11 research outputs found

    Pemikiran Pendidikan Islam dalam kajian Tokoh : Klasik, Modern dan Kontemporer

    No full text
    Artikel ini menelaah perkembangan pemikiran pendidikan Islam melalui pemikiran tokoh-tokoh dari tiga era besar: klasik, modern, dan kontemporer. Fokus kajian mencakup tujuan pendidikan, kurikulum, metodologi, serta peran pendidik yang direfleksikan dalam pemikiran para tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, hingga Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Mas’ud. Kajian ini menemukan adanya kontinuitas prinsip dasar pendidikan Islam, serta transformasi yang terjadi karena tantangan sosial, politik, dan global. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Islam terus berkembang dinamis dan adaptif terhadap zaman

    Analisis Proses Penyidikan Sediaan Farmasi Ilegal di Provinsi Sumatera Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyidikan kasus pengedaran sediaan farmasi ilegal di provinsi Sumatera Barat dan melakukan kajian strategi perbaikannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data dan informasi yang digunakan merupakan data primer melalui wawancara mendalam terhadap sembilan orang informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan Proses penyidikan sediaan farmasi ilegal di Provinsi Sumatera Barat yang dilakukan oleh PPNS Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah mengikuti prosedur manajemen penyidikan oleh PPNS yang diatur dalam peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun 2010. Permasalahan utama yang teridentifikasi dalam proses penyidikan obat dan makanan ilegal di Provinsi Sumatera Barat adalah permasalahan terkait perencanaan dan evaluasi penyidikan. Sedangkan permasalahan yang paling menjadi kendala oleh PPNS yang melakukan penyidikan adalah masalah Sumber Daya Manusia dan kewenangan penyidik yang terbatas. Strategi perbaikan yang dapat dilakukan agar penyidikan sediaan farmasi ilegal di Povinsi Sumatera Barat dapat lebih efektif adalah dengan melakukan perbaikan proses perencanaan dan evaluasi penyidikan, meingkatkan kualitas keterampilan PPNS serta mengupayakan peningkatan jumlah PPNS aktif yang terlibat dalam penyidikan sediaan farmasi ilegal di Provinsi Sumatera Barat Kata kunci : penyidikan, PPNS, obat dan makanan, sediaan farmasi ilega

    Sistem Pemeriksaan Sarana Baru Registrasi Pangan Olahan LOKA POM di Kabupaten Bogor berbasis WEB (SIPEMBARU) : Laporan Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik

    No full text
    Loka Pengawas Obat dan Makanan di Kabupaten Bogor melakukan salah satu tugas dan fungsinya dalam rangka Pelaksanaan sertifikasi produk dan sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan adalah dengan melaksanakan audit / pemeriksaan sarana baru (PSB) terhadap pelaku usaha yang mengajukan permohonan di wilayah kerja Loka POM di Kabupaten Bogor yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Dalam melakukan PSB tersebut selama ini masih dilakukan secara manual dan belum memiliki sistem yang terintegrasi. Oleh karena itu dilakukan aksi perubahan dengan membangun sebuah sistem aplikasi berbasis web dalam rangka pengelolaan sistem audit sarana tersebut, yang diberi nama SIPEMBARU (Sistem Pemeriksaan Sarana Baru)Tujuan umum Aksi Perubahan yang dilakukan adalah agar proses audit sarana (pemeriksaan) sarana dalam rangka registrasi pangan olahan di Loka POM di kabupaten Bogor dapat berjalan efektif dan efisien, serta meningkatkan kepuasan pelanggan, dengan menggunakan aplikasi berbasis Wet yang dapat langsung diakses pada halaman https://www.sipembaru.id atau dapat langsung diketik sipembaru.idAplikasi SIPEMBARU.ID Loka POM di Kabupaten Bogor dapat meningkatkan kinerja pelayanan yang dilakukan dalam rangka registrasi pangan olahan di Loka POM di Kabupaten Bogor. Masyarakat akan lebih mudah untuk mengajukan permohonan pemeriksaan dan audit terhadap sarananya, dan memantau pelaksanaan audit serta perbaikan audit. Petugas dapat melakukan Audit secara lebih transparan dan lebih cepat.54p.:ills.; 29 cm (+lampiran

    Upaya guru aqidah akhlak dalam pembinaan al-akhlaq al-karimah pada siswa Madrasah Aliyah Hamid Rusydi Kedungkandang Malang

    No full text
    INDONESIA Dengan lajunya perkembangan dunia teknologi dan modernisasi, secara tidak langsung ternyata telah mengakibatkan banyak manusia lupa dan mengabaikan aspek-aspek keagamaan. Hal ini dapat ditangani dengan pembinaan al-akhlaq al- karimah secara intensif dan berkesinambungan. Pada esensinya merupakan pemahaman terhadap ajaran agama Islam itu sendiri dan bertekad untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu untuk mengendalikan diri setelah memahami. Upaya pembinaan yang dilakukan oleh guru Aqidah Akhlaq dimadrasah sesungguhnya tidak lain adalah untuk mengatasi dan menanggulangi serta mencegah terjadinya kenakalan remaja dan membentuk pribadi yang berbudi pekerti yang luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal yaitu upaya yang dilakukan guru Aqidah Akhlaq dalam pembinaan al-akhlaq al-karimah pada siswa MA Hamid Rusydi Kedungkandang Malang, kendala dalam pembinaaan al-akhlaq al-karimah serta solusi dalam pembinaan al-akhlaq al-karimah siswa agar mampu membentuk manusia yang berkepribadian dan berbudi luhur menurut ajaran agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk deskriptif. Adapun metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati dan menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru Aqidah Akhlaq dalam pembinaan al-akhlaq al-karimah pada siswa MA Hamid Rusydi Kedungkandang Malang adalah dengan pembiasaan-pembiasaan bicara sopan santun, jamaah shalat, senyum, infaq dan do’a sebelum dan sesudah materi pelajaran, kegiatan PHBI madrasah, berteman yang baik dengan siswa luar madrasah, sabar. Kendalanya adalah masih banyak guru yang kurang menjadi figur bagi siswa, faktor siswa, karena berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda sehingga tingkat keimanannya juga beda, serta agak sulit untuk berfikir agamis. Lingkungan, pengaruh yang sangat besar yaitu pergaulan teman sebaya, karena sifatnya remaja mereka bertujuan mencari jati diri. Keluarga, kurangnya pengawasan keluarga dengan kurangnya pro aktif mendukung. Solusi terhadap pembinaan perilaku siswa merupakan faktor penting dalam rangka menyukseskan kegiatan pembinaan al- akhlaq al-karimah siswa. Solusi yang didapat adalah mengadakan pertemuan rutin antar guru dan wali murid, saling kerjasamanya antar guru untuk membimbing siswa tetap fokus pada kegiatan di madrasah, pemberian sanksi bagi guru ataupun siswa jika melakukan pelanggaran, teguran langsung jika menemui pelanggaran. ENGLISH The advance of technology and modernization indirectly influences human to disregard the religion values. Such problem is dealt by the intensive and sustainable fostering of Al-Akhlaq Al-Karimah. Essentially, the understanding of Islam religion is needed to be applied in daily life and/or for self-control after the understanding. The fostering program is implemented by AqidahAkhlaq teacher and this program is aimed to deal with the juvenile delinquency and to produce the noble personality. The objective of research is to understand three factors, which are: the efforts of AqidahAkhlaq teacher to foster al-akhlaq al-karimah to the students of MA Hamid Rusydi Kedungkandang Malang, the barriers against the fostering of al- akhlaq al-karimah to the students of MA Hamid Rusydi Kedungkandang Malang, and the solution for the fostering of al-akhlaq al-karimah to the students to produce noble personality based on Islam. Research type is descriptive with qualitative approach. The methods include observation, interview and documentation. For analysis, the author uses descriptive analysis in order to explain the aspects which are relevant with the observed phenomena and to elaborate the characteristic of the existing phenomena or problems. Result of research indicates that the efforts of AqidahAkhlaq teacher in the fostering of al-akhlaq al-karimah to students of MA Hamid Rusydi Kedungkandang Malang are reflecting the attempt of teacher to habituate various characters such as speaking politely, collective prayer, smile, infaq, pray before and after learning, PHBI, making friend with students from other school, and patience. The barriers faced by teacher may come from the less appropriate figure of teacher and the different religious background among students which produces different degree of faith and religion understanding. The environment can influence students in associating with their friends because students are about seeking their identity. Less supervision and lack of support from the family may influence the character of students. The distant location is also making difficult the communication of teacher and students. The solution for the fostering of the behavior of students shall be the important factor to improve the fostering of al-akhlaq al-karimah to students. The obtained solutions are that teacher must share the counseling duty to each other to keep students focused in the activity of madrasah, and that teacher or students can be given punishment, or direct warning, if there is violation

    كفاءة الاستماع على ضوء رشدي أحمد طعيمة لدى تلاميذ مدرسة الإرشاد تنجاران المتوسطة السابعة بمدينة باتو

    No full text
    مستخلص البحث الاستماع كالمهارة اللغوية الأولى يجب على تلاميذ إتقانها عند تعلم اللغة الثانية. فإن تعليم الاستماع دون قياس الكفاءة لن يكون له تأثير كبير، وإنْ تم التعليم بشكل مكثف باستخدام الأساليب والوسائل المناسبة. لذلك يجب أن يكون تعليم الاستماع مع قيام اختبار الكفاءة. لذلك، تم إجراء هذا البحث على 27 تلميذا من مدرسة الإرشاد تنجاران المتوسطة السابعة بمدينة باتو لقياس ودراسة ؛ 1) مدى قدرة التلاميذ في كفاءة الاستماع، 2) كفاءة الاستماع على ضوء رشدي أحمد طعيمة لدى التلاميذ. في هذه الدراسة استخدم الباحث منجا كمية وكيفية أو يسمى المنهج المزيج. الأدوات المستخدم في عملية جمع البيانات هي الاختبار والمقابلة والملاحظة. البيانات التي تم الحصول عليها هي؛ الأولى، نتيجة اختبار الاستماع لدى التلاميذ على ثلاثة مستويات: المبتدئ والمتوسط والمتقدم. الثانية: بيانات المقابلة مع معلم اللغة العربية. الثالثة، بيانات عن أنشطة تعليم اللغة العربية خاصة الاستماع. أما طريقة عرض البيانات هي ؛ الأولى، تصنيف درجات كفاءة الطالب بناء على مستوى الاختبارات. الثانية، عرض كفاءة استماع التلاميذ على ضوء رشدي أحمد طعيمة. بناء على عملية البحث المذكورة، وجد الباحث؛ 1) تظهر كفاءة الاستماع لدى التلاميذ في الاختبار للمبتدئ النتيجة المعدلة 76 والنسبة المعدلة 91٪ ، 2) تظهر كفاءة الاستماع لدى التلاميذ في الاختبار للمتوسط النتيجة المعدلة 36 والنسبة المعدلة 69٪ ، 3) تظهر كفاءة الاستماع لدى التلاميذ في الاختبار للمتوسط النتيجة المعدلة 14 والنسبة المعدلة 35٪. ABSTRAK Menyimak (istima') sebagai keterampilan bahasa pertama yang harus dikuasai oleh setiap manusia ketika mempelajari bahasa kedua (asing). Penguasaan kompetensi menyimak memudahkan siswa untuk memperoleh keterampilan bahasa lainnya; berbicara, membaca dan menulis. Kompetensi ini bisa dipelajari secara mandiri dan/atau diajarkan oleh guru melalui latihan mendengar berita, pidato dan menjawab soal-soal. Namun pembelajaran menyimak (istima') tanpa pengukuran kompetensi (ujian) tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan, meskipun pembelajaran dilaksanakan secara intensif menggunakan metode dan media yang tepat. Maka pembelajaran menyimak (istima') harus dibarengi dengan pengukuran kompetensi, sehingga guru menemukan titik kelemahan siswa yang harus diperbaiki. Oleh sebab itu penelitian ini dilaksanakan pada 27 siswa MTs Al-Irsyad Tengaran 7 Kota Batu untuk mengukur dan mengkaji; 1) nilai kompetensi menyimak siswa, 2) kompetensi menyimak siswa berdasarkan perspektif Rusydi Ahmad Thuaimah. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif atau disebut dengan mixed method (metode campuran) untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh. Proses pengumpulan data menggunakan instrumen tes, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh berupa; Pertama, nilai kompetensi menyimak siswa berdasarkan ujian di tiga tingkatan: pemula (mubtadi'), menengah (mutawasshit) dan mahir (mutaqaddim). Kedua, data wawancara dengan Guru Bahasa Arab. Ketiga, data obvervasi kegiatan pembelajaran Bahasa Arab (istima'). Teknik penyajian data yaitu; pertama, klasifikasi nilai kompetensi siswa berdasarkan tahapan ujian. Kedua, penguraian nilai siswa secara individual berdasarkan aspek penguasaan kompetensi menyimak (istima'). Berdasarkan proses penelitian di atas peneliti menemukan; 1) kompetensi menyimak siswa pada ujian pemula (mubtadi') menunjukkan nilai rata-rata 76 dan penguasaan kompetensi sebesar 91%, 2) kompetensi menyimak siswa pada ujian menengah (mutawasshit) menunjukkan nilai rata-rata 36 dan penguasaan kompetensi sebesar 69%, 3) kompetensi menyimak siswa pada ujian mahir (mutaqaddim) menunjukkan nilai rata-rata 14 dan penguasaan kompetensi sebesar 35%. ABSTRACT Listening (istima') is a first language skill that every human being must master when learning a second (foreign) language. Mastery of listening competencies makes it easier for students to acquire other language skills; speaking, reading, and writing. This competency can be learned independently and/or taught by the teacher through the practice of hearing news, speeches, and answering questions. However, listening learning without competency measurement (exams) will not have a significant effect, even if learning is carried out intensively using appropriate methods and media. So listening learning must be accompanied by competency measurement so that teachers find student weaknesses that must be corrected. Therefore, this research was carried out on 27 students of MTs Al-Irsyad Tengaran 7 Batu City to measure and study; 1) the value of students' listening competencies, 2) students' listening competencies based on the perspective of Rusydi Ahmad Thuaimah. In this study, the author used quantitative and qualitative approaches or called mixed methods to collect and analyze the data obtained. The data collection process uses test instruments, interviews, and observations. The data obtained are; First, students' listening competency scores are based on exams at three levels: beginner (mubtadi'), intermediate (mutawasshit), and advanced (mutaqaddim). Second, the data from the interview with the Arabic Teacher. Third, data on the obvervation of Arabic learning activities. Data presentation techniques are; First, the classification of student competency scores based on the stages of the exam. Second, the decipherment of individual student scores based on aspects of mastery of listening competencies. Based on the above research process the researcher found; 1) students' listening competence in the beginner exam shows an average score of 76 and mastery of competence of 91%, 2) students' listening competence in the intermediate exam shows an average score of 36 and mastery of competence of 69%, 3) students' listening competence in the advanced exam shows an average score of 14 and mastery of competence of 35%

