21 research outputs found

    Kiai Kharismatik dan Hegemoninya (Telaah Fenomena Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf)

    No full text
    Abstract This paper discusses the pattern of kiai hegemony as a charismatic leader. Kiai have a strategic position, are very respectable, and even have a big influence on the development of a community. The author examines the phenomenon of Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf as one of the charismatic kiai. Kiai is not a person who is experienced and has professional skills, but is socially proven to be able to spearhead the process of social change in society. The functionalist perspective presented by William F. Ogburn the author uses as an approach in interpreting the kiai's charismatic leadership. This perspective considers social change as something that can disrupt the balance of society. Kiai not only restricts the flow of culture, but the kiai seeks to spearhead change. The main finding in this paper is that compliance that is formed from a charismatic kiai is able to consciously obey his followers and without coercion. Kiai not only restricts the flow of culture, but the kiai tries to spearhead changes. On the other hand Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf tends to create restrictions on relations to a political party activity. In a functionalist perspective, change is integrated in culture. The culture of sholawatan that has grown very strong among the NU community, is another supporting aspect in the creation of charismatic permanence Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf as a Kiai. Charismatic leadership is raised on the emotional involvement of an individual in identifying the psychological individual of his followers in an effective way, which leads to cultural constancy adopted by certain community groups.Keywords : kiai, leadership, charismatic, hegemonyAbstrak Tulisan ini membahas tentang pola hegemoni kiai sebagai pemimpin kharismatik. Kiai mempunyai kedudukan strategis, sangat terhormat, bahkanberpengaruh besar pada perkembangan suatu komunitas. Penulis melakukan telaah terhadap fenomena Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai salah seorang kiai kharismatik. Kiaibukanlah sosok yang berpengalaman dan memiliki kemampuan profesional, tetapi secara sosial terbukti mampu memelopori proses perubahan sosial dalam masyarakat. Perspektif fungsionalis yang disampaikan oleh William F. Ogburn penulis gunakan sebagai sebuah pendekatan dalam memaknai kepemimpinan kharismatik kiai.Perspektif ini menganggap perubahan sosial sebagai suatu hal yang dapat mengacaukan keseimbangan masyarakat.Kiai bukan hanya membatasi arus budaya yang masuk, namun kiai berupaya memelopori perubahan Temuan utama didalam tulisan ini adalah kepatuhan yang terbentuk dari kharismatik seorang kiai mampu menghegemoni pengikutnya dengan sadar dan tanpa suatu paksaan. Kiai bukan hanya membatasi arus budaya yang masuk, namun kiai berupaya memelopori perubahan. Disisi lain Habib Syech bin Abdul Qadir Assegafcenderung menciptakan pembatasan hubungan terhadap suatu aktivitas partai politik. Dalam perspektif fungsionalis perubahan terintegrasi dalam kebudayaan.Budaya sholawatan yang sudah tumbuh sangat kuat dikalangan masyarakat NU, menjadi aspek pendukung lain dalam penciptaan kelanggengan kharismatik Habib Syech bin Abdul Qadir Assegafsebagai seorang Kiai. Kepemimpinan kharismatik dimunculkan atas keterlibatan emosional seseorang individu dalam mengidentifikasi psikologis individu pengikutnya dengan cara efektif, yakni mengarah pada keajegan budaya yang dianut oleh kelompok masyarakat tertentu.Kata kunci : kiai, kepemimpinan, kharismatik, hegemon

    Analysis of the Influence of the Tourism Economic Sector in Increasing Original Income Karo Regency area

    No full text
    This research aims to analyze the influence of the tourism economic sector on increasing Regional Original Income (PAD) in Karo Regency. Tourism has become an important sector in regional economic growth, and Karo Regency as a potential tourist destination is attracting attention in efforts to optimize tourism's contribution to PAD. The analytical method used by the author in this thesis is quantitative descriptive analysis. The research results show that the variable number of tourist attractions has an insignificant positive effect on Regional Original Income. The variable number of domestic tourists has a positive and insignificant effect on Regional Original Income. The variable number of foreign tourists has a significant positive effect on Regional Original Income. The variable number of restaurants has a significant positive effect on Regional Original Income. The hotel occupancy rate variable has a significant positive effect on Regional Original Income93 PagesSkripsi Sarjan

    Manajemen Asuhan Kebidanan Post Natal Care pada Ny “R” dengan Post Partum Blues di RSUD Syech Yusuf Gowa Tahun 2018

    No full text
    Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu, yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Peningkatan dukungan mental atau dukungan keluarga sangat diperlukan dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas. Studi kasus yang dilakukan pada Ny “R” dengan post partum blues yaitu dengan melakukan komunikasi terapeutik, adaptasi menjadi ibu, mengajarkan ibu teknik relaksasi, mobilisasi dini, personal hygiene, makanan bergizi, mencari posisi yang nyaman, melakukan bounding attachment, dan mendengarkan Al-Qur’an agar hati tenang. Dari hasil asuhan sebanyak 6 kali didapatkan bahwa Ny.”R” pada hari pertama dan kedua ibu mengalami post partum blues. Hari ketiga ibu mulai beradaptasi dan hari selanjurnya ibu sudah beradaptasi menjadi seorang ibu.Studi kasus dapat disimpulkan tidak didapatkan kesenjangan antara teori dengan yang didapatkan di lapangan

    Desain Media Pembelajaran Interaktif Komputer Jaringan Dasar Kelas X Menggunakan Powtoon di SMKN 4 Payakumbuh

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang desain media pembelajaran interaktif komputer jaringan dasar menggunakan powtoon di SMKN 4 Payakumbuh. Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran KomputerJaringan dasar bahwa media yang digunakan masih berupa papan tulis dan Microsoft Power Point seadanya sehingga kurangnya variasi media pada penyampaian materi.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Decide, Design, Develop, Evaluate (DDD-E). Nilai uji validitas rata-rata adalah 0,89 (sangat valid), nilai tes kepraktisan rata-rata adalah 0,86 (sangat tinggi), dan rata-rata uji efektivitas adalah 0,88, sesuai dengan temuan pengujian produk yang dilakukan dengan berbagai dosen, guru, dan siswa. (sangat efektiv). Dengan demikian media pembelajaran ini bersifat valid, praktis dan efektiv untuk digunakan

    Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny "R" dengan Hiperbilirubin di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2022

    No full text
    Hyperbilirubinemia is a clinical phenomenon due to the high production and low excretion of bilirubin, which causes the yellow color on the sclera and skin. The major purpose of this research was to investigate and conduct a midwifery care management on a newborn with the case of hyperbilirubinemia at the general hospotal of Syech Yusuf Gowa in 2022. The 7-stage of Varney management approach was emplyed in this study. The findings of this study indicated that in the caring management given to the baby “R” with the case of pathological hyperbilirubinemia, there were no obstacles and problems found by the health workers. The monitoring was carried out several times in 5 visits for a 13-day period. During the care, the baby’s skin and sclera had been apparent to be yellow since June 24, 2022. In addition, the baby’s reflexes in sucking and swallowing were weak since June 23th. the total bilirubin from LAB examination was 11.77 mg/dL. After the treatments were given, it was apparent that the baby’s skin and sclera were no longer yellow, while the bilirubin levels were back to normal on July 13th, 2022. On June 25 , 2022. This study was conducted by utilizing the 7-stage of Varney management the approach and SOAP documentation procedure. This study showed that the analysis on patient’s condition was conducted in order to check the bilirubin’s levels. Afterwards, treatments were given based on the correct procedures. It was noticeable that there was no kernicterus during the conduct of treatments. Therefore, it could be concluded that the findings of this study aligned with the previous studies and theories

    Penentuan Konduktivitas Listrik dan Kajian Kualitas Air Sungai Siak Menggunakan Metode Jembatan Wheatstone

    No full text
    A research has been done on the determination of the electrical conductivity and water quality of Siak River water using a Wheatstone bridge method in the location around the rubber factory of PT. RICRY. The research was begun by taking samples of the Siak river water were taken on five points which have been determined at a distance of 10 meters from PT. RICRY when was low and high tide. Based on the length data of wire L1 and L1, it could be determined the value of electrical resistance, resistivity and electrical conductivity. The result showed that the value of highest electrical conductivity of the river water when the sea water was at high tide was 58,513 . 10-6 (Ωm)-1, while the electrical conductivity of the river water at low tide was 41,879 . 10-6 (Ωm)-1. A decent water for consumption has an electrical conductivity of (300 -500).106(Ωm)-1(Mailinda, U. 2011). Based on that standard electrical conductivity, Siak river water in the research location when the sea water high tide and low tide are not worthy to be consumed because of too small value compared to the standard value of electrical conductivity

    Analisis Rugi- Rugi Daya Pada Penghantar Saluran Transmisi Tegangan Tinggi 150 Kv Dari Gardu Induk Koto Panjang Ke Gardu Induk Garuda Sakti Pekanbaru

    No full text
    A research has been conducted on analysis of power losses on electric power transmission line of 150 kV of Koto Panjang to Garuda Sakti Pekanbaru in March 2014. This research was conducted and its aim was to analyze the power losses in the transmission system 150 kV. Conductors used in the high-voltage transmission line wasACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced) which consisted of a mixture of aluminum and steel with a diameter of 28.71 mm. Results of the transmission lineshowed that the largest total conductivity obtained was 43,645,705.993 Watt at 13:00 PM while the lowest total conductivity was 37,313,100.282 Watt at 17:00 PM. Highermagnitude of the transmitted conductivity resulted in increased power loss with ACSRconductor resistance of 0.049 Ω so that the largest loss occurred at 13:00 PM with4435.645 Watt power loss and the lowest power loss was 3,221.784 Watt at 17:00 PM.Based on the results obtained above, the percentages of power lost every hour for amonth in March 2014, were between 0.0086% to 0.0102% with the percentage ofoverall average power loss was 0.095%

    Pengembangan Pribadi Konselor Berbasis Islam

    No full text
    Penelitian yang akan dilaksanakan dengan tujuan pengembangan pribadi konselor yang dimana dalam hal ini menjadi fokus utama peneliti dalam melakukan penelitian. Pada tataran pengembangannnya ini nantinya peneliti mengkaji terlebih dahulu tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Islam karangan Syech Muhammad Arysad Al-Banjari. Selanjutnya nilai-nilai tersebut diimplementasi dalam pengembangan pribadi konselor. Dipilihnya Islam disini karena peneliti memandang subyek dalam layanan bimbingan dan konseling mayoritas islam khususnya di daerah Kalimantan Selatan. Kemudian dari pada itu pula minimnya kepercayaan public akan kinerja konselor diakibatkan oleh kurangnya kualitas pribadi dari seorang konselor menjadikan peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah model pribadi konselor yang relegius keislaman. Desain penelitian yang digunakan peneliti mengacu pada desain research and develompmentc (R and D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall, dimana peneliti dalam mengembangkan pribadi konselor berbasis Islam mengadopsi sepuluh tahapan pengembangan menurut Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahapan, hal ini dilakukan dengan alasan disesuiakan dengan kebutuhan penelitian. lima tahapan tersebut adalah sebagai berikut : (1) studi pendahuluan. (2) perencanaan, (3) pengembangan hipotetik, (4) penelaahan model hipotetik, (5) revisi. Hasil dari penelitian ini yakni tersusunya konsep pengembangan pribadi konselor berbasis islam pada tahapan teruji 1 (akademisi dan praktisi bidang bimbingan dan konseling)

    Konsep Pendidikan Akhlaq dalam Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ karya Syech Muhammad Syakir Al Iskandari

    No full text
    ABSTRAK Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan kitab-kitab akhlak yang telah disusun para ulama’salaf. Di antara kitab tersebut adalah kitab Washaya Al Abaa’ Lil Abnaa’, karya seorang ulama’ terkenal Mesir, Syeikh Muhammad Syakir. Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ yang lahir pada awal abad 20 masih digunakan sebagai mata pelajaran khusus pendidikan akhlak hingga sampai saat ini, terbukti dengan kitab ini digunakandikalanganpendidikan madrasah diniyahdanpondokpesantren. Penelitian ini bertujuan untuk membina akhlak anak didik melalui kajian kitab karya ulama’salaf. Sehingga dalam diri anak didik terbentuk pribadi-pribadi muslim yang berakhlakul karimah, taat pada Allah dan Rasul-Nya, hormat kepada Ibu Bapak, sayang kepada sesama makhluk Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi Library Reseach. Sesuai dengan jenis data penelitian ini, data diolah dengan menggunakan teknik analisis non statistik.Untuk mempertajam analisis metode deskriptif kualitatif, peneliti menggunakan teknis analisis isi (content analisys). Setelah data terkumpul maka data tersebut dianalisis secara induktif untuk mendapatkan kongklusi. Proses content analisys dimulai dari isi pesan kemudian dilakukan kategorisasi (pengelompokan) antara data yang sejenis dan selanjutnya dianalisis secara kritis dan obyektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi pendidikan pada kitab Washaya al Abaa’ lil Abnaa’ dibagi menjadi 2. Dimensi Ilahiyah dan Insaniyah. Dengan perincian sebagai berikut: dimensi Ilahiyah meliputi taqwa,taubat,sabar,takdir, tawakal,syukur, mengajarkan ilmu pada orang lain, lemah lembut, saling menghormati, bergaul, jujur, tolong menolong, mencari ilmu. Dan dimensi Insaniyah meliputi akhlak kepada guru,akhlak kepada orang tua,akhlak kepada diri sendiri,akhlak kepada teman,akhlak kepada lingkungan masyarakat. Metode pendidikan yang diterapkan meliputi metode nasihat,metode pembiasaan,metode kisah dan keteladanan,metoded ialog,metode perumpamaan dan perbandingan, metode targhib dan tarhib ABSTRACT Pondok pesantren is institutional educate such as through book of moral composed by scholars of the salaf. Some of the book was Washaya Al Abaa’ Lil Abnaa’ book, written by leading islamic scholars, Syeikh Muhammad Syakir. Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ book was written in the beginning of 20th century and still used in special subject for moral education until now, it was evidenced by the use of this book among education of madrasah diniyah and pondokpesantren. This study was aimed to build pupil’s moral through book review of scholars of the salaf. Therefore, moslem characters with akhlakul karimah, faithful toward Allah and Rasul, respect toward mother and father, and kind toward all God’s creatures was built within pupils. This study used qualitative approach with library research study design. In accordance with this type of study, data obtained would be analyzed using non-statistical analysis technique. To improve on qualitative descriptive method analysis, author used content analysis technique. After data was collected, data was analyzed inductively to gain conclusion. Content analysis process was initiated from message content and then categorization was done based on similarity and afterward was analyzed in critical and objective manner. Result of this study showed that education dimension in Washaya Al-Abaa Li Al Abnaa’ was divided into 2 parts that are Ilahiyah and Insaniyahdimensions, with details as follows: Ilahiyah dimension covers taqwa, repentance, patience, tawakal, gratitude, teaching knowledge to others, kind, mutual respect, associate, honest, helpful, looking for knowledge. Insaniyah dimension covers moral toward teacher, moral toward parents, moral toward self, moral toward friends, moral toward community. Education method applied consist of advice methode, habitual method, storytelling and exemplary method, dialogue method, supposition and comparison method, targhib and tarhib metho
    corecore