1,721,412 research outputs found

    Integrating Game-based Interactive Media as Instructional Media: Students' Response

    Get PDF
    Instructional media functioning to deliver the lesson has a very important role. There are a lot of instructional media used in learning process; one of those is interactive multimedia. This study aims to find out students response toward game based interactive media as instructional media in elementary school. The method used in this study was descriptive qualitative. The sample in this study was 10 students 5 th grade elementary school. The data collecting methods were interview, observation and questionnaire. The collected data were analyzed by using interactive analysis consist of data collecting, data reduction, data presenting and conclusion. The result of this study shows that the student gave a good response toward game-based interactive multimedia. The students like and support the use of game based interactive multimedia as instructional media. Students felt that it was easier to understand lesson because the lesson was delivered not only through text, but also picture, audio, video and animation. The game in interactive media make the student be entertained and active in learning process. It is suggested that the teacher cooperate with the expert in education technology to improve interactive multimedia as interaction media

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Integrasi Nilai-Nilai Karakter Menggunakan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada Materi Persamaan Kuadrat Kelas X MIPA MAN I Martapura Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Siti Rukayah. 2016. Integrasi Nilai-Nilai Karakter Menggunakan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada Materi Persamaan Kuadrat Kelas X MIPA MAN I Martapura Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi nilai-nilai karakter menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division di kelas X MAN I MARTAPURA tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa. Sedang yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Matematika. Karenanya, untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti mengamati pelaksanaan pembelajaran Matematika yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrasi nilai-nilai karakter menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Avhievement Division (STAD) pada materi persamaan kuadrat di kelas X MIPA MAN I Martapura sudah sangat baik. Dari segi perencanaan guru sudah mencantumkan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan kepada siswa pada saat pembelajaran. Dari segi pelaksanaan pengintegrasian nilai karakter sudah sangat baik, nilai karakter bekerjasama merupakan karakter yang paling banyak terintegrasi, kemudian karakter aktif, teliti dan disiplin. Untuk karakter jujur merupakan karakter yang kurang terintegrasi dengan baik. Sedangkan dari segi evaluasi, karakter aktif merupakan karakter yang terintegrasi dengan sangat baik, kemudian karakter bekerjasama, teliti dan disiplin. Pada evaluasi inipun karakter jujur merupakan karakter yang masih kurang terintegrasi dengan baik

    Analisis kesulitan menulis teks deskripsi pada peserta didik kelas IV sekolah dasar

    Get PDF
    The purpose of this study was to describe the difficulty of writing descriptive texts in 4D grade students of SD Djama'atul Ichwan in the 2020/2021 school year. Writing descriptive text is one of the goals to be achieved in Indonesian language learning. This study will describe the difficulty of writing students' descriptive texts based on indicators from the modification of Dalman (2016:103) and Rukayah (2013:117). The method used in this research is descriptive qualitative using a case study approach. Taking research subjects using purposive sampling technique. The data source of this research was the 4D class students which consisted of six students as the research sample. The data collection technique was done by observing, interviewing, testing, and studying the documentation. The validity test of the data used in this study were technical triangulation and source triangulation. Data were analyzed using data analysis model Miles and Huberma. The results of this study indicate that students only master the title indicators in line with the theme. Students have not mastered other indicators, namely: 1) The content of ideas is in accordance with the title and involves the senses; 2) Cohesive and coherensive paragraphs; 3) Choice of words (diction); and 4) Spelling and punctuation. The results of this study provide insight into forms of difficulty in writing descriptive texts. The results of this study also encourage teachers to determine effective strategies, models, methods, and media so that they can overcome difficulties in writing descriptive texts

