18 research outputs found
Hubungan antara Kemampuan Komunikasi Interpersonal dengan Konflik dalam Berpacaran pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malantg
ABSTRAK Nugrahani, Rizka Fibria. 2015. Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Interpersonal Dengan Konflik Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi Kata kunci: kemampuan komunikasi interpersonal, konflik dalam berpacaran Setiap saat dimana terdapat dua orang atau dua kelompok yang akan mengambil keputusan mempunyai potensi untuk menimbulkan suatu konflik. Kemampuan komunikasi yang buruk memainkan peranan penting dalam terputusnya hubungan. Ketika pasangan menghindari diri dari membahas masalah-masalah sensitif dengan harapan menghindari perdebatan, hal ini dapat membangun kebencian dalam hubungan antar individu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, (2) deskripsi konflik dalam berpacaran pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, dan (3) melihat apakah ada hubungan antara komunikasi interpersonal dengan konflik dalam berpacaran pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dengan karakteristik tertentu. Sampel penelitian berjumlah 58 mahasiswa yang diperoleh dari teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan komunikasi interpersonal sebanyak 31 aitem dengan reliabilitas 0,894 dan skala konflik dalam berpacaran sebanyak 41 aitem memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,939. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang termasuk kategori tinggi, (2) tingkat konflik dalam berpacaran mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang secara umum dalam kategori rendah, dan (3) Ada hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal dan konflik dalam berpacaraan pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dengan tingkat koefisien korelasi sebesar rxy=-0,424 dan
PENGARUH PEMBERIAN SERVICE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PADA PELAKU BULLYING DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian service learning
untuk meningkatkan empati pada pelaku bullying sebagai upaya mengurangi bullying
di sekolah dasar. Menurut Olweus (2007) pengertian bullying ialah ketika seseorang
melakukan tindakan menyakiti orang lain secara berulang. Goleman (2006)
mendefinisikan empati sebagai sebuah kemampuan untuk mengetahui bagaimana
perasaan orang lain. Salah satu cara lain untuk meningkatkan empati adalah melalui
program service learning atau pembelajaran pelayanan. Jacoby dkk. (2013)
menyatakan service learning adalah suatu bentuk pendidikan tentang pengalaman di
mana peserta didik terlibat dalam kegiatan yang menyangkut manusia dan kebutuhan
masyarakat dengan kesempatan yang sengaja direncanakan untuk meningkatkan
perkembangan dan pembelajaran peserta didik.
Desain penelitian ini adalah jenis desain eksperimen dua kelompok pretest-posttes
control group design. Kelompok eksperimen diberi perlakuan (X) dan kelompok
kontrol tidak diberi perlakuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil
menggunakan teknik sampel purposif, yaitu dikenakan pada sampel yang
karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat
populasinya Berikut ini kriteria dalam pemilihan subjek penelitian; (1) Siswa sekolah
dasar berada pada rentang kelas empat sampai kelas enam dan (2) Melakukan tindakan
bullying yang dibuktikan dengan laporan guru. Pada subjek penelitian ini dilakukan
kontrol untuk mendapatkan subyek yang sesuai dengan tujuan penelitian. Total subyek
dalam penelitian adalah 12 orang dimana dibagi menjadi kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Perlakuan diberikan sebanyak lima pertemuan yang dibagi satu kali
dalam seminggu dimana tiap sesi terdiri dari ±45 menit. Service Learning dalam
penelitian ini berpedoman pada komponen Service Learning yang dilakukan Scott dan
Graham (2015). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dibuat
sendiri oleh peneliti yang telah menerima masukan dari professional judgment dengan
menggunakan skala empati berpedoman pada empati yang dikemukakan oleh Davis
(1983) yang terdiri dari 40 item valid dengan reliabiltas 0.932.
Berdasarkan hasil uji T diperoleh nilai signifikansi 0.001 (<0,05) maka sesuai
dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Independent Samples Test dapat
disimpulkan bahwa hasil tersebut signifikan. Sehingga dapat disimpulkan ada
pengaruh pemberian service learning untuk meningkatkan empati pada pelaku
bullying
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Penulis:
Mahmud, Mohammad Ridwan, Siti Azizah,
Rizka Fibria Nugrahani, Wa Ode Husniah,
I Gusti Agung Ayu Yunita Utami, Andis Azizah,
Muklisatum Listyawati, Nelly Tridinanti,
Dellawaty Supraba, Adelin Australiati Saragih,
Beny Arihakam
ISBN: 978-623-88579-6-8
Tebal: x +184 hlm., 21 x 14 cm
November 2023
Editor: Mahmud
Penata Letak: Venny Alvionita
Penata Sampul: Echa Elsyah
Penerbit:
CV. AYRADA MANDIRI
Perumahan Griya Rumah Emas P 24
Jalan Poros Paccellekang, Gowa-Makassar
Sulawesi Selatan, 90562 Indonesia
Telp. 0411-210685, HP/WA 08999991135 Email: [email protected]
ANGGOTA IKAPI: No. 033/SSL/202
Pelatihan Keterampilan Pengasuhan Positif Pada Supervisor PKH Kabupaten Malang
Program Pengasuhan Positif merupakan teknik intervensi keluarga yang berdasar pada teori belajar sosial, bersifat multilevel, berorientasi pada tujuan preventif dalam pengasuhan dan strategi dukungan dalam keluarga. Program Pengasuhan Positif memiliki tiga tujuan utama yaitu: 1) Meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kepercayaan diri orang tua dalam pengasuhan; 2) Meningkatkan pengasuhan yang aman, menyenangkan, tanpa kekerasan fisik, dan menciptakan lingkungan yang rendah konflik bagi anak; 3) meningkatkan kemampuan anak dalam hal sosial, emosional, bahasa, intelektual, dan perilaku melalui praktik pengasuhan positif. Hasil dari pelatihan yang diberikan, menunjukkan ada perbedaan keterampilan setelah diberikan pelatihan pengasuhan positif
UPAYA PEMAHAMAN GURU INKLUSI TERHADAP ASESSMEN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSI DI MALANG
Seorang guru pada pembelajaran sekolah inklusi sangat berperan untuk membantu tumbuh kembang anak yang inklusif. Asessmen merupakan aspek penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus guna untuk bisa memilih metode, strategi serta penanganan secara tepat. Maka bagi guru pendamping selayaknya bisa memahami tentang asessmen bagi anak didiknya yang berkebutuhan khusus. Tujuan utama dalam pengabdian ini adalah memberi pemahaman kepada guru - guru inklusi tentang asessmen perilaku anak berkebutuhan khusus sehingga sekolah dapat memberikan layanan terbaik secara tepat kepada anak didiknya. Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah guru-guru inklusi di kepanjen Malang. Upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap guru-guru inklusi dilaksanakan dengan menyelenggarakan seminar serta focus group discuss bersama-sama dengan melibatkan guru-guru serta orang tua anak didik berkebutuhan khusus
Pola Asuh Orangtua Single Parents
Abstract: Parenting is the behavior and attitude of guardian parents in fostering child survival, development and providing protection to children equally physically, socially or spiritually to create children with personality. Parenting is an environmental activity that includes a variety of special behaviors that work together individually and simultaneously in influencing children's behavior (Silalahi and Minamo, 2010: 164). Single Parent is a fact that is increasingly taken for granted in modern society, people Older people who are forced to experience it either because they are divorced or their spouse dies do not need to sink for a long time because they are able to learn many things, such as the mass media or people who experience it (Meyland, 2019).Qualitative research is a scientific research, which aims to understand a phenomenon in a natural social context by prioritizing a process of in-depth communication interaction between the researcher and the phenomenon being studied. (Haris Herdiansyah, 2015). Based on research findings in the field, single parent parenting styles for each subject have different parenting styles, and there are 3 types of parenting styles. by something. Where these parents have certain reasons and goals. the results of the study showed that the three single parent subjects had similarities and differences in parenting. These similarities and differences are found in each type of parenting, namely authoritarian parenting, democratic parenting, and permissive parenting.According to several theories related to the problem under study, namely the Parenting Style of Single Parents in Purwodadi Donomulyo Village, Malang. There are several unique parenting styles for each subject obtained from the interview results. And based on several parenting styles, it was concluded that the three subjects had similarities and also differences in parenting styles, both authoritarian, democratic, and permissive parenting styles.Abstrak: Pola asuh merupakan perilaku serta sikap orangtua penjaga dalam membina kelangsungan hidup anak, perkembangan serta membagikan proteksi kepada anak secara merata baik raga, sosial ataupun spiritual buat menciptakan anak yang berkepribadian. Pola asuh ialah kegiatan lingkungan yang mencangkup bermacam-macam tingkah laku khusus yang bekerja sama secara individual serta serentak dalam mempengaruhi tingkah laku anak (Silalahi serta Minamo, 2010: 164). Orang tua Single Parent ialah kenyataan yang makin dianggap biasa pada warga modern, orang tua yang terpaksa mengalaminya baik karena bercerai atau pasangan hidupnya meninggal dunia tidak perlu terpuruk lama-lama karena mampu belajar banyak hal, seperti media massa atau orang yang mengalaminya (Meyland, 2019). Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami adanya fenomena dalam konteks sosial secara alami dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. (Haris Herdiansyah, 2015). Berdasarkan temuan penelitian di lapangan, pola asuh orangtua single parent masing- masing subjek memiliki cara pengasuhan yang berbeda- beda, dan terdapat 3 jenis pola asuh Peneliti melihat bahwa fenomena pada pola asuh orangtua single parent di Desa Purwodadi Donomulyo Malang sebagai fenomena yang di latar belakangi oleh suatu hal. Dimana orangtua tersebut memiliki alasan dan tujuan tertentu. hasil penelitian terdapat tiga subjek orangtua single parents tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan dalam pengasuhan anak. Kesamaan dan perbedaan tersebut terdapat pada masing- masing jenis pola asuh, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Menurut beberapa teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti yakni Pola Asuh Orangtua Single Parents Di Desa Purwodadi Donomulyo Malang. Terdapat beberapa keunikan dalam pola asuh di setiap subjek yang didapatkan dari hasil wawancara. Dan berdasarkan beberapa pola asuh orangtua menyimpulkan bahwa ketiga subjek memiliki kesamaan dan juga perbedaan dalam pola asuh orangtua, baik pola asuh otoriter, domokratis, dan permisif
Metode Role Play Terhadap Kepercayaan Diri Siswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa ketika pembelajaran dikelas, seperti siswa tidak berani bertanya maupun mengungkapkan pendapatnya, berbicara gugup ketika maju didepan kelas, dan cenderung bergantung pada orang lain. Hal ini sesuai dengan ciri- ciri orang yang kurang percaya diri. maka dari itu, peneliti menggunakan metode role play yang dianggap dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa di Madrasah Diniyah Miftahul Huda IV Kepanjen Malang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa madin Miftahul Huda IV yang berjumlah 79 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas A untuk kelas eksperimen yang berjumlah 13 orang dengan memberikan perlakuan berupa metode role play dan kelas B sebagai kelas kontrol yang berjumlah 15 orang tanpa diberikannya perlakuan. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan uji – t (independent sample test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepercayaan diri siswa kelas eksperimen meningkat setelah diberikan perlakuan menggunakan metode role play. Hasil analisis uji –t independent sample test diperoleh nilai probabilitas (sig)= 0,000 dan nilai taraf signifikan sesuai rumus adalah 0,05 maka hasil kesimpulannya nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya “Terdapat Pengaruh Metode Role Play terhadap Kepercayaan Diri Siswa di Madrasah Diniyah Miftahul Huda IV”.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa ketika pembelajaran dikelas, seperti siswa tidak berani bertanya maupun mengungkapkan pendapatnya, berbicara gugup ketika maju didepan kelas, dan cenderung bergantung pada orang lain. Hal ini sesuai dengan ciri- ciri orang yang kurang percaya diri. maka dari itu, peneliti menggunakan metode role play yang dianggap dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa di Madrasah Diniyah Miftahul Huda IV Kepanjen Malang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa madin Miftahul Huda IV yang berjumlah 79 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas A untuk kelas eksperimen yang berjumlah 13 orang dengan memberikan perlakuan berupa metode role play dan kelas B sebagai kelas kontrol yang berjumlah 15 orang tanpa diberikannya perlakuan. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan uji – t (independent sample test). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepercayaan diri siswa kelas eksperimen meningkat setelah diberikan perlakuan menggunakan metode role play. Hasil analisis uji –t independent sample test diperoleh nilai probabilitas (sig)= 0,000 dan nilai taraf signifikan sesuai rumus adalah 0,05 maka hasil kesimpulannya nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya “Terdapat Pengaruh Metode Role Play terhadap Kepercayaan Diri Siswa di Madrasah Diniyah Miftahul Huda IV”
Pengenalan Pentingnya Cita-cita dan Upaya Peningkatan Motivasi Belajar pada Siswa Sekolah Dasar
Keterbatasan ekonomi pada siswa Sekolah Dasar dapat menimbulkan permasalahan pada rasa percaya diri dan motivasi belajar, yang diperparah oleh lingkungan yang kurang mendukung, minimnya akses pendidikan, serta keterbatasan figur role model sehingga anak kurang memiliki orientasi terhadap masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar serta membangun kesadaran akan pentingnya memiliki cita-cita untuk masa depan. Kegiatan dilaksanakan di Pusat Pengembangan Anak (PPA) IO-414 GIA Klayatan, Malang, dengan metode psikoedukasi yang mencakup pre-test, penyampaian materi interaktif, pemutaran film motivasi, kuis profesi, penjelasan langkah-langkah meraih cita-cita, serta post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 4,3 menjadi 4,8, disertai antusiasme tinggi peserta dalam menuliskan dan mengungkapkan cita-cita mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi mampu menumbuhkan motivasi belajar dan rasa percaya diri, serta meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya perencanaan masa depan, yang berpotensi mendorong semangat belajar siswa.Keterbatasan ekonomi pada siswa Sekolah Dasar dapat menimbulkan permasalahan pada rasa percaya diri dan motivasi belajar, yang diperparah oleh lingkungan yang kurang mendukung, minimnya akses pendidikan, serta keterbatasan figur role model sehingga anak kurang memiliki orientasi terhadap masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar serta membangun kesadaran akan pentingnya memiliki cita-cita untuk masa depan. Kegiatan dilaksanakan di Pusat Pengembangan Anak (PPA) IO-414 GIA Klayatan, Malang, dengan metode psikoedukasi yang mencakup pre-test, penyampaian materi interaktif, pemutaran film motivasi, kuis profesi, penjelasan langkah-langkah meraih cita-cita, serta post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 4,3 menjadi 4,8, disertai antusiasme tinggi peserta dalam menuliskan dan mengungkapkan cita-cita mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi mampu menumbuhkan motivasi belajar dan rasa percaya diri, serta meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya perencanaan masa depan, yang berpotensi mendorong semangat belajar siswa
The Relationship between Celebrity Worship and Psychological Well-Being in Students of the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang
This research is based on the fact that most students at the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang, still have moderate and low levels of psychological well-being. Students, in this case, should be more focused on how they achieve an optimal level of psychological well-being, but there are still early adult individuals who have celebrity worship. When early adult individuals have celebrity worship, it will have a negative impact, such as anxiety, stress, and even depression, which leads to decreased psychological well-being. This research aimed to determine the description of celebrity worship and psychological well-being and the relationship between the two variables in the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang students. Research data were collected using the short version of the Celebrity Attitude Scale (CAS) and Ryff's Psychological Well-Being (RPWB) Scale. The correlation coefficient value of the two variables is -.012, with a significance value of .878. The results stated an insignificant relationship with a negative correlation between celebrity worship and psychological well-being in students of the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang
