106 research outputs found

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI LINGKUNGAN SAHABAT KITA MUATAN IPA MELALUI KOMBINASI MODEL PBL, SNOWBALL THROWING, DAN CRH BERBASIS TPACK SISWA KELAS V SDN MELAYU 5 BANJARMASIN

    Get PDF
     Permasalahan penelitian adalah rendahnya aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis yang disebabkansiswa belum mampu memahami konsep pembelajaran dan memcahkan masalah. Tujuan penelitian yaitu menganalisispeningkatan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan PTK yang dilaksanakan 4pertemuan dengan subjek penelitian adalah SDN Melayu 5 Banjarmasin siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukanaktivitas guru pertemuan 4 kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria“Kurang Aktif” menjadi “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa pertemuan 1 sampai 4 meningkat darikriteria “Kurang Teramilf” menjadi “Sangat Terampil”. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa kombinasimodel PBL, Snowball Throwing, dan CRH berbasis TPACK mampu meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikirkritis siswa. Saran bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan peneliti selanjutnya adalah penggunaan kombinasi model PBL,Snowball Throwing, dan CRH berbasis TPACK sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas dan keterampilanberpikir kritis siswa

    Pengelolaan Konser Musik Ditinjau Dari Fungsi Manajemen Studi Kasus Pada Pusat Kebudayaan Indonesia Belanda Karta Pustaka Yogyakarta

    No full text
    Pusat Kebudayaan Indonesia–Belanda Karta Pustaka merupakan lembaga kebudayaan yang tertua di Yogyakarta. Sebagai lembaga nonprofit, setiap tahun Karta Pustaka membuat agenda dan menyelenggarakan konser musik klasik dan jazz dari musisi Belanda. Konsistensi Karta Pustaka dalam mengelola dan menyelenggarakan agenda tahunan ini tidak lepas dari manajemen konser yang dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrispsikan proses manajemen konser Karta Pustaka berdasarkan empat fungsi manajemen, keberhasilan apa yang dicapai dari konser yang dilaksanakan. Mengacu pada teori manajemen yang diungkapkan Terry bahwa manajemen merupakan serangkaian aktivitas melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pengarahan dan pengendalian yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi. Serangkaian kegiatan menejerial harus dilandasi oleh misi organisasi. Bagi organisasi nonprofit yang tidak semata-mata mengejar keuntungan finasial, pencapaian misi menjadi point yang sangat penting sebagai tolak ukur keberhasilan. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara narasumber yang dipilih secara purposive , melakukan observasi lapangan pada saat konser dilaksanakan dan melakukan studi dokumentasi. Metode analisis mengacu pada analisis Miles dan Huberman dengan mereduksi data yang diperoleh, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan Karta Pustaka melaksanakan manajemen konser melalui serangkaian tahapan aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Keberhasilan manajemen konser Karta Pustaka merupakan implemantasi dari tercapainya ketiga misi Karta Pustaka yaitu pembelajaran publik, mempererat hubungan Indonesia Belanda dan pelestarian budaya. Tencapaian misi organisasi dan adanya dukungan pihak Belanda terhadap Karta Pustaka sebagai satu-satunya mitra dalam diplomasi budaya di Yogyakarta menjadikan lembaga ini tetap mempertahankan manajemen konsernya hingga saat ini

    PENGUATAN KONEKTIVITAS LINTAS BATAS DALAM KERJA SAMA EKONOMI SUBREGIONAL ( Author: Indriana Kartini, Awani Irewati, Agus R Rahman, Tri Nuke Pudjiastuti, CPF. Luhulima, Rosita Dewi, Sandy Nur Ikfal Raharjo, Hayati Nufus)

    No full text
    Indriana Kartini, Awani Irewati, Agus R Rahman, Tri Nuke Pudjiastuti, CPF. Luhulima, Rosita Dewi, Sandy Nur Ikfal Raharjo, Hayati Nufu

    PENDEKATAN PENDIDIKAN IDEOLOGI PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MKWU DI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus Pengembangan Kurikulum Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan Di Universitas Negeri Jakarta)

    Get PDF
    ABSTRAK Raharjo (2022). Pendekatan Pendidikan Ideologi Pancasila Dalam Pengembangan Kurikulum MKWU di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Pengembangan Kurikulum Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta). Promotor: Prof. Dr.H. Sapriya, M.Ed., Ko Promotor: Dr. H. Dadang Sundawa, M.Pd., Anggota: Dr. H. Rahmat, M.Si. Pancasila menghadapi berbagai macam, ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Pancasila belum sepenuhnya diimplementasikan oleh seluruh warga negara Indonesia. Pendidikan Ideologi Pancasila melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib umum di Perguruan Tinggi merupakan keniscayaan untuk tetap tegak dan tumbuhnya negara Indonesia yang berPancasila, dengan menggunakan pendekatan yang relevan. Tujuan penelitian ini menemukan bagaimana keterkaitan pendidikan ideologi Pancasila dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, muatan materi pendidikan ideologi Pancasila dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, Implementasi pendekatan pendidikan ideologi Pancasila dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, dan model aplikatif pendidikan ideologi Pancasila dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, serta bagaimana Pendidikan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menangkal pengaruh negatif ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Peneltian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, dengan metode studi kasus (Case Study) di Universitas Negeri Jakarta. Teknik pengumpulan data antara lain melalui studi dokumentasi, wawancara, observasi, diskusi, seminar, workshop. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan memiliki hubungan integrative interface yakni keduanya itu saling terkait, tidak terpisah sama sekali, memiliki tujuan membentuk warga negara yang berdasarkan Ideologi Pancasila. Pancasila ditempatkan dan dimaknai sebagai entitas inti. 2) Aspek pengetahuan (knowledge) atau wawasan Pancasila sebagai Ideologi bangsa idealnya lebih luas dan mendalam di Perguruan Tinggi, tidak tumpang tindih. Konsep ideologi Pancasila harusnya dipahami, dirumuskan dengan baik dan benar berdasarkan perspektif yang benar dan kontekstual. Materi relasi negara dan agama lebih maksimal dikuatkan untuk lebih meyakinkan Pancasila sebagai ideologi yang paling sesuai. 3) Proses Pendidikan ideologi Pancasila melibatkan dimensi ideologis yakni dimensi keyakinan (mitos), pengetahuan atau penalaran (logos), sikap dan dimensi tindakan (aksiologi). Pendekatan yang dilakukan tidak sekedar legalistik, formalistik namun multi pendekatan, yakni pendekatan berpusat pada mahasiswa (student center approach), pendekatan ilmiah (scientific approach), pendekatan kontekstual, pendekatan pendidikan nilai. Indoktrinasi secara kekinian dengan menggunakan pendekatan budaya, memanfaatkan teknologi informasi, responsive dan atraktif. 4) Model aplikatif yang dilakukan untuk penguatan pendidikan ideologi Pancasila seperti Case Based Learning, Project Based Learning, Service Learning, Debat Isu Kontroversial, Apreciative Inquiry, dan e-learning. 5) Strategi pencegahan (soft power) dengan melakukan kontra radikalisasi terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila melalui perkuliahan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaran. Penanaman pemahaman yang mendalam dan luas terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui berbagai strategi dan model pembelajaran yang relevan. Keywords: Pendekatan, ideologi Pancasila, indoktrinasi, kurikulum, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan ABSTRACT Raharjo (2022). An Approach to Pancasila Ideology Education in Curriculum Development for General Required Courses in Higher Education (A Case Study of Curriculum Development for Pancasila Education and Civic Education Courses at Jakarta State University). Promoter: Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed., Co-promoter: Dr. H. Dadang Sundawa, M.Pd., Member: Dr. H. Rahmat, M.Si. Pancasila confronts a series of challenges, obstacles, disruptions, and threats. The majority of Indonesians have not fully implemented Pancasila. Pancasila Ideology Education is an effort to uphold and grow Pancasila in the hearts of Indonesians through Pancasila Education and Civic Education courses as general required courses in Higher Education using a relevant approach. The purpose of this study is to find out how the relationship between Pancasila ideology education and Pancasila education and Citizenship Education courses, content of Pancasila ideology education material in Pancasila Education and Citizenship Education courses, Implementation of the Pancasila ideology education approach in courses Pancasila Education and Citizenship Education, Applicative model of Pancasila ideology education in Pancasila Education and Citizenship Education courses, as well as how Pancasila Ideology Education and Citizenship Education in counteracting the negative influence of ideology that is not in accordance with Pancasila. This study used a qualitative approach with a Case Study method and was carried out at Jakarta State University. Documentation studies, interviews, observations, discussions, seminars, and workshops were used to collect data. While analyzing the data, qualitative data analysis techniques were used. According to the findings, Pancasila Education and Civic Education have an integrative interface relationship. They are interrelated, not separated at all, and aim to form citizens based on Pancasila ideology. Pancasila is positioned and interpreted as a central figure. Another finding is that 2) In Higher Education, aspects of knowledge or insight into Pancasila as the nation's ideology are ideally wider and deeper rather than overlapping. Pancasila ideology should be properly and correctly formulated based on the correct and contextual perspective. The material on the relationship between state and religion is thought to have been underutilized to persuade Pancasila that it is the most appropriate ideology. The next finding is 3) The Pancasila ideology education process includes four ideological dimensions: belief (myth), knowledge or reasoning (logos), attitudes, and dimensions of action (axiology). The approach taken is not just legalistic, formalistic but multi-approach, namely a student-centered approach (student center approach), scientific approach (scientific approach), contextual approach, and values education approach. Indoctrination is carried out through a cultural approach using responsive and appealing information technology. Another finding is 4) Applicative models are used to strengthen Pancasila ideology education, including Case-based Learning, Project-based Learning, Service Learning, Controversial Issues Debate, Appreciative Inquiry, and e-learning. The following finding is that 5) Prevention strategies (soft power) are carried out by counter-radicalizing ideologies that are anti-Pancasila through Pancasila Education and Civic Education lectures. Instilling a deep and broad understanding of Pancasila as the nation's ideology, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), and Bhinneka Tunggal Ika, through various strategies and relevant learning models. Keywords: Approach, Pancasila Ideology, Indoctrination, Curriculum, Pancasila Education, Civic Educatio

    Standar Gitaris Indonesia Menurun: Sebuah Catatan dari Final Festival Gitar Indonesia 1992. Yogyakarta, 22 November 1992, halaman 4

    Get PDF
    Sebuah reportasi bernada Kritik Musik berdasarkan penyajian gitaris-gitaris nasional pada acara final Festival Gitar Indonesia. Acara final trersebut terselenggara di auditorium Yamaha Music Center, Gedung Yamaha, Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1992. Dari keduabelas gitaris yang tampil sebagai finalis tersebut dihasilkan juara I yang diraih oleh Rahmat Raharjo dan Juara II oleh Frans Darmaputra. Bagian Non-klasik/ bebas dimenangkan oleh Jubing Kristianto sebagai Juara I dan Mururul Aisy sebagai Juara Kedua

    Pemberdayaan Masyarakat Koperasi Budidaya Kambing dan Domba Guna Mewujudkan Kampung Cerdas Sosial

    Get PDF
    Goat and sheep cultivation has traditionally been implemented from generation to generation by breeders cultivating goats and sheep in the cooperative "Rukun Raharjo Sentosa" in Tanjungsari hamlet, Gunungsari Village, Beji District, Pasuruan Regency. The maintenance system implemented so far is a system for providing animal feed, a system for managing and utilizing goat and sheep manure, as well as a system for managing sheep wool. The ITS community service team conducted a focus group discussion with the management of the goat and sheep cultivation cooperative regarding the problems currently being faced, namely the limited availability of animal feed due to the long dry season and goat and sheep waste that is not managed properly. The aim and target of this service activity is to empower goat and sheep farmers to obtain quality feed and manure that is well utilized. By planning and realizing appropriate technology that suits these problems, the community service team and KKN students carry out outreach and assistance so that farmers can independently manage animal feed and manure waste well, thus creating a socially intelligent village.Budidaya kambing dan domba secara tradisional diterapkan turun menurun pada peternak kambing dan domba dalam wadah koperasi “Rukun Raharjo Sentosa” di dusun Tanjungsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Tim pengabdian masyarakat ITS melakukan focus group discussion dengan pengurus koperasi budidaya kambing dan domba terkait permasalahan yang dihadapi yaitu ketersediaan pakan ternak terbatas akibat musim kemarau panjang dan limbah kotoran kambing dan domba yang tidak dikelola dengan baik. Tujuan dan target dari kegiatan pengabdian ini adalah memperdayakan peternak kambing dan domba untuk mendapatkan hasil pakan berkualitas serta kotoran yang termanfaatkan dengan baik. Dengan perencanaan dan perwujudan teknologi tepat guna yang sesuai dengan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat beserta mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan pendampingan hingga peternak mampu mandiri mengelola pakan ternak dan limbah kotoran dengan baik, sehingga terwujud kampung cerdas sosial. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pakan ternak premium blok dan pupuk organik cair yang telah diaplikasikan pada lahan persawahan dan perkebunan di sekitar koperasi Rukun Raharjo Sentosa

    Risk Identification in Toll Road Projects: Literature Review and Expert Validation

    Get PDF
    Toll road projects are complex construction undertakings that inherently involve a variety of significant risks. This study aims to identify the key risks associated with toll road construction projects through a comprehensive literature review, followed by expert validation conducted on a case study of the Yogyakarta–Bawen Toll Road Section 1 project. The validation process involved distributing questionnaires and conducting interviews with five professionals representing the project owner, consultant, and contractor. The literature review initially identified 31 potential risks; however, expert feedback determined that only 20 of these risks were considered relevant. Additionally, experts introduced two new critical risks: design changes due to government policy and prolonged design review processes. This brings the total number of validated risks to 22. These findings provide a foundational basis for further risk analysis and the development of effective mitigation strategies aimed at minimizing adverse impacts during toll road project execution.Toll road projects are complex construction undertakings that inherently involve a variety of significant risks. This study aims to identify the key risks associated with toll road construction projects through a comprehensive literature review, followed by expert validation conducted on a case study of the Yogyakarta–Bawen Toll Road Section 1 project. The validation process involved distributing questionnaires and conducting interviews with five professionals representing the project owner, consultant, and contractor. The literature review initially identified 31 potential risks; however, expert feedback determined that only 20 of these risks were considered relevant. Additionally, experts introduced two new critical risks: design changes due to government policy and prolonged design review processes. This brings the total number of validated risks to 22. These findings provide a foundational basis for further risk analysis and the development of effective mitigation strategies aimed at minimizing adverse impacts during toll road project execution

    Proses transkripsi solo gitar : bagian I " Tema dan Variasi " dai sonata piano k. 331 dalam A Mayor karya Wolfgang Amadus Mozart

    No full text
    Dalam skripsi ini penulis hanya mentranskripsikan bagian pertama yaitu tema dan enam variasi, ke dalam solo gitar. Penulis melakukan analisis musikologi yang mencakup sejarah gitar, riwakyat komponis serta partitur asli untuk piano yang nantnya akan ditranskripsi ke gitar dengan mempertimbangkan kemampuan tehnis instrumen namun tetap berusaha menjaga substansi dasar musiknya

    GLOBALISASI SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN

    Get PDF
    Pesantren is a traditional Islamic educational institution whose purpose is to equip the students with tafaqquh fi> ad-di>n and al-akhla>q al-kar>imah to achieve success in the world as well as hereafter and to thrive in the countryside. Due to the demands of global development, pesantren runs modernized school salafi> to khalafi> to serve the community. Development is done by balancing religion and science as well as general science in their curriculum, which is done through formal education. Thus, pesantren always has development which keep space with the development era rhythm. This is consistent with the andegium they hold i.e. preserving good old things, as well as taking and developing new things which are better. Curriculum development is performed by adjusting the global demand, without leaving the tradition of reading “yellow book” as a dynamic space for the boards of the pesantren; so that the characteristics of the salafi pesantren is still maintained and the spirit of khalafi can be accommodated. Thus, pesantren develops a curriculum with an emphasis on Islamic values which aims are to form ‘abd Alla>h and khali>fah Alla>h fi> al-ard{ without leaving the matters concerning individual worldly needs
    corecore