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Melaksanakan Praktek Shalat Fardhu Melalui Metode Drill pada Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Rukayah. 2011. ”Upaya Meningkatkan Kemampuan Melaksanakan Praktek Shalat Fardhu Melalui Metode Drill pada Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut; Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Yuseran, M.Pd (II) Hajiannor, M. Ag. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa kemampuan mempraktekkan shalat fardhu memerlukan latihan dan pembiasaan. Untuk itu dikembangkan proses pembelajaran yang menekankan kepada keaktifan siswa melakukan latihan-latihan baik secara kelompok maupun individual terbimbing. Setelah mengikuti kegiatan latihan dan pembiasaan secara berulang-ulang diharapkan siswa mampu mempraktekkan shalat farhu dengan tertib dan benar. Penelitian berbentuk tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 13 orang (7 laki-laki dan 6 perempuan). Penelitian menggunakan metode drill (latihan siap) yang dilakukan melalui empat tahapan pengkajian mencakup perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam 3 siklus dengan masing-masing 1 kali pertemuan atau pembelajaran selama 3 (2 x 35 menit). Sumber data diperoleh melalui guru, siswa dan teman sejawat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumenter yang kemudian dianalisis secara deskriftif kualitatif. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan mempraktekkan shalat fardhu. Pada siklus I kemampuan mempraktekkan bacaan dan gerakan shalat mencapai rata-rata 75; klasifikasi sedang, meningkat pada siklus II sebesar 81; klasifikasi mampu, dan siklus III sebesar 96,76; klasifikasi sangat mampu. Meningkatnya kemampuan praktek shalat fardhu sejalan pula dengan meningkatnya a) Aktivitas guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. Pada siklus I, aktivitas guru mencapai rata-rata 77; klasifikasi baik, meningkat pada siklus II sebesar 84; klasifikasi baik, dan siklus III sebesar 97; klasifikasi sangat baik, b) Aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus I mencapai rata-rata 62,30; klasisifikasi sedang, meningkat pada siklus II sebesar 76,92; klasifikasi aktif dan siklus III dengan rata-rata 93,07; klasifikasi sangat aktif, dan c) Nilai hasil belajar. Pada siklus I mencapai rata-rata 66,15; klasisifikasi sedang, meningkat pada siklus II sebesar 82,30; klasifikasi berhasil dan siklus III dengan rata-rata 87,69; klasifikasi sangat berhasil

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA ANAK DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Rukayah. T840208005. 2013. Pengembangan Model Pembelajaran Sastra Anak dengan Pendekatan Kooperatif di Sekolah Dasar. Disertai. Promotor: Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd, Co-Promotor I: Prof. Dr. St. Y. Slamet, M.Pd, dan Co-Promotor II: Prof. Dr. Andayani, M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan produk pembelajaran sastra anak di sekolah dasar. Adapun secara khusus tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) mendeskripsikan kebutuhan guru SD mengenai pedoman pelaksanaan pembelajaran sastra anak; (2) menyusun prototype model pembelajaran sastra anak di sekolah dasar dengan pendekatan kooperatif yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa; (3) mendeskripsikan hasil pengembangan prototype menjadi model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif di sekolah dasar; (4) menemukan keefektifan model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif di sekolah dasar; dan (5) memaparkan keberterimaan model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif di sekolah dasar berdasarkan pendapat stakeholders. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan tahap (1) studi pendahuluan yang meliputi (a) studi lapangan (eksplorasi); (b) studi pustaka; dan (c) workshop penyusunan prototype model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif; (2) tahap pengembangan model, yang meliputi (a) evaluasi pakar; (b) uji coba terbatas pada tiga SD di Kabupaten Klaten dan uji coba lebih luas pada enam SD di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta; (3) tahap uji keefektifan model yaitu dengan mengeksperimenkan model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif pada enam SD di Kabupaten Purworejo, dan Purwodadi Grobogan; dan (4) tahap deseminasi produk serta keberterimaan model yaitu memperkenalkan buku Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Sastra Anak dengan Pendekatan Kooperatif di Sekolah Dasar kepada pengguna serta menerbitkan artikel ke jurnal internasional dan pengambil kebijakan serta melakukan uji keberterimaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) para guru SD membutuhkan pedoman untuk melaksanakan pembelajaran sastra anak; (2) bersama-sama dengan para guru, kepala sekolah, dan penilik sekolah SD disusun prototype model; (3) pendekatan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam belajar sastra anak dan bersastra anak; (4) hasil belajar sastra anak dengan pendekatan kooperatif lebih baik daripada dengan pendekatan konvensional; dan (5) model pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif di SD dan “Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Sastra Anak dengan Pendekatan Kooperatif di SD” dapat diterima oleh stakeholders secara baik. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran sastra anak dengan pendekatan kooperatif di SD dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sastra anak, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotornya. Selain itu, dapat dikatakan bahwa pembelajaran sastra anak di sekolah dasar dapat digunakan untuk penanaman budi pekerti luhur, pendidikan moral, dan penanaman nilai-nilai karakter bangsa. Kata Kunci: Pembelajaran sastra anak, pendekatan kooperatif, sekolah dasa

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore