458 research outputs found

    Peranan Analisis SWOT Dalam Meningkatkan Daya Saing Pada Pt Fast Food Indonesia Tbk (Kentucky Fried Chicken (KFC)) Cabang Gajah Mada Medan

    No full text
    Rahmadani Putra Sinulingga (2009). Peranan Analisis SWOT Dalam Meningkatkan Daya Saing Pada PT. Fast Food Indonesia Tbk (Kentucky Fried Chicken (KFC) Cabang Gajah Mada Medan. Dibawah bimbingan: Prof. Dr. Rismayani, SE, M.Si, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, M.Si (Ketua Departemen Manajemen), Dra. Lucy Anna, M.Si (Penguji I), Dra. Nisrul Irawati, MBA (Penguji II). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis peranan analisis SWOT dalam meningkatkan daya saing pada PT. Fast Food Indonesia Tbk (Kentucky Fried Chicken (KFC) Cabang Gajah Mada Medan. Kesimpulan yang diperoleh penulis berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT, strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Fast Food Indonesia Tbk (Kentucky Fried Chicken (KFC) Cabang Gajah Mada Medan sudah cukup baik, akan tetapi belum sepenuhnya melakukan manajemen strategi yang tepat, ada beberapa strategi yang belum sepenuhnya dijalankan, seperti strategi WO yaitu membuat daftar menu yang tidak tersedia pada hari tersebut, menambah area lokasi parker kenderaan roda 4 (empat) dan selalu menyediakan stok untuk setiap menu yang ada di daftar menu. Namun, strategi pemasaran yang telah dijalankan oleh PT. Fast Food Indonesia Tbk (Kentucky Fried Chicken (KFC) Cabang Gajah Mada Medan selama ini dapat digunakan sebagai daya saing terhadap perusahaan sejenis.61 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Pembentukan Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance) Konsumen Pemilik Ponsel Nokia Berkamera pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nomensen Medan

    No full text
    Anne Mei Lina Manalu (2008). Analisis Pembentukan Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance) Konsumen Pemilik Ponsel Nokia berkamera pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nomensen Medan. (Dibimbing oleh Ibu Dr Rismayani, SE, Msi. Ibu Prof Dr Ritha F Dalimunthe, SE, Msi selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Penguji Ibu Dra Lucyana, Msi dan Ibu Dr Endang Sulistya Rini, SE, Msi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance) Konsumen Pemilik Ponsel Nokia berkamera pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nomensen Medan dan juga untuk mengetahui faktor-faktor utama yang membentuk Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance) Konsumen Pemilik Ponsel Nokia berkamera pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nomensen Medan. Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance) memiliki tiga dimensi yaitu, emosional (emotional), kebijaksanaan pembelian (wisdom of purchase), perhatian setelah transaksi (concern over the deal). Emosional (emotional) ditinjau dari putus asa, menyesal, kecewa dengan diri anda sendiri, takut, hampa, marah, cemas atau khawatir, telah membuat sesuatu yang salah, kesal atau jengkel, frustasi, sakit hati, depresi, marah dengan diri sendiri, muak dan mendapat masalah. Kebijaksanaan pembelian (wisdom of purchase) ditinjau dari sangat membutuhkan ponsel Nokia, perlu membeli ponsel Nokia, telah membuat pilihan yang tepat, telah melakukan hal yang tepat untuk membeli ponsel Nokia, sedangkan perhatian setelah transaksi (concern over the deal) ditinjau dari tidak merasa telah melakukan suatu ketololan, tenaga penjual tidak membuat mereka bingung, merasa nyaman dengan persetujuan yang telah dibuat. Faktor-faktor itulah yang membentuk Disonansi Kognitif. Hasil analisa faktor memunculkan lima faktor utama pembentuk disonansi yaitu: tiga faktor yang paling mampu membentuk Emosional (Emotional) adalah 3 faktor, yaitu Faktor KEPUTUSAN TEPAT, faktor 2 HARAPAN TEPAT, faktor 3 PERASAAN TEPAT, satu faktor yang paling mampu membentuk Kebijaksanaan Pembelian (Wisdom of Purchase) adalah faktor 4 KEPUTUSAN TEPAT. Satu faktor yang paling mampu membentuk Perhatian setelah Transaksi (Concern Over the Deal) adalah faktor 5 PERSETUJUAN TEPAT.75 HalamanSkripsi Sarjan

    Pengaruh Pengembangan Karyawan (People Development) terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan

    No full text
    Doli M Jafar Dalimunthe, 2008. Influence of People Development to Increase the Employees Performance of PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. With the Commission of Counselor of Arnita Zainuddin (Head) And Rismayani (Member) This Research aim to to know the influence of people development to make-up of the performance of the PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan employees. Employees Development consisted of recruitment, training, development of career and compensation and also employees performance with variable used is research. Research conducted to all employees of PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. Primary Data in this research is obtained from questioner which its measurement using the Likert scale, the classic assumption tested and organized by SPSS version 14.0 statistical program which are the F test model, the T test and Determinant Identifying (R2), and also depict the questioner descriptively. Previously the questioner is being tested beforehand to see the validity and reabilities with the SPSS Version 14.0 statistical program. The research result shows the existence of influence which are positive and significant simultaneously between employees development to increase the employees performance, while each of the partials variables namely recruitment variable have the sig value of 0.000 which its meaning is this variable have the strong influence to performance development because the sig value far below 0.05. While for the variable of training obtained by the sig value of 0.012 which its meaning is this variable have the influence to performance development because the sig value is lower from 0.05. Afterwards the variable of career development with sig value of 0,309 which its meaning is this variable do not have any connection to the performance development because the sig value is bigger than 0.05. Result of this research also shows the variable accuracy by the free variable which is recruitment, training, career and compensation can explain the 33,8% influence to variable tied of. While the rest of the result is equal to 66,2% explained by other free variable which is not conducted.Doli M Jafar Dalimunthe, 2008. Pengaruh Pengembangan Karyawan (People Development) Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. Dengan Komisi Pembimbing Arnita Zainuddin (Ketua) dan Rismayani (Anggota) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan karyawan (people development) terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. Pengembangan karyawan yang terdiri dari rekrutmen, pelatihan, pengembangan karir dan kompensasi serta Kinerja Karyawan adalah variable yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan kepada seluruh karyawan PT. Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan. Data Primer dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner yang pengukurannya menggunakan Skala Likert, Uji Asumsi Klasik dan diolah secara statistic dengan Program SPSS Versi 14.0 yaitu Model Uji F, Uji t dan Identifikasi Determinan (R2), serta menggambarkan kuisioner secara deskriptif. Sebelumnya kuesioner diuji terlebih dahulu untuk melihat Validitas dan Reabilitas dengan Program SPSS Versi 14.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan secara serempak antara pengembangan karyawan terhadap peningkatan kinerja karyawan, sedangkan secara parsial masing- masing variabel yakni variabel rekrutmen memiliki nilai sig adalah 0.000 yang mana artinya variabel ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap penilaian kinerja karena nilai sig jauh dibawah 0.05. Sedangkan untuk variabel pelatihan diperoleh nilai sig 0.012 yang mana artinya variabel ini memiliki pengaruh terhadap penilaian kinerja karena nilai sig lebih rendah dari 0.05 . Kemudian untuk variabel pengembangan karir dengan nilai sig 0,309 yang mana artinya variabel ini tidak memiliki pengaruh terhadap penilaian kinerja karena nilai sig lebih besar dari 0.05. Selanjutnya untuk variabel kompensasi memiliki nilai sig 0,027 yang mana ini artiya variabel ini memiliki pengaruh terhadap penilaian kinerja karena nilai sig dibawah 0.05. Hasil penelitian juga menunjukkan variabel- variabel bebas yang diteliti yaitu rekrutmen, pelatihan, karir dan kompensasi dapat menjelaskan 33,8% pengaruh terhadap variabel terikatnya. Sedangkan sisanya sebesar 66,2% dijelaskan oleh variabel-variabel bebas lain yang tidak diteliti.105 HalamanTesis Magiste

    Analisis Kesalahan Siswa dalam menyelesaikan soal- soal operasi hitung bilangan bulat ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas IV SD Negeri 2 Batulo Kecamatan Wolio Kota Baubau

    Get PDF
    ABSTRAK RISMAYANI ARMIN, 2015. Analisis Kesalahan Siswa dalam menyelesaikan soal- soal operasi hitung bilangan bulat ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas IV SD Negeri 2 Batulo Kecamatan Wolio Kota Baubau (Dibimbing oleh Ilham Minggi dan Asdar). Konsep dalam pembelajaran matematika merupakan unsur mendasar yang harus dipahami oleh siswa. Selain konsep, langkah-langkah dan operasi dalam pembelajaran matematika juga sangat penting untuk dipahami. Dengan langkah-langkah serta operasi dalam matematika maka akan memudahkan siswa dalam menggunakan simbol-simbol matematika dan menyusun langkah-langkah dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini adalah (i) Kesalahan-kesalahan apa yang dominan dilakukan oleh siswa kelas IV SD Negeri 2 Batulo Kecamatan Wolio Kota Baubau dalam menyelesaikan soal-soal operasi hitung bilangan bulat ditinjau dari gaya kognitifnya; dan (ii) Faktor-faktor dominan apa yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal operasi hitung bilangan bulat dikelas IV SD Negeri 2 Batulo kecamatan Wolio kota Baubau ditinjau dari Gaya Kognitifnya. Penelitian ini dikategorikan ke dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui pemberian tes diagnostik dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari empat orang, dua subyek gaya kognitif tinggi Field Independent (FI) dan dua subyek gaya kognitif Field dependent (FD) berdasarkan hasil Tes GEFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) kesalahan konsep, prinsip dan operasinya cenderung terjadi pada subjek yaitu kelompok FD tidak menyebutkan atau menuliskan syarat untuk menyelesaikan soal. Kesalahan konsep, prinsip serta operasinya yaitu kurang tepat dalam mengidentifikasi unsur-unsur dalam bilangan bulat terutama penempatan simbol, langkah-langkah dan nilai tempat penyelesaian dan kurang tepat dalam memaparkan langkah penyelesaian secara sistematis. Kesalahan prinsip dan operasi terjadi pada subjek yakni kelompok FI yaitu kurang tepat dalam menjelaskan langkah-langkahnya, kesalahan yang lain adalah kurang tepat dalam perhitungan untuk subjek FI yaitu keteraturan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal; (ii) penyebab terjadinya kesalahan konsep antara lain adalah tidak mengerti dengan syarat-syarat untuk menyelesaikan soal, sulit memahami simbol, bahkan tanda negatif dalam menyelesaikan langkah penyelesaian, siswa lebih cenderung mengingat daripada memahami, kurang memahami langkah-langkah operasi perkalian, dan sering melupakan materi pelajaran yang sudah lewat. Penyebab terjadinya kesalahan prinsip antara lain adalah tidak mengerti operasi kadang salah langkah pengerjaan atau memutarbalikkan tanda arah dan tanda operasinya, kesulitan terhadap simbol-simbol,siswa merasa bingung dalam memecahkan soal terkadang memiliki penyelesaian ‘terbalik-balik’,dan siswa masih merasa bingung jika menemui perhitungan yang melibatkan tanda positif (+) dan negatif (-). ABSTRACT RISMAYANI ARMIN. 2015. Analysis of Students Errors in Answering the Questions of interger Arithmetic Operations on Cognitif Style of Class IV Students at SDN 2 Batulo in Wolio Subdistrict of Baubau (Supervised by Ilham Minggi and Asdar). Concept in mathematics learning is the basic element which should be understood students. Other than concept, step oeration in Mathematicslearning in essential to be comprehended as well. The steps and operations will assist students in using Mathematics symbol an arranging steps in answering the questions. The study aims at examining (i) the dominant errors conducted by class IV students at SDN 2 Batulo in Wolio Subdistrict of Baubau (ii) the dominant factors causes the students error in answering the questions of interger arithmetic operations in class IV at SDN 2 Batulo in Wolio subdistrict of Baubau based on cognitive style. The study is categorized as descriptive qualitative approach. Data is collected through diagnostic test and interview. The subjects of the study are four people consist of two subjects with field Independent (FI) cognitive style of and two subjects of field dependent (FD) cognitive style based on the result og GEFT test. The results of the study reveal that (i) the errors in concept, principle, and operations tend to be conducted by the FD subjects by not stating or writing the requirement to answer the questions. The aforementioned errors are inappropriate in identifying the elements in integers, particularly the placement of symbols, steps and score of placement and inappropriate in describing systematic answering steps. The errors in principle and operation conducted by FI subjects which is inappropriate in describing the steps and inappropriate in counting on regularity steps in answering the questions, (ii) the causes of errors in concepts among others are incomprehension of requirement to answer and question, problems in comprehending symbol, negative symbol in solving problems, students tend to memorize than comprehend it, lack of understanding of steps of multiplication operation, and forget the previous learning material. The causes of errors in principle among others are incomprehension of operation, misstep in working on the questions or twist direction sign and operation sign, problem symbols, students are confused in solving questions of integer arithmetic operations, and students are confused when the question involves positive (+) and negative (-) sign

    Membangun Kepuasan Siswa Melalui Pelayanan dengan Menggunakan Analisis Kepentingan (Importance) dan Kinerja (Performance) di Medan (Studi Kasus di BBC-Learning Centre Medan)

    No full text
    Harto Wibowo. 2008. Membangun Kepuasan Siswa Melalui Pelayanan dengan Menggunakan Analisis Kepentingan (Importance) dan Kinerja (Performance) di Medan (Studi Kasus di BBC-Learning Centre Medan). Dibimbing oleh Dr. Rismayani, SE, MSi, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, Msi selaku Ketua Departemen Manajemen, Prof. Dr. Paham Ginting, SE, MS dan Dra. Lucy Anna, MSi selaku dosen penguji. BBC (British Broadcasting Center) – Learning Centre Medan sebagai salah satu dari sedikit institusi bahasa Inggris terkemuka di Medan harus menghadapi persaingan yang ketat dari institusi bahasa Inggris lainnya. Hal utama yang harus diprioritaskan oleh BBC – Learning Centre Medan adalah mengupayakan institusinya agar dapat bertahan, bersaing dan menguasai pangsa pasar. Oleh karena itu, BBC – Learning Centre Medan harus memberikan kinerja pelayanan yang sesuai dengan kepentingan dari siswanya agar dapat memberikan kepuasan kepada para siswanya. Untuk membangun kepuasan siswa melalui pelayanan bisa dilakukan dengan menggunakan analisis kepentingan siswa dan kinerja dari instansi (Importance and Performance Analysis). Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis membuat perumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan BBC – Learning Centre Medan terhadap kepuasan siswa?. 2. Bagaimana kesesuaian kinerja yang diberikan BBC – Learning Centre Medan dengan kepentingan siswa? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan BBC – Learning Centre Medan terhadap kepuasan siswa dan mengetahui dan menganalisis tingkat kesesuaian antara kepentingan siswa atas kinerja yang diberikan BBC – Learning Centre Medan. Pengujian data dilakukan dengan kuestioner yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik seperti: uji Validitas dan Realibilitas dengan bantuan SPSS 13.0 for Windows serta Importance and Performance Analysis untuk menjawab permasalahan yang dikemukakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Semua faktor memiliki tingkat kesesuaian (TKi) dengan predikat sangat sesuai (80% keatas). Keadaan ini menggambarkan bahwa siswa BBC – Learning Centre Medan merasa pelayanan yang diberikan BBC – Learning Centre Medan sangat sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan demikian semua faktor sudah dapat dikategorikan sangat menggembirakan. 2. Angka perbedaan antara nilai kinerja dan kepentingan sebesar – 183, apabila seluruh dimensi yang mempengaruhi kepuasan tersebut dianggap memiliki bobot yang sama maka data ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasaannya adalah -0,98 > -1. Hal ini berarti bahwa kinerja BBC – Learning Centre Medan berhasil memberikan kepuasan kepada siswanya.. 3. Faktor-faktor yang menjadi prioritas utama: Ruang kelas yang bersih, rapi, dan nyaman (F1), Karyawan santun dalam memberi pelayanan (F15), Keluhan siswa selalu diperhatikan (F16) dan BBC – Learning Centre Medan menghargai keberadaan siswa (F19). Universitas Sumatera Utara 4. Faktor-faktor yang perlu dipertahankan pelaksanaannya karena sudah sesuai dengan harapan adalah: Guru menguasai menguasai materi pengajaran (F5), Guru memberi nilai secara objektif (F6), Guru terbuka untuk ditanya (F7), BBC – Learning Centre Medan memahami kesulitan siswa (F18), Guru bersedia membantu siswa dalam mengatasi permasalahan studi (F20) dan Guru bersikap bersahabat dengan siswa (F22). 5. Faktor-faktor yang termasuk prioritas rendah adalah: Ruang kelas dilengkapi dengan audiovisual dan alat-alat tulis (F2), Jumlah guru cukup (F10), Pelayanan administrasi yang cepat, tidak berbelit-belit (F11), BBC – Learning Centre Medan tidak melakukan kesalahan administrasi (F12), Petugas administrasi yang memadai (F14) dan Waktu konsultasi tidak dipersulit (F17). 6. Faktor-faktor yang dianggap berlebihan pelaksanaannya tetapi dinilai kurang penting adalah: Perpustakaan yang mendukung (F3), Administrasi yang tidak bertele-tele (F4), Guru datang tepat waktu (F8), Guru tidak absen (F9), Siswa dibantu dalam memecahkan kesulitan administrasi (F13) dan Petugas administrasi menghargai siswa (F22) oleh para siswa BBC – Learning Centre Medan. 7. Berdasarkan pengujian hipotesis dengan uji Fhitung sebesar 0,909 dan Ftabel sebesar 2,45 sehingga Fhitung < Ftabel (0,909<2,45) pada α = 5%. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) yaitu kualitas pelayanan (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik) terhadap kepentingan siswa BBC – Learning Centre Medan (Y). 8. Kesimpulannya Secara serentak kualitas pelayanan yang terdiri dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik sangat berpengaruh terhadap kepentingan siswa BBC – Learning Centre Medan (Y), dan secara parsial terdapat pengaruh dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap kepentingan siswa BBC – Learning Centre Medan (Y); dan Siswa menilai 95,94% kinerja BBC – Learning Centre Medan yang sesuai dan 4,06% yang belum sesuai dengan kepentingan mereka. Dengan kata lain, siswa benar-benar merasa puas atas pelayanan yang diberikan BBC – Learning Centre Medan. Adanya gap tersebut mengatakan bahwa masih ada atribut yang belum memenuhi kepentingan siswa.78 HalamanSkripsi Sarjan

