1,720,970 research outputs found

    Pengaruh Model Student Teams-Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XII SMA PGRI 4 Padang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams-Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas XII SMA PGRI 4 Padang semester genap tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di SMA PGRI 4 Padang. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII SMA PGRI 4 Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII IS 1 sebagai kelas eksperimen dengan treatmen model pembelajaran Student Teams-Achievement Division (STAD) dan XII IS 2 sebagai kelas kontrol dengan treatmen model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 83,60 sedangkan pada kelas kontrol 77,33. Dari uji analisis data didapatkan bahwa data normal dan homogen. Hasil pengujian pada taraf signifikansi α 0,05 (taraf kepercayaan 95%) didapatkan nilai thitung = 2,736 dan ttabel = 1,672 sehingga diperoleh thitung> ttabel (2,736 > 1,672). Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi, kesimpulannya adalah terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams-Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XII SMA PGRI 4 Padang semester genap tahun ajaran 2014/2015

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR (STUDI KASUS KELAS X SMK NEGERI 8 PADANG)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dialami siswa dalam proses pembelajaran, yang berkaitan dengan metode belajar dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Creative Problem Solving terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 8 Padang semester genap tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jumlah populasi 71 orang. Sampel dipilih dengan teknik random sampling, siswa dengan kelas X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode pembelajaran Creative Problem Solving dan kelas kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar Kelas X TKJ SMK Negeri 8 Padang semester genap tahun pelajaran 2017/2018, dengan arti kata hasil belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran konvensional

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR FOTOGRAFI (Studi Kasus Kelas X Multimedia SMK N 2 Pulau Punjung)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap hasil belajar Fotografi kelas X Multimedia. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pulau Punjung semester genap tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini, siswa kelas X MM2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MM3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa kelas eksperimen 21 siswa dan jumlah siswa kelas kontrol 21 siswa. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelas kontrol diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Berdasarkan hasil penelitian, hasil pengujian pada taraf signifikansi α 0,05 (pada taraf 5%) didapatkan nilai thitung = 7,082 dan ttabel = 2,021 sehingga diperoleh thitung>ttabel (7,082 > 2,021). Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap hasil belajar Fotografi kelas X Multimedia di SMK Negeri 2 Pulau Punjung tahun ajaran 2016/2017.Kata kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw II, Hasil Belaja

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL ( STUDI KASUS KELAS X SMK-SMAK PADANG )

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Validitas, Praktikalitas dan Efektifitas Perancangan dan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X SMK-SMAK Padang Semester Ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research & Development). Subjek penelitian berjumlah 32 orang terdiri dari 31 siswa dan 1 orang guru SMK-SMAK Padang. Metode penelitian ini menggunakan analisis (4-D model), dengan desain dan langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut. (1) Define, (2) design, (3) development, dan (4) disseminate. Hasil uji validitas oleh para ahli secara keseluruhan penilaian uji validator terhadap Media Pembelajaran Berbasis Android pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X SMK-SMAK Padang Semester Ganjil sebesar 89,33%, sehingga tingkat validitas dapat di interprestasikan sangat valid digunakan. Hasil penilaian uji praktikalitas secara keseluruhan penilaian praktikalitas terhadap Media Pembelajaran Berbasis Android pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X SMK-SMAK Padang Semester Ganjil sebesar 86,88%, sehingga tingkat praktikalitasnya dapat di interprestasikan sangat praktis digunakan. Hasil penilaian uji efektifitas secara keseluruhan penilaian efektifitas terhadap Media Pembelajaran Berbasis Android pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X SMK-SMAK Padang Semester Ganjil sebesar 87,42% sehingga tingkat efektifitasnya dapat di interprestasikan sangat efektif digunakan. Berdasarkan penilaian beserta masukan ahli serta hasil dari uji coba lapangan media pembelajaran berbasis android sebagai media pembelajaran sudah teruji kelayakan, keunggulan, dan dapat digunakan pada proses pembelajaran pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X SMK-SMAK Padang

    KONTRIBUSI KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP SIKAP BELAJAR SISWA TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

    Full text link
    Abstrak ─ Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kontribusi kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa terhadap sikap belajar siswa TKJ mata pelajaran instalasi software siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Padang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) kecerdasan emosional berkontibusi terhadap sikap belajar, (2) motivasi belajar berkontribusiterhadap sikap belajar, dan (3) kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama berkontribusi terdapat sikap belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Teknik Komputer Jaringan ( TKJ ) yang mengambil mata pelajaran Instalasi Software pada tahunajaran 2014 / 2015 berjumlah 56 orang. Semua populasi dijadikan sampel sehingga penelitian ini dinamakan juga penelitian populasi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa (1) kecerdasan emosional berada dalam kategori baik dibuktikan dengan tingkat capaian responden sebesar 79.30%, (2) motivasi belajar berada dalam kategori kurang dibuktikan dengan tingkat capaian responden 85.2 %, dan (3) sikap belajar siswa berada dalam kategori sedang dibuktikan dengan tingkat capaian responden sebesar 83.29%. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh : (1) kecerdasan emosional berkontribusi terhadap sikap belajar siswa sebesar 61.3 %, (2) motivasi belajar berkontribusiterhadap sikap belajar siswa sebesar 49.6%, dan (3) kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama berkontribusi terhadap sikap belajar sebesar 67.2%. Sikap belajar siswa dapat ditentukan oleh kontribusi dari kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa. Kecerdasan emosional mempunyai kontribusi yang signifikan sehingga siswa yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi akan berpengaruh terhadap sikap belajarnya yang meningkat. Kemudian faktor motivasi belajar juga memegang peranan penting dalam penentuan sikap belajar siswa, dimana siswa yang memiliki motivasi akan dapat meningkatkan sikap belajarnya kearah yang lebih baik.Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Motivasi Belajar, Sikap Belaja

    A needs analysis of mobile game-based learning media for visual communication design in Padang vocational schools

    No full text
    This study aims to reveal the need for mobile game-based learning media (MGBLM) in the visual communication design (VCD) subject in vocational high schools. This study employs a quantitative descriptive approach using a survey administered to two groups of respondents: 12 VCD teachers and 255 students from 12 public and private vocational high schools in Padang during the odd semester of the 2024/2025 academic year. Data were collected via a Likert-scale questionnaire and analyzed descriptively, with percentages reported. The study results indicate a high level of need: 96% of teachers and 94% of students rated the integration of MGBLM in the VCD learning process as very high. The study also found that teachers fully agree that mobile-based learning media should align with curriculum objectives and support student engagement through interactive visual learning. Similarly, more than 90% of students agreed or strongly agreed that they needed mobile game-based learning media that suited their learning styles and supported independent and enjoyable VCD learning. These findings emphasize the importance of developing mobile game-based learning media tailored to the needs of vocational high school students, especially in creative subjects such as visual communication design. These results serve as a foundation for further development of educational media using structured models such as Hanafin and Peck. This study is unique because it explicitly maps the needs for mobile game-based learning in the VCD subject, an area that has been rarely explored in Indonesian vocational schools

    Pengaruh Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment And Satisfaction (ARIAS) Terhadap Hasil Belajar TIK (Case study of class X SMK Negeri 9 Padang)

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the effect of assurance, relevance, interest, assessment and satisfaction (ARIAS) learning models on ICT learning outcomes in class X SMA Negeri 4 Padang even semester of the 2018/2019 academic year. The research method used was a quasi-experimental, sampling technique using purposive sampling. The sample in this study were students of class X MIPA 5 as an experimental class and class X MIPA 1 as a control class with the number of students in each class 32. The experimental class was treated with the application of assurance, relevance, interest, assessment and satisfaction (ARIAS) learning models and control class given conventional learning treatment. The research instrument used was a multiple choice test.The results of the study, obtained an average value of the experimental class was 83.37 and the average value of the control class was 78.75. From the test results at the significance level α 0.05 (at 5% level), the value of tcount = 2.980 and ttable = 1.669 so that it was obtained tcount> ttable (2.980> 1.669). Thus H0 is rejected and H1 is accepted, which means that the application of the Assurance, relevance, interest, assessment and satisfaction (ARIAS) learning model has a positive effect on the learning outcomes of class X ICT in SMA Negeri 4 Padang even semester of the 2018/2019 school year

    HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian korelasional.Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X TKJ di SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling.Yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 76orang siswa.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data yang normal dan linier. Hasil pengujian pada taraf signifikansi 0,05 (taraf kepercayaan 95%), didapatkan nilai rx1y sebesar 0,491 dengan rtabel sebesar 0,2256, karena rhitung>rtabel maka hipotesis pertama diterima. Selanjutnya nilai rx2y sebesar 0,492 dengan rtabel sebesar 0,2256, karena rhitung>rtabel maka hipotesis kedua diterima. Selanjutnya nilai rx1x2y sebesar 0,50 dengan rtabel sebesar 0,2256, karena rhitung>rtabel maka hipotesis ketiga diterima. Dan didukung nilai Fhitung sebesar 41,67 dengan Ftabel sebesar 3,120, sehingga diperoleh Fhitung>Ftabel (41,67>3,120). Dengan demikian hipotesis ketiga diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar dan lingkungan sekolah secara bersama-sama terhadap hasil belajar Komputer dan Jaringan Dasar siswa kelas X TKJ di SMKN 1 Sintuk Toboh Gadan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore