282 research outputs found
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MUJI RAHAYU SAMARINDA
2016Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variabel Kepuasan Kerja dan\ud
Motivasi Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada\ud
PT. Muji Rahayu Samarinda. Jumlah sampel sebanyak 62 orang responden yang\ud
merupakan karyawan P.T.Muji Rahay Samarinda. Data dianalisis dengan\ud
menggunakan Metode Kuantitatif yang menggunakan lima rumus yaitu Analisa\ud
Regresi Berganda, Analisa Korelasi, Uji T-test, Uji F serta Uji Koefisien\ud
Determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama\ud
Kepuasan kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja\ud
Karyawan pada PT. Muji Rahayu Samarinda. Variabel Kepuasan Kerja dan\ud
Motivasi Kerja koefisien regresi bertanda positif (+) menandakan hubungan yang\ud
searah, dengan kata lain Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja akan meningkatkan\ud
kinerja karyawan pada PT. Muji Rahayu Samarinda. Korelasi atau hubungan\ud
antara Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan PT. Muji\ud
Rahayu Samarinda adalah sangat kuat (r = 0.703) dan Koefisien determinasi\ud
atau angka R square adalah sebesar 0,495. \ud
\ud
This study aimed to clarify whether the variable Job Satisfaction and Work\ud
Motivation significant influence on employee performance at PT. Muji Rahayu\ud
Samarinda. The total sample are 62 respondents who are employess of PT. Muji\ud
Rahayu Samarinda. The data were analyzed with using quantitative Methods that\ud
using five formulas; Multiple Regression Analysis, Correlation Analysis, Test Ttest,\ud
F\ud
test\ud
and\ud
the\ud
coefficient\ud
of\ud
determination\ud
(R2)\ud
test.\ud
The\ud
result\ud
showed\ud
that\ud
\ud
jointly\ud
job\ud
satisfaction\ud
and\ud
work\ud
motivation\ud
significantly\ud
influence\ud
the\ud
performance\ud
\ud
of\ud
\ud
employees at PT. Muji Rahayu Samarinda. Job Satisfaction and Work\ud
Motivation regression coefficientis positive (+) indicates a unidirectional\ud
relationship, in other words, Job Satisfaction and Work Motivation will improve\ud
the performance of employees at PT. Muji Rahayu Samarinda. The correlation or\ud
the relationship between Job Satisfaction and Motivation Employee Performance\ud
Work with PT. Muji Rahayu Samarinda is strong for (r = 0.703) and the coefficient\ud
of determination or the number of Rsquare is 0.495
UPAYA PENINGKATAN KINERJA NON KEUANGAN INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT MUJI RAHAYU SURABAYA BERDASARKAN 3 PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD
Masalah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah
penurunan BOR Rumah Sakit Muji Rahayu Surabaya dari tahun 2016-2018
dengan rerata sebesar 50% masih dibawah standar ideal Juknis Sistem Informasi
Rumah Sakit tahun 2011. Penurunan BOR merupakan salah satu indikator kinerja
rumah sakit. BOR yang menurun di rumah sakit dapat disebabkan oleh berbagai
faktor. Tujuan penelitian ini adalah menyusun upaya peningkatan kinerja non
keuangan instalasi rawat inap Rumah Sakit Muji Rahayu Surabaya melalui 3
perspektif balanced scorecard. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan menggunakan rancangan crossectional, dan pendektan deskriptif.
Responden dalam penelitian ini adalah karyawan dan pasien Rumah Sakit Muji
Rahayu Surabaya. Hasil menunjukan bahwa kinerja non keuangan dalam
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan belum memenuhi standar pada jumlah
sumber daya manusia keperawatan (21 perawat), karena tidak sesuai dengan
standar Peraturan Menteri Kesehatan nomor 56 tahun 2014 tentang perizinan dan
klasifikasi rumah sakit. Perspektif proses bisnis internal terdiri dari kualitas
pelayanan baik dengan sub variabel physical aspect baik (20,9%), reliability baik
(20,7%), personal interaction dokter kurang (17,5%), personal interaction
perawat baik (21,3%), problem solving dokter kurang (18,2%), problem solving
perawat baik (21,8%), dan policy kurang (17,7%). Inovasi pelayanan baik dan
efisiensi penggunaan tempat tidur sesuai (BOR 66,9%) dengan standar keputusan
Menteri Kesehatan nomor 129 tahun 2008. Perspektif pelanggan yang terdiri dari
kepuasan pasien baik (14,1%). Kepuasan karyawan pada hygiene factor baik
(93,1%) dan motivation factor baik (94,8%). Hasil uji analitik menunjukan bahwa
sub variabel kualitas pelayanan yang berpengaruh adalah Personal Interaction
dokter (p=0,000, b=0,319), problem solving perawat (p=0,003, b=0,218), dan
policy (p=0,000, b=0,485). Manajemen Rumah sakit perlu melakukan
peningkatan kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan
menambah jumlah sumber daya manusia tenaga keperawatan di instalasi rawat
inap Rumah Sakit Muji Rahayu Surabaya
Perancangan Business Continuity Plan Berbasis ISO 22301:2019 untuk Teknologi Informasi di RS. Muji Rahayu Surabaya
Manajemen risiko yang baik akan sangat berpengaruh terhadap proses bisnis yang dihasilkan organisasi. RS Muji Rahayu merupakan salah satu rumah sakit swasta yang menggunakan teknologi informasi dalam proses pelayanan kesehatan yang dimiliki. Permasalahan yang sering terjadi adalah gangguan listrik padam sehingga dalam jangka waktu yang lama dapat merusak perangkat keras. Selain itu, gangguan tersebut mengakibatkan terhentinya proses pelayanan seperti data biaya rincian tindakan maupun obat yang tidak tercatat.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis syarat kesesuaian dan ketidaksesuaian (gap) penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen keberlangsungan bisnis terkait teknologi informasi menggunakan ISO 22301:2019. Serta, merancang dokumen Business Continuity Plan sebagai bentuk rancangan perbaikan dari syarat ketidaksesuaian (gap) tersebut. Dokumen Business Continuity Plan dirancang sebagai pedoman RS Muji Rahayu dalam melakukan mitigasi dan menghadapi ancaman teknologi informasi yang menganggu keberlangsungan proses bisnis guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang dimiliki.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu siklus Check-Act-Plan. Pertama-tama, peneliti menjalankan fase Check yang terdiri dari pembuatan checklist berbasis ISO 22301:2019, pelaksanakan audit checklist dengan wawancara dengan narasumber terkait maupun observasi langsung, dan pengidentifikasian gap. Setelah mendapatkan gap, peneliti menjalankan fase Act yang terdiri dari analisis gap, studi literasi, dan pembuatan rancangan perbaikan menggunakan metode Operationally Critical Threat, Asset and Vulnerability Evaluation dan Failure Mode and Effect Analysis. Terakhir, peneliti merancang dokumen Business Continuity Plan sebagai fase Plan. Penelitian ini tidak sampai menjalankan fase Do dikarenakan keterbatasan waktu dan kunjungan ke rumah sakit karena Covid-19.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah RS Muji Rahayu telah menerapkan dan memelihara sistem manajemen keberlangsungan bisnis terkait teknologi informasi sesuai dengan syarat ISO 22301:2019 sebesar 61,36% (27 syarat) dan 38,64% (17 syarat) sisanya. Selain itu, peneliti juga menghasilkan dokumen Business Continuity Plan sebagai bentuk rancangan perbaikan dari 17 syarat yang belum terpenuhi tersebut. Dokumen Business Continuity Plan yang dirancang telah memberikan informasi penanganan dan pecegahan gangguan teknologi informasi ke dalam bentuk komite, alur komunikasi dan penanganan gangguan, daftar risiko dan tindakan korektifnya, form evaluasi performa teknologi informasi, dan gambaran umum skenario simulasi pelatihan
CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) BERDASARKAN ANALISIS BRAND EQUITY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN JUMLAH PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT MUJI RAHAYU SURABAYA
The purpose of this research was to arrange the effort of enhancing the amount of in-patient in Muji Rahayu Surabaya hospital based brand equity analysis and Customer Satisfaction Index (CSI). This study was an observational research with cross sectional arrangement which was done in February-June 2016 with questionnaire instrument. The sample collection technique was proportionate stratified random. The sample amount was 173 in-patients. The data was analyzed using analysis test of one-way ANOVA and Wilcoxon. Based on the research result it indicated that brand awareness of Muji Rahayu hospital was very bad whereas brand quality, brand association, brand relationship and brand loyalty were good. The research result indicated that inequity to all variable attributes i.e. brand awareness, brand quality, brand association, brand relationship and brand loyalty. It meant, there was differences appraisal to all nursing class. Based on the analysis test result of One-way ANOVA, there were significant differences of the doctor’s friendliness in giving response for illness complaint (Sig. = 0,035), the doctor’s friendliness in giving service (Sig.= 0,007), the doctor’s politeness in giving service (Sig.= 0,044), the room temperature (Sig.= 0,001), the room aroma (Sig. = 0,045), the cleanness of waiting room (Sig. = 0,039), the completeness of health instrument (Sig. = 0,013), the hospital reputation (Sig. = 0,013), the relationship between in-patient and the other patients who had treatment (Sig. = 0,003), the willingness or decision for the in-patient to use health service in Muji Rahayu Surabaya hospital although the price was more expensive than the other hospitals (Sig.= 0,049) to nursing class. Customer Satisfaction Index (CSI) patient in Muji Rahayu Surabaya hospital was 76,06%, it meant enough satisfaction. CSI patient to nursing class VIP was 78,27%, I was 75,31%, II was 76,12%, and III was 76,26%, its meant enough satisfaction. The recommendations given to Muji Rahayu hospital were promotion about the service kind, and give reward to doctor, nurse and all employees involved in giving service process who have very good performance, to improve or add fan and AC and provide room perfume in each room, to equip health instrument, name plate installed on road side, evaluation of the room rate, applying internal marketing and interactive marketing
USING INSTAGRAM VIDEO REELS TO IMPROVE STUDENTS’ GRAMMATICAL ACCURACY IN ENGLISH: AN EXPERIMENTAL STUDY AT A PRIVATE VOCATIONAL HIGH SHOOL IN PEKANBARU
ABSTRACT
Muji Rahayu, (2025): The Use of Instagram Videos to Improve Students' Grammar Accuracy in English: An Experimental Study at a Private Vocational High School in Pekanbaru.
This study aims to determine the significances of using Instagram Video Reels to Improve Grammatical Accuracy of students at Pekanbaru Vocational High Schools. This study is a quantitative method with an experimental research design. The data collection technique is a quasi-experiment. The population of the study was eleventh grade students of Pekanbaru Vocational High Schools, in the 2024/2025 academic year with a total of 34 students. The sample of this study was 34 students. The purposive sampling technique was used in this study. The instrument used to collect data in this study was a paragraph text creation test consisting of a pre-test and post-test. Quantitative data analysis shows that the Effect of Using Instagram Video Reels is an effective strategy in improving students' grammatical accuracy. The data analysis technique used is the Wilcoxon Signed Rank Test via SPSS 24. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test show that Sig. (2-tailed) 0.000 <0.050 which means there is a significant difference in students' grammatical accuracy. In conclusion, there is a significant influence on the grammatical accuracy of grade 11 students who are taught using and without using Instagram video reels at Pekanbaru Vocational High School
ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DENGAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Kasus pada Rumah Sakit MUJI RAHAYU Surabaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja rumah sakit Muji Rahayu
Surabaya dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja,
berdasarkan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan,
perspektif proses bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan cara dengan menganalisis data rumah sakit.
Pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi, kuesioner dan wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja rumah sakit Muji Rahayu Surabaya
dilihat dari perspektif keuangan dengan ukuran peningkatan pendapatan dan
efisiensi biaya mengalami kenaikan, maka dapat dikatakan baik. Perspektif
pelanggan dari ukuran peningkatan pasien mengalami kenaikan dan untuk ukuran
kepuasan pasien berada pada interval puas. Perspektif proses bisnis internal dari
inovasi dikatakan baik karena sudah membuat inovasi baru yaitu membuat jalur
pendaftaran poliklinik secara online melalui website sedangkan pada proses
operasional sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan lebih baik lagi untuk
pelayanan pasien. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dari ukuran retensi
karyawan mengalami peningkatan karena pada tahun 2017 tersebut bertepatan dengan adanya pendaftaran Pegawai Negeri Sipil, sedangkan untuk pelatihan karyawan mengalami peningkatan setiap tahunnya karena memiliki banyak jenis pelatihan. Dengan metode balanced scorecard penerapan misi sudah dapat dikatakan cukup baik karena misi merupakan realisasi dari visi.
Kata Kunci: Balanced scorecard, pengukuran kinerja, visi dan mis
FORMULASI GEL DENGAN BAHAN DASAR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilium L.) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
ABSTRAK
FORMULASI GEL DENGAN BAHAN DASAR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilium L.) UNTUK
PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
Oleh : Muji Rahayu
Luka bakar adalah kerusakan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Kemangi adalah salah satu bahan obat tradisional yang memiliki banyak manfaat anti-diabetik, anti-bakteri, anti-inflamasi, dan mempunyai efek aktivitas anti-oksidan. Daun kemangi mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, dan minyak atsiri yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Kandungan minyak atsiri berfungsi sebagai antibakteri, antimikroba, antiseptik, antiinflamasi, antioksidan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh "Gemangi” terhadap luka bakar. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Sediaan gel dibuat kedalam tiga variasi konsentrasi yaitu (5%, 10%, 15%). Selanjutnya gel yang dihasilkan diuji organoleptik dan uji fisik meliputi pH, daya sebar dan homogenitas untuk mengetahui kualitas produk. Hasil uji gel menghasilkan sediaan berbentuk setengah padat, berwarna putih hingga putih opak, dan memiliki aroma khas kemangi. Selanjutnya gel dan kontrol positif (Bioplacenton) di ujikan pada tiap-tiap kelompok percobaan, kemudian dibandingkan kemampuan peyembuhan lukanya. Hasil penelitian menunjukan pada perlakuan pengobatan menggunakan ekstrak daun kemangi perubahan luka mengecil perlahan-lahan. Pada konsentrasi 5%, 10% perubahan luka bakar mengecil 3,4 mm dan 1,2 mm, sedangkan pada konsentrasi 15% perubahan luka mengecil 0 mm, sedangkan kontrol positif mengecil menjadi 0 mm setelah pengujian selama 15 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah gel ekstrak daun kemangi dapat berkhasiat dalam penyembuhan luka bakar dengan konsentrasi optimum 15%.
Kunci : Gel, Daun Kemangi (Ocimum basilium L), Luka Bakar
iiiABSTRACT
THE GEL FORMULATION WITH BASIC INGREDIENTS OF
BASIL LEAF EXTRACT (Ocimum basilium L.)
FOR BURN HEALING
By: Muji Rahayu
Burns are damage caused by contact with heat sources such as fire, hot water, chemicals, electricity and radiation. Basil is one of the traditional medicinal ingredients that has many benefits such as anti- diabetic, anti-bacterial, anti-inflammatory, and has the effect of anti- oxidant activity. Basil leaves contain flavonoid compounds, tannins, saponins, and essential oils that can quicken wound healing. The content of essential oils functions as antibacterial, antimicrobial, antiseptic, anti-inflammatory, and antioxidant.
This study intentionally aimed to determine the effect of basil leaf extract gel on burns. It was an experimental research with a Completely Randomized Design (CRD).
Gel preparations were made into three variations in concentration of 5%, 10%, and 15%. Furthermore, the resulting gel was tested for organoleptic and physical tests including pH, dispersion and homogeneity to find out the product quality. The results of the gel test resulted in a semi-solid form, being white to opaque white, and having a characteristic basil aroma. Further, the gel and a positive control (Bioplacenton) were tested in each experimental group, then compared their wound healing abilities. The findings evidently revealed that in the treatment using basil leaf extract, the wound change slowly decreased. At a concentration of 5% and 10%, the burn changes decreased to 3.4 mm and 1.2 mm; while at a concentration of 15%, the wound changes decreased to 0 mm; besides, the positive control decreased to 0 mm after testing for 15 days. The conclusion of this study is that basil leaf extract gel can be efficacious in healing burns with an optimum concentration of 15%.
Keywords : Gel, Basil leaf (Ocimum basilium L.), Bur
PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, DAN PARTISIPASI GURU DALAM KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU, SERTA PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN TEGAL
Muji Rahayu, 2024. “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Partisipasi Guru Dalam Kegiatan Kelompok Kerja Guru, serta Pemanfaatan Flatform Merdeka Mengajar Terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Tegal”. Tesis Program Studi Magister Pedagogi, Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbng I Prof. Dr. Sitti Hartinah DS., MM., Pembimbing II Dr. Maufur, M.Pd.
Kata Kunci: Supervisi Kepala Sekolah, Partisipasi Guru, KKG, Pemanfaatan PMM, Profesionalisme Guru.
Supervisi Kepala Sekolah, Partisipasi Guru dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar di Kabupaten Tegal telah berjalan dengan baik, walaupun wilayah Kabupaten Tegal terbagi menjadi dua yaitu yang berada di daerah pegunungan dan yang berada di dataran rendah, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun demikian masih terdapat kesenjangan antara kondisi di lapangan dengan yang semestinya diperoleh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap profesionalisme guru, 2) pengaruh partisipasi guru dalam kelompok kerja guru (KKG) terhadap profesionalisme guru, dan 3) pemanfaatan platform merdeka mengajar (PMM) terhadap profesionalisme guru, serta 4) supervisi kepala sekolah, partisipasi guru dalam kelompok kerja guru, dan pemanfaatan platform merdeka mengajar terhadap profesionalisme guru sekolah dasar di kabupaten tegal. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data mnggunakan kuisioner/angket, dokumentasi dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah guru sekolah dasar di kabupaten Tegal yang berjumlah 5.762 orang. Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas dan Reliabilitas, Statistik Deskriptif, Analisis Kuantitatif.
Beberapa simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah 1) Supervisi Kepala Sekolah berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru, 2) Partisipasi Guru Dalam KKG berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru, 3) Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru, 4) Supervisi Kepala Sekolah, Partisipasi Guru dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar secara bersama-sama dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap profesioalisme guru
Hubungan Antara Persepsi Karyawan Terhadap Gaya Kepemimpinan Partisipatif Atasan Dengan Kinerja Karyawan Di Rs Muji Rahayu Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dengan kinerja karyawan. Teori persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan merupakan proses dimana seseorang memberi nilai atau makna pada gaya kepemimpinan yang digunakan oleh atasannya, atasan harus meminta ide dan saran dari bawahan dan mengundang partisipasi karyawan dalam keputusan yang secara langsung mempengaruhi karyawan. Sedangkan, teori kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah catatan dari hasil kerja yang dihasilkan pada pekerjaan atau kegiatan tertentu selama periode waktu tertentu.
Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang karyawan yang bekerja di RS Muji Rahayu Surabaya. Alat pengumpul data berupa skala persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan yang terdiri dari 34 butir dan skala kinerja karyawan yang terdiri dari 23 butir. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program statistik SPSS 16.0 for Windows.
Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai korelasi antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dan kinerja karyawan dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.000 dengan p ≤ 0,05 dan r sebesar 0,780. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dengan kinerja karyawan dengan arah hubungan yang positif, yang artinya semakin tinggi gaya kepemimpinan partisipatif yang digunakan atasan, maka semakin tinggi pula kinerja yang akan dihasilkan oleh para karyawan
Hubungan antara Persepsi Karyawan terhadap Gaya Kepemimpinan Partisipatif Atasan dengan Kinerja Karyawan di RS Muji Rahayu Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dengan kinerja karyawan. Teori persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan merupakan proses dimana seseorang memberi nilai atau makna pada gaya kepemimpinan yang digunakan oleh atasannya, atasan harus meminta ide dan saran dari bawahan dan mengundang partisipasi karyawan dalam keputusan yang secara langsung mempengaruhi karyawan. Sedangkan, teori kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah catatan dari hasil kerja yang dihasilkan pada pekerjaan atau kegiatan tertentu selama periode waktu tertentu.
Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang karyawan yang bekerja di RS Muji Rahayu Surabaya. Alat pengumpul data berupa skala persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan yang terdiri dari 34 butir dan skala kinerja karyawan yang terdiri dari 23 butir. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program statistik SPSS 16.0 for Windows.
Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai korelasi antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dan kinerja karyawan dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.000 dengan p ≤ 0,05 dan r sebesar 0,780. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi karyawan terhadap gaya kepemimpinan partisipatif atasan dengan kinerja karyawan dengan arah hubungan yang positif, yang artinya semakin tinggi gaya kepemimpinan partisipatif yang digunakan atasan, maka semakin tinggi pula kinerja yang akan dihasilkan oleh para karyawan
- …
