306 research outputs found
Analisis Pembangunan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pembangunan Antar Sektor Wilayah Kota Medan
Economic Development Analysis On The Development of Inter-Sector Regional
Inequality Medan by Hasan Basri Tarmizi. Prof.Dr.Ir.A.Rahim Matondang, MSIE, the
Promoter, Prof.Dr.Ramli and Prof. MS. Dr.Syaad Afifuddin, MEC are the Co Promoters.
The economic development result, undertaken by the Government will more
meaningful if it followed by equal distribution result. In fact the result of the development
does not always balanced and evenly distributed, and this course income inequality
among society.
This study purpose at (a) analyzing the agricultural, industrial, trade and financial
sector’s growth effect on employment activities (2) analyze agricultural, industrial, trade
and financial sectors growth and the number of employment opportunities effect on
economic growth, (3) analyze the growth of the agricultural, industrial, trade, financial
sector, the employment opportunity, and the economic growth, sectors effect on the
development imbalance, (4) to analyze the level of direct and indirect effect of the total
growth of agricultural sector, industrial sector, trade and financial sector, the number of
employment opportunities and economic growth of regional combination of economic
sector that representing the best structural equation model of economic growth for Medan
City, and (6) to analyze the progress of people’s income level between the agricultural,
trade and financial sectors.
Sampling method was conducted by using purposive sampling. Total sample
taken of 200 peoples which is evenly distributed to agricultural, trade and financial
sector’s consist of 50 people’s each. Data analysis using path analysis with structural
equation and the Gini Coefficient.
The results showed: a) The growth of industrial sector, the growth of trade and
financial sectors significantly influence the number of employment opportunities, where
the value t count> t-table, the industrial sector (12.625> 1.980), trade (2.009> 1.980),
financial sector (2.906 <-1.980) for α = 5%; b) Growth in the industrial sector, financial
sector and the number of employment opportunities significantly influence economic
growth in the city of Medan, where the value t count> t-table, the industrial sector
(7.784> 1.980), trade (-2.741 1.980) and total
employment (4.840> 1.980) for α = 5%; c) Growth in the agricultural sector, financial
sector, the number of employment opportunities, economic growth significantly influence
income distribution index, where the value t count> t-table, the agricultural sector
(2.810> 1.980), the financial sector (12.545> 1.980), total employment (2.017> 1.980)
and economic growth (-3.930 <- 1.980) for α = 5%; d) Directly affecting the income
distribution index is the financial sector growth (positive) with a coefficient of 1.318 is
indirectly the financial sector through a number of employment opportunities and
economic growth has positive influence on the index of income distribution with a
coefficient of 0.054 , in total financial sector, the number of employment opportunities
and economic growth negatively affect income distribution index coefficient = -0.870, e)
Combination of the best economic sector is the financial sector, the number of
employment opportunities economic growth income distribution index, and f) Gini
Coefficient people working in Medan for the agricultural sector = 0.14; industrial sector =
0.25, the trade = 0.28; = 0.20 while the financial sector to all sectors = 0.29.Analisis Pembangunan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pembangunan Antar
Sektor Wilayah Kota Medan oleh Hasan Basri Tarmizi. Promotor Prof.Dr.Ir.A.Rahim
Matondang, MSIE, Co-Promotor : Prof.Dr.Ramli, MS dan Prof. Dr.Syaad Afifuddin,
MEc.
Hasil pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah akan lebih berarti
apabila diikuti oleh pemerataan atas hasil pembangunan tersebut. Namun kenyataannya
hasil pembangunan selalu tidak berlangsung secara seimbang dan merata, akibatnya
terjadi ketidakmerataan pendapatan yang diterima oleh masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis pertumbuhan sektor
pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan sektor perdagangan dan
pertumbuhan sektor keuangan berpengaruh terhadap jumlah kesempatan kerja ; (2)
menganalisis pertumbuhan sektor pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan
sektor perdagangan dan pertumbuhan sektor keuangan serta jumlah kesempatan kerja
berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ; (3) menganalisis pertumbuhan sektor
pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan sektor perdagangan dan
pertumbuhan sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja, sektor pertumbuhan ekonomi
berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ; (4) menganalisis tingkat pengaruh
langsung, tidak langsung, pengaruh total pertumbuhan sektor pertanian, sektor industri,
sektor perdagangan, sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja dan pertumbuhan
ekonomi terhadap ketimpangan pembangunan wilayah Kota Medan; (5) menganalisis
kombinasi sektor ekonomi yang mana yang dapat menggambarkan model persamaan
struktural pertumbuhan ekonomi yang terbaik wilayah Kota Medan; dan (6) menganalisis
tingkat kemajuan pendapatan masyarakat antar sektor pertanian, sektor perindustrian,
sektor perdagangan dan sektor keuangan.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purpossive sampling.
Jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 orang dibagi atas 50 orang untuk sektor
pertanian, 50 orang untuk sektor perindustrian, 50 orang untuk sektor perdagangan dan
50 orang untuk sektor keuangan. Analisis data menggunakan analisis jalur dengan
persamaan struktural dan koefisien gini.
Hasil penelitian menunjukkan : a) Pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan
sektor perdagangan dan sektor keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah
kesempatan kerja, dimana nilai t-hitung > t-tabel, sektor industri (12,625>1,980), sektor
perdagangan (2,009>1,980), sektor keuangan (2,906<-1,980) untuk α=5% ; b)
Pertumbuhan sektor perindustrian, sektor keuangan dan jumlah kesempatan kerja
berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan, dimana nilai
t-hitung>t-tabel, sektor perindustrian (7,784>1,980), sektor perdagangan (-2,741<-1,980),
sektor keuangan (5,958>1,980) dan jumlah kesempatan kerja (4,840>1,980) untuk α=5%
; c) Pertumbuhan sektor pertanian, sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja,
pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan terhadap indeks distribusi
pendapatan, dimana nilai t-hitung > t-tabel, sektor pertanian (2,810>1,980), sektor
keuangan (12,545>1,980), jumlah kesempatan kerja (2,017>1,980) dan pertumbuhan
ekonomi (-3,930<-1,980) untuk α=5% ; d) Secara langsung yang berpengaruh terhadap
indeks distribusi pendapatan adalah pertumbuhan sektor keuangan (positif) dengan
koefisien 1,318 secara tidak langsung adalah sektor keuangan melalui jumlah kesempatan
kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap indeks distribusi
pendapatan dengan koefisien 0,054, secara total sektor keuangan, jumlah kesempatan
kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap indeks distribusi
pendapatan dengan koefisien = -0,870, e) Kombinasi sektor ekonomi yang terbaik adalah
sektor keuangan jumlah kesempatan kerja pertumbuhan ekonomi indeks
distribusi pendapatan, dan f) Koefisien Gini masyarakat Medan untuk yang bekerja di
sektor pertanian = 0,14 ; sektor industri = 0,25 ; sektor perdagangan = 0,28 ; sektor
keuangan = 0,20 sedangkan untuk semua sektor = 0,29.204 HalamanDisertasi Dokto
Analisis Pembangunan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pembangunan Antar Sektor Wilayah Kota Medan
Economic Development Analysis On The Development of Inter-Sector Regional
Inequality Medan by Hasan Basri Tarmizi. Prof.Dr.Ir.A.Rahim Matondang, MSIE, the
Promoter, Prof.Dr.Ramli and Prof. MS. Dr.Syaad Afifuddin, MEC are the Co Promoters.
The economic development result, undertaken by the Government will more
meaningful if it followed by equal distribution result. In fact the result of the development
does not always balanced and evenly distributed, and this course income inequality
among society.
This study purpose at (a) analyzing the agricultural, industrial, trade and financial
sector’s growth effect on employment activities (2) analyze agricultural, industrial, trade
and financial sectors growth and the number of employment opportunities effect on
economic growth, (3) analyze the growth of the agricultural, industrial, trade, financial
sector, the employment opportunity, and the economic growth, sectors effect on the
development imbalance, (4) to analyze the level of direct and indirect effect of the total
growth of agricultural sector, industrial sector, trade and financial sector, the number of
employment opportunities and economic growth of regional combination of economic
sector that representing the best structural equation model of economic growth for Medan
City, and (6) to analyze the progress of people’s income level between the agricultural,
trade and financial sectors.
Sampling method was conducted by using purposive sampling. Total sample
taken of 200 peoples which is evenly distributed to agricultural, trade and financial
sector’s consist of 50 people’s each. Data analysis using path analysis with structural
equation and the Gini Coefficient.
The results showed: a) The growth of industrial sector, the growth of trade and
financial sectors significantly influence the number of employment opportunities, where
the value t count> t-table, the industrial sector (12.625> 1.980), trade (2.009> 1.980),
financial sector (2.906 <-1.980) for α = 5%; b) Growth in the industrial sector, financial
sector and the number of employment opportunities significantly influence economic
growth in the city of Medan, where the value t count> t-table, the industrial sector
(7.784> 1.980), trade (-2.741 1.980) and total
employment (4.840> 1.980) for α = 5%; c) Growth in the agricultural sector, financial
sector, the number of employment opportunities, economic growth significantly influence
income distribution index, where the value t count> t-table, the agricultural sector
(2.810> 1.980), the financial sector (12.545> 1.980), total employment (2.017> 1.980)
and economic growth (-3.930 <- 1.980) for α = 5%; d) Directly affecting the income
distribution index is the financial sector growth (positive) with a coefficient of 1.318 is
indirectly the financial sector through a number of employment opportunities and
economic growth has positive influence on the index of income distribution with a
coefficient of 0.054 , in total financial sector, the number of employment opportunities
and economic growth negatively affect income distribution index coefficient = -0.870, e)
Combination of the best economic sector is the financial sector, the number of
employment opportunities economic growth income distribution index, and f) Gini
Coefficient people working in Medan for the agricultural sector = 0.14; industrial sector =
0.25, the trade = 0.28; = 0.20 while the financial sector to all sectors = 0.29.Analisis Pembangunan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pembangunan Antar
Sektor Wilayah Kota Medan oleh Hasan Basri Tarmizi. Promotor Prof.Dr.Ir.A.Rahim
Matondang, MSIE, Co-Promotor : Prof.Dr.Ramli, MS dan Prof. Dr.Syaad Afifuddin,
MEc.
Hasil pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah akan lebih berarti
apabila diikuti oleh pemerataan atas hasil pembangunan tersebut. Namun kenyataannya
hasil pembangunan selalu tidak berlangsung secara seimbang dan merata, akibatnya
terjadi ketidakmerataan pendapatan yang diterima oleh masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis pertumbuhan sektor
pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan sektor perdagangan dan
pertumbuhan sektor keuangan berpengaruh terhadap jumlah kesempatan kerja ; (2)
menganalisis pertumbuhan sektor pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan
sektor perdagangan dan pertumbuhan sektor keuangan serta jumlah kesempatan kerja
berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ; (3) menganalisis pertumbuhan sektor
pertanian, pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan sektor perdagangan dan
pertumbuhan sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja, sektor pertumbuhan ekonomi
berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ; (4) menganalisis tingkat pengaruh
langsung, tidak langsung, pengaruh total pertumbuhan sektor pertanian, sektor industri,
sektor perdagangan, sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja dan pertumbuhan
ekonomi terhadap ketimpangan pembangunan wilayah Kota Medan; (5) menganalisis
kombinasi sektor ekonomi yang mana yang dapat menggambarkan model persamaan
struktural pertumbuhan ekonomi yang terbaik wilayah Kota Medan; dan (6) menganalisis
tingkat kemajuan pendapatan masyarakat antar sektor pertanian, sektor perindustrian,
sektor perdagangan dan sektor keuangan.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purpossive sampling.
Jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 orang dibagi atas 50 orang untuk sektor
pertanian, 50 orang untuk sektor perindustrian, 50 orang untuk sektor perdagangan dan
50 orang untuk sektor keuangan. Analisis data menggunakan analisis jalur dengan
persamaan struktural dan koefisien gini.
