1,034 research outputs found
UJI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) DALAM MENURUNKAN KADAR SGOT DAN SGPT TERHADAP TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI CCl4
Daun labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) memiliki senyawa antioksidan yaitu
flavonoid yang berkhasiat untuk mencegah kerusakan pada hati. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 70% daun labu siam dalam menurunkan
kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih jantan yang diinduksi karbon tetraklorida
(CCl4). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus dalam 6 kelompok yaitu kontrol
normal (pakan standar), kontrol negatif (CCl4), kontrol positif (Legalon®), kelompok
4, 5, 6 (dosis ekstrak etanol 70% daun labu siam) dengan dosis 100 mg/kgBB, 200
mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Pemberian bahan uji dilakukan selama 5 hari. Pada
hari ke - 5 semua kelompok kecuali kelompok normal diinduksi CCl4 1,3 ml/kgBB
secara intraperitoneal. Data dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA one way
dan dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol
70% daun labu siam pada dosis 200 mg/kgBB dan dosis 400 mg/kgBB berdasarkan
kadar SGPT dan SGOT berbeda bermakna dengan kontrol negatif artinya memiliki
kemampuan sebagai hepatoprotektor (p<0,05). Pada dosis 400 mg/kgBB tidak
berbeda bermakna dengan kontrol positif artinya dosis 400 mg/kgBB memiliki
aktivitas hepatoprotektor terbaik (p≥0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol
70% daun labu siam dosis 400 mg/kgBB memiliki aktivitas hepatoprotektor
berdasarkan kadar SGPT dan SGOT.
Kata kunci: CCl4, Hepatoprotektor, Sechium edule (Jacq.) Sw.), SGOT, SGPT
Retraction to “Effect of Problem Solving Cycle (PSC) on Nursing Student’s Leadership Competencies”
Suci Noor Hayati, Eva Supriatin, and Putri Tri Antika Rizki Kusuma
Published online: October 10, 2019Retracted: August 9, 2023
This article has been retracted as it was inadvertently published multiple times in this issue. Please note that the findings of the article remain valid. To view the article version of the record, please visit Effect of Problem Solving Cycle (PSC) on Nursing Student’s Leadership Competencies | KnE Life Sciences (knepublishing.com); https://doi.org/10.18502/kls.v4i13.5228
Corresponding Author: Suci Noor HayatiEmail: [email protected]
Isolasi, Karakterisasi, dan Potensi Bacillus sp. asal Rizosfer Putri Malu Dataran Rendah sebagai Pengendali Hayati Penyakit Antraknosa Buah Cabai Rawit
Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp., yang menyebabkan penurunan produksi hingga mencapai 45-60%. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan, yaitu pengendalian hayati dengan pengaplikasian agens hayati Bacillus sp. Bacillus sp. merupakan salah satu mikroba yang banyak dijumpai serta dapat diisolasi pada daerah rizosfer perakaran tanaman, termasuk putri malu. Tumbuhan putri malu banyak bersimbiosis dengan mikroba rizosfer, antara lain berasal dari genus Rhizobium, Bacillus, Pseudomonas, dan beberapa jenis Actinomycetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi Bacillus sp. asal rizosfer tumbuhan putri malu dataran rendah, mengetahui kemampuannya dalam menekan pertumbuhan beberapa mikroba patogen secara in vitro, men getahui potensi Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, dan menentukan isolat terbaik yang mampu menekan penyakit antraknosa pada buah cabai secara in vivo.
