14 research outputs found
Tataniaga Rumput Laut Di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan
Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang dominan dibudidayakan oleh masyarakat pesisir di Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan Budidaya rumput laut menjadi mata pencaharian pokok masyarakat yang berada di wilayah pesisir di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga rumput laut di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan selama bulan Oktober hingga Desember 2016. Responden penelitian terdiri dari responden petani yang berjumlah 18 orang dan 5 orang dari lembaga tataniaga (pedagang). Penarikan responden petani dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sedangkan responden lembaga tataniaga dilakukan dengan metode snowball sampling. Hasil peneltian Saluran tataniaga I melibatkan kelompok tani, agen perantara dan eksportir (Bogor). Saluran tataniaga II melibatkan petani, agen perantara, pedagang pengumpul dan eksportir (Bogor).
Kata Kunci: budidaya, rumput laut, saluran tataniag
Membangun ekonomi islam: menuju Indonesia emas 2045
Buku Membangun Ekonomi Islam Menuju Indonesia Emas 2045 hadir sebagai panduan strategis sekaligus inspirasi untuk memahami penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Buku ini dirancang dengan pendekatan teoretis dan praktis untuk memberikan wawasan yang menyeluruh tentang kontribusi ekonomi Islam dalam menciptakan sistem ekonomi yang tidak hanya adil, tetapi juga inklusif dan berdaya tahan sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045
KKN Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Teknologi Informasi Untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Kelawi Mandiri dan Berkelanjutan
ABSTRAK Pengembangan desa wisata menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan desa mandiri dan berkelanjutan. Desa Kelawi memiliki potensi lokal sumberdaya alam yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam Desa Kelawi guna meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan masyarakat melalui rangkaian kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi mengenai potensi lokal desa Kelawi dan pelatihan pembuatan cinderamata khas desa Kelawi. Hasil kegiatan diantaranya teridentifikasi potensi lokal batok kelapa yang dapat diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis, tersedianya produk dari olahan batok kelapa seperti gantungan kunci, gelas, tatakan gelas, lampu meja, asbak, dan mangkuk yang dapat menjadi cinderamata khas Desa Wisata Kelawi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat menjadi salah satu strategi mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal desa. Diharapkan adanya keberlanjutan program pada masa mendatang melalui sinergitas layanan pemerintah desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan, Potensi Lokal, Desa Kelawi ABSTRACT The development of tourist villages is one of the government's priority agendas as an effort to support independent and sustainable village management. Kelawi Village has enormous local natural resource potential and can be utilized to improve the community's economy. Therefore, the aim of this activity is to utilize the natural resource potential of Kelawi Village to improve the standard of living of the village community. This community empowerment activity is carried out through training methods and community assistance through a series of activities such as outreach and education regarding the local potential of Kelawi village and training in making souvenirs typical of Kelawi village. The results of the activities include identifying the local potential of coconut shells which can be processed into creative and economically valuable products, the availability of products made from processed coconut shells such as key chains, glasses, coasters, table lamps, ashtrays and bowls which can become typical souvenirs of the Kelawi Tourism Village. This community empowerment activity can be a strategy to encourage and improve the economy of village communities through utilizing local village potential. It is hoped that the program will be sustainable in the future through the synergy of village government services involving community participation. Keywords: Empowerment, Local Potential, Kelawi Villag
Persepsi Masyarakat Lokal terhadap Ekowisata Mangrove Kuri Caddi Desa Nisombalia Kabupaten Maros
The aims of this research are 1). to determine the local community's perception of the development of mangrove ecotourism in Kuri Caddi; 2). To provide a solution to the community-based Kuri Caddi mangrove ecotourism development policy formulation. The method in this study is a qualitative research with an interview method approach using a questionnaire. The results of this study are 1). The local community's perception of the Kuri Caddi mangrove ecotourism, Nisombalia Village, Maros Regency, namely the aspect of community knowledge of mangrove ecotourism reached 74% stating they already knew about mangrove ecotourism, community attitudes towards mangrove ecotourism obtained 70% agreed, community behavior towards mangrove ecotourism obtained 7% always and 51% sometimes and the use of mangrove ecosystems in people's lives gets 13% and 43% sometimes. This shows the support of the local community of Kuri Caddi for the development of mangrove ecotourism in Kuri Caddi, Nisombalia Village, Maros Regency. 2). Recommendations for the development of mangrove ecotourism in Kuri Caddi, Nisombalia Village, Maros Regency, are community-based mangrove ecotourism. The implications of this research can be used as a reference in the formulation of community-based mangrove ecotourism policies
Daya dukung perairan Pulau Liukang Loe untuk aktivitas ekowisata bahari
Abstract.The purpose of the studywas to assessthe carrying capacity of Liukang Loe Island for tourism activities. The mathematicallymethod of the formulaDDK= K x Lp/Lt x Wt/Wp was utilized in the study Based on the result of the study and interpretation of satellite imagery, it was oblained three marine tourism activities on the Liukang Loe Island nemaly beach tourism of recreation , snorkeling and diving. Coastal tourism/recreation categories according to the total length area that utilized around 1.441 m can accommodate 56 people/day, snorkeling tourism around 24,65 ha can accommodate 986 people/day and diving tourism around 14,73 ha is able to accommodate 589 people/day. Thus thetotaltouristthat can fittothe overalltourism activityaround1,631 people/day.Keywords : Ecological Carrying Capacity, Marine Ecotourism, Liukang Loe Island.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya dukung lingkungan untuk aktifitas wisata Pulau Liukang Loe. Adapun metode perhitungan daya dukung kawasan wisata bahari di Pulau Liukang Loe dilakukan secara matematis dengan rumus DDK= K x Lp/Lt x Wt/Wp.Berdasarkan hasil penelitian dan interpretasi citra satelit, diperoleh bahwa ada tiga aktivitas wisata bahari di Pulau Liukang Loe yakni wisata pantai kategori rekreasi, snorkling dan diving. Wisata pantai/rekreasi kategori sesuai dengan total panjang area yang dimanfaatkan sebesar 1411 m dapat menampung wisatawan sebesar 56 orang/hari, wisata snorkling sebesar 24,65 ha mampu menampung wisatawan sebesar 986 orang/hari dan wisata selam (diving) sebesar 14,73 ha mampu menampung wisatawan sebesar 589 orang/hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung untuk keseluruhan aktivitas wisata sebesar 1.631 orang/hari.Kata kunci : Daya Dukung Ekologi, Ekowisata Bahari, Pulau Liukang Lo
Struktur Komunitas Lamun di Perairan Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung
Wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran memiliki potensi sumberdaya alam. Salah satunya yaitu ekosistem lamun. Secara ekologi, sosial dan ekonomi ekosistem lamun memiliki peran yang sangat berguna untuk menunjang kehidupan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur komunitas lamun di perairan Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan dari Mei-Agutus 2024 menggunakan metode survey dengan pengambilan data secara purposive sampling. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu jenis lamun yang ditemukan di perairan Desa Sidodadi hanya 1 jenis yaitu E. acoroides. Kerapatan lamun di perairan Desa Sidodadi 32,9 ind/m2 pada stasiun 1 dan 15,52 ind/m2 pada stasiun 2. Persentase penutupan lamun total di perairan Desa Sidodadi 26,67% pada stasiun 1 termasuk pada kategori sedang dan 25,00% pada stasiun 2 termasuk kategori jarang. Hasil penelitian bermanfaat sebagai bahan rujukan untuk membuat kebijakan dan perencanaan dalam kegiatan konservasi ekosistem lamun
Pengaruh pertumbuhan kacang hijau (phaseolus radiatus) dengan perlakuan pemberian media air berbeda
ABSTRACT
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah air.Air mutlak diperlukan tumbuhan, karena di dalam hidupnya tak mungkin tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air. Dalam laporan praktek lapang ini mengkaji bagaimana pertumbuhan tanaman kacang hijau dengan pengaruh perbedaan air untuk tanaman kacang hijau. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan kacang hijau bila dilakukan penyiraman dengan menggunakan air PDAM, air hujan, air sumur, air kolam, air sungai dan air laut. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo ,Jl. Poros DR. Ratulangi KM. 08 Kota Palopo yang berlangsung pada Tanggal 24 April-7 Mei 2016. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil praktek lapang dapat diketahui jenis air yang baik untuk pertumbuhan kacang hijau. Implikasi dalam praktek lapang tanaman kacang hijau dengan melakukan penyiraman jenis air yang berbeda yaitu dengan melibatkan anggota kelompok secara aktif dalm penyiraman yang dilakukan setiap harinya dan melakukan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau sehingga didapatkan hasil dari penelitian ini.
Kata kunci : Tanaman Kacang Hijau, Pengaruh Perbedaan Air, Konservasi Air dan Tanah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PESISIR DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI DI KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PESISIR DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI DI KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATA
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DESA BULU CINDEA KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN
The purpose of this research is to formulate a strategy for developing mangrove ecotourism in Bulu Cindea Village, Maros Regency. The sampling method used in this research is the accidental sampling method. Interviews were conducted on 37 visitors or tourists. Data analysis was carried out using the SWOT method with descriptive qualitative and quantitative descriptive, the results of the identification of potential natural resources in the form of flora and fauna were described to find out tourist attraction objects that could be developed. In analyzing visitor perception data, the analysis used is by using a Likert scale. Based on the results of the SWOT analysis, the strength factors include, the type of mangrove ecosystem, has beauty, attractiveness in the form of mangrove species and attractiveness in the form of a wooden bridge (log track) and the opportunity factor where the high motivation of visitors to enjoy the sunset on mangrove ecotourism, the high motivation of the end to walk the bridge wood, high visitor motivation to see mangroves and accessibility in the form of asphalt roads to mangrove ecotourism areas
Patron-Client in Socio Economic Relations of Fisherman in the Coastal Area of Bandar Lampung City, Indonesia
The existence of patrons (juragan) in fishing communities is very strong because patrons are people of a higher socio-economic level. Meanwhile, worker fishermen (clients) who do not have fishing equipment or boats are forced to work for patrons by borrowing boats and their fishing equipment. The aim of this research is to describe and interpret the characteristics of the socio-economic relations between patrons (juragan) and fishermen workers (clients) who live in the coastal area of Kotakarang District, Bandar Lampung City, Indonesia. This type of research was carried out in a qualitative descriptive manner. Data collection techniques through observation or field observations and in-depth interviews. Data analysis was used by looking at observation notes supported by collected research photo documentation which was then analyzed using qualitative analysis. The research results showed that the fishing community carried out fishing activities using fishing gear. In its operation, it requires the help of a motorboat which is an asset owned by the boss. Apart from that, the patrons also provides operational capital assistance for working fishermen at sea. Therefore, the socio-economic position of the skipper is higher than that of the worker fisherman, so they have a very large level of influence and dependence. With this support, fishermen workers feel emotionally indebted, causing them to obey and obey their patrons as owners of capital. However, even though working fishermen continue to work hard, the fact is that they are still faced with economic problems, so that in these conditions the boss will be present to provide compensation assistance to solve the problems they are facing. Therefore, the socio-economic relationship between bosses and fishermen will continue because it is mutually beneficial for both of them