Hasil penelitian menunjukkan : a) Pertumbuhan sektor industri, pertumbuhan
sektor perdagangan dan sektor keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah
kesempatan kerja, dimana nilai t-hitung > t-tabel, sektor industri (12,625>1,980), sektor
perdagangan (2,009>1,980), sektor keuangan (2,906<-1,980) untuk α=5% ; b)
Pertumbuhan sektor perindustrian, sektor keuangan dan jumlah kesempatan kerja
berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Medan, dimana nilai
t-hitung>t-tabel, sektor perindustrian (7,784>1,980), sektor perdagangan (-2,741<-1,980),
sektor keuangan (5,958>1,980) dan jumlah kesempatan kerja (4,840>1,980) untuk α=5%
; c) Pertumbuhan sektor pertanian, sektor keuangan, jumlah kesempatan kerja,
pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara signifikan terhadap indeks distribusi
pendapatan, dimana nilai t-hitung > t-tabel, sektor pertanian (2,810>1,980), sektor
keuangan (12,545>1,980), jumlah kesempatan kerja (2,017>1,980) dan pertumbuhan
ekonomi (-3,930<-1,980) untuk α=5% ; d) Secara langsung yang berpengaruh terhadap
indeks distribusi pendapatan adalah pertumbuhan sektor keuangan (positif) dengan
koefisien 1,318 secara tidak langsung adalah sektor keuangan melalui jumlah kesempatan
kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap indeks distribusi
pendapatan dengan koefisien 0,054, secara total sektor keuangan, jumlah kesempatan
kerja dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap indeks distribusi
pendapatan dengan koefisien = -0,870, e) Kombinasi sektor ekonomi yang terbaik adalah
sektor keuangan jumlah kesempatan kerja pertumbuhan ekonomi indeks
distribusi pendapatan, dan f) Koefisien Gini masyarakat Medan untuk yang bekerja di
sektor pertanian = 0,14 ; sektor industri = 0,25 ; sektor perdagangan = 0,28 ; sektor
keuangan = 0,20 sedangkan untuk semua sektor = 0,29.204 HalamanDisertasi Dokto
ANALISIS ANTROPOMETRIK DAN KOMPONEN FISIK TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA SMA NEGERI 1 BINAMU KABUPATEN JENEPONTO
ABSATRAK
ZAENAL BASRI 2019. Analisis Antropometrik dan Komponen Fisik Terhadap Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepakbola Pada Siswa Sma Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto, ( di bimbing oleh Dr. Jamaluddin, M.Pd dan Dr. Ramli, M.Pd )
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kontribusi Antropometrik terhadap kemampuan menggiring bola dalam permaian sepakbola pada siswa SMA Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto, (2) Kontribusi Komponen Fisik terhadap keterampilan menggiring bola dalam permaian sepakbola pada siswa SMA Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto dan (3) ) Kontribusi Antropometrik dan Komponen Fisik terhadap kemampuan menggiring bola dalam permaian sepakbola pada siswa SMA Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto. Penilitian ini termasuk penilitian deskriptif. Populasi penilitian adalah seluruh siswa putra kelas X dan XI SMA Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto. Dengan jumlah sampel penilitian 30 siswa yang dipilih secara ditentukan (sesuai kreteria pemilihan sampel), menggunakan teknik “Purposive sampel”Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi dengna menggunakan sistem SPSS Versi 16.00 pada taraf signifikan 95% dan α 0,05.
Bertolak dan hasil analisis data, maka penilitian ini menyimpulakan bahwa : (1) Antropometrik memiliki kontribusi yang signifikan dengan kemampuan menggring bola dalam permainan sepakbola pada siswa SMA negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto sebesar 25,4%, (2) Komponen fisik memiliki kontribusi yang signifikan dengan kemampuan menggring bola dalam permainan sepakbola pada siswa SMA negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto sebesar 28,1 % dan (3) Antropometrik dan Komponen fisik memiliki kontribusi yang signifikan dengan kemampuan menggring bola dalam permainan sepakbola pada siswa SMA negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto sebesar 45,2
Analisis Pengaruh Permintaan dan Penawaran Beras di Kota Medan
The objective of this research was to analyze the simultaneous influence of exogenous variables on endogenous variables i.e. per capita PDRB (Gross Domestic Regional Product), rainfall index, price of rice, number of residents, and supply and demand for rice. This research applied quantitative analysis using secondary annual data within the period of 1997 to 2014 obtained from BPS (Central Bureau of Statistics), Food Stability Agency, and Trade and Industry Agency of Medan. The data were analyzed using simultaneous equation with Indirect Last Square (ILS) method. The results showed that, simultaneously, the price of rice, per capita PDRB, and the number of residents had significant influence on the demand for rice in Medan. Partially, the price of rice had negative and significant influence on the demand for rice in Medan, while per capita PDRB and number of residents partially had positive and significant influence on the demand for rice in Medan. The price of rice, number of residents and rainfall index simultaneously had significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the price of rice and the number of residents indicated positive and significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the rainfall index partially had negative and significant influence on the supply of rice in Medan. The per capita PDRB and rainfall index simultaneously had positive and significant influence on the price of rice in Medan. Meanwhile, the per capita PDRB and rainfall index partially had positive and significant influence on the price of rice in Medan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh simultan antara variabel-variabel eksogen terhadap variabel-variabel endogen, yakni PDRB perkapita, indeks curah hujan, harga beras, jumlah penduduk, permintaan dan penawaran beras. Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dengan periode tahunan, dari tahun 1997 sampai dengan 2014 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Badan Ketahanan Pangan Kota Medan dan Disperindag Kota Medan. Tehnik analisis data pada penelitian ini menggunakan persamaan simultan dengan metode Indirect Last Square (ILS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga beras, PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan, sedangkan PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Harga beras, jumlah penduduk dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Sedangkan indeks curah hujan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. PDRB perkapita dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga beras di Kota Medan. Secara parsial PDRB perkapita dan indeks curah hujan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga beras di Kota Medan.114 HalamanTesis Magiste
Analisis Pengaruh Pemerintahan dan Penawaran Beras di Kota Medan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh simultan antara variabel-variabel eksogen terhadap variabel-variabel endogen, yakni PDRB perkapita, indeks curah hujan, harga beras, jumlah penduduk, permintaan dan penawaran beras. Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dengan periode tahunan, dari tahun 1997 sampai dengan 2014 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Badan Ketahanan Pangan Kota Medan dan Disperindag Kota Medan. Tehnik analisis data pada penelitian ini menggunakan persamaan simultan dengan metode Indirect Last Square (ILS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga beras, PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan, sedangkan PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Harga beras, jumlah penduduk dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Sedangkan indeks curah hujan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. PDRB perkapita dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga beras di Kota Medan. Secara parsial PDRB perkapita dan indeks curah hujan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga beras di Kota Medan.The objective of this research was to analyze the simultaneous influence of exogenous variables on endogenous variables i.e. per capita PDRB (Gross Domestic Regional Product), rainfall index, price of rice, number of residents, and supply and demand for rice. This research applied quantitative analysis using secondary annual data within the period of 1997 to 2014 obtained from BPS (Central Bureau of Statistics), Food Stability Agency, and Trade and Industry Agency of Medan. The data were analyzed using simultaneous equation with Indirect Last Square (ILS) method. The results showed that, simultaneously, the price of rice, per capita PDRB, and the number of residents had significant influence on the demand for rice in Medan. Partially, the price of rice had negative and significant influence on the demand for rice in Medan, while per capita PDRB and number of residents partially had positive and significant influence on the demand for rice in Medan. The price of rice, number of residents and rainfall index simultaneously had significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the price of rice and the number of residents indicated positive and significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the rainfall index partially had negative and significant influence on the supply of rice in Medan. The per capita PDRB and rainfall index simultaneously had positive and significant influence on the price of rice in Medan. Meanwhile, the per capita PDRB and rainfall index partially had positive and significant influence on the price of rice in Medan.112 HalamanTesis Magiste
Analisis Faktor-Faktor Komutasi dan Pola Konsumsi Kaum Penglaju/Komuter di Kota Medan dan Daerah Asal
Medan is one of the commuters' main destinations because the
development is concentrated in this area. Commuters' decision in consuming
influences economic behavior in the short term and in the long term. Their
consumption contributes to the revenue of either the destination town or original
place. The objective of the research was to find out some factors which influenced
commuters to go back and forth to and from Medan and their consumption pattern
in Medan and to find out how big the multiplier of the consumption effect of the
original place of the commuters who worked in informal sector. The research
used descriptive method, using primary data. The samples consisted of 100
respondents, using snowball . sampling technique. The. data were analyzed
qualitatively by using regression test with Ordinary Least Square (OLS) method,
based on the result of data processing, using an SPSS v. 19. 0 software program.
The result of the research showed that supporting and drawing factors had equal
power in the decision to commute. More income of the commuters in the nonformal
sector was brought to the original place than that of being consumed
Commuters' marginal propensity consumption (MPC) in non-formal sector in the
original place was higher than that of the destination place.157 HalamanTesis Magiste
Analisis Pengaruh Permintaan dan Penawaran Beras di Kota Medan
The objective of this research was to analyze the simultaneous influence of exogenous variables on endogenous variables i.e. per capita PDRB (Gross Domestic Regional Product), rainfall index, price of rice, number of residents, and supply and demand for rice. This research applied quantitative analysis using secondary annual data within the period of 1997 to 2014 obtained from BPS (Central Bureau of Statistics), Food Stability Agency, and Trade and Industry Agency of Medan. The data were analyzed using simultaneous equation with Indirect Last Square (ILS) method. The results showed that, simultaneously, the price of rice, per capita PDRB, and the number of residents had significant influence on the demand for rice in Medan. Partially, the price of rice had negative and significant influence on the demand for rice in Medan, while per capita PDRB and number of residents partially had positive and significant influence on the demand for rice in Medan. The price of rice, number of residents and rainfall index simultaneously had significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the price of rice and the number of residents indicated positive and significant influence on the supply of rice in Medan. Partially, the rainfall index partially had negative and significant influence on the supply of rice in Medan. The per capita PDRB and rainfall index simultaneously had positive and significant influence on the price of rice in Medan. Meanwhile, the per capita PDRB and rainfall index partially had positive and significant influence on the price of rice in Medan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh simultan antara variabel-variabel eksogen terhadap variabel-variabel endogen, yakni PDRB perkapita, indeks curah hujan, harga beras, jumlah penduduk, permintaan dan penawaran beras. Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dengan periode tahunan, dari tahun 1997 sampai dengan 2014 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Badan Ketahanan Pangan Kota Medan dan Disperindag Kota Medan. Tehnik analisis data pada penelitian ini menggunakan persamaan simultan dengan metode Indirect Last Square (ILS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga beras, PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan, sedangkan PDRB perkapita dan jumlah penduduk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan beras di Kota Medan. Harga beras, jumlah penduduk dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Secara parsial harga beras dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. Sedangkan indeks curah hujan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran beras di Kota Medan. PDRB perkapita dan indeks curah hujan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga beras di Kota Medan. Secara parsial PDRB perkapita dan indeks curah hujan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga beras di Kota Medan.114 HalamanTesis Magiste
Pembubaran perkahwinan kerana mengahwini wanita dalam iddah oleh Mahkamah Tinggi Syariah, Kuala Terengganu
Islam promotes marriage and it is one of Prophet Muhammad\u27s sunnah. Unless allowed according to syarak, not all Muslim woman can be married. Among of them are those whom still bound to talaq raj\u27i iddah waiting period. A marriage that overrule this term is fasid marriage and is not legal. This article is to focus debates among Moslem scholars related to dissolution of marriage of a couple in Syariah High Court, Kuala Terengganu. Reason being is that to marry Muslim woman that is still bound to talaq raj\u27i iddah waiting period is not allowed. Special focus on judgement done by Chief Judge, State Syariah Court of Terengganu, in regard to Nor Radhiah Bin Ramli vs Aziz Bin Osman case. The dissolution of marriage by Syariah Hight Court is base on existing enactment which follows al-Shafi\u27i path
KECELARUAN DALAM KEPIMPINAN LEMBAGA PENGELOLA SEKOLAH: SATU KAJIAN DOKUMEN DARI PERSPEKTIF PERUNDANGAN
Undang-undang yang digubal oleh Parlimen Malaysia dan yang berkuat kuasa dalam mengawal perjalanan dan fungsi Lembaga Pengelola Sekolah (LPS) ketika ini adalah Akta Pendidikan 1996 (AP 1996). Dalam konteks LPS, AP 1996 yang berkuat kuasa mulai 1 Januari 1998 menetapkan sekolah-sekolah yang ada LPS terbahagi kepada empat kategori iaitu sekolah swasta, sekolah bantuan kerajaan, sekolah jenis kebangsaan dan sekolah kerajaan yang ditentukan oleh Menteri Pelajaran. AP 1996 juga menetapkan bahawa semua LPS hendaklah mematuhi undang-undang di bawah AP 1996 dan mengelolakan sekolah mengikut cara yang ‘tidak tak konsisten' dengan AP 1996 dan mana-mana peraturan yang dibuat di bawah AP 1996. Kajian analisis dokumen perundangan mengenai LPS mendapati bahawa terdapat asas-asas yang kukuh yang boleh menimbulkan kecelaruan yang besar dalam pengurusan dan kepimpinan LPS ketika mengelolakan sekolah. Kajian mendapati kecelaruan yang utama meliputi: pertama, kecuali bagi sekolah swasta, belum ada peraturan-peraturan pendidikan yang digubal di bawah AP 1996 bagi mengawal perjalanan dan fungsi LPS. Kedua, peraturan-peraturan yang sedia berkuat kuasa telah digubal di bawah Akta Pelajaran 1961 yang telah dimansuhkan dengan berkuat kuasanya AP 1996. Ketiga, peruntukan undang-undang mengenai LPS yang berkuatkuasa ini bukanlah merupakan satu peraturan-peraturan yang bersekali, malah digubal secara berasingan di bawah tiga peraturan-peraturan pendidikan yang berlainan iaitu: Peraturan-Peraturan (Sumbangan) 1962; Peraturan-Peraturan Sekolah Bantuan (Pengurusan), 1962; dan Peraturan-Peraturan Institusi Pendidikan (Suratcara Pengurusan atau Pengelolaan) 1963. Keempat, peraturan-peraturan pendidikan LPS sedia ada mengandungi banyak peruntukan-peruntukan undang-undang yang ketinggalan zaman dan tidak releven lagi terhadap perjalanan dan fungsi LPS, justeru perlu dikemas kini. Dan kelima, penggubalan peraturan-peraturan pendidikan LPS yang baru adalah kritikal dalam memastikan bukan sahaja LPS dapat melaksanakan peranan dan fungsi mereka dengan telus dan mematuhi undang-undang bahkan pendaftar sekolah di negeri-negeri juga. Saranan ini adalah selaras dengan usaha ke arah menghapuskan kecelaruan dalam pengurusan dan kepimpinan pendidikan di peringkat sekolah, negeri dan kebangsaan serta memacu ke arah peningkatan kualiti sistem pendidikan kebangsaan
Development of a computer program for shaft design / Basri Ibrahim and Nang Jamilah Nik Omar
In this report, a computer program was written in order to determine the size of a shaft to be used for power transmission. The uniform or stepped solid shaft under consideration is supported on two bearings and to be made from any material with known properties. S.I. Units are used throughout the design. The program consists of main program and nine subprograms to facilitate the computation at which is based on ASME Code (formula that establish by the American Society Of Mechanical Engineers in 1927) using the FORTRAN POWERSTATION VERSION 4.0 where The Microsoft Developer Studio is an integrated development environment for Fortran applications. This will enable the Personal Computer to be used to run the program. Then the program been tested and the results obtained were compared with the manual calculation validation. The author hope that this program will be useful for educational purpose and hopefully will help to certain extent the Mechanical Engineering Student who are studying about the shaft design
- …