Penelitian ini dilaksanakan dari Juni 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini diawali dari pengambilan sampel rizosfer tumbuhan putri malu dari 3 lokasi dataran rendah, yaitu Kecamatan Purwokerto Utara Desa Karangwangkal, Kecamatan Kembaran Desa Karangsoka, dan Kecamatan Binangun Desa Krikil. Sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk diisolasi dan dikarakterisasi secara makroskopis meliputi bentuk koloni, warna koloni, ukuran, elevasi, dan tepian. Pengujian kemampuan Bacillus sp. dilakukan terhadap Colletotrichum sp., Fusarium sp., Rhizoctonia sp., Xanthomonas oryzae, dan Ralstonia solanacearum secara in vitro menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 15 perlakuan sebanyak 2 ulangan. Variabel yang diamati, daya hambat pertumbuhan patogen dan ada tidaknya kerusakan miselium pada jamur patogen. Pengujian kemampuan Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dilakukan dengan benih mentimun menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 15 perlakuan. Variabel yang diamati, kecepatan tumbuh benih, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar kecambah. Pengujian kemampuan Bacillus sp. dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit secara in vivo menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan diantaranya kontrol air steril, fungisida, Bacillus RR 2.4, dan Bacillus RR 3.1. Variabel yang diamati meliputi, masa inkubasi, luas serangan, penghambatan luas serangan, dan indeks sampah. Data penelitian hasil isolasi dan karakterisasi dianalisis secara deskriptif dan data pengujian kemampuan Bacillus sp. dianalisis dengan ANOVA 5% dan dilakukan uji lanjut DMRT 5% apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 isolat bakteri Bacillus sp. yang berhasil diisolasi dari rizosfer tumbuhan putri malu asal dataran rendah, memiliki sel yang berbentuk batang (basil), bakteri gram positif, katalase dan oksidase positif, dan memiliki struktur endospora. Isolat terbaik dari hasil uji in vitro, yaitu isolat Bacillus RR 2.1 dan RR 3.4 yang memiliki kemampuan dalam menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp., Fusarium sp., dan Rhizoctonia sp. lebih dari 50%. Isolat Bacillus RR 2.4 sebagai bakteri PGPR mampu meningkatkan panjang akar sebesar 84,8% dibandingkan kontrol, sedangkan peningkatan bobot segar akar dan bobot segar kecambah secara berturut-turut diakibatkan oleh perlakuan isolat Bacillus RR 1.1 (52,9%) dan RR 3.2 (16,67%) dibandingkan kontrol. Aplikasi Bacillus isolat RR 2.1 menunjukkan isolat paling efektif dalam menunda masa inkubasi serta menekan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit sebesar 69,35% dibanding kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa Bacillus sp. memiliki potensi untuk dijadikan sebagai agensia pengendali hayati dalam menekan penyakit antraknosa cabai yang ramah lingkungan
Kemampuan Membaca Al-Quran di Kalangan Mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah Putri II IAIN Antasari Banjarmasin
Noor Hayati. 2013. Kemampuan Membaca Al-Quran di Kalangan Mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah Putri II IAIN Antasari Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing (I) Dra. Hj. Rusdiana Hamid, M.Ag (II) H. Fahmi Hamdi, Lc. M.A
Al-Quran adalah petunjuk bagi semua kaum muslimin yang senantiasa harus dipelajari dan diamalkan. Sedangkan membacanya menjadi ibadah. Al-Quran harus dibaca dengan baik dan benar, perintah ini sesuai dengan firman Allah surat al-Muzammil ayat 4 yang menganjurkan agar dalam membaca al-Quran harus baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Penelitian ini mengemukakan tentang kemampuan membaca al-Quran di kalangan mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin dengan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana kemampuan membaca al-Quran di kalangan mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin dan usaha-usaha apa saja yang dilakukan pembimbing Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Quran?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan membaca al-Quran di kalangan mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin yang berjumlah 143 orang. Dalam penelitian ini ditarik sampel sebanyak 40 orang dari populasi yang ada dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling.adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswi dan musyrifah (pembimbing) Ma’had Al-Jami’ah putri II IAIN Antasari Banjarmasin.
Pengumpulan data di lapangan menggunakan tes, angket, dokumenter, wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul diproses melalui editing, tabulating, interpretasi data dan ditambah dengan desain pengukuran. Data disajikan secara deskriptif kualitatif untuk data kemampuan membaca dan mengambil kesimpulan menggunakan metode induktif.
Setelah data disajikan dan dianalisis, diperoleh kesimpulan bahwa kefasihan membaca sesuai makhraj huruf termasuk kategori mampu, dan kemampuan membaca al-Quran dengan kaidah ilmu tajwid termasuk kategori mampu. Usaha yang dilakukan oleh pembimbing dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Quran masih kurang
Komunikasi Interpersonal Ustazah Dalam Memotivasi Belajar Santri Putri An-Najah Cindai Alus
Mau’izhatul Hayati, 180104010328: Komunikasi Interpersonal Ustazah
Dalam Memotivasi Belajar Santri An-Najah Cindai Alus Putri. Pembimbing I:
Armiah, S.IP, M.Si dan Pembimbing II: Najla Amaly, S.I.Kom., M. Med.Kom,
Skripsi pada Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin, 2022.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Ustazah, Santri, Motivasi, Pondok Modern.
Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan komunikasi, salah satunya
ialah Komunikasi Interpersonal. Komunikasi interpersonal merupakan penyampaian
pesan seseorang kepadaorang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai
dampak dan dengan peluang untukmemberikanumpan baliksegera.
Komunikasiinterpersonalinisangatcocokdiaplikasikandalamduniapendidikan,baik
oleh guru dengan murid, murid dengan murid, guru dengan guru, maupun antar
kelompoksiswadengangurunya contohnya di Pondok Modern An-Najah Cindai Alus
Putri.
Tujuan penelitian ini ialah
untukmengetahuikomunikasiinterpersonalyangdigunakanustazahdalam
memotivasisantri belajar dan
untukmengetahuiapasajakendalayangdidapatketikaustazahmemotivasisantriuntukbela
jar. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian lapangan
(field research) dengan menggunakan data yang diambil dari lapangan dan diuraikan
dalam bentuk kata-kata deskriptif dengan menggunakan pendekatan komunikasi.
Subjek penelitian skripsi ini adalah Ustaz Ahmad Ghazali selaku bagian Pengajaran,
Ustazah Aulia Rizqi Fadhilah dan Ustazah Riadhatun Nabila selaku Bagian Riayah,
juga beberapa Santriwati Pondok Modern An-Najah Cindai Alus
Puteri.Sedangkanobjekpenelitian yangdigunakandalampenelitianiniialahkomunikasi
interpersonal yang berlokasi di Pondok Modern An-Najah Cindai Alus Puteri.
Komunikasi interpersonal ustazah kepada santri dalam memotivasi belajar mengarah
kepada lima aspek komunikasi interpersonal. Seperti yang disampaikan oleh Josep
A. Devito, aspek komunikasi interpersonal yaitu: keterbukaan, empati, dukungan,
rasa positif dan kesetaraan
KERJA SAMA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN WALI KELAS DALAM MENGATASI BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 8 PEKANBARU
ABSTRAK Putri Hayati (2025) : Kerja Sama Guru Bimbingan dan Konseling Dengan Wali Kelas Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Pekanbaru Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus bullying di lingkungan sekolah, termasuk di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Pekanbaru, yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan kerja sama yang efektif antara guru Bimbingan dan Konseling (BK) dengan wali kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kerja sama antara guru BK dan wali kelas dalam mengatasi bullying serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat kerja sama tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru BK, wali kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara guru BK dan wali kelas dilakukan dalam empat tahapan, yaitu: (1) persiapan kerja sama melalui identifikasi awal siswa, (2) pelaksanaan kerja sama berupa koordinasi dan strategi intervensi, (3) tindak lanjut berupa pemantauan dan pelibatan orang tua, dan (4) evaluasi bersama atas hasil penanganan. Faktor pendukung kerja sama meliputi komunikasi terbuka, dukungan sekolah, dan pemahaman peran masing-masing. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu dan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis. Kata Kunci: kerja sama, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, bullyin
PENGKAJIAN LEGENDA PUTRI HIJAU DI KABUPATEN ROKAN HILIR SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU PENGAYAAN PENGETAHUAN DI SMA
Legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir merupakan kisah perjalanan hidup seorang putri yang