699 research outputs found

    Putri zulvia larasati br ginting's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Putri zulvia larasati br ginting's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Putri zulvia larasati br ginting's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Karya Kepenarian Tokoh, Larasati, Tari "Gladhen"

    No full text
    Abstract Karya Tari Gladhen merupakan sebuah karya tari yang menggambarkan konflik diantara Dewi Larasati dan Dewi Srikandhi. Konflik tersebut merupakan pententangan prinsip sebagai seorang prajurit wanita, yang menjadikan keduanya beradu kekuatan dalam olah keprajuritan. Sajian karya ini dibagi menjadi beberapa adegan untuk mengungkapkan suasana dan dilengkapi dengan garap tembang dan antawecana. Pada Tugas Akhir penyaji tertarik untuk memilih kepenarian tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen. Pemilihan ini didasarkan atas dasar ide dan skenario oleh Nanuk Rahayu juga terkait dengan pengalaman pribadi penyaji pada semester tujuh, selain itu penyaji juga tertantang untuk berperan sebagai tokoh Larasati yang berkaitan dengan capaian kompetensi kepenarian tokoh Tari Gaya Surakarta. Tantangan tersebut meliputi teknik gerak dan kualitas gerak, tidak hanya dalam hal itu tetapi juga penjiwaan karakter, ekspresi, dan acting dengan menggunakan tembang dan antawecana. Penyaji dituntut untuk menafsirkan Tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen sesuai dengan interpretasi penyaji sebagai media ungkap agar rasa yang ingin disampaikan tercapai. Tafsir garap penyaji masih menggunakan sumber yang ada, tafsir bentuk penyaji menggarap gerak tari putri, beberapa gerak gaya Yogyakarta, gerak tari gagah dan mengadaptasi dari beberapa gerak tari alus sebagai pengkayaan vokabuler gerak. Tata rias penyaji mengutamakan pada kenyamanan gerak yang berhubungan dengan kerapian teknik dan sesuai dengan konsep penyaji. Selain itu penyaji menafsirkan karawitan tari sebagai media ungkap rasa dan suasana sesuai dengan interpretasi penyaji. penyaji juga menggarap tari kelompok putri sebagai penguat suasana. Harapan utama adalah capaian karakter tokoh Larasati dapat terlihat jelas. Awal mula penggarapan karya ini sebagai proses kerja kreatif untuk pembedahan karya. Konsep garap yang digunakan penyaji menggunakan pendekatan terhadap konsep bedhayan, dramatari dan konsep wireng. Kata kunci : Kepenarian Tokoh, Larasati, Karya Tari Gladhe

    TOKOH LARASATI DALAM KARYA TARI GLADHEN

    No full text
    Karya Tari Gladhen merupakan sebuah karya tari yang menggambarkan konflik diantara Dewi Larasati dan Dewi Srikandhi. Konflik tersebut merupakan pententangan prinsip sebagai seorang prajurit wanita, yang menjadikan keduanya beradu kekuatan dalam olah keprajuritan. Sajian karya ini dibagi menjadi beberapa adegan untuk mengungkapkan suasana dan dilengkapi dengan garap tembang dan antawecana. Pada Tugas Akhir penyaji tertarik untuk memilih kepenarian tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen. Pemilihan ini didasarkan atas dasar ide dan skenario oleh Nanuk Rahayu juga terkait dengan pengalaman pribadi penyaji pada semester tujuh, selain itu penyaji juga tertantang untuk berperan sebagai tokoh Larasati yang berkaitan dengan capaian kompetensi kepenarian tokoh Tari Gaya Surakarta. Tantangan tersebut meliputi teknik gerak dan kualitas gerak, tidak hanya dalam hal itu tetapi juga penjiwaan karakter, ekspresi, dan acting dengan menggunakan tembang dan antawecana. Penyaji dituntut untuk menafsirkan Tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen sesuai dengan interpretasi penyaji sebagai media ungkap agar rasa yang ingin disampaikan tercapai. Tafsir garap penyaji masih menggunakan sumber yang ada, tafsir bentuk penyaji menggarap gerak tari putri, beberapa gerak gaya Yogyakarta, gerak tari gagah dan mengadaptasi dari beberapa gerak tari alus sebagai pengkayaan vokabuler gerak. Tata rias penyaji mengutamakan pada kenyamanan gerak yang berhubungan dengan kerapian teknik dan sesuai dengan konsep penyaji. Selain itu penyaji menafsirkan karawitan tari sebagai media ungkap rasa dan suasana sesuai dengan interpretasi penyaji. penyaji juga menggarap tari kelompok putri sebagai penguat suasana. Harapan utama adalah capaian karakter tokoh Larasati dapat terlihat jelas. Awal mula penggarapan karya ini sebagai proses kerja kreatif untuk pembedahan karya. Konsep garap yang digunakan penyaji menggunakan pendekatan terhadap konsep bedhayan, dramatari dan konsep wireng. Kata kunci : Kepenarian Tokoh, Larasati, Karya Tari Gladhe

    TOKOH LARASATI DALAM KARYA TARI GLADHEN (KARYA SENI KEPENARIAN)

    Get PDF
    Karya Tari Gladhen merupakan sebuah karya tari yang menggambarkan konflik diantara Dewi Larasati dan Dewi Srikandhi. Konflik tersebut merupakan pententangan prinsip sebagai seorang prajurit wanita, yang menjadikan keduanya beradu kekuatan dalam olah keprajuritan. Sajian karya ini dibagi menjadi beberapa adegan untuk mengungkapkan suasana dan dilengkapi dengan garap tembang dan antawecana. Pada Tugas Akhir penyaji tertarik untuk memilih kepenarian tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen. Pemilihan ini didasarkan atas dasar ide dan skenario oleh Nanuk Rahayu juga terkait dengan pengalaman pribadi penyaji pada semester tujuh, selain itu penyaji juga tertantang untuk berperan sebagai tokoh Larasati yang berkaitan dengan capaian kompetensi kepenarian tokoh Tari Gaya Surakarta. Tantangan tersebut meliputi teknik gerak dan kualitas gerak, tidak hanya dalam hal itu tetapi juga penjiwaan karakter, ekspresi, dan acting dengan menggunakan tembang dan antawecana. Penyaji dituntut untuk menafsirkan Tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen sesuai dengan interpretasi penyaji sebagai media ungkap agar rasa yang ingin disampaikan tercapai. Tafsir garap penyaji masih menggunakan sumber yang ada, tafsir bentuk penyaji menggarap gerak tari putri, beberapa gerak gaya Yogyakarta, gerak tari gagah dan mengadaptasi dari beberapa gerak tari alus sebagai pengkayaan vokabuler gerak. Tata rias penyaji mengutamakan pada kenyamanan gerak yang berhubungan dengan kerapian teknik dan sesuai dengan konsep penyaji. Selain itu penyaji menafsirkan karawitan tari sebagai media ungkap rasa dan suasana sesuai dengan interpretasi penyaji. penyaji juga menggarap tari kelompok putri sebagai penguat suasana. Harapan utama adalah capaian karakter tokoh Larasati dapat terlihat jelas. Awal mula penggarapan karya ini sebagai proses kerja kreatif untuk pembedahan karya. Konsep garap yang digunakan penyaji menggunakan pendekatan terhadap konsep bedhayan, dramatari dan konsep wireng. Kata kunci : Kepenarian Tokoh, Larasati, Karya Tari Gladhe

    TARI TRADISI PUTRI GAYA SURAKARTA (Bedhaya/Srimpi/Pasihan/Wireng/Pethilan/Gambyongan )

    Get PDF
    ABSTRAK TARI TRADISI PUTRI GAYA SURAKARTA (Bedhaya/Srimpi/Pasihan/Wireng/Petilan/Gambyongan), (Candra Dewi Wahyu Larasati, 2018), Program Studi Seni Tari minat Kepenarian, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Suraakarta. Ujian tugas akhir merupakan salah satu tahap akhir perkuliahan untuk menyelesaikan Program Studi S-1, dimana setiap penyaji wajib mempersiapkan materi tari yang akan disajikan dan mengetahui latar belakang tari yang dituangkan melalui kertas kerja. Kertas kerja ini berisi tentang penjelasan secara detail dan terperinci mengenai proses perjalanan Tugas Akhir sebagai penari tradisi gaya Surakarta putri. Penyaji dituntut kerja kreatif dan menuangkan semua kemampuan dan potensi dalam dirinya, sehingga tercipta suatu intepretasi sesuai yang dikehendaki penyaji. Tahap yang harus dilalui guna mewujudkan itu semua yaitu tahap persiapan, proses penyajian dan deskripsi sajian. Bab I berisi tentang latar belakang, gagasan, tujuan dan manfaat, kerangka konseptual serta metode kekaryaan. Bab II berisi tentang repertoar tari, interpretasi penyaji. Bab III berisi tentang kerja kreatif penyaji, berupa penggarapan yang dilakukan penyaji pada materi terkait dijelaskan secara deskriptif. Lampiran berisikan tentang data pendukung untuk memperkuat informasi seperti foto-foto, notasi gending

    Desain Interior Bangunan Kuno Roemahkoe Heritage Hotel di Surakarta (Kajian Wujud, Konsep dan Gaya)

    Get PDF
    malia Putri Larasati. C0813007, 2017.Desain Interior Bangunan Kuno “Roemahkoe Heritage Hotel”di Surakarta (Kajian Wujud, Konsep dan Gaya).Skripsi : Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Roemahkoe Heritage Hotel di Laweyan adalah Bangunan Cagar Budaya yang berdiri dengan pengaruh budaya tradisional dan kolonial, serta merupakan hasil pemanfaatan ulang. Sebagai sebuah proses pemanfaatan ulang, bangunan Roemahkoe Heritage Hotel masih mempertahankan keaslian pada interior, termasuk didalamnya wujud, konsep dan gaya penyajian interior. Oleh karena itu penelitian ini membahas mengenai 1).Bagaimana wujud interior, 2). Konsep apa yang melatar belakangi interior nya beserta dengan 3). Gaya atau langgam apa yang diterapkan, dengan tujuan menjawab permasalahan diatas. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.Sumber penelitian ini berasal dari interior bangunan induk pada bangunan Roemahkoe sebagai data primer dan wawancara dengan informan terpilih sebagai data pendukung.Teknik pengumpulan data, menggunakan metode wawancara, observasi dan kajian referensi.Sedangkan analisis data menggunakan metode analisa jalinan.Alat penelitian menggunakan piranti keras seperti kamera, handphone dan komputer. Hasil dari penelitian ini adalah 1).wujud interior yang terdiri dari organisasi ruang, elemen pembentuk ruang dan pengisi ruang mengandung karakteristik interior tradisional dan kolonial. 2). Ide gagasan sebagai awalan suatu konsep yang melatarbelakangi interior bangunan induk berasal dari lingkungan saudagar dan pekerja pemerintahan (priyayi)dan memiliki kesamaan dengan konsep rumah tinggal priyayi. 3).Sedangkan gaya atau langgam pada interior menerapkan gaya Indische yang dibuktikan melalui simpulan wujud interior yang mengandung karakteristik budaya campuran serta diterapkan nya konsep priyayi sebagai kelompok pendukung gaya Indische. Kata kunci : Surakarta, Interior, Roemahkoe Heritage Hote

    PENGARUH KERAGAMAN PRODUK, CELEBRITY ENDORSER DAN PRIVASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE DI TOKOPEDIA.COM

    No full text
    Larasati, Tiara Putri. 2018. Pengaruh Keraganan Produk, Celebrity Endorser, dan Privasi Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Di Tokopedia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keraganan produk, celebrity endorser, dan privasi terhadap keputusan pembelian secara online di Tokopedia. baik secara parsial maupun secara simultan, serta untuk mengetahui manakah diantara variabel keraganan produk, celebrity endorser, dan privasi yang pengaruhnya paling signifikan terhadap Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Di Tokopedia. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 18 for windows. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji validitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan dikatakan valid. Untuk uji reliabilitas dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dikatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman produk, celebrity endorser dan privasi secara bersama-sama atau secara simultanberpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Keragaman produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, celebrity endorser secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dan juga privasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Yang berpengaruh paling signifikan terhadap keputusan pembelian yaitu variabel privasi. Kata kunci : Keragaman produk, Celebrity endorser, Privasi dan Keputusan pembelian

    Pengaruh Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada Tanah Inceptisol

    Get PDF
    PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA TANAH INCEPTISOL Putri Larasati, dibawah bimbingan Dr. Simel Sowmen, S.Pt.,M.P. dan Dr. Ir. Adrizal, M.Si. Bagian Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, 2016 ABSTRAK Penelitian agronomis dilakukan untuk mengetahui pemupukan yang paling efisien terhadap pertumbuhan kaliandra periode vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Talang Babungo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok, yaitu: A = Tanpa pemupukan organik atau anorganik; B = 50% pupuk anorganik {N (25 kg/ha urea) + P (75 kg/ha TSP) + K ( 25 kg/ha KCl)} + 50 % pupuk organik ( 1.000 kg pupuk kandang); C = 25% pupuk anorganik {N (12,5 kg/ha urea) + P (37,5 kg/ha TSP) + K (12,5 kg/ha KCl)} + 75% pupuk organik (1.500kg pupuk kandang); D = 100% pupuk organik (2.000 kg/ha pupuk kandang). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, jumlah ranting dan diameter batang yang dilakukan pengamatan setiap sepuluh hari selama 60 hari dan pada saat kaliandra berumur 4 bulan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan memberikan pengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap jumlah tangkai daun, jumlah rating dan diameter batang. Rataan tinggi tanaman kaliandra pada akhir pengamatan berkisar antara 159-201,33 cm, rataan jumlah tangkai daun berkisar antara 860-1358 buah, rataan jumlah ranting atau cabang berkisar antara 3-5 buah, dan rataan diameter batang berkisar antara 1,23-1,37 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemupukan baik organik maupun anorganik dapat meningkatkan tinggi tanaman, namun belum memperlihatkan peningkatan terhadap jumlah tangkai daun, jumlah ranting atau cabang dan diameter batang bila dibandingkan dengan tanpa pemupukan. Kata kunci : kaliandra, pertumbuhan tanaman, pupuk anorganik, pupuk organi
    corecore