    PENGGUNAAN MEDIA GARIS BILANGAN DENGAN BONEKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di kelas 1V A SDN 3 Cibodas yang berjumlah 28 siswa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kognitif siswa dalam operasi hitung bilangan bulat yang diakibatkan oleh penggunaan media yang kurang berpariatif. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media garis bilangan dengan boneka dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dan respon siswa mengenai pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitin tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart melalui dua siklus. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Setiap tahapan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk memperoleh data hasil penelitian, dibuat instrumen pengumpulan data, yaitu soal tes, pedoman angket, pedoman observasi. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan media garis bilangan dengan boneka dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, serta terdapat peningkatan kemampuan kognitif pada pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang signifikan selama penelitian , selain itu respon siswa terhadap pembelajaran secara umum telah baik. Nilai rata-rata kelas untuk pembelajaran matematika operasi hitung bilangan bulat pada siklus I adalah 68,86 meningkat menjadi 78,57 pada siklus II. Presentase pespon siswa pada siklus I sebesar 83,5%, pada siklus II sebesar 88,8%. Oleh karena itu media garis bilangan dapat meningkatkan kemampuan kognitif sisiwa dalam pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan agar guru dapat menggunakan media garis bilangan dengan boneka pada pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa

    Peranan Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Di Desa Kijang Rejo Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar

    Get PDF
    Vllage-owned enterprises are village business intstitutions managed by the community and village goverment that aim to improve the village economy, one of which is in Kijang Rejo Village, Tapung District, Kampar Regency, where the village Owned Enterprise has been established since 2011. The purpose of this study was to determine the Role of Village-Owned Enterprises in Improving the Village Economy in Kijang Rejo Village, Tapung District, Kampar Regency. This type of research is a descriptive survey with quantitative methods, namely by explaning the actual conditions obtained in the study and the data obtained is used as a reference in analyzing each variabel indicator used in this study. Then the sampling technique used in this study is the census sampling technique and purposive sampling and the data collection tecniques used in the study are observation, questionnaires, interviews and documentation, the nex type of data the writer uses is primary data and scondary data. In this study, the researchers used the linkert scale measurement technique with a total population of 605 people and a sample of 86 people, based on the results of measurements thet have been carried out on each research sub-variable, it can be stated that the role of Village-Owned Enterprises in Improving the Village Economy in Kijang Rejo Village. Imlemented under the Fairly Role category, it is proven by the result of research which states thet there are still some people who have not experienced an economic increase and there are some people who have expreenced an economic increase since the existence of Village-Owned Enterprises, also there is still no development established by Village-Owned Enterprises
    corecore