7 research outputs found
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19
Pada situasi pandemi Covid-19 seperti ini, proses belajar mengajar diselenggarakan secara online tentu memiliki berbagai dampak. Banyak sekali kendala yang timbul akibat dari diberlakukannya pembelajaran daring. Salah satunya yaitu, ketidaksiapan guru dan peserta didiknya dilihat dari segi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemerolehan data dilaksanakan dengan cara mengirim pertanyaan dalam bentuk kuisioner secara online. Sampel dari penelitian ini, yaitu 1 orang guru dan 39 orang peserta didik di Sekolah Dasar yang ada di Jawa Barat. Lokasi dari penelitian ini sebagian besar berada di daerah Bandung, Jawa Barat. Hasil dari pengumpulan informasi tersebut memberikan representasi mengenai pengaruh pembelajaran daring terhadap kesehatan mental peserta didik di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian, dari sudut pandang guru memaparkan bahwa pembelajaran daring ini di sisi lain bisa mengefektifkan dan mengefisiensikan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai media yang sudah disediakan oleh pihak sekolah maupun dari pihak guru itu sendiri. Namun dari sudut pandang peserta didik, tidak semua dari mereka bisa menerima dengan lapang dada arahan dan bimbingan dari gurunya. Sebagian kecil peserta didik merasa tertekan akan adanya tugas yang diberikan pada setiap pertemuan pembelajaran daring. Beberapa dari peserta didik memiliki kecenderungan ketidaksiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran daring
Islamic Education Learning Design Based on "Sistem Among"
Today, the Islamic education learning design tends teacher centered so the end result only transfer of knowledge. One learning design that can be applied in teaching of Islamic education is Sistem Among. Sistem Among created by Ki Hajar Dewantara an education system which is implemented by providing the freedom for students to act freely based on the rules, including the Quran and Hadith. So, the system can develop a sense of confidence, aspirations and activities of students. Sistem Among consists of three principles, That is nontoni (observe), niteni (recall/memorize), and nirokaken (imitated). Sistem Among aims to build students to be faithful and devoted man, physically and spiritually independent, virtuous, intelligent and skilled, physically and mentally healthy, to become a good citizenship, responsible for religion, and welfare homeland. The formulation of the problem to be discussed is how to design of Islamic education learning with Sistem Among. Three basic principles of Sistem Among require active participation and appreciative of teachers in Islamic education. Thus, This system is expected to bring forth a superior muslim, competent, and able to actualize the values of Islam rahmatan lil Alamin
Islamic Education Learning Design Based on "Sistem Among"
Today, the Islamic education learning design tends teacher centered so the end result only transfer of knowledge. One learning design that can be applied in teaching of Islamic education is Sistem Among. Sistem Among created by Ki Hajar Dewantara an education system which is implemented by providing the freedom for students to act freely based on the rules, including the Quran and Hadith. So, the system can develop a sense of confidence, aspirations and activities of students. Sistem Among consists of three principles, That is nontoni (observe), niteni (recall/memorize), and nirokaken (imitated). Sistem Among aims to build students to be faithful and devoted man, physically and spiritually independent, virtuous, intelligent and skilled, physically and mentally healthy, to become a good citizenship, responsible for religion, and welfare homeland. The formulation of the problem to be discussed is how to design of Islamic education learning with Sistem Among. Three basic principles of Sistem Among require active participation and appreciative of teachers in Islamic education. Thus, This system is expected to bring forth a superior muslim, competent, and able to actualize the values of Islam rahmatan lil Alamin
Islamic Education Learning Design Based on "Sistem Among"
Today, the Islamic education learning design tends teacher centered so the end result only transfer of knowledge. One learning design that can be applied in teaching of Islamic education is "Sistem Among". "Sistem Among" created by Ki Hajar Dewantara an education system which is implemented by providing the freedom for students to act freely based on the rules, including the Quran and Hadith. So, the system can develop a sense of confidence, aspirations and activities of students. "Sistem Among" consists of three principles, That is "nontoni" (observe), "niteni" (recall/memorize), and "nirokaken" (imitated). "Sistem Among" aims to build students to be faithful and devoted man, physically and spiritually independent, virtuous, intelligent and skilled, physically and mentally healthy, to become a good citizenship, responsible for religion, and welfare homeland. The formulation of the problem to be discussed is how to design of Islamic education learning with "Sistem Among". Three basic principles of "Sistem Among" require active participation and appreciative of teachers in Islamic education. Thus, This system is expected to bring forth a superior muslim, competent, and able to actualize the values of Islam "rahmatan lil alamin"
Islamic Education Learning Design Based on "Sistem Among"
Today, the Islamic education learning design tends teacher centered so the end result only transfer of knowledge. One learning design that can be applied in teaching of Islamic education is "Sistem Among". "Sistem Among" created by Ki Hajar Dewantara an education system which is implemented by providing the freedom for students to act freely based on the rules, including the Quran and Hadith. So, the system can develop a sense of confidence, aspirations and activities of students. "Sistem Among" consists of three principles, That is "nontoni" (observe), "niteni" (recall/memorize), and "nirokaken" (imitated). "Sistem Among" aims to build students to be faithful and devoted man, physically and spiritually independent, virtuous, intelligent and skilled, physically and mentally healthy, to become a good citizenship, responsible for religion, and welfare homeland. The formulation of the problem to be discussed is how to design of Islamic education learning with "Sistem Among". Three basic principles of "Sistem Among" require active participation and appreciative of teachers in Islamic education. Thus, This system is expected to bring forth a superior muslim, competent, and able to actualize the values of Islam "rahmatan lil alamin"
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PERSPEKTIF GURU
Pada situasi pandemi Covid-19, berbagai kendala dan hambatan timbul akibat dari diterapkannya pembelajaran daring menggunakan model pembelajaran terpadu. Faktor penyebabnya yaitu ketidaksiapan guru sedari awal dalam menerapkan pembelajaran terpadu harus dibarengi dengan penerapan pembelajaran daring akibat pandemi. Berdasarkan hasil pengolahan data dalam penelitian keefektifan penerapan pembelajaran terpadu selama pandemi pun cenderung tidak selalu terlaksana sesuai rencana yang mengakibatkan tujuan pembelajaran seringkali tidak tercapai. Adapun beragam upaya yang para guru lakukan sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai, seperti kelas tambahan, pendataan fasilitas yang menunjang peserta didik melakukan pembelajaran daring, mengarahkan peserta didik melakukan suatu proyek, melakukan belajar kelompok, dan bimbingan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyebarkan angket kepada pendidik yang ada di wilayah Jawa Barat untuk memperoleh data mengenai keefektifan pelaksanaan pembelajaran terpadu selama masa pandemi. Hasil dari penelitian ini, yaitu penerapan pembelajaran terpadu di tengah pandemi COVID-19 memang menjadi tantangan tersendiri baik bagi guru maupun peserta didik. Pembelajaran terpadu yang menekankan pengalaman peserta didik secara langsung menjadi terhambat dengan diberlakukannya pembelajaran daring. Hambatan tersebut diantaranya, yaitu dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan pendidik maupun peserta didiknya, efisiensi waktu, pembelajaran daring, pelaksanaan pembelajarannya, motivasi belajar dari peserta didik, komunikasi antara pendidik dengan peserta didik, juga kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami materi
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PERSPEKTIF GURU
Pada situasi pandemi Covid-19, berbagai kendala dan hambatan timbul akibat dari diterapkannya pembelajaran daring menggunakan model pembelajaran terpadu. Faktor penyebabnya yaitu ketidaksiapan guru sedari awal dalam menerapkan pembelajaran terpadu harus dibarengi dengan penerapan pembelajaran daring akibat pandemi. Berdasarkan hasil pengolahan data dalam penelitian keefektifan penerapan pembelajaran terpadu selama pandemi pun cenderung tidak selalu terlaksana sesuai rencana yang mengakibatkan tujuan pembelajaran seringkali tidak tercapai. Adapun beragam upaya yang para guru lakukan sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai, seperti kelas tambahan, pendataan fasilitas yang menunjang peserta didik melakukan pembelajaran daring, mengarahkan peserta didik melakukan suatu proyek, melakukan belajar kelompok, dan bimbingan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyebarkan angket kepada pendidik yang ada di wilayah Jawa Barat untuk memperoleh data mengenai keefektifan pelaksanaan pembelajaran terpadu selama masa pandemi. Hasil dari penelitian ini, yaitu penerapan pembelajaran terpadu di tengah pandemi COVID-19 memang menjadi tantangan tersendiri baik bagi guru maupun peserta didik. Pembelajaran terpadu yang menekankan pengalaman peserta didik secara langsung menjadi terhambat dengan diberlakukannya pembelajaran daring. Hambatan tersebut diantaranya, yaitu dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan pendidik maupun peserta didiknya, efisiensi waktu, pembelajaran daring, pelaksanaan pembelajarannya, motivasi belajar dari peserta didik, komunikasi antara pendidik dengan peserta didik, juga kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami materi
