64 research outputs found
Pengaruh Motivasi, Efikasi Diri, Metakognisi, dan Kecerdasan Ketahanmalangan Terhadap Prestasi Belajar Metamatika Siswa SMK Negeri di Kota Makassar.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran motivasi belajar , efikasi diri, metakognisi dan kecerdasan ketahanmalangan terhadap prestasi belajar matematika siswa (2) Mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa baik secara berlangsung maupun tidak langsung (melalui kecerdasan ketahanmalangan) siswa (3) mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh efikasi diri terhadap prestasi belajar matematika siswa baik secara berlangsung maupun tidak langsung (melalui kecerdasan ketahanmalangan) siswa, (4) mengetahui dan menjelaskan Seberapa besar pengaruh metakognisi terhadap prestasi belajar matematika siswa baik secara berlangsung maupun tidak langsung (melalui kecerdasan ketahanmalangan) siswa. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analysis model SEM (Structural Equation Modeling) dengan bantuan paket software SPSS versi 20 dan AMOS (Analysis Of Moment Structure) versi 20.
Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui 253 orang sampel yang terpilih dengan menggunakan teknik penyampelan berkelompok (equalsize cluster random sampling).
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata sampel memiliki Motivasi, efikasi diri, metakognisi, kecerdasan ketahanmalangan dan prestasi belajar ada pada kategori sedang, (2) Motivasi berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar matematika sebesar -0,058, Motivasi berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika melalui kecerdasan ketahanmalangan dalam belajar matematika sebesar 0,000; (3) Efikasi diri berpengaruh positif terhadap kecerdasan ketahanmalangan belajar matematika sebesar 0,986, Efikasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika melalui kecerdasan ketahanmalangan sebesar 0,004; (4) Metakognisi dalam belajar matematika berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika sebesar 0,85, Metakognisi berpengaruh positif terhadap kecerdasan ketahanmalangan belajar matematika sebesar 0,986; 5) Kecerdasan ketahanmalangan berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika sebesar 0,37.
ABSTRACT
REZKI RAMDANI, 2014, The Influence Of Motivation, Self Efficacy, Meta-cognition, and Unfortunate Resilience Intelligence toward the Student’s Learning Achievement in Mathematics in Public Vocational Schools in Makassar (Supervised By Muhammad Darwis and Hisyam Ihsan).
This research aims at (1) discovering the description of the learning motivation, self efficiency, meta-cognition, and unfortunate resilience intelligence toward the student’s learning achievement in Mathematics, (2) examining and explaining the influence of motivation toward the student’s learning achievement directly and indirectly (through unfortunate resilience intelligence) , (3) examining and explaining the influence of self efficiency toward the student’s learning achievement directly and indirectly (through unfortunate resilience intelligence), (4) examining and explaining the influence of meta-cognition toward the student’s learning achievement directly and indirectly (through unfortunate resilience intelligence). This research was a causality ex-post fact service.
The population of this research was the students of SMKN (Public Vocational Schools) in Makassar. The data was collected through 253 samples which were chosen by using equality cluster random sampling technique. The data was analyzed by descriptive statistic and SEM (Structural and Equation Modeling) analysis with assistance of SPSS version 20 and AMOS (Analysis of Moment Structure) software package.
The result of this research showed that: (1) the average of the sample had motivation, self efficacy, meta-cognition, and unfortunate resilience intelligence and learning achievement in moderate strategy, (2) motivation gave negative influence toward the student’s learning achievement in Mathematics at -0.058, Motivation gave positive influence toward the student’s learning achievement in Mathematics through unfortunate resilience intelligence in learning Mathematics at 0.000, (3) self efficacy gave positive influence toward the student’s unfortunate resilience intelligence in learning Mathematics at 0.986, self efficacy gave positive influence toward the student’s learning achievement in Mathematics through unfortunate resilience intelligence in learning Mathematics at 0.004, (4) meta-cognition in Mathematics gave positive influence toward the students’ learning achievement in Mathematics at 0.85, meta-cognition gave positive influence toward unfortunate resilience intelligence in learning Mathematics at 0.986, (5) unfortunate resilience intelligence gave positive influence toward the student’s learning achievement in Mathematics at 0.37
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN YANG MELIBATKAN METAKOGNISI PADA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 9 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika yang melibatkan metakognisi siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 9 Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 34 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan 2 siklus, siklus I terdiri 4 pertemuan dan siklus II terdiri dari 4 pertemuan. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan lembar observasi dan tes dalam bentuk uraian pada setiap akhir siklus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, secara kualitatif terjadi beberapa perubahan. siswa menunjukan sikap antusias untuk mengikuti pelajaran, keberanian menyampaikan pendapat, tanggapan, bertanya mengenai materi yang belum dimengerti menjadi meningkat. Sedangkan secara kuantitatif, terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 9 Makassar yaitu dari kategori sedang dengan skor rata-rata 54,02 setelah pelaksanaan tindakan Siklus I menjadi kategori tinggi dengan skor rata-rata 66,17 setelah pelaksanaan Siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pembelajaran yang melibat metakognisi pada siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 9 Makassar dalam proses pembelajaran, maka hasil belajar matematika, kehadiran, kesiapan dan keaktifan siswa dapat meningkat
Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen yang melibatkan satu kelas eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa tahun ajaran 2017/2018. Sedangkan keefektifan pembelajaran ditinjau dari tiga aspek, yaitu: ketuntasan belajar secara klasikal, aktivitas siswa, dan respon siswa. Suatu pembelajaran dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek di atas terpenuhi, dengan syarat aspek aktivitas siswa dan ketuntasan belajar secara klasikal terpenuhi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, yaitu sebuah eksperimen yang melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O1), diberi suatu treatment (X) dan diberi post-test (O2). Penelitian dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar yang diberikan kepada siswa pada akhir pokok bahasan, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta angket respon siswa untuk mengetahui tanggapan dan saran siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar matematika siswa adalah 85,113 dan berada pada kategori tinggi dengan standar deviasi 11,09 dimana skor terendah yang diperoleh 50,91 dan skor tertinggi 100,00 dari skor ideal 100. Dari hasil tersebut diperoleh 28 siswa atau 87,5% mencapai ketuntasan individu dan ini berarti bahwa ketuntasan secara klasikal tercapai; (2) rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan; (3) angket respon siswa menunjukkan 91,56% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT); (4). Berdasarkan hasil penelitian maka model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking) Peserta Didik Menggunakan Graded Response Models (GRM) dalam Pembelajaran Relasi dan Fungsi Pada Kelas VIII-3 SMP Negeri 2 Sungguminasa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis (crical thinking) peserta didik dengan menggunakan Graded Response Models (GRM) dalam pembelajaran relasi dan fungsi pada kelas VIII-3 SMP Negeri 2 Sungguminasa. Hasil penelitian ini menunjukkan Peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi (BKT) yang memenuhi enam indikator berpikir kritis. Diantaranya, a) Focus dimana subjek dapat menuliskan pada lembar jawaban dan menyebutkan pada saat wawancara apa saja yang diketahui dan ditanyakan pada soal, b) Reason dimana subjek dapat menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasan mengenai pemilihan metodenya, c) Inference dimana subjek dapat menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan, d) Situation dimana peserta didik mampu menggunakan semua informasi yang telah disesuaikan dengan benar, e) Clarity dimana subjek mampu membedakan beberapa hal dengan benar, f) Overview dimana subjek mampu mengecek semua tindakan yang telah dilakukan atau mengecek kembali lembar jawaban.Peserta didik yang memiliki kemampuan sedang (BKS) yang memenuhi beberapa indikator dari enam indikator berpikir kritis. Diantaranya, a) Focus, b) Reason, c) Inference, d) Situation, e) Clarity. Peserta didik yang memiliki kemampuan rendah (BKR) yang hanya memenuhi beberapa indikator berpikir kritis.Diantaranya, a) Focus, b) Situation, c) Clarity.Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Graded Response Models (GRM)</jats:p
Hubungan Pelaksanaan Implementasi Kurikulum 2013 Dengan Kinerja Guru Di SMAN 2 Siak Hulu
RELATIONSHIP OF THE 2013 CURRICULUM IMPLEMENTATION WITH TEACHER PERFORMANCE AT SMAN 2 SIAK HULU BY VELLIA REZKI NPM: 166810013 ABSTRACT Based on the results of research and discussion that has been conducted by the author regarding "The Relationship between 2013 Curriculum Implementation and Teacher Performance at SMAN 2 Siak Hulu". while the teacher performance at SMAN 2 Siak upstream was also in the Good category with a classification of 63.78%. So overall the results of implementing the 2013 curriculum with school teacher performance are in the Good category. So it can be concluded that the teachers at SMAN 2 Siak Hulu have implemented the 2013 curriculum well. Based on the results of data processing hypothesis testing using SPSS V.22.00, it can be seen from the relationship between 2013 curriculum implementation and teacher performance at SMAN 2 Siak Hulu towards a positive relationship. The correlation that occurs is significant because the t value is greater than t table, namely 0.949 <0.246 at a significant rate of 5%. Based on the results of the analysis, the coefficient value of the non-determinant coefficient (R square) is 0.920. The contribution of variable X to variable Y is 0.920 X 100%, 92%. The magnitude of the relationship between the implementation of the 2013 curriculum and teacher performance is 0.949. Of which 95% of teacher performance is from the 2013 Curriculum variable. While the remaining 5% which means by other variables not examined in this study
UPAYA MENCEGAH TERHAMBATNYA KEGIATAN BONGKAR MUAT BATU BARA PADA MV. DK 0
Rezki Ramadhan, Efforts to Prevent Delay of Coal Unloading Activities on MV Board. DK 01. Thesis, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Supervisors : ( I ) Capt. Suherman, M.Mar ( II ) Sri Murdiwati, S. Sos, M.Si
At this time in the implementation of loading and unloading of the load often arise a problem, so often hampered in dismantling and loading. In this thesis, the author tries to discuss the existing problem, “The effort to prevent hampered coal loading and unloading activities in MV. DK 01”. Why the loading and unloading activities of coal is hampered and how to prevent stunt loading activities. In the theoretical basic there are several points about material related with the title of this thesis. Among them about the meaning of loading and unloading tools and loading equipments. To improve the meaning of knowledge of crew that is useful for better maintain the loading and unloading tools which on the board. In this thesis the author use a USG methodology as a research procedure that produces descriptive observation in the form of written words from people and behavior tha can be observed. The purpose of this study is to provide a systematic description of a real situation in preventing stagnation of coal loading and unloading activities on MV.DK 01. During the research, the author got finding among others in the loading an unloading activities that is how to prevent stunted loading and unloading activities of coal in MV.DK 01, the obstacles faced is the lack of maintenance of loading and unloading equipment which is the responsibility of the crew and the number of elderly worker who should have been disable and replaced with a younger and profesional workforce for the process of loading and unloading more leverage. From the result of research and discussion of the above problems can be concluded that in the loading an unloading, and required a younger and profesional workforce. The suggestion from the author is should be performed intensive loading and unloading equipment, always give direction to the workforce before starting his work, and always do more supervision to all workforce
Keywords : equipment maintenance, workforce
ANALISIS MISKONSEPSI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA KELAS VIII SMP BUQ’ATUN MUBARAKAH KOTA MAKASSAR
Dalam pembelajaran Matematika, masih ada siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita, hal itu terjadi karena gaya kognitif yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari gaya kognitif pada siswa, dimana sampel pada penelitian ini terdiri dari 4 orang siswa kelas VIII B1 SMP Buq’atun Mubarakah yaitu 2 siswa untuk gaya kognitif Field Independent dan 2 siswa untuk gaya kognitif Field Dependent. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Instrumen pendukung terdiri dari test GEFT, tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita adalah sebagai berikut: 1) Field Independent (FI) : (1) Pada aspek memahami masalah, FI dikatakan dapat memahami masalah dengan baik sehingga dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FI masih kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak menuliskan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FI sudah cukup baik dengan membuat persamaan. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FI sudah cukup mampu dalam menyelesaikan soal cerita. 2) Field Dependent (FD) : (1) Pada aspek memahami masalah, FD dikatakan masih kurang dalam memahami masalah yaitu dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal walaupun masih mengalami miskonsepsi pada soal yang lainnya. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FD sangat kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak membuatkan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FD sudah baik dalam pembuatan model matematikanya. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FD sangat kurang mampu dalam menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi
Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen yang melibatkan satu kelas eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa tahun ajaran 2017/2018. Sedangkan keefektifan pembelajaran ditinjau dari tiga aspek, yaitu: ketuntasan belajar secara klasikal, aktivitas siswa, dan respon siswa. Suatu pembelajaran dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek di atas terpenuhi, dengan syarat aspek aktivitas siswa dan ketuntasan belajar secara klasikal terpenuhi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, yaitu sebuah eksperimen yang melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O1), diberi suatu treatment (X) dan diberi post-test (O2). Penelitian dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar yang diberikan kepada siswa pada akhir pokok bahasan, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta angket respon siswa untuk mengetahui tanggapan dan saran siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar matematika siswa adalah 85,113 dan berada pada kategori tinggi dengan standar deviasi 11,09 dimana skor terendah yang diperoleh 50,91 dan skor tertinggi 100,00 dari skor ideal 100. Dari hasil tersebut diperoleh 28 siswa atau 87,5% mencapai ketuntasan individu dan ini berarti bahwa ketuntasan secara klasikal tercapai; (2) rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan; (3) angket respon siswa menunjukkan 91,56% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT); (4). Berdasarkan hasil penelitian maka model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa
Meningkatkan Hasil Belajar Mata Kuliah Matematika Diskrit Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Enelitian yang ilakukan secara kolaboratif antara osen model (pengajar)dan dosen pengamat (observer). Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk Meningkatkan hasil Belajar Mata Kuliah Matematika Diskrit Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match. Penelitian ini dilakukan bersiklus, yaitu melalui tahapan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Pada tahap perencanaan (planning) ini dikembangkan perangkat perkuliahan. Proses pengembangan perangkat melalui fase penyusunan draft, validasi, dan revisi. Selain itu, pada tahap tindakan (action) perangkat perkulihan yang suddah dikembangkan digunakan dalam proses perkuliahan. Pada tahap pengamatan (observation) selama proses perkulihan dilakukan observasi terhadap mahasiswa dan dosen beserta interaksi yang terjadi. Pada tahap refleksi (reflection) Hasil observasi terhadap mahasiswa dan dosen dibawah ke pertemuan tim peneliti untuk dianalisis. Hasil analisis dijadikan sebagai bahan perbaikan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Instrumen yang diunakan dalam penelitian meliputi jurnal harian, lembar observasi aktivitas mahasiswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan angket respon mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa semakin aktif. Hasi tes menunjukkan sebelum perlakuan dari 33 mahasiswa, tidak ada mahasiswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75, sedangkan setelah perlakuan sebanyak 28 atau 84,84% mencappai KKM, meskipun belum ada yang memperoleh nilai ideal 100. Mahasiswa juga memberikan respon positif terhadap model pembalajaran yang diterapkan
PROTOTYPE SWITCH OTOMATIS PADA KAMERA GAMMA DENGAN PENGENDALI JARAK JAUH BERBASIS ARDUINO
The use and use of radioactive and in the industrial sector, is increasing in Indonesia. Radiography and one of them, is used to examine the structure and quality of materials, using the Non-Destructive Test method. Currently, gamma cameras are still used, manually, namely the operator who operates the camera directly, and causes health problems by gamma ray radiation.     One solution is to design a control system on a gamma camera, for that, several components are needed to produce the desired work system. The components used for the system are Arduino Uno, radio frequency and servo motors.   As for activating, it begins by pressing a switch to open or close the gamma camera in order to minimize health hazards from gamma ray radiation, Prototype is made with a ratio of 1: 2.Red LEDs, green LEDs, and LCDs are used as indicators for operators that the device is well connected System measurement testing, carried out with radio frequency with and without hindrance to variations in distance of 5 m, 10m, 15m, 20m and 25m, the system can still work, and is well connected. Keywords: gamma camera, arduino uno, radio frequency
- …
