13 research outputs found

    1  FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN DAN REPRESENTASI IDEOLOGI PATRIARKI (SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS DAN SEMIOTIKA)

    No full text
    Film Perempuan Berkalung Sorban adalah sebuah film yang mengangkat realitas sosial tentang senjangnya posisi perempuan dalam kehidupan budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teks film PBS dan pelaku produksi film mengkonstruksi ideologi patriarki dalam film PBS secara implisit. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menggali pandangan masyarakat mengenai ideologi patriarki dan bagaimana ideologi patriarki dikonstruksikan sebagai sebuah wacana dalam film PBS. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat struktur visualisasi film PBS yang menggambarkan ideologi patriarki serta makna yang dihasilkan melalui film PBS. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, dengan metode analisis wacana kritis, model Teun van Djik dan analisis semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisisnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara dan pengumpulan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa realitas yang diberikan dalam teks film PBS tentang ideologi patriarki bukanlah sesuatu yang diambil apa adanya, melainkan terkonstruksi secara nyata oleh pelaku produksi film. Teks film PBS dikonstruksikan sebagai ideologi patriarki secara implisit terhadap tujuh belas teks adegan dalam film. Penggunaan teks serta visualisasi digambarkan dalam simbol-simbol budaya Islam

    Pemanfaatan Thermal Unit Untuk Menentukan Waktu Panen Tanaman Baby Wortel (Daucus carota L.) Dengan Menggunakan Varietas dan Mulsa yang Berbeda

    No full text
    Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman yang dikenal luas di Indonesia dan prospek pengembangan tanaman ini cukup baik. Wortel dikenal hampir di setiap negara, termasuk indonesia. Sayuran ini cukup populer di kalangan masyarakat. Umur panen wortel tergantung pada jenisnya. Umbi wortel lokal dapat dipanen sekitar umur 90-97 hari setelah tanam. Sedangkan wortel varietas hibrida seperti kuroda memiliki umur panen 110 hari setelah tanam (Cahyono, 2012). Namun untuk baby carrot ukuranya cukup mungil, panjang sekitar 10 cm dengan diameter 2-4 cm. panen dilakukan saat wortel berumur 60 hari setelah tanam. Di Indonesia baby carrot diartikan sebagai wortel biasa yang dipanen lebih cepat. Sebenarnya selain dipanen lebih muda, konsumen luar negeri menghendaki jenis wortel yang dijadikan baby carrot adalah jenis yang kulitnya tidak terlalu kuning tua (Rahayu dan Sunarjono, 2003). Perbedaan varietas pada tanaman wortel dapat mempengaruhi nilai Heat Unit yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut juga berbeda. Karena adanya perbedaan gen dan masa dormansi pada setiap varietas yang berbeda. Varietas yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah varietas kuroda, gerada, dan morelia. Mulsa jerami dapat dimanfaatkan untuk tiap jenis tanah dan tanaman. Karena mulsa jerami juga dapat menekan tumbuhnya gulma. Sekarang ini mulsa plastik hitam perak telah diterapkan secara luas, karena warna perak dapat memantulkan cahaya matahari sehingga energi cahaya matahari yang diterima oleh tanaman lebih besar (Dewanti, 2009). Menurut Sugito (2012), Satuan panas atau heat unit adalah jumlah jumlah panas yang dibutuhkan tanaman selama siklus hidupnya. Satuan panas tidak sama untuk setiap jenis tanaman. Pada tanaman yang sama, umur panen akan lebih panjang bila ditanam pada daerah yang bersuhu rendah karena untuk mendapatkan sejumlah satuan panas tertentu dibutuhkan waktu yang lebih lama. Jadi, kegunaan praktis dari satuan panas ini adalah untuk meramal saat panen yang tepat setelah mengetahui secara umum berdasarkan suhu atau insolasi yang ada. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari nilai thermal unit yang dibutuhkan pada saat panen dengan perlakuan mulsa dan varietas yang berbeda dan untuk mendapatkan hasil panen terbaik dari perlakuan varietas dan mulsa yang berbeda. Hipotesis penelitian ini ialah dengan pemberian mulsa plastik hitam perak dan varietas kuroda membutuhkan nilai heat unit rendah dan pemberian mulsa plastik hitam perak dan varietas kuroda menghasilkan produksi yang paling bagus. Penelitian ini dilakukan di lahan sewa pertanian di Desa Pandanrejo Dukuh Ngujung Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Malang pada bulan April hingga Juni 2014. Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, oven, kamera, cangkul, meteran, alat tugal, tali rafia, termometer. Bahan yang digunakan ialah benih wortel varietas kuroda, gerada, dan morelia, jerami padi, mulsa plastik hitam perak, Pupuk Urea, TSP, KCl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana, dengan menempatkan 9 kombinasi perlakuan yaitu P1 : Varietas kuroda, tanpa mulsa P2 : Varietas gerada, mulsa jerami, P3 : Varietas morelia, mulsa plastik hitam perak P4 : Varietas gerada, tanpa mulsa P5 : Varietas gerada, mulsa jerami P6 : Varietas gerada, mulsa plastik hitam perak P7 : Varietas morelia, tanpa mulsa P8 : Varietas morelia, mulsa jerami P9 : Varietas morelia, mulsa plastik hitam perak. Perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan kombinasi perlakuan. Pengamatan yang dilakukan terbagi menjadi 2 komponen utama yaitu pengamatan tanaman dan cuaca. Pengamatan tanaman meliputi pengamatan Thermal Unit, pengamatan non destruktif (tinggi tanaman dan jumlah daun) pengamatan dekstruktif (ILD, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, panen) dengan mengambil 2 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hst, 35 hst, 49 hst, 63 hst, dan panen sekitar (65hst). Pengamatan panen yaitu meliputi Bobot segar tanaman total (g.tan-1), Bobot segar konsumsi (g.tan-1), dan indeks panen. Untuk pengamatan cuaca parameter yang digunakan adalah Curah hujan (mm), Radiasi matahari, Suhu tanah (0C), Suhu rata-rata harian (0C). Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data (uji F) dengan taraf 5%. Apabila dalam analisis ragam terdapat beda nyata, maka dilakukan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan mulsa anorganik memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan meningkatkan produksi baby wortel dibandingkan perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami. Penggunaan mulsa plastik hitam perak dengan varietas kuroda memperoleh nilai thermal unit terendah yaitu sebesar 795.25 Cdo dengan bobot segar total tanaman tertinggi yaitu sebesar 913.00 gr dan bobot segar konsumsi tertinggi yaitu sebesar 69.13 gr. Kemudian nilai thermal unit tertinggi yang dibutuhkan baby wortel yaitu pada perlakuan P7, P8, dan P9 dengan nilai thermal unit sebesar 872.35 Cdo. Nilai bobot segar total tanaman terendah yaitu pada perlakuan P7 sebesar 578.00 gr dan bobot segar konsumsi terendah yaitu pada perlakuan P2 dan P7 sebesar 48.96 gr dan 49.04 gr

    Deveelopmnt of Augmented Reality-Based Learning Media in Grade II Elementary School

    No full text
    This research uses the R&D (Research and Development) method. The application development process uses the ADDIE development model. Data collection techniques use observation techniques, interviews, questionnaires, and pretest-posttest questions. After media product development, validation tests by media and material experts, and product implementation in the implementation of learning in grade II SD N Nirmala, the results showed that Augmented Reality-based fractional learning media in grade 2 elementary school material developed was suitable for use as learning media. This learning media can increase the understanding of grade 2 elementary school students about the basic concept of fractions. With this media, students become more enthusiastic in participating in learning activities

    Dongeng sebagai Media Pembentuk Karakter Anti Perundungan pada Anak Usia Dini

    No full text
    Kasus bullying (perundungan) masih kerap ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan sangat beragam, salah satunya adalah konten bacaan atau hiburan yang diberikan kepada anak. Dongeng dapat dimaafatkan sebagai stimulus pada anak untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan nilai-nilai karakter dalam dongeng Sanggau yang tercantum dalam buku Corita Muntuh Sanggau (Kumpulan Cerita Rakyat Sanggau) yang diharapkan mampu mencegah kasus perundungan pada anak. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kata, klausa, kalimat, atau paragraf yang merujuk pada nilai karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dongeng di Sanggau, ditemukan beberapa nilai karakter yaitu nilai karakter toleransi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, dan peduli sosial yang diharapkan mampu mencegah perilaku perundungan pada anak usia dini

    Analysis of Anxiety and Self-Efficacy on Athlete Performance in Pencak Silat CompetitionsAnalysis of Anxiety and Self-Efficacy on Athlete Performance in Pencak Silat Competitions

    No full text
    Several factors affect peak performance for athletes and include match anxiety and self-efficacy. The purpose of this study was to determine the analysis of competition anxiety and self-efficacy on athletes\u27 peak performance in pencak silat matches. This study uses a mixed methods design to provide analyses related to competition anxiety, self-efficacy and peak performance in athletes in pencak silat competitions. The research subjects were taken using puposive sampling technique involving 42 teenage pencak silat athletes at regional student sports week District Level who came from Public Vocasional School 3 Purwokerto, Public Islamic Senior High School Purbalingga, Vocational School Muhamadiyah Bobotsari, Public Senior High School 2 Purbalingga and Islamic Integrated Senior High School Nurul Ihsan. Data were obtained through questionnaires on competition anxiety, self-efficacy and peak performance. Qualitative data analysis involves collecting, presenting, and drawing conclusions while quantitative data analysis uses Rank Spearman data analysis techniques. The results showed that the relationship or correlation of anxiety competing with peak performance got a correlation coefficient of 0.701, while the relationship or correlation of self-efficacy with peak performance got a greater correlation coefficient of 0.830. So the hypothesis that states there is a relationship between competition anxiety and self-efficacy with peak performance of martial arts athletes is accepted. Conclusion: (1) Based on the results of the correlation coefficient value obtained, it can be interpreted that the two variables have very strong relationship results. (2) The correlation coefficient value of self-efficacy is greater than the anxiety of competing, meaning that the self-efficacy variable is more influential on the peak performance of athletes in pencak silat matches compared to the variable anxiety of competing

    RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON MUDA TERHADAP PUPUK DAN LEGIN, SERTA PERKEMBANGAN PENYAKIT KARAT TUMOR TERHADAP FUNGISIDA DI AREAL EPIDEMI

    No full text
    At this time, sengon gets a great attention related to the fungi causing gall rust disease, Uromycladium tepperianum. The rust fungus is an obligate parasites, that is able to grow and complete its entire live cycle on the living host. This fungus quickly attacks when sengon plants are still seedling, especially if the plants are in the epidemic areas. This study had been conducted in the epidemic area of gall rust disease in Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Treatments were arranged in Split-Plot design, consisting of two main plots i.e. without fungicides and with fungicide. The main plots were then divided into six sub-plots, i.e. application compost, SP36, legin, compost+legin, SP36+legin and control. Sample unit for each subplot in each replication was 4 plants of sengon. Layout was arranged in randomized complete block design (RCBD) with four blocks as replications, so overall there are 192 sample units. The results showed that fertilization did not significantly affect plant height growth after 8 weeks in the epidemics area of gall rust disease. Successively, weekly height growth in compost treatment was 0.3-4cm, SP36 0.4-3.8cm, legin 0.3-4cm, compost+legin 0.125-3cm and SP36+Legin 0.2-4.2cm. Disease incidence and severity tended to increase in all treatments until week eight. The disease incidence without fungicide treatment ranged between 48.95%-64.6% and with fungicide 51.6%-63.02%. The disease severity in the leaf and shoots without fungicide treatment ranged from 26.8%-55.5% and 1%-6.25%. The disease severity in the leaf and shoots with fungicide treatment ranged between 27.6%- 53.1% and 1%-3.2%. The disease severity in whole sengon without fungicide treatment ranged from 8.25% -17.82%, and with fungicide 8.5% -16.56%

    White Collar Crime Dalam Ecommerce Di Era Revolusi Industri

    No full text
    Cases of white collar crime that occurred in Indonesia are divided into several fields, namely trade, industry, and finance. The case of white collar crime (WCC) in the trade sector is currently on the rise. This research uses an exploratory method. This study tries to explore further about the object under study using an empirical juridical research approach (socio legal research). The author hopes that if there is a similar problem, it can be solved in the best way. Have the same vision about eradicating white collar crime in e-commerce. Requires collaboration between members in making research PKM with the title "White Collar Crime in E-commerce in the Industrial Revolution Era 4.0

    Pendampingan Pembuatan Video Pembelajaran

    No full text
    Pendidikan pada abad ke 21 ini penuh tantangan, khususnya bagi guru. Tantangan yang dihadapi salah satunya pada dunia teknologi, teknologi berkembang sangat pesat, serta berperan penting dalam dunia pendidikan saat ini. Perkembangan teknologi tentunya membuat guru merasa dituntut melek teknologi agar mereka tidak ketinggalan zaman dan tentunya guru yang melek teknologi dapat memberikan suatu proses pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa. Selain itu guru dapat membantu siswa menjadi kolaboratif, pemecah masalah, pelajar kreatif melalui penggunaan TIK sehingga dapat menyiapkan mereka siap kerja.[1] Melek teknologi menjadi keharusan di saat proses pembelajaran berubah semenjak tahun 2019, dimana seluruh dunia digemparkan oleh virus covid-19. Akibat adanya virus corona ini khususnya dunia pendidikan telah dialihkan pada pembelajaran online. Pembelajaran online ini tentunya dilakukan oleh seluruh stekholder pendidikan. Adapun menurut Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim mengimbau bahwa proses pembelajaran harus dilakukan secara online mengingat jumlah pasien covid-19 terus meningkat, adapun sesuai nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 terkait pembelajaran Daring dan Bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan Penyebaran Covid-19. Peran guru dalam pembelajaran daring ini sangat penting. Dimana proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar dibutuhkan guru-guru yang kreatif dan guru yang pandai teknologi. Pendampingan video pembelajaran merupakan proses dapat dilalui oleh setiap pengajar. Dan proses pelatihan ini sangat membantu bagaimana proses pembelajaran yang dimaksud. Sehingga guru-guru tidak lagi kesulitan dalam mengembangkan dan menjalani proses pembelajaran yang bervariasi. Ditambah lagi dengan kemajuan tekhnologi yang berkembang sangat pesat// sehingga mampu mewujudkan pendidikan yang lebih berkualita
    corecore