1,720,966 research outputs found

    Strategi Guru Dalam Membentuk Peserta Didik Yang Insan Kamil Di Mtsn 5 Kampar Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar

    Full text link
    Strategi guru adalah salah satu hal yang harus dipahami oleh seorang guru agar apa yang diinginkan tercapai. Apalagi untuk menghadapi pendidikan sekarang ini yang lebih menonjolkan pada aspek kognitif. Berdasarkan hasil study pendahuluan yang peneliti lakukan dengan guru PAI di MTsN 5 Kampar Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar ditemukan gejala sebagai berikut : peserta didik kurang disiplin,peserta didik yang masih belum bisa menjaga kebersihan, peserta didik ketika jam shalat zuhur telah tiba, peserta didik masih banyak berkeliaran dan tidak mau melaksanakan shalat berjamaah di mushola, peserta didik yang tidak masuk kelas saat bel masuk berbunyi. Masalah penelitian ini apa sajakah strategi guru dalam peserta didik yang insan kamil di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kampar Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, sesuai dengan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam membentuk peserta didik yang insan kamil di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kampar Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitataif. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan informan 2 orang guru, dan dalam pengumpulan data penulis menggunakakan wawancara. Teknik pengolahan data dan analisis data yaitu dengan cara data reduction, data display dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data strategi guru dalam membentuk peseta didik yang insan/ kamil di MtsN 5 Kampar sebagai berikut : Pertama Melalui keteladanan, kedua ibadah Mahzoh, membiasakan berfikir positif, mengajak berdoa dan membaca surahsurah pendek, memberi motivasi dalam pembelajaran, mengajarkan ketauhidan, memberikan penjelasan tentang keseimbangan dunia dan akhirat. Meskipun dalam pelaksanaannya belum terlaksana dengan baik hal ini dikarenakan kurangnya kerja sama antara guru PAI dengan majelis guru lainnya sehingga untuk membentuk peserta didik yang insan kamil guru mengalami sedikit kesulitan

    PEMBIASAAN BERPAKAIAN ISLAMI DI MADRASAH TSANAWIYAH AR-RAHMAH KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui Apa saja bentuk-bentuk Pembiasaan Berpakain Islami dan Bagaimana cara Pelaksanaan Pembiasaan Berpakaian Islami di Madrasah Tsanawiyah Ar-rahmah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research), yaitu penelitian yang bertujuan dengan terjun kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan mengenai Pembiasaan Berpakaian Islami di Madrasah Tsanawiyah Ar-rahmah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Jenis Pendekatan Kualitatif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Sedangkan Teknik pengumpulan data menggunakan Editing, Klasifikasi data, dan Interpretasi data. Subjek Penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakamad Kesiswaan, dan Siswa-Siswi (sebagai responden tambahan untuk mengkonfirmasi semua informasi dari kepala sekolah dan wakamad kesiswaan) . Dan Objek Penelitian ini adalah Bentuk-Bentuk Pembiasaan Berpakain Islami dan Cara Pelaksanaan Pembiasaan Berpakaian Islami di Madrasah Tsanawiyah Ar-rahmah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan Hasil penelitian yang dilaksanakan dapat dilihat Bentuk-bentuk Pembiasaan Berpakaian Islami di Madrasah Tsanawiyah Ar-rahmah Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yaitu, Menutup Aurat, Seragam Sekolah, dan Razia. Adapun cara-cara Pelaksanaan Pembiasaan Berpakaian Islami di Madrasah Tsanawiyah Ar-rahmah Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yaitu, Menaati Peraturan, Kredit poin, Panggilan orang tua, Discorsing, sanksi ringan (untuk membersihkan ruang guru, ruang komputer, mengambil sampah)

    PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI BUKU LKS MATEMATIKA PADA SISWA SMPN 3 BATANG HARI

    Full text link
    Motivation is one of the factors that can be influenced the learning outcomes. Motivation of class VIII students of Batang Hari Junior High School 3 in the mathematics learning process is still low. It can be seen when students do the exercises before being given the students worksheet book (conventional cycle). The book used is still difficult to understand, both in terms of language and the questions lists that are not yet in accordance with the cognitive level of class VIII students of Batang Hari Junior High School 3. In addition, the source book has also not been able to construct students' initial knowledge. In the second cycle students are given math training in using LKS (students work sheet) . The purpose of this study was to determine the motivation of students after using workbooks (LKS) based on mathematics constructivism. This type of research is quantitative descriptive by distributing motivation questionnaires to students. The questionnaire analysis showed that the learning motivation of students by using constructivism-based Mathematics LKS was high, it is > 60

    Kajian Tafsir Nusantara Tentang Citra Perempuan (Studi Penafsiran Q.S. An-Nur 31 dan Q.S. Al-Ahzab 33)

    Full text link
    Perbedaan antara laki-laki dan perempuan akan selalu dijadikan sebuah perdebatan untuk memproduksi norma, hukum, aturan, larangan, dan perintah yang membentuk moralitas laki-laki dan perempuan. Terkait dengan peran, terdapat beberapa pandangan yang beraneka ragam, banyak di antaranya lebih mengutamakan laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Kedudukan peran perempuan disini yang dianggap kurang pantas atau kurang layak, karena ditemukan pada sebagian kelompok dan juga kepercayaan lama yang memandang kaum perempuan kualitas materinya lebih rendah dibandingkan dengan pria. Mufassir yang dibahas dalam penelitian ini adalah KH. Musthafa Bisri, Abdul Malik Karim Amrullah, dan Quraish Shihab dengan tafsir maing masing dalam penelitian ini penulis mengemukakan dua masalah yang di temukan. Pertama, penafsiran mufassir tentang Q.S An-Nur ayat 31 dan Q.S Al-Ahzab ayat 33. Kedua, relevansi penafsiran para mufassir dengan aspek citra perempuan dalam kehidupannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Kajian penelitian pustaka ini merupakan kajian kualitatif dengan sumber data primer yaitu Tafsir Al-Ibriz, Al-Azhar dan Al-Misbah dan data sekunder berupa buku-buku yang relevan. Metode yang diambil dalam penelitian ini adalah metode Muqarran yaitu perbandingan dengan membanding ketiga tafsir hingga menemukan hasil dari penelitian ini yaitu; 1). Menurut Bisri dan juga Hamka Perempuan diperbolehkan untuk menunjukkan perhiasan hanya kepada orang yang diperbolehkan untuk melihatnya, kecuali mereka yang biasa terlihat; menurut Shihab perempuan muslimah harus selalu menjaga kemaluannya, dan membudayakan kesopanan atau rasa malu, menjaga mata dan menutupi auratnya dengan hijab adalah prinsip yang harus diikuti seorang perempuan untuk menjaga dirinya dan martabatnya sebagai seorang perempuan muslimah. Perempuan yang berkarir di luar rumah sama terhormatnya dengan perempuan yang bekerja di rumah, tanpa melupakan pekerjaannya di rumah dan menaati Tuhan. 2). Relevansi, makna ayat-ayat tentang penampilan fisik wanita, meskipun berpenampilan rapi tidak berlebihan tetap terlihat cantik. Menurut Hamka perempuan yang memiliki kecantikan akhlak lebih berkarisma dibandingkan dia hanya memiliki kecantikan wajah. Menurut Bisri dari sisi psikologis membuat mereka merasa rendah diri bahkan menghambat kehidupan sehari-hari mereka ketika berada di luar yaitu menjadi pusat perhatian; Dari segi sosial dan budaya, menurut Shihab seorang perempuan yang berkarir atau bahkan memiliki pendidikan tinggi itu sangat diperlukan dan zaman sekarang tidak ada lagi pembatasaan untuk perempuan hanya diam di rumah saja tapi juga bisa bersosial di luar rumahnya

    MANAJEMEN PELAYANAN ADMINISTRASI IBADAH HAJI DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KAPUAS

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini dilandasi terkait pelayanan administrasi ibadah haji yang meliputi pelayanan pendaftaran ibadah haji, pembatalan, pelimpahan nomor porsi, penyusunan dokumen kelengkapan-kelengkapan ibadah haji, dan pelunasan. Setiap orang yang hendak menunaikan ibadah haji harus memenuhi kelengkapan-kelengkapan administrasi terlebih dahulu sebagai syarat untuk dapat dikatakan sah sebagai jemaah haji yang akan diberangkatkan. Manajemen yang efektif dan efesien dapat mempengaruhi suatu berhasilnya pelayanan administrasi yang dijalankan. Pelayanan administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja untuk tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kapuas merupakan suatu lembaga pemerintah yang bergerak pada bidang penyelenggaraan, atau pelayanan administrasi ibadah haji. Karena tanpa adanya pelayanan administrasi yang baik akan mempersulit proses jemaah haji yang ingin berangkat haji. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses manajemen pelayanan administrasi ibadah haji yang diterapkan, dan apa saja penghambat dan pendukung pelayanan administrasi ibadah haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode dalam pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pelayanan administrasi yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas telah berjalan dengan baik, sesuai dengan teori fungsi manajemen yaitu adanya penerapan fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling. Juga sesuai dengan teori kualitas layanan yang meliput reliabity, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles pada kegiatan pelayanan administrasi, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Faktor penghambat : ruangan penyelenggara haji dan umrah tidak memadai dalam pelayanan adminstrasi untuk menampung jemaah haji, ketidak sinkronan data jemaah haji, kurangnya berkas persyaratan jemaah haji, berganti nya nomor telepon dan berpindahnya domisili atau alamat jemaah haji, jaringan internet yang tiba-tiba gangguang ketika melakukan pelayanan. Faktor Pendukung : Sumber Daya Manusia yang mencukupi, koordinasi antara atasan dan bawahan berjalan dengan baik, jaringan internet cukup baik, Adanya software SISKOHAT yang memudahkan data haji dan lokasi Kantor Kementerian Agama kabupaten Kapuas yang sangat terjangkau

    KONSEP KAFA\u27AH MENURUT SAYYID USMAN

    Full text link
    Tulisan ini mengkaji tentang konsep kafa\u27ah menurut pemikiran Sayyid \u27Usmdn bin Yahya dalam kitab al-Qawanin asy-Syar\u27iyyah.Yang menjadi topik masalah dalam tulisan ini adalah adanya kesenjangan antara konsep yang dipaparkan Sayyid \u27Usman mengenai kafaah dengan idealnya konsep kafaah yang tertuang dari al-quran dan hadis. Dengan demikian, tujuan dari tulisan ini tidak lain adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep kafa\u27ah dalam perkawinan menurut pemikiran Sayyid Usman bin Yahya dalam kitab al-Qawanin asySyar\u27iyyah. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan relevansi konsep kafa\u27ah dalam perkawinan antara saripah dengan non-sayid menurut pemikiran Sayyid ‘

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 2 SENGKANG

    Full text link
    Quasi-experimental studies have been conducted which aims to describe the motivation to learn physics taught by project-based learning and taught without project-based learning to student of grade XI MIPA SMAN 2 Sengkang academic year 2014/2015, and to determine significant differences between motivation to learn physics taught by project-based learning and taught without project-based learning to student of grade XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang academic year 2014/2015. Subjects tested in this research were grade XI MIPA 3 as a class control with total of 28 students and grade XI MIPA 5 as a class experiment with total of 27 people students. The percentage score of motivation to learn physics students in the experimental class is obtained by 62.85% to 37.15% of intrinsic motivation and extrinsic motivation. While in the control class it was obtained percentage score of 62.55% of intrinsic motivation and extrinsic motivation by 37.45%. Based on hypothesis testing obtained a t hitung value of 2.058 and t table = 2.007.  hitung value is not within the area of -2.007 and 2.007, so it can be concluded that there are significant differences between the motivation to learn physics students are taught with project-based learning with the taught with no project-based learning in grade XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang academic year 2014 / 2015.Telah dilakukan penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar fisika yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015, dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar fisika yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 28 orang dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 27 orang. Adapun persentase skor motivasi belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 62,85% untuk motivasi intrinsik dan 37,15% motivasi ekstrinsik. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh persentase skor motivasi intrinsik sebesar 62,55% dan motivasi ekstrinsik sebesar 37,45%. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 2,058 dan ttabel = 2,007. Nilai thitung tidak berada di dalam daerah -2,007 dan 2,007, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar fisika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dengan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci:  motivasi belajar, pembelajaran berbasis proyek
    corecore