    SOSIALISASI PEMANFAATAN AIR BERSIH DAN JAMBAN SEHAT PADA MASYARAKAT DESA MINANGAKA’E

    No full text
    Secara geografis, wilayah Desa Minangaka’e memiliki risiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Air bersih yang sulit lagi diperoleh menyebabkan masyarakat sekitar harus membeli air bersih secara bergiliran/ mengantri dalam memperoleh air bersih tersebut. Selain itu, air pasang yang terjadi bahkan tiap tahun dan disertai hujan juga menyebabkan sebagian besar kondisi tempat tinggal mereka tidak lagi memenuhi syarat kesehatan dan tidak layak huni sehingga perilaku hidup masyarakat sekitar jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat. Banyaknya bangunan rumah sampai pada WC masyarakat akibat seringnya terjadi air pasang menyebabkan masyarakat sekitar harus melakukan kegiatan BAB di sembarang tempat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Minangaka’e terkait pentingnya penggunaan air bersih dan pemanfaatan jamban sesuai syarat kesehatan. Metode awal pelaksanaan PkM ini adalah sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan sosialisasi ini di hadiri oleh masyarakat Desa Minangaka’e terutama kelompok nelayan Minangaka’e. Banyaknya masyarakat yang hadir pada kegiatan sosialisasi ini, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan PkM yang dilakukan. Satu minggu setelah diadakannya sosialisasi, tim pengabdi melanjutkan tahapan kegiatan PkM dengan melaksanakan kegiatan FGD. Memastikan lokasi/titik penjernihan air dan pembangunan jamban sehat merupakan hal yang sangat penting dibahas dalam FGD ini. Berdasarkan hasil FGD dapat disimpulkan bahwa kelompok nelayan Minangaka’e berkomitmen untuk bekerjasama dengan tim pengabdi dalam membangun jamban sehat dan sistem penjernihan air guna mewujudkan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat

    ONRECHTMATIG OVERHEIDSDAAD BY THE GOVERNMENT ON THE LIABILITY OF THE GOVERNMENT REGULATION (CASE STUDY ON LAW NUMBER 18 OF 2017)

    No full text
    This paper discusses about "Government Actions Against the Obligation to Prepare Government Regulations from Law No.18 of 2017" in the form of a Legal Memorandum. Where the Government in making and issuing Government Regulations from Law No. 18 of 2017 has exceeded the time limit that has been regulated in in law. The legal questions that arise are (1) is the government's attitude that exceeds the time in issuing the Government Regulations an act of the government in carrying out government administration functions? (2) Is the government's attitude exceeding the time in issuing the Government Regulations a violation of State Administration law? This study uses normative legal analysis. The purpose of this writing is the invention of recommendation given by the author for consideration to readers and the people of Indonesia, especially is those who feel be anggrieved by the government’s actions in the state arrangement. The results of the analysis of this Legal Memorandum conclude that the government's action is an administrative function of the government and is an unlawful act. As for the recommended recommendations, citizens who feel aggrieved by the government's actions can take repressive actions against government actions from Law No.18 of 2017, these citizens can sue the President to the State Administrative Court as an authorized court according to law after committing administrative effort

    Metodologi Kitab Ma‘alim al-Tanzil Karya Al-Bagawiy

    No full text
    يقصد هذا البحث لمعرف منهج معالم التنزيل للبغوي. وهو من الكتب المدونة فى التفسير بالمأثور الذي إعترفه علماء التفسير بأنه أسلم من البدعة والأحاديث الضعيفة. مؤلف هذا الكتاب هو الإمام أبومحمد حسين بن مسعود الفراء البغوي الشافعى المتوفى سنة 510 هـ. هذا الكتاب هو كتاب متوسط ينقل فيه عن مفسري الصحابة والتابعين ومن بعدهم، ويتعرض لتفسير الآية بلفظ سهل موجز وينقل ماجاء عن السلف فى تفسيرها بدون أن يذكر السند لأنه قد ذكر فى مقدمة تفسيره إسناده إلى كل من يروى عنهم. هذا الكتاب طبع أول مرة فى نسخة واحدة مع تفسير إبن كثير كما طبع مع تفسير الخازن. وهذا الكتاب فسر القرآن الكريم بأسلوب تحليلى من أول السورة حتى آخر السورة واستعمال منهج التفسير المأثوربذكر الأدلة من الأحاديث النبوية الصحيحة والفتاوي من الصحابة والتابعين. وكان الإتجاه أو الهدف لهذا التفسير هو إتجاه الفقه الذي يميل إلى فقه الشافعية. الكلمات الدالة: البغوي، معالم التنزيل، التفسير التحليلى، التفسير المأثور.                      Abstract This study aims to describe the metodology of Ma'a> lim al-tanzi>l book by al-Bagawi. The book is one of the books of exegesis written on the basis of hadith, which by the commentary scholars recognized avoided from heresy and weak hadith. The author of this book is Imam Abu Humaid Hussein bin Mas‘u>d al-Farra>’ Al-Bagawi al-Syafi‘i>, died in the year 510 H. This exegesis book combines the interpretation of the companions, tabi‘i>n, and tabi‘i> tabi‘i>n. Interpretation is broken down with easy, simple, and concise diction choices. The stoning of the interpretation of the salaf scholars without mentioning the sanad as already mentioned in the introduction to his book. This book was first printed in one edition with the exegesis book of Ibn Kas}i>r and al-kha>zin. This book interprets the Qur'an analytically from the beginning to the end of the surah by using the method of interpretation based on the hadith, namely by mentioning the arguments of the hadith sahih, the fatwa of the companions and the tabi‘i>n. The characteristic or purpose of this book is fiqh oriented, which tends to the Shafi‘i fiqh.   Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan metode penafsiran dalam kitab Ma’a>lim al-tanzi>l karya al-bagawi. Kitab tafsir ini merupakan salah satu di antara kitab-kitab tafsir yang ditulis berdasarkan riwayat, yang oleh para ulama tafsir diakui terhindar dari bid’ah dan hadis dhaif (lemah). Penulis buku ini adalah Imam Abu Muhammad Husain bin Mas‘u>d al-Farra>‘ al-Bagawi al-Syafi‘i>, wafat pada tahun 510 H. Kitab ini adalah kitab pertengahan yang mengutip penafsiran para Sahabat, ta>bi‘i>n, dan tabi‘i ta>bi‘i>n. Penafsiran diuraikan dengan pilihan diksi yang mudah, sederhana, dan ringkas. Penukilan dari interpretasi ulama salaf tanpa menyebutkan sanad karena telah disebutkan dalam pendahuluan bukunya. Buku ini pertama kali dicetak dalam satu edisi dengan tafsir Ibn Kas\i>r dan tafsir al-Kha>zin. Kitab ini menafsirkan al-Qur’an secara analitis dari awal sampai akhir surah dengan menggunakan metode penafsiran yang berdasarkan riwayat, yakni dengan menyebutkan dalil-dalil dari hadis sahih, fatwa para sahabat dan kalangan tabi‘i>n. Corak penafsiran ini adalah corak fiqh, yang cenderung pada fiqh Syafi'i.                        Kata kuci: Ma’a>lim al-tanzi>l, al-Bagawi, corak penafsiran, metodologi penafsiran, al-ma’s}u>r

    Meta-Analisis Model Pembelajaran Vokasi dalam Kondisi Covid-19

    No full text
    In the current Covid-19 transition period, an effective vocational learning model innovation is needed. The number of vocational learning models during this pandemic needs further study for a successful implementation. This study empirically verifies the vocational learning model during the Covid-19 pandemic and analyzes the factors that hinder vocational learning in the Covid-19 era. Systematic literature review and Meta-Analysis (PRISMA) were used as methods for conducting this research. The reviewed articles were 30 most recent articles from 2019 to 2020. All articles were classified based on author, year published, type of journal or conference, method, vocational learning model, and findings. The study reveals that the search results prove an increase in the number of articles published from 2019-2020. The results showed that e-learning is the most widely used learning model in vocational education. E-learning developed for vocational education must be able to measure competency outcomes through an e-portfolio, virtual-based, and easy to use. The obstacles that can be identified are the difficulty of teachers and students to adapt to changes in vocational learning from conventional to online learning during the COVID-19 transition; lack of working skills for vocational education students that are unobtainable during online learning; infrastructure problems; and uneven distribution of networks, especially in remote areas that have difficulty accessing the internet. Di masa transisi Covid-19 saat ini, dibutuhkan inovasi model pembelajaran vokasi yang efektif digunakan. Banyaknya model pembelajaran vokasi di masa pandemi ini perlu dikaji lebih lanjut yang tepat untuk diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi secara empiris model pembelajaran vokasi di masa pandemi covid 19 serta menganalisis faktor yang menghambat pembelajaran vokasi di era Covid-19. Systematic literarature review dan Meta-Analisis (PRISMA) digunakan sebagai metode untuk melakukan penelitian ini. Artikel yang ditinjau sebanyak 30 artikel terbaru dari tahun 2019 hingga 2020. Semua artikel diklasifikasikan berdasarkan penulis, tahun terbit, jenis jurnal atau konferensi, metode, model pembelajaran vokasi, dan temuan. Hasil studi disampaikan sebagai berikut. (1) Hasil penelusuran membuktikan adanya peningkatan jumlah artikel yang diterbitkan dari tahun 2019-2020. (2) Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran e-learning merupakan pembelajaran yang paling banyak digunakan pada pendidikan vokasi. (3) E-learning yang dikembangkan untuk pendidikan vokasi harus bisa mengukur hasil kompetensi melalui e-portofolio, berbasis virtual dan mudah digunakan. (4) Hambatan yang dapat diidentifikasi adalah: (a) kesulitan adaptasi pengajar dan siswa dalam perubahan pembelajaran vokasi pada masa transisi covid-19 dari konvensional ke online, (b) kurangnya keterampilan bekerja para siswa pendidikan vokasi yang tidak didapatkan selama pembelajaran online, (c) masalah infrastruktur dan pemerataan jaringan yang belum merata terutama di daerah terpencil yang kesulitan akses internet
    corecore