1,720,955 research outputs found
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POP-UP
ABSTRAK Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terdapat dua hal yang teramat penting yaitu metode mengajar yang digunakan serta dukungan dari media yang digunakan. Kedua aspek tersebut saling terkait satu sama lain. Pemilihan metode pembelajaran sangat mempengaruhi media pembelajaran yang digunakan. Hal tersebut berarti bahwa pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada metode pembelajaran yang digunakan. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.kesemuanya tersebut merupakan manfa’at media pembelajaran, untuk lebih jelasnya dalam makalah ini kami akan membahas fungsi dan manfa’at media pembelajaran
PENGARUH PEMUTARAN ULANG FILM G 30 S/PKI TERHADAP MOTIVASI BELA NEGARA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 WONOSARI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Bela negara merupakan suatu tekad warga negara untuk mempertahankan keutuhan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam rangka menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara. Indikator bela negara meliputi (1) Cinta tanah air (2) Kesadaran berbangsa dan bernegara (3) Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara (4) Rela berkorban unuk bangsa dan negara (5) Memiliki kemampuan awal bela negara. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi (1) Mengetahui pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara. Penelitian ini menggunakan motede kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 177 siswa. Peneliti mengambil 45 siswa sebagai responden dalam penelitian ini. Setelah melalukan pemutaran ulang film G 30 S/PKI, peneliti menyebarkan instrumen penelitian berupa angket dengan rincian untuk variabel X (Film G 30 S/PKI) sejumlah 20 item, sedangkan untuk variabel Y (Bela Negara) sejumlah 23 item. Keseluruhan item tersebut sudah mewakili masing-masing indikator variabel. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil perhitungan diperoleh sebesar 55.554 > 2.940. Artinya jika t hitung lebih besar daripada t tabel maka dapat dinyatakan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Kemudian taraf signifikasi 5% yaitu ssebesar 0,00, menunjukkan bahwa tingkat pengaruhnya besar. Besarnya pengaruh yang diperoleh, dapat diihat dari beberapa indikator. Indikator cinta tanah air sebesar 25%, indikator kesadaran berbangsa dan bernegara sebesar 6,25%, indikator yakin akan Pancasila sebesar 18,75%, indikator rela berkorban sebesar 25%, serta indikator kemampuan awal bela negara sebesar 25%. Saran yang dapat diberikan kepada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wonosari, hendaknya motivasi bela negara yang ada pada diri masing-masing lebih ditingkatkan lagi. Tidak hanya dengan bantuan media film-film sejarah sebagai pendongkrak motivasi bela negara, namun hal-hal yang ada dilingkungan sekitar harusnya menjadi media dalam menerapkan sikap bela negara yang sudah sepatutnya selalu tercermin pada diri masing-masing siswa. Kata Kunci : Film, Bela Negara, Pengaruh Film Terhadap Perilak
PENGARUH PEMUTARAN ULANG FILM G 30 S/PKI TERHADAP MOTIVASI BELA NEGARA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 WONOSARI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Bela negara merupakan suatu tekad warga negara untuk mempertahankan keutuhan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam rangka menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara. Indikator bela negara meliputi (1) Cinta tanah air (2) Kesadaran berbangsa dan bernegara (3) Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara (4) Rela berkorban unuk bangsa dan negara (5) Memiliki kemampuan awal bela negara. SMP Negeri 1 Wonosari merupakan lembaga pendidikan tingkat pertama dengan visi misi yang hendak dicapainya. Bela negara yang dimiliki oleh siswa, khususnya kelas VIII disinyalir mulai luntur karena berbagai pengaruh baik dari luar sekolah maupun dari dalam sekolah. Sehingga diperlukannya inovasi untuk menumbuhkan kembali motivasi bela negara pada siswa, salah satunya dengan melalui kegiatan pemutaran ulang film G 30 S/PKI yang merupakan film sejarah yang dibumbui dengan unsur-unsur bela negara didalamnya. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi (1) Mengetahui pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara. Penelitian ini menggunakan motede kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 177 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling, karena subjek penelitian dianggap sama sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk dapat diambil sebagai sampel. Maka peneliti mengambil 45 siswa sebagai responden dalam penelitian ini. Setelah peneliti menentukan responden, kemudian peneliti mulai melakukan tahapan pertama yaitu pemutaran ulang Film G 30 S/PKI kepada responden. Setelah melalukan pemutaran ulang film G 30 S/PKI, peneliti menyebarkan instrumen penelitian berupa angket dengan rincian untuk variabel X (Film G 30 S/PKI) sejumlah 20 item, sedangkan untuk variabel Y (Bela Negara) sejumlah 23 item. Keseluruhan item tersebut sudah mewakili masing-masing indikator variabel. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hipotesis kerja diterima yang menyatakan ada pengaruh antara pemutaran ulang film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara yang ditunjukkan t hitung > t tabel sebesar 55.554 > 1.681 dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 atau 95%. Besarnya pengaruh yang diperoleh, dapat diihat dari beberapa indikator. Indikator cinta tanah air sebesar 25%, indikator kesadaran berbangsa dan bernegara sebesar 6,25%, indikator yakin akan Pancasila sebesar 18,75%, indikator rela berkorban sebesar 25%, serta indikator kemampuan awal bela negara sebesar 25%.Saran yang dapat diberikan kepada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wonosari, hendaknya motivasi bela negara yang ada pada diri masing-masing lebih ditingkatkan lagi. Tidak hanya dengan bantuan media film-film sejarah sebagai pendongkrak motivasi bela negara, namun hal-hal yang ada dilingkungan sekitar harusnya menjadi media dalam menerapkan sikap bela negara yang sudah sepatutnya selalu tercermin pada diri masing-masing siswa. Perilaku yang sebelumnya buruk yang tidak patut untuk dilakukan sebagai generasi penerus bangsa, wajib dihilangkan pada diri masing-masing siswa agar kedepannya sikap bela negara selalu tertanam dan terpatri pada diri siswa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
