37 research outputs found

    Sayid Qutub: Sastrawan, Politikus, dan Ulama

    Get PDF
    Apabila kita membuka-buka lembaran sejarah sastra arab maka akan kita temukan satu di antara sederetan nama-nama sastrawan besar yaitu Sayid Qutub, dan apabila kita menelaah kitab-kitab tafsir al-Qur'an maka Sayid Qutub temasuk salah satu mufassir besar di sana, kemudian apabila kita membaca sejarah politik di Mesir maka di dalamnya juga terukir nama Sayid tersebut. Sayid adalah orang Mesir yang lahir pada tahun 1906 M di perkampungan Musya pada propinsi Asiyut (Abdullah al-Iwad, 1983:78). Lingkungan keluarga, pendidikan dan bakat telah mendukungnya menjadi sosok manusia yang mampu berkiprah di dalam bidang dunia sastra, politik dan ilmu keislaman. Aktivitas ayahnya secara tidak langsung telah mengenalkan dunia politik kepadanya, karena ayahnya menjadi pengurus partai Watani di desanya, bahkan rumahnya dijadikan pusat kegiatan pendidikan dan latihan kader Watani dari desa tersebut. Dalam kehidupan pendidikan agama Islam ia mendapat perhatian yang cukup baik di rumah maupun sekolah, terutama ibunya sangat tinggi perhatiannya mengenai praktek-praktek keagamaan di rumahnya, sehingga pengaruhnya sangat dalam terhadap jiwanya. Sayid salah satu dari lima bersaudara dari keturunan isteri Qutub yang kedua yaitu Nafisah, Sayid, Aminah, Muhammad dan Hamidah. Uniknya lima bersaudara ini semuanya pernah dijebloskan dalam penjara sebagai tahanan politik, dan yang paling tragis adalah Sayid, ia mengakhiri hukumannya dengan hukum mati. Lima bersaudara ini juga memiliki bakat seni karang- mengarang dan seni sastra kecuali yang sulung Nafisah

    SUMBER-SUMBER ILMU PENGETAHUAN DALAM AL QUR’AN DAN HADITS

    Get PDF
    Sejak awal kelahirannya, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Salah satu pencerahan yang dibawa oleh Islam bagi kemanusiaan adalah pemikiran secara ilmiah yang merujuk kepada Alquran dan Hadits. Kesadaran para ilmuan muslim yang bersumber dari Alquran dan Hadits memicu pencapaian terbesar dalam ilmu pengetahuan. Sifat lain yang diajarkan oleh Alquran dan Hadits kepada kaum muslim adalah keterbukaan pikiran, yang memungkinkan mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dari peradaban lain tanpa prasangka. Tujuan penulisan ini sebagai salah satu upaya membumikan Alquran dan Hadits dengan mengkaji secara tematik khususnya tentang ilmu pengetahuan. Artikel ini ditulis berdasarkan studi pustaka mengenai ilmu terkait serta tafsir Alquran dan Hadits. Diketahui bahwa dalam Islam tidak ada satupun ilmu yang berdiri sendiri dan terpisah dari bangunan epistemologis Islam, ilmu-ilmu tersebut tidak lain merupakan bayan atau penjelasan yang mengafirmasi wahyu, yang kebenarannya pasti. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai filter dalam mengantisipasi pengaruh negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolog

    KARAKTERISTIK TAFSIR FI ZHILAL AL-QUR'AN

    Get PDF
    Abstract Tafsir fi Zhilal Quran was written in the range of 1952 to 1965. He had time to revise the first thirteen juz of his interpretation during his long detention1. This interpretation led Sayid Qutub to explore the various moral messages of Islam that were conveyed through Muhammad's treatises, which strengthened faith and could provide a perfect ideological foundation. It was so phenomenal that Sayid Qutub wrote a fi dzilal al-quran interpretation, with its unique methods and characteristics, rich in literary and social language in his dakwa, inviting and inviting in a beautiful language style.Sayid qutub can complete his Tafsir in prison with enthusiasm and enthusiasm in writing his tafsir, with the aspiration to provide the best legacy for future generation

    التسامح الديني عند سيد قطب (دراسة التفسير " في ظلال القرآن")

    No full text
    Akhir-akhir ini keberadaan Toleransi Beragama mendapat perhatian banyak pihak ini merupakan salah satu solusi dalam menangani keberagaman suku, bahasa, golongan dan agama namun seringkali Toleransi Beragama dijadikan alasan dalam hal pencampuran aqidah dan pendapat bahwa seluruh agama sama, oleh karena itu sangat perlu sekali mengetahui pemahaman hakekat Toleransi menurut Al-qur'an dan sunnah yang telah di terangkan oleh mufasir-mufasir terdahulu, sehingga pemahaman Toleransi tersebut akan memperkaya wawasan umat Islam dalam rangka mencari persamaan yang dapat dijadikan landasan hidup rukun dalam suatu masyarakat, sehingga Umat Islam akan terhindar dari pendangkalan Aqidah dan pemahaman yang salah tentang Toleransi Beragama. Sayid Qutub merupakan salah satu tokoh Islam yang aktif dalam membangkitkan dan membangun masa depan Islam dan umatnya, di tengah lajunya perkembangan zaman, beliau ingin agar Al-qur'an dan sunah Nabi selalu dijadikan pegangan hidup dengan sepenuhnya dibawah lindungan dan bimbingan nilai-nilai keduanya, dan demi terealisasinya tujuan tersebut beliau mencoba menafsirkan Al-qur'an dengan menggunakan yang ia anggap dapat membumikan tujuan Al- qur'an dan nilai-nilainya. Maka dalam menafsirkan Al-qur'an beliau menafsirkannya secara utuh dan tidak terpotong-potong. Namun demikian tetap berpijak pada prinsip tafsir klasik dan tidak termasuk kaum modernis yang umumnya mempunyai kecendrungan untuk menggabungkan peran peradaban barat dengan Al-qur'an. Maka berdasarkan keterangan di atas risalah ini mencoba untuk mengungkapkan pemikiran Sayid Qutub dalam Toleransi Beragama untuk membangun masyarakat yang damai terutama dalam pendalaman aqidah dan pelurusan makna Toleransi dalam Islam, dalam kajian literature ini penulis menggunakan metode Analistik Kritis guna memaparkan pemikiran pemikiran Sayid Qutub lalu menganalisanya tentang hubungannya dengan pemikiran mufasir lain dan berusaha mengadakan kritik bilamana perlu. Toleransi Beragama menurut Sayid Qutub ialah kebebasan dalam berkeyakinan disertai rasa keadilan yang menyeluruh diantara umat manusia selagi tidak ada pembunuhan dan pengusiran yang terjadi. Demikian risalah ini ditulis tanpa mengingkari jika disana masih ada keterangan yang belum tertulis, dan tidak ada sesuatu karya kecuali didalamnya suatu kekurangan, harapan penulis semoga kekurangan ini bisa dilengkapi oleh penulis yang lain

    الشخصية اليهودية عند سيد قطب في تفسيره " في ظلال القرآن ) دراسة المقارنة )

    No full text
    Nur Ali Akhir-akhir ini keberadaan Umat Islam mendapatkan banyak perlawanan terhadap bangsa yang ingin menguasai dan merebut kembali Islam secara keseluruhan, namun seringkali permasalahannya berasal dari karakter Yahudi, oleh karena itu perlu sekali mengetahui pemahaman tentang hakekat karakter Yahudi menurut Alqur'an dan Sunnah yang telah diterangkan oleh mufasir- mufasir terdahulu, sehingga pemahaman karakternya tersebut akan memberikan gambaran dan memperkaya wawasan Umat Islam dalam rangka mencari sisi negative yang ditimbulkannya dan pengaruh yang jelek yang dapat menghancurkan kehidupan kita Umat Islam khususnya. Sayid Qutb merupakan salah satu tokoh Islam yang aktif dalam membangun masa depan Islam dan Umatnya ditengah perkembangan zaman, beliau ingin agar Al-qur'an dan Sunnah Nabi selalu dijadikan pegangan hidup dengan sepenuhnya dibawah lindungan dan bimbingan nilai-nilai keduanya, dan demi terealisasikannya, Tujuan tersebut beliau mencoba menafsirkan Al-Qur'an secara utuh, dan tidak terpotong-potong. Maka berdasarkan keterangan diatas risalah ini mencoba untuk mengungkap pemikiran Sayid Qutub dalam karakter Yahudi untuk mengungkap penyebab mereka membuat kerusakan di muka bumi dan memiliki sifat, dan ciri yang buruk. Dalam kajian literatur ini penulis menggunakan Metode analisis guna memaparkan pemikiran -pemikiran sayid Qutub dan menganalisanya. Karakter Yahudi menurut sayid Qutub ialah pandangan Yahudi terhadap Tuhan mereka yang menganggap bahwa mereka adalah kaum terpilih atas perintah tuhannya tetapi mereka ingkar atas apa yang diperintahkan tuhannya dan para Nabi mereka yang menganggap bahwa mereka merasa cukup atas ajaran nabi meraka sehingga menyebabkan akhlak mereka yang buruk, dan memilki ciri khas tersendiri dibanding umat yang lain. Diantara akhlaknya yaitu suka berbohong, mengingkari, dengki,mengolok- olok, berkhianat, menyesatkan, takut, tamak dengan atas dunia, mengingkari janji, cepat berbuat dosa dan permusuhan, berbuat kerusakan didunia, enggan beribadah kepada Allah. Adapun Ciri-cirinya yaitu hati mereka keras terhadap akidah Allah, diantaranya mereka menyatakan Allah itu pelit, dan fakir. Demikianlah risalah ini ditulis tanpa mengingkari jika disana masih ada keterangan yang belum tertulis, dan tidak ada sesuatu karya kecuali didalamnya sesuatu kekurangan, harapan penulis semoga kekurangan ini bisa dilengkapi oleh penulis yang lain

    Inilah Islam

    No full text

    Hari akhir menurut Qur'an

    No full text

    Pendidikan Karakter: Distrupsi teknologi Sebuah Peluang Tantangan dan Solusi di Dunia Pendidikan

    No full text
    Perkembangan teknologi yang pesat di era disrupsi telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Teknologi, di satu sisi, memberikan peluang besar dalam memperkaya metode pembelajaran, memperluas akses informasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang inovatif. Namun, di sisi lain, disrupsi teknologi juga menghadirkan tantangan serius, terutama dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, beretika, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan solusi dalam mengintegrasikan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis kasus pada beberapa institusi pendidikan yang berhasil mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter, seperti melalui penggunaan media interaktif, gamifikasi, dan platform pembelajaran berbasis digital. Namun, terdapat tantangan seperti pengaruh konten negatif, kecanduan teknologi, dan berkurangnya interaksi sosial langsung. Penguatan literasi digital, pengawasan yang bijaksana, serta pengintegrasian nilai-nilai moral dan etika dalam setiap aktivitas berbasis teknologi menjadi kunci utama. Dengan pendekatan ini, pendidikan karakter tidak hanya mampu bertahan di era disrupsi, tetapi juga bertransformasi menjadi elemen penting dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan
    corecore