1,720,969 research outputs found
Bagaimana Kinerja Keuangan BUMN Karya Indonesia?
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kinerja keuangan 4 empat perusahaan BUMN Karya Indonesia yang dilatarbelakangi oleh isu yang telah diungkapkan pada media pemberitaan yaitu; menurunnya kinerja kuangan serta sulitnya BUMN karya di Indonesia dalam melunasi kewajibannya. 4 empat perusahaan BUMN Karya yang menjadi objek penelitian ini adalah PT. Wijaya Karya Persero, PT. Adhi Karya Persero, PT. Waskita Karya Persero dan PT. PP Persero. Penelitian ini menggunakan analisis laporan keuangan dengan metode rasio keuangan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan dengan periode pengamatan selama 5 tahun dimulai tahun 2019 hingga tahun 2023. Penelitian ini menggunakan 3 rasio keuangan yang masing masing mewakili aspek kinerja keuangan yang meliputi; rasio profitabilitas yang terdiri dari rasio return on asset (ROA) dan return on equity (ROE), Rasio likuiditas yang menggunakan rasio lancar dan rasio solvabilitas yang terdiri dari; debt to equity rasio (DTE) dan debt to asset rasio (DTA). Hasil penelitian menunjukan terjadi penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2023 terutama dilihat dari aspek profitabilitas dan solvabilitas. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa PT. Waskita Karya merupakan BUMN karya yang perlu untuk mendapatkan perhatian khusus karena memiliki kinerja keuangan yang paling tidak memuaskan diantara BUMN karya lainnya
Kinerja Keuangan, Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilita
Dampak Penerapan International Financial Reporting Standard Terhadap Investasi Langsung Asing di Negara Asia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan IFRS terhadap arus investasi langsung. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah negara – negara yang ada di Asia dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 23 negara yang menggunakan IFRS dan memiliki pasar modal dengan periode pengamatan selama sembilan tahun yang dimulai dari tahun 2006 hingga 2014 sehingga pada penelitian ini terdapat sebanyak 207 observasi. Untuk menganalisis hipotesis, penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan model variabel dummy yang diolah dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan penerapan IFRS dengan modifikasi dan parsial berpengaruh positif terhadap investasi langsung asin
Bentuk Penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) Di Negara Anggota Asean
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) di negara – negara yang menjadi anggota ASEAN. Untuk memperoleh gambaran bentuk penerapan tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan berdasarkan pada ringkasan data yang berasal dari dokumen IFRS profile yang bersumber dari IFRS Foundation, Price Waterhouse Coopers (PWC), Delloite dan IASplus. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat ketidakseragaman bentuk penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) sehingga terdapat 4 (empat) kelompok bentuk status penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) di negara anggota ASEAN yaitu; pertama melalui adopsi penuh yang meliputi; Malaysia, Filipina, Singapore, Kamboja, Laos dan Myanmar, kedua adopsi secara parsial yaitu; Brunei Darusalam. Ketiga, melalui tahap konvergensi yang terdiri dari Indonesia dan Thailand, kempat belum menerapkan yaitu negara Vietnam. Adopsi secara penuh merupakan bentuk penerapan yang paling banyak digunakan oleh negara – negara anggota ASEANKata Kunci : adopsi penuh, adopsi parsial, konvergensi, IFR
PENGARUH DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP PENGUNGKAPAN RISIKO INSTRUMEN KEUANGAN PADA PERBANKAN UMUM INDONESIA
Perbankan merupakan sektor perusahaan yang memiliki risiko keuangan atas instrument keuangan yang tinggi sehingga diperlukan pengungkapan informasi risiko yang lengkap dan transparan guna meningkatkan kepercayaan para stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran keberadaan dewan komisaris dan komite audit terhadap kepatuhan pengungkapan risiko atas instrument keuangan di sektor perbankan umum di Indonesia. Peneltian ini menggunakan 46 perbankan umum non syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan jumlah dewan komisaris dan komite audit sebagai ukuran variabel dewan komisaris dan komite audit, peneltiian ini menggunakan index pengungkapan risiko keuangan yang disusun berdasarkan PSAK 107. Untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil peneltiain membuktikan secara empiris keberadaan dewan komisaris dan komite audit dapat mempengaruhi secara signifikan tingkat pengungkapan risiko keuangan pada instrument keuangan pada perbankan umum di Indonesia sehingga dapat disimpulkan peran pengawasan komite audit dan dewan komisaris mampu memperkuat kepatuhan manajemen terhadap ketetapan standar akuntansi menurut PSAK yang berlaku di Indonesia
NEGATIVE FACTORS AND ITS EFFECT TOWARDS JOB SATISFACTION OF CUSTOMER SERVICE
ABSTRAKBerbagai bisnis mulai memperhatikan kepuasan karyawan, khususnya layanan pelanggan. Kepuasan pelanggan setahap langsung dipengaruhi oleh kepuasan karyawan, seperti yang ditunjukkan beberapa penelitian. Di sisi lain, beberapa ahli berpendapat bahwa aspek negatif dari tempat kerja memengaruhi karyawan yang tidak puas. Kepuasan pelanggan tidak setahap langsung dipengaruhi oleh hal ini. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui (1) faktor negatif yang memengaruhi kepuasan kerja dalam pelayanan pelanggan, serta (2) pengaruh faktor negatif terhadap kepuasan kerja dalam layanan pelanggan. Penelitian ini memanfaatkan tinjauan literatur kualitatif serta pendekatan penelitian kualitatif berbasis data sekunder. Temuan penelitian mengungkapkan faktor negatif yang berdampak pada kepuasan layanan pelanggan, yaitu: (1) Pendapatan; (2) Manajemen pekerjaan; (3) Pengawasan (Oversight); (4) Interaksi; (5) Komunikasi; (6) Fasilitas. Sumber Daya Perusahaan bisa menderita akibat hal ini, yang meliputi: (1) Mendapat nilai rendah; (2) Citra Bisnis yang Negatif; (3) Kurangnya respons terhadap pemasaran konten; (4) Kualitas produk kehilangan signifikansinya; (5) Kepercayaan pelanggan semakin berkurang; (6) Lebih sedikit uang yang dihasilkan oleh bisnis. Various businesses began to pay attention to employee satisfaction, especially customer service. Customer satisfaction is directly influenced by employee satisfaction, as some studies have shown. On the other hand, some experts argue that the negative aspects of the workplace affect dissatisfied employees. Customer satisfaction is not directly affected by this. The purpose of the study was to determine (1) the negative factors that affect job satisfaction in customer service, and (2) the influence of negative factors on job satisfaction in customer service. This research uses a qualitative literature review and a secondary data-based qualitative research approach. The research findings reveal negative factors that have an impact on customer service satisfaction, namely: (1) Revenue; (2) Job management; (3) Oversight; (4) Interaction; (5) Communications; (6) Facilities. Company Resources may suffer as a result of this, which include: (1) Scoring low; (2) Negative Business Image; (3) Lack of response to content marketing; (4) The quality of the product loses its significance; (5) Customer trust is diminishing; (6) Less money is made by the business.
Hubungan Kualitas Standar Pelaporan dan Auditing Terhadap Kemajuan Pasar Modal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan kualitas standard pelaporan keuangan dan auditing terhadap kemajuan pasar modal yang terjadi dalam suatu negara. Penelitian ini menggunakan index skor kualitas pelaporan keuangan dan auditing yang bersumber dari World Economic Forum sebagai pengukur kualitas standard pelaporan keuangan dan auditing, untuk mengukur kemajuan pasar modal penelitian ini menggunakan persentase kapitalisasi pasar terhadap GDP yang diperoleh melalui data Bank Dunia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 57 negara yang berasal dari lima benua (Afrika, Asia, Amerika, Eropa dan Pasifik) dengan periode pangamatan dimulai dari tahun 2014 hingga 2016. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan analisis pearson correlation sebagai alat analisis yang diolah dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil pengujian hipotesis berhasil membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas standard pelaporan keuangan dan auditing dengan kemajuan pasar modal yang terjadi dalam suatu negara. Tingkat kekuatan hubungan yang berhasil dibuktikan masuk dalam kategori hubungan yang berkekuatan sedang. Kata kunci : Kualitas standard pelaporan keuangan dan auditing, Kemajuan Pasar Moda
RELEVANSI NILAI PENGUNGKAPAN INFORMASI RISIKO KEUANGAN PADA INSTRUMEN KEUANGAN DI ERA PANDEMI COVID 19
The occurrence of the COVID-19 pandemic led to a decline in economic performance both on a micro and macro level, resulting in a higher risk of embedded financial instruments. Therefore, it became necessary to disclose information regarding financial risks associated with financial instruments through financial statements. This study aims to prove that the disclosure of financial risk information in financial instruments is relevant to investors' decisions. The research uses 16 companies in the consumer financing sub-sector as study objects, analyzed using a value relevance model proven through multiple linear regression analysis. This study uses observational data from the COVID-19 period, specifically the years 2020, 2021, and 2022 as the observation period. To measure the disclosure of financial risk information, the study employs a disclosure index based on PSAK 107. The results have shown that the disclosure of financial risk information in financial instruments did not significantly affect the stock prices of companies in the consumer financing sub-sector during the COVID-19 period. Therefore, it can be concluded that the disclosure of financial risk information does not have value relevance for investors' decisions
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KARIR MAHASISWA AKUNTANSI (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi di Perguruan Tinggi di Semarang)
The purpose of this study is to investigate and analyze factors influencing
accounting students in the career selection (public accounting or non-public
accounting). Factors influencing the selection of career are measured by variable
financial rewards, profesional training, profesional recognation, social values,
work environment, labor market consideration, personality and act of gender.
The sample used in this research are 120 respondents. The sample are
collected from UNDIP, UNNES, UNISULA, and UNIKA. To anaylze the
hypothesis, this research used logistic regression. The results show that financial
reward, profesional training, profesional recognation, labor market
consideration, and act of gender varriables have significant effect on career
selection to become public accountants or non-public accountants, however social
values, work environment and personality variables do not have significant effect
on career selection to become public accountants or non public accountant
APAKAH PERUSAHAAN SUB SEKTOR RETAIL DI INDONESIA BERPOTENSI BANGKRUT DI ERA PANDEMI COVID 19?
Pandemi Covid – 19 yang telah melanda Indonesia menyebabkan krisis ekonomi yang menurunkan kinerja hampir di semua sektor industri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi potensi kebangkrutan perusahaan sub retail yang ada di Indonesia secara umum dan mengidentifikasi perusahaan sub sektor retail yang masuk dalam kondisi berpotensi untuk bangkrut. Penelitian ini menggunakan 17 perusahaan sub retail dengan pengamatan per tahun 2020 sebagai sampel penelitian. Untuk mengidentifikasi potensi kebangkrutan, penelitian ini menggunakan perhitungan Altman Z-Score yang akan di analisis melalui analsis statistika deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari setengah atau 76% perusahaan retail di Indonesia masih dalam kondisi aman, sedangkan 24 % sisanya dalam kondisi berpotensi kebangkrutan adapun perusahaan sub sektor retail yang berpotensi bangkrut meliputi; PT Duta Intijaya dengan nilai z-score 0,805, PT Trikomsel Oke dengan nilai z-score -292,051, PT Matahari Prima Putra dengan nilai z-score 0,056 dan PT. Hero Supermarket dengan nilai z-score -0,259.Keyword : Kebangkrutan, Altman Z scor
ANALISIS PERTUMBUHAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DAN KONVENSIONAL DI ERA PANDEMI COVID 19
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi covid 19 terhadap keberlangsungan pertumbuhan kinerja keuangan perbankan syariah dan juga konvensional di Indonesia dimana rasio kinerja keuangan yang digunakan bersumber pada statistika perbankan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meliputi rasio CAR, ROA, NIM/NOM, BOPO dan FDR, pada tahun 2016 – 2020. Penelitian ini menggunakan semua bank umum syari’ah dan bank umum konvensional yang masuk kedalam kategori BUKU 1 sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan pada kinerja perbankan dalam menyalurkan dana atau pembiayaan hasil penelitian membuktikan bahwa covid 19 memberikan dampak negatif terhadap kinerja perbankan syariah dan konvensional dalam menyalurkan dana pembiayaan atau pinjaman penurunan terbesar lebih banyak dirasakan atau dialami perbankan konvensional dibandingkan dengan perbankan syari’ah hal ini dibuktikan dengan jumlah penurunan kinerja perbankan konvensional yang lebih besar. Kemudian pandemi covid 19 memberikan dampak negatif terhadap kinerja perbankan syari’ah dan konvensional yang diukur berdasarkan efisiensi biaya operasional (BOPO) dibuktikan dengan kenaikan rasio biaya operasional sepanjang tahun 2020. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa kesetabilan keberlangsungan kinerja perbankan syariah dan konvensional yang diukur melalui kemampuannya dalam menciptakan pendapatan melalui aktiva produktif (NIM/NOM) mengalami penurunan akibat dampak dari covid 19 dan dalam hal ini perbankan syariah mengalami dampak yang lebih besar dibandingkan dengan perbankan konvensional yang dibuktikan dengan penurunan yang lebih tinggi.Kata kunci: Kinerja Keuangan, CAR, ROA, NIM/NOM, BOPO, FDR
- …
