1,720,969 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Persepsi Ulama Tentang Praktik Wali Muhakkam di Kecamatan Gambut

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi adanya praktik pernikahan yang menggunakan wali muhakkam yang di lakukan oleh Ulama di Kecamatan Gambut. Kebanyakan yang ingin menikah wali muhakkam kepada beliau adalah mereka yang berstatus duda ataupun janda yang tidak ada lagi wali nikahnya sehingga mereka lebih memilih menggunakan wali muhakkam dalam pernikahannya. Wali muhakkam ialah seseorang yang diangkat oleh kedua calon mempelai pengantin untuk bersedia sebagai wali dalam akad nikahnya Para calon suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik wali muhakkam di Kecamatan Gambut. Penelitian ini menggunakan jenis hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 4 orang ulama yang berada di Kecamatan Gambut diantaranya 2 ulama yang membolehkan dan 2 ulama yang tidak membolehkan wali muhakkam. Objek pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik wali muhakkam dan pendapat ulama tentang praktik wali muhakkam di Kecamatan Gambut Hasil penelitian ini penulis menemukan yaitu, praktik wali muhakkam: 1) sebelum akad nikah melakukan pengangkatan wali, 2) melakukan akad nikah, 3) saksi dari pihak wali muhakkam, 4) Setelah selesai akad nikah pasangan mendapatkan selembar kertas yang ditanda tangani oleh mereka berdua dan ulama yang menikahkan sebagai tanda bahwa mereka sudah menikah. Pendapat ulama tentang wali muhakkam: 1) pendapat pertama dijelaskan informan pertama dan kedua yang membolehkan wali muhakkam dengan alasan walinya tidak ada, apabila tidak dinikahkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, 2) Pendapat kedua di jelaskan informan ketiga dan keempat tidak membolehkan wali muhakkam karena tidak ada alasan apapun untuk menikah apabila tidak ada walinya tetap dengan wali hakim karena di setiap Kecamatan ada wali hakim. Dapat disimpulkan menikah dengan wali muhakkam tidak di anjurkan karena tidak sah secara hukum islam dan hukum positif dan menyulitkan bagi pasangan suami istri berurusan karena tidak adanya buku nikah

    ANALISIS DATA KESALAHAN RASIO TRANSFORMATOR ARUS SISI 20KV PADA PENYULANG PANDU GARDU INDUK TALANG KELAPA

    Full text link
    Peran transformator arus dalam jaringan listrik sangat penting dan harus berfungsi sesuai dengan kemampuannya. Setiap transformator arus yang akan digunakan oleh PLN harus memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam SPLN. Transformator arus yang sesuai standar harus dapat melewati beberapa pengujian, salah satunya dengan menguji/menghitung rasio. Oleh karena itu, diperlukan analisis perhitungan rasio pada transformator arus kubikel penyulang 20kV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Current Transformer (CT) pada Penyulang PANDU di Gardu Induk (GI) Talang Kelapa berdasarkan data hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukkan variasi pada setiap parameter yang diuji. Berdasarkan analisis data, CT merek Trafindo dengan rasio 400/5A memiliki tingkat eror minimum sebesar 0,321% pada Core 1 (Proteksi) dan 0,087% pada Core 2 (Pengukuran). Sesuai dengan standar SKDIR, hasil pengujian rasio menunjukkan bahwa semua sampel CT masih dalam kondisi baik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa CT yang digunakan pada Penyulang PANDU Gardu Induk Talang Kelapa masih dalam kondisi baik dan siap untuk pembebanan

    Korupsi Versus Hibah dan Hadiah

    Full text link
    This study discusses the issue of corruption that occurs in human life. However, the problem is how the grants and gifts given to certain parties are categorized as corruption. This research is library research which is analyzed with a qualitative approach with national law and Islamic law perspectives. The results showed that from the point of view of Islamic law, people\u27s insights were very limited to the issue of bribes and rewards. Some people think that bribery is not a crime, but only a small mistake. Some others, even so, that bribes are forbidden, but they do not care about the prohibition, let alone because they get the benefits. On the other hand, society perceives the bribe as a gift or a token of gratitude. Some even think of it as money for the help someone has given, so they don\u27t feel it as a mistake or even a crime.Penelitian ini membahas isu korupsi yang marak terjadi dalam kehidupan manusia. Namun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana hibah dan hadiah yang diberikan kepada pihak-pihak tertentu, apakah dikategorikan korupsi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan dianalisis dengan dekriptif kualitatif dengan pendekatan hukum nasional dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang hukum Islam, wawasan masyarakat sangat terbatas mengenai masalah sogok dan hadiah. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa sogok bukan sebuah kejahatan, tetapi hanya kesalahan kecil. Sebagian lain, walaupun mengetahui bahwa sogok adalah terlarang, namun mereka tidak peduli dengan larangan tersebut, apalagi karena terpengaruh dengan keuntungan yang didapatkan. Di pihak lain, masyarakat menganggap sogok itu sebagai hadiah atau tanda terima kasih. Bahkan ada yang beranggapan sebagai uang jasa atas bantuan yang telah diberikan seseorang, sehingga mereka tidak merasakan hal itu sebagai sebuah kesalahan atau pelanggaran apalagi kejahatan

    HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP, KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA KELAS IX MTSN 1 BATANG ALAI SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Full text link
    Muhammad Gazali Rahman.2015. Hubungan antara Kemampuan Pemahaman Konsep, Kemampuan Penalaran dan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Siswa Kelas IX MTsN 1 Batang Alai Selatan Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dr. M. Sabirin, S.Pd., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadakah hubungan positif dan signifikan antara:kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan penalaran,kemampuan penalaran dan kemampuan pemecahan masalah,kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah,kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan penalaran dengan kemampuan pemecahan masalah,kemampuan penalaran dan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan pemahaman konsepserta kemampuan pemahaman konsep dankemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan penalaran pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi korelasional. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IX MTsN 1 Batang Alai Selatan dengan sampel kelas IXD yang dipilih melalui cluster random sampling. Data kemampuan pemahaman konsep, penalaran dan pemecahan masalah diperoleh melalui tes. Sedangkan data penunjang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaada hubungan positif dan signifikan antara: kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan penalaran,kemampuan penalaran dan kemampuan pemecahan masalah,kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah,kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan penalaran dengan kemampuan pemecahan masalah ,kemampuan penalaran dan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan pemahaman konsep, kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan penalaran

    KOMPILASI HUKUM ISLAM SEBAGAI HUKUM TERAPAN BAGI HAKIM PENGADILAN AGAMA

    Full text link
    Material law with regard to cases that the authority of Islamic Court before 1991, scattered in various books fiqhi that mejemuk. The plurality of this law, an obstacle to be a reference in the process of formulating the termination of the court. Birth of Presidential Decree No. 1 of 1991 on the Compilation of Islamic Law, as a matter of law in resolving the religious judge Religious Court case very effective. It is evident, with berdisparitasnya no longer any verdict in the same case. Applicability Compilation of Islamic Law as a legal matter in the Religious Court means the implementation and application of the Islamic law, is no longer directed by the will of its adherents, but a designated set of ranks of rulers and state institutions as regulatory authorities, and executive implementation, in particular related to the field of marriage, inheritance, perwakafan which has become a rule of civil law and public official. Keywords: compilation of Islamic law, judges, religious court

    Peminggiran Perempuan dalam Pernikahan (Kasus Nikah Sirri dan Nikah Usia Dini)

    Full text link
    Sirri clearly has no legal power, each husband and wife do not have Deed of Marriage, the government in this case Office of Religious Affairs (for the Muslims) do not give them Quotation Deed of Marriage as a handle and evidence has been conducted legitimate marriage. Negative impact for woman (wife) if in the journey of fostering household happening disharmony, disputes, quarrel until happened domestic violence (KDRT), a wife feel tortured and depressed live with her husband, whereas during marriage husband and wife already have joint property Controlled by her husband, a woman as a wife would not be able to claim her rights by filing a lawsuit in the Religious Courts for not having legitimate proof of her marriage. Similarly, with an early age marriage, which is one partner, both men and women are not old enough or under age, then the marriage that looked "forced" it could be. It could have a negative impact on both parties (male and female). Although it is casuistic, it is women who are generally more likely to feel the impact. With early marriage, access for women to continue their education to a higher level will be dashed, as well as the enormous chances of domestic violence that affects more women due to immaturity in addressing household problems

    Unjuk Rasa Versus Menghujat (Analisis Deskriptif melalui Pendekatan Hukum Islam

    Full text link
    This paper analyzes the rallies phenomenon versus blaspheming which is analyzed descriptively with the approach of Islamic law. This analysis is then developed in two issues, namely: 1) how the phenomenon of rallies and blaspheming; 2) how the perspective of Islamic law against rallies and blaspheming. While it can not be generalized, the reality of the operations of rallies, obscenities seems to have become anthem should be sung with gusto as the media to berate, inflammatory, blasphemous even less so provoking that leads to anarchy. In fact, the protest phenomenon occurs not only at the level of universities, but also have occurred in institutions of formal education providers’ secondary level (high school or vocational school). Schools are supposed to be the center of the development of a positive culture turned into the arena articulation of words that are very far from polite category

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore