1,721,474 research outputs found

    Perlindungan hukum terhadap pekerja pers berdasarkan undang-undang nomor 40 Tahun 1999 tentang pers / Amina Rahmaniar

    No full text
    Pers sebagai pilar demokrasi, berperan mengawasi, mengkritik, mengoreksi dan memberi saran tentang segala hal yang menyangkut kepentingan umum. Pers mendapatkan kemerdekaan dalam memberikan informasi yang menyangkut penyelenggaraan Negara kepada publik agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers menjamin adanya Kemerdekaan Pers dan perlindungan kepada pekerja pers dalam menjalankan tugasnya. Namun dalam prakteknya masih banyak pemberitaan pers yang berubah menjadi perkara hukum dan berakhir di pengadilan. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimana perlindungan hukum terhadap pekerja pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ? dan Bagaimana Penyelesaian Sengketa antara pekerja pers dengan pihak-pihak yang bersengketa ? Penulis meneliti permasalahan tersebut dengan metode penelitian hukum normatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers sudah mengatur mengenai perlindungan hukum pekerja pers yang terdapat dalam Pasal 8 UU Pers. Pekerja Pers bebas dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun. Penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap wartawan mutlak diberikan baik oleh pemerintah, aparatur negara maupaun masyarakat sepanjang wartawan menjalankan profesinya sesuai dengan Undang-Undang Pers. Terkait pemberitaan yang keliru harus diselesaikan berdasarkan mekanisme yang tertulis dalam Undang-Undang Pers melalui hak jawab dan hak koreksi sebelum menggunakan ketentuan undang-undang lainnya karena Undang-Undang Pers merupakan undang-undang yang harus didahulukan Saran yang dapat Penulis berikan adalah diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Pers dan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyelesaian perkara berkaitan dengan pemberitaan pers agar tidak terjadi tindak kriminalisasi terhadap pers. pemerintah perlu merevisi Undang-Undang Pers dalam rangka memberikan perlindungan hukum dalam menegakkan kebebasan pers yang harus dijamin sebagai hak asasi bagi setiap manusia

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA MELALUI PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN GAMBAR SERI DI TAMAN KANAK-KANAK ABA CAKKELA KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE

    Full text link
    RAHMANIAR. 2015. Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Melalui Penerapan Metode Bercerita Dengan Gambar Seri di Taman Kanak-kanak ABA Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Skripsi. Dibimbing oleh Dra.Hj. Bulkis Said, M.Si., dan Muh. Akil Musi, S.Pd., M.Pd., pada Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan menyimak cerita melalui penerapan metode bercerita dengan gambar seri di TK ABA Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone? Yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak cerita melalui penerapan metode bercerita dengan gambar seri di TK ABA Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Fokus penelitin ini adalah peningkatan kemampuan menyimak cerita melalui penerapan cerita gambar seri di TK ABA Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B Taman Kanak-kanak ABA Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yaitu 1 orang guru dan anak yang berjumlah 15 orang. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kemampuan menyimak pada anak mengalami peningkatan, setelah di berikan pembelajaran dengan menggunakan cerita gambar seri hal tersebut terlihat Anak sudah mampu memahami informasi dari orang lain dan memahami perintah dengan benar yaitu pada siklus I kemampuan anak berada pada kategori cukup yaitu 66% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan 93% dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode bercerita dengan gambar seri dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada ana

    RESILIENSI PSIKOLOGIS REMAJA BROKEN HOME DI DUSUN BUNTU SAPPANG DESA SAGA KECAMATAN BAJO KABUPATEN LUWU

    Full text link
    ABSTRAK Rahmaniar Kadondo, 2022. “Resiliensi Psikologis Remaja Broken Home di Dusun Buntu Sappang Desa Saga Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu”. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh (Pembimbing I) Dr. Hj. Nuryani, M.A dan (Pembimbing II) Muhammad Ashabul Kahfi, S.Sos., M.A. Skripsi ini membahas tentang penelitian yang bertujuan : untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya resiliensi psikologis pada remaja yang mengalami broken home di Dusun Buntu Sappang Desa Saga Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu; untuk mengetahui bentuk resiliensi psikologis remaja yang mengalami broken home di Dusun Buntu Sappang Desa Saga Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu dan untuk mengetahui dampak resiliensi psikologis terhadap remaja yang mengalami broken home di Dusun Buntu Sappang Desa Saga Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikologis dan komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian yaitu dengan menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor yang mempengaruhi resiliensi psikologis remaja broken home yaitu faktor risiko dan faktor protektif. Adapun bentuk dari resiliensi psikologis tersebut terbagi atas 5 yaitu: kemampuan mengontrol emosi, bersikap optimis terhadap kemampuan yang dimiliki, memiliki rasa empati, kemampuan memecahkan masalah yang dialami, dan mampu mengambil hikmah dari permasalahan yang dialami. Setiap resiliensi psikologis pasti memiliki dampak yang ditimbulkan terhadap remaja broken home diantaranya pandai bersyukur, bersikap mandiri, bersedia memaafkan, dan optimis menghadapi masa depan. Kata Kunci: Resiliensi Psikologis, Remaja, Broken Hom

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG

    Full text link
    Rahmaniar Z. 2016. Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. Andi Mappincara, M. Pd. dan Dr. Andi Cudai Nur, M. Si. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengkaji tentang hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah gambaran gaya kepemimpinan kepala Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang? (2) Bagaimanakah gambaran kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang? dan (3) Apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) Gambaran gaya kepemimpinan kepala Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang (2) Gambaran kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dan (3) Apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan jenis penelitian studi korelasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 137 guru yang ditarik dari keseluruhan jumlah populasi guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang sebanyak 209 guru. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dan uji inferensial menggunakan statistik parametrik uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan kepala Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang secara keseluruhan cenderung memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis. Sedangkan kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten berada dalam kategori sangat baik. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Kekuatan hubungan antara variabel tergolong lemah atau rendah dan arah hubungan bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik gaya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah maka kinerja guru Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang juga akan semakin meningkat
    corecore