1,721,125 research outputs found
Pembelajaran Ekonomi dan Kearifan Lokal
Buku ini terdiri atas lima bab yang disajikan secara teoretis dan praktis. Bab 1, konsep dasar ekonomi; Bab 2, kebutuhan, kelangkaan, dan pengalokasian sumberdaya; Bab 3, perilaku ekonomi konsumen, Bab 4, perilaku ekonomi produsen, dan Bab 5, Struktur pasar. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penyusunan buku ini terdapat kekurangan sehingga penulis membutuhkan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan buku ini
Konsep Dasar Ekonomi Pendekatan Nilai-Nilai Eco-Culture
Buku ini terdiri atas empat bab yang disajikan secara teoretis dan praktis. Bab 1, konsep dasar ekonomi; Bab 2, kebutuhan manusia; bab 3, nilai-nilai dasar eco-culture, Bab 4, kegiatan ekonomi produsen dan konsumen. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam penyusunan buku ini terdapat kekurangan sehingga penulis membutuhkan saran dari para
pembaca untuk kesempurnaan buku ini
ISLAM MODERAT DALAM PERDEBATAN
The term of “moderateâ€constitutes quite controversial term among Islamic scholars. Some Islamic scholars supported the trend of moderate Muslim, while others disagreed since the moderate term had negative effects on Muslim and Islam itself. Therefore, this article deals with the dispute of ‘moderate‘ term among scholars. Besides, the article also portrays some characteristics of Muslim moderate according to several contemporary Muslim scholars.‘Moderat\u27 merupakan istilah yang cukup kontroversial di kalangan sarjana Islam. Beberapa sarjana Islam mendukung trend Islam moderat, sementara yang lainnya tidak mendukung dengan alasan istilah moderat memiliki efek negatif terhadap muslim dan Islam sendiri. Oleh karena itu, artikel ini memaparkan perdebatan istilah ‘moderat\u27 di antara para sarjana muslim. Di samping itu, artikel ini juga memaparkan sejumlah karakteristik muslim moderat menurut sejumlah sajana muslim kontemporer.KEYWORDS: moderate, characteristic, movement, radica
Pemenuhan hak politik penyandang disabilitas menurut Undang-Undang Nomer 7 Tahun 2017
ABSTRACT
Affirmative action is a tool that is used by some people to provide a clear portion of persons with disabilities, that persons with disabilities are able to become members of the legislature just like people without disabilities. It is a mandate of the law that political rights to be elected to public office are the rights of personswith disabilities. Providing a special portion for persons with disabilities is something that needs to be done, bearing in mind that disabilities are an underdeveloped minority, but besides that disabilities are also guaranteed their rights in the constitution.Like women who get a 30% (thirty percent) share of nominating positions for legislative candidates, with disabilities with disabilities need to get the same thing in order to create a variety of pro-disability regulations. With the existence of a law regulating the portion of persons with disabilities, it will become a gateway for the participation of persons with disabilities in the realm of political contestation.The author uses the theory of legal protection as the blade of research, in the context of legal protection, the aspects that measure that disabilities need to get a portion are the supremacy of law, equality before the law, the principle of legality (due process of law). ). The author also uses the theory of people's sovereignty where the highest power of a country is in the hands of the people, the people hold power over a government, therefore all kinds of government regulations and actions must be based on the wishes of the people. The author also adds this research to the maslahah mursalah theory of Imam najamuddin at-tufi, in his maslha only states that free reason thinks and seeks new benefits beyond the support of the text (the Koran) and its derivatives, that the formation of a new law must see the side of its benefits and benefits, whether it is supported by texts and sunnah or not.The importance of adopting the role of persons with disabilities in order to provide a clear portion of persons with disabilities so that further laws are made to more or less defend persons with disabilities who are in fact a minority. There needs to be an additional law as an effort to fulfill the political rights of persons with disabilities in the distribution of seats for legislative members so that the participation of persons with disabilities in the ranks of legislators in the future can create pro-disability regulations.
ABSTRAK
Tindakan afirmatif adalah alat yang digunakan sebagian banyak orang untuk memberikan porsi jelas terhadap penyandnag disabilitas, bahwa disabilitas mampu menjadi anggota legislatif sama seperti masyarakat yang bukan penyandang disabilitas. Adalah amanat Undang-Undang bahwa hak politik dipilih dalam jabatan publik merupakan hak penyandang disabilitas. Pemberian porsi khusus terhadap penyandang disabilitas adalah hal yang perlu dilakukan, mengingat bahwa disabilitas adalah kaum minoritas yang terbelakang, namun disamping itu disabilitas juga dijamin hak-haknya dalam konstitusi. Layaknya perempuan yang mendapatkan porsi 30% (tigapuluh persen) dalam jabatan pencalonan bakal anggota legislatif, disabilitas disara perlu mendapatkan hal yang sama guna menciptakan ragam peraturan yng pro-disabilitas. Dengan adanya undang-undang yang mengatur porsi dari penyandang disabilitas, maka akan menjadi pintu gerbang keikut sertaan penyandang disabilitas dalam ranah kontestasi politik. Penulis menggunakan teori perlindungan hukum sebagai mata pisau penelitian, dalam konteks perlindungan hukum aspek yang menjadi tolak ukur bahwa disablitas perlu mendapatkan porsi adalah supremasi hukum (supremacy of law), persamaan dimata hukum (Equality before the law), asas legalitas (due proses of law). Penulis juga menggunakan teori kedaulatan rakyat dimana kekuasaan tertinggi suatu negara berada di tangan rakyat, rakyatlah yang memegang kekuasaan atas suatu pemerintahan, karenanya segala macam peraturan dan tindak pemerintahan harus berdasarkan keinginan rakyat. Penulis juga menambahkan penelitian ini dengan teori maslahah mursalah Imam najamuddin at-tufi, dalam maslhahanya menyebutkan bahwa akal bebas berfikir dan mencari kemaslahatan baru diluar dukungan nash (alquran) dan turunannya, bahwa pembentukan hukum baru harus melihat sisi kemaslahatannnya dan kemudharatannya, baik itu didukung oleh nash dan sunnah ataupun tidak. Pentingnya pengangkatan peran terhadap penyandang disabilitas guna memberikan porsi jelas terhdap penyandang disabilitas agar selanjutnya undangundang yang dibuat sedikit banyak membela kaum disabilitas yang pada kenyataannya adalah minoritas. Perlu adanya tambahan Undang-Undang sebagai upaya pemenuhan hak politik penyandang disabilitas dalam pembagian jatah kursi anggota legislatif supaya keikutsertaan penyandang disabilitas dalam jajaran legislator kedepannya dapat menciptakan peraturan yang pro-disabilitas
PERAN FILSAFAT ISLAM DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN
Peran filsafat dalam pendidikan Islam disatukan oleh sebuah tujuan yang sama, yakni pencarian kebenaran. Namun perbedaannya, filsafat lebih kepada rasio sedangkan pendidikan Islam berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek), dan jasmani peserta didik yang harus selaras dengan lingkungan alam dan sosial kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran filsafat Islam dalam membangun pendidikan. Metode penelitian adalah kajian pustaka yang di dalamnya memuat beberapa gagasan dan proporsi yang berkaitan dengan kajian didukung oleh data dan informasi yang diperoleh dari sumber pustaka. Beberapa temuan yang dihasilkan diantaranya pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efesien. Problematika pendidikan Islam didekati dengan kerangka berfikir segitiga hadharah. Dari pengembangan konseptual tersebut dengan tujuan bisa berubah menjadi pendidikan Islam yang visioner, integratif-interkonektif, non dikotomis dan bisa menjawab isu-isu kontemporer. Prinsip-prinsip tersebut dirajut dalam suatu konsep pendidikan Islam yang berkemajuan dan berperadaban. Penelitian falsafah dimaksudkan untuk mengkaji pemikiran tokoh beserta konsep pendidikannya
Perilaku Sosial Keagamaan Masyarakat Nelayan di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku sosial keberagamaan masyarakat nelayan di Kelurahan Baurung kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene yaitu : tradisi Sirondoi rondoi (gotong royong) dalam berbagai macam kegiatan seperti baksos mesjid dan mushallah, baksos pekuburan, gotong royong dalam perbaikan kapal nelayan, gotong royong dalam melaksanakan tradisi masyarakat nelayan dan lain-lain. Hubungan sosial yang terjalin yaitu : hubungan punggawa sawi, persahabatan dan hubungan bertetangga. Perilaku keberagamaan masyarakat nelayan di kelurahan Baurung dapat dilihat seperti dalam pelaksanaan
shalat, puasa, zakat, sedekah dan lain-lain. Perilaku sosial keberagamaan masyarakat nelayan di kelurahan Baurung dapat dilihat dari urusan sosial keagamaan yang berupa diantaranya : Melakukan baksos pemakaman umum. Melakukan baksos Tempat ibadah, Menyambut hari-hari besar keagamaan, Aktif dalam pemberdayaan mesjid dan lain-lain
Pengaruh salat duha terhadap ketenangan jiwa pada mahasiswa tingkat akhir: Studi kasus mahasiswa program beasiswa santri berprestasi angkatan 2015 UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi yang kemudian disingkat menjadi PBSB adalah mahasiswa yang mendapat beasiswa berupa pembiayaan selama proses pendidikan baik berupa pembiayaan kuliah maupun pemberian bantuan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut asumsi peneliti, mahasiswa PBSB lebih rentan mengalami kecemasan daripada mahasiswa lainnya karena mereka dibebani tuntutan untuk lulus tepat waktu oleh negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pelaksanaan salat duha mahasiswa, mengetahui kondisi ketenangan jiwa mahasiswa, serta pengaruh pelaksanaan salat duha terhadap ketenangan jiwa mahasiswa PBSB Angkatan 2015 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan baru dalam pengembangan psikoterapi spiritual sufistik, sebagai referensi baru bagi dunia psikoterapi tentang peningkatan ketenangan jiwa melalui salat duha. Salat duha adalah salah satu salat sunah yang pelaksanaannya dimulai saat setelah matahari terbit hingga sebelum datangnya waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha paling sedikit adalah dua rakaat dan paling banyak semampunya (Yazid, 2014). Sedangkan orang yang tenang jiwa nya ialah orang yang memiliki keseimbangan serta keharmonisan di dalam fungsi-fungsi jiwanya, memiliki kepribadian yang terintegrasi dengan baik, mampu memecahkan berbagai macam problematik hidup dengan kepercayaan diri dan keberanian serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Zakiah, 1982).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan perhitungan statistik. Sedangkan proses pengambilan data menggunakan kuesioner (angket) yang kemudian diolah menjadi angka-angka dan di bantu dengan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. Berdasarkan hasil data yang diperoleh di lapangan dan setelah melalui proses analisis data, maka ditemukan bahwa: 1) Intensitas pelaksanaan salat duha mahasiswa PBSB angkatan 2015 UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah 73% dari kriteria yang ditetapkan dalam penelitian. 2) Ketenangan jiwa mahasiswa PBSB UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencapai 73% dari kriteria yang ditetapkan dalam penelitian. 3) Salat duha memiliki pengaruh positif terhadap ketenangan jiwa mahasiswa PBSB angkatan 2015 UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencapai 50,2% sisanya di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa; semakin baik intensitas pelaksanaan salat duha maka semakin tenang jiwa mahasiswa, dan semakin buruk intensitas pelaksanaan salat duha mahasiswa semakin tidak tenang jiwa mahasiswa
PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH (STUDI KASUS BANK XYZ SYARIAH CABANG BOGOR)
The existence of printings and electronics media stimulates business owner, not only in the offering of the products and service quality, but also solid positioning implementations through quality standard and service quality. These particular effort intends to overwhelm the mind of customer through products and services offered. Communications Marketing Strategy Planning becomes irresistibly required to prevent loss from mistaken implementations of Marketing Communications. In accordance to the Marketing Communications Programs taken gradually by XYZ Syariah Bank, Writer intends to understand the Customer Loyalty of XYZ Syariah, also to discover further connections between Marketing Communication and Customer Loyalty, and identifying the customer expectations and the performance of marketing communications programs Research Method are descriptive correlations, data gathering by questionnaires, data processed by SPSS 13,0. Minitab 14 for IP Matrix presentation, linear numeric scale of semantic differential, Spearman Correlations Analysis, research population is the customers of XYZ Syariah Bank, therefore the sample are 60 persons using judgment sampling techniques in sample drawings. Result indicates 78% of customers are loyal, few programs positively related tocustomers loyalty, which is image buildings, sponsorships, attractively cheap margin and high profit sharing. For customer opinion on proper performance and importance programs are image buildings, cheap margin for financing, and high profit share in funding. On sought to results, XYZ Syariah Bank may emphasize on programs related in positive fashion with customer loyalty, yet improves other marketing communications programs. Customer loyalty also need to be look after, as same as performance of marketing communications programs, in order to fit customers perceptions of importance.</p
Menakar Hermeneutika Fusion of Horizons H.G. Gadamer dalam Pengembangan Tafsir Maqasid Alquran
Gadamer merupakan salah satu tokoh hermeneutika yang cukup populer dengan gagasannya fusion of horizons. Tawaran tersebut menjadi salah satu tawaran alternatif untuk memahami teks secara proporsional dan dapat diaplikasikan untuk memahami setiap teks termasuk teks kitab suci. Tulisan sederhana ini mencoba memahami gagasan fusion of horizons dan hubungannya dengan penafsiran Alquran. Melalui pembacaan hermeneutika Gadamer, sikap terbaik untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif adalah pertama, kemauan terbuka untuk menerima gagasan dan wawasan baru. Hal ini penting untuk memperluas cakrawala seseorang sehingga ia dapat menjangkau hal-hal yang lebih luas lagi. Kedua, menghasilkan pemahaman baru atau memproduksi sesuatu yang baru. Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa kebaruan gagasan tidak dapat diperoleh tanpa memahami sejarah masa lampau. Ketiga, pemahaman yang efektif bukanlah pemahaman yang berdiri sendiri, justru pemahaman yang valid adalah pemahaman yang bersumber dan ditopang dari horizon-horizon yang beragam. Semakin luas horizon, semakin luas pula pemahamannya. Keempat, semangat fusion of horizon dapat dikembangkan dalam konteks memahami Alquran dengan menggunakan tafsir maqasid Alquran, sehingga nilai-nilai Alquran dapat selaras dengan waktu dan tempat, shalih li kulli zaman wa makan
- …
