil prestasi belajar siswa Jurusan Mesin di SMK Negeri 1 Batam, merupakan sebuah gejala yang perlu diteliti dan dicari tahu penyebabnya.Faktor minat dan ketertarikan terhadap mata pelajaran tersebut diasumsikan memiliki pengaruh terhadap hasil prestasi siswa.Atas dasar itu, penulis mencoba melakukan penelitian ini dengan tujuan mencari tahu apakah ada hubungan yang signifikan dari minat belajar terhadap prestasi belajar gambar teknik.Tidak itu saja, penulis ingin mencari tahu seberapa tinggi tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut.Penelitian ini menggunakan metode korelasi, dimana penulis ingin melihat hubungan antara 2 variabel, yakni minat dan prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2019 di SMK Negeri 1 Batam pada siswa kelas X Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Batam, tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 142 siswa. Teknik sampling yang dipakai adalah random sampling sejumlah 105 siswa.Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan angket untuk mengetahui seberapa tinggi minat belajar gambar teknik dan mengumpulkan nilai ujian semester genap siswa kelas X Jurusan Pemesinan. Data diolah dengan menentukan koefisien korelasi dan koefisien determinasinya..Setelah data diolah dan dideskripsikan, akhirnya dapat dianalisa bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antar minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran gambar teknik.Akan tetapi tingkat korelasinya sangat rendah. Dari sebaran angket dapat disimpulkan bahwa penyebab rendahnya tingkat korelasi ini dimungkinkan karena faktor lain selain minat, yaitu kemampuan intelektual siswa itu sendiri, sementara jika dilihat dari kompetensi guru pengampunya, tidak terlihat ketidakpuasan siswa, malahan pada umumnya siswa senang belajar gambar teknik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore