1,720,965 research outputs found
FORMULASI DAN UJI STABILITAS HANDBODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.)
Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 70 µg/mL. Tujuan penelitian ini memformulasi ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dalam bentuk sediaan Handbody Lotion dengan 3 formula yaitu F1 (0,05%), F2 (0,1%), F3 (0,15%) dan melihat stabilitas sediaan dengan metode freeze and thaw selama 6 siklus. Evaluasi sediaan Handbody Lotion Ekstrak Etanol Daun Sirsak antara lain, pemeriksaan organoleptis, rata-rata pH, homogenitas, tipe lotion, viskositas, dan stabilitas dengan metode freeze and thaw. Hasil pengujian organoleptis F1, F2, F3 F1, F2, dan F3 berwarna coklat, bentuk lotion, bau apel; rata-rata pH lotion F1= 7,01, F2= 7,00, F3= 7,14; F1, F2 F3 menunjukkan hasil lotion yang homogen; tipe lotion dari ketiga formula F1, F2, F3 adalah minyak dalam air; hasil pengujian viskositas masing-masing menunjukkan F1= 823 cP, F2= 676 cP, F3= 671 cP; dan hasil uji stabilitas menunjukkan F1, F2, dan F3 stabil secara fisik. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat diformulasi menjadi sediaan handbody lotion dan stabil selama penyimpanan 6 siklus
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HANDBODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) DENGAN METODE DPPH
Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat . Telah dibuat formula handbody lotion yang mengandung daun sirsak masing-masing 0,05% (F1), 0,1% (F2), 0,15% (F3). Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antioksidan dari ketiga formula handbody lotion ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) (F1, F2, F3) yang telah dibuat.Uji aktivitas antioksidan dilakukan terhadap F1, F2, dan F3 menggunakan metode DPPH dengan menentukan nilai IC50 dari masing-masing formula. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan handbody lotion ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) didapatkan bahwa IC50 F1 sebesar 96,14 µg/mL termasuk kedalam kategori kuat, IC50 F2 sebesar 90,92 µg/mL termasuk kedalam kategori kuat dan IC50 F3 sebesar 89,66 µg/mL termasuk kedalam kategori kuat. Semua formula handbody lotion ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) memiliki aktivitas antioksidan yang dikategorikan ke dalam antioksidan golongan kuat
FORMULASI DAN KARAKTERISASI BODY BUTTER EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L ) DENGAN COCOA, SHEA, DAN COCONUT BUTTER
Penggunaan produk kosmetik untuk mencegah penuaan dini semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu bahan alam di Indonesia yang mengandung senyawa aktif sebagai antioksidan adalah daun kopi arabika (Coffea arabica L). Salah satu bentuk kosmetik yang dapat dibuat dengan ekstrak daun kopi Arabica adalah adalah body butter. Pada pembuatan body butter dapat digunakan berbagai macam butter sebagai basis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sediaan body butter yang mengandung daun kopi Arabika 0,1 % dengan variasi basis, F1 (cocoa butter 10 %), F2 (cocoa butter 30 %), F3 (shea butter 10 %), F4 (shea butter 30%), F5 (coconut butter 10 %) dan F6 (coconut butter 30 %). Evaluasi yang dilakukan pada sediaan body butter yaitu pemeriksaan organoleptis, pH, uji viskositas, homogenitas, dan stabilitas. Dari hasil evaluasi diperoleh bahwa semua formula memenuhi persyaratan organoleptis berbentuk body butter, berada pada rentang pH 7,3-7,8, viskositas berkisar antara 4000-5000 cP, homogen dan stabil pada suhu 4°C - 40°C. Dapat disimpulkan bahwa cocoa, shea dan coconut dapat diformulasikan menjadi sediaan body butter ekstrak etanol daun kopi arabika dengan formula yang paling baik adalah F5 (basis coconut butter 10%)
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK KULIT BUAH MELINJO (Gnetum gnemon L.)
Lip balm merupakan sediaan kosmetik yang dapat melembapkan bibir. Kulit buah melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung pigmen karotenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan memiliki aktivitas antioksidan yang berguna melindungi sel kulit dari kerusakan oksidasi dan radikal bebas, sehingga dapat mempertahankan kelembaban bibir. Tujuan penelitian ini memformulasikan sediaan lip balm dengan pemanfaatan pigmen warna alami pada ekstrak kulit buah melinjo. Lip balm diformulasikan dengan 4 variasi konsentrasi ekstrak kulit buah melinjo yaitu F0 (0%), F1 (0,9%), F2 (1,8%), dan F3 (2,7%). Evaluasi lip balm meliputi pemeriksaan homogenitas, suhu lebur, pH, uji stabilitas (freezethaw), uji iritasi, dan uji hedonic. Hasil pemeriksaan homogenitas seluruh formula homogen, suhu lebur pada 51-61 ºC, memiliki pH 3 - 6,87, sediaan stabil pada penyimpanan selama 4 minggu, tidak terjadi iritasi, hasil uji hedonik dalam segi tekstur dan aroma yaitu seluruh formula disukai dan dalam segi warna F3 paling disukai. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lipbalm dan konsentrasi ekstrak kulit buah melinjo 2,7% (F3) memberikan warna paling disukai pada sediaan lip balm.
FORMULASI LIP BALM EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack)) DAN UJI STABILITAS MENGGUNAKAN METODE FREEZE AND THAW
Bibir membutuhkan perlindungan agar kelembabannya tetap terjaga. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) memiliki potensi antioksidan yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada kosmetik untuk bibir. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan lipbalm yang mengandung ekstrak etanol bunga kecombrang masing-masingnya 0%(F0), 0,5%(F1), 1%(F2), dan 1,5%(F3) dan melihat stabilitasnya. Evaluasi sediaan lipbalm meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, suhu lebur, dan uji stabilitas. Hasil evaluasi organoleptis menunjukkan bentuk setengah padat dan bau strawberry untuk F0, F1, F2, F3, warna putih (F0), warna oranye tua (F1), warna oranye muda (F2), warna pink (F3). Hasil uji homogenitas menunjukkan F0, F1, F2, dan F3 homogen. Hasil uji pH menunjukkan pH 4,83(F0), 3,95(F1), 3,79(F2), 3,72(F3). Hasil uji titik lebur menunjukkan 54oC(F0), 60oC(F1), 60oC(F2), 62oC(F3). Hasil uji stabilitas menunjukkan F0, F1, F2, F3 stabil karena tidak memisah pada suhu kamar dan suhu ekstrim selama penyimpanan 6 minggu. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang dapat diformulasikan sebagai sediaan lip balm dan stabil selama penyimpanan 6 siklus
TES IRITASI ROLL ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK KASTURI (Citrus microcarpa Bunge)
Minyak atsiri terkandung didalam kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi. Aromaterapi adalah salah satu terapi yang menggunakan minyak atsiri beraroma untuk pengobatan. Minyak atsiri dapat memberikan efek antigatal atau antirematik. serta dapat juga bersifat sensitisasi, seperti iritasi. Pengamatan iritasi perlu dilakukan melihat keamanan penggunaan sediaan dan tidak mengakibatkan resiko iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah sediaan roll on aromaterapi kulit jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge) menimbulkan iritasi terhadap kelinci putih jantan. Pengamatan iritasi dilakukan dengan metode draize untuk mengamati timbulnya eritema dan edema selama 24, 48 dan 72 jam serta dihitung nilai derajat iritasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa sediaan roll on F0, F1, F2, dan F3 (10%) yang mmasing-masing mengandung minyak atsiri kulit jeruk kasturi 0%, 4%, 6%, 10% seluruhnya memberikan skor derajat iritasi 0 (tidak mengiritasi). Dapat disimpulkan bahwa formula roll aromaterapi F0, F1, F2, dan F3 tidak mengakibatkan reaksi iritasi pada kulit
FORMULASI SEDIAAN KUMUR DARI EKSTRAK DAUN SUKUN Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg
ABSTRACT
Research on mouthwash formulations from breadfruit leaf extract. This study aims to be able to formulate breadfruit leaf extract into mouth rinses. Mouthwashes breadfruit leaf extract is made into four formula that F0 (base), F1 (extract of breadfruit leaf pods 10%), F2 (extract of breadfruit leaf pods 15%) and F3 (extract of breadfruits leaf pods 20%). Evaluation mouthwash include organoleptic examination, pH, stability, and viscosity. The evaluation results show that the physical properties perfomed mouthwash give good results and qualify mouthwash preparations. Breadfruit leaf extract could be formulated in the form of mouthwash.
Keywords: breadfruit leaf extract; mouthwash formulations; Mouthwashes breadfruit leaf extract
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang formulasi sediaan kumur dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis). Penelitian ini bertujuan untuk dapat memformulasi ekstrak daun sukun menjadi sediaan kumur. Sediaan kumur ekstrak daun sukun dibuat menjadi empat formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak daun sukun 10%), F2 ( ekstrak daun sukun 15%) dan F3 ( ekstrak daun sukun 20%). Evaluasi obat kumur meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, stabilitas, dan viskositas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sifat fisik sediaan obat kumur memberikan hasil yang baik dan memenuhi syarat sediaan obat kumur. Ekstrak daun sukun dapat diformulasi dalam bentuk sediaan obat kumur.
Kata kunci: ekstrak daun sukun, formulasi obat kumur, obat kumur daun suku
PELATIHAN PENGOLAHAN BAYAM MERAH UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DAN STUNTING
Stunting is failure to thrive due to lack of nutritional intake that lasts for a long time from pregnancy to 24 months of age. Efforts to prevent stunting are carried out by meeting the nutritional needs of pregnant women, providing exclusive breastfeeding and eating complementary foods and maintaining environmental cleanliness. One of the nutrients during pregnancy that needs to be considered is the fulfillment of iron needs to prevent nutritional anemia caused by iron deficiency. Based on the results of a survey by a National Competent Institution, the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the Padang Panjang stunting rate was set at 20% and based on information from the Padang Panjang City Service Head from Posyandu cadre data, the Padang Panjang stunting rate reached 15.57%. Red spinach is a vegetable that contains a lot of iron that can be consumed as an alternative food to meet iron needs. Iron plays a role in the formation of hemoglobin. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women and mothers with toddlers about the benefits of red spinach and how to process red spinach into noodles. The method used was counseling and distribution of noodles from red spinach for counseling participants. The outputs obtained in this activity are pregnant women and mothers with toddlers who know the benefits of red spinach, can process red spinach into noodles and are willing to consume red spinach as an effort to prevent anemia and stunting.
Stunting is failure to thrive due to a lack of nutritional intake that lasts for a long time from pregnancy to 24 months of age. Efforts to prevent stunting are carried out by meeting the nutritional needs of pregnant women, providing exclusive breastfeeding and eating complementary foods, and maintaining environmental cleanliness. One of the nutrients during pregnancy that needs to be considered is the fulfillment of iron needs to prevent nutritional anemia caused by iron deficiency. Based on the results of a survey by a National Competent Institution, the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the Padang Panjang stunting rate was set at 20%, and based on information from the Padang Panjang City Service Head from Posyandu cadre data; the Padang Panjang stunting rate reached 15.57%. To overcome stunting, innovation is needed to increase public interest in consuming foods rich in nutritional intake. One of the plants that can be used is red spinach. Red spinach is a vegetable that contains a lot of iron that can be consumed as an alternative food to meet iron needs. Iron plays a role in the formation of hemoglobin. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women and mothers with toddlers about the benefits of red spinach and how to process red spinach into noodles. This training was attended by mothers with toddlers, pregnant women, and posyandu cadres. The method used is the training and distributing red spinach noodles for trainees, who can immediately feel the noodles made from a spinach mixture. The output of this activity is aimed at pregnant women and mothers with toddlers who know the benefits of red spinach, can process red spinach into noodles, and are willing to consume red spinach to prevent anemia and stunting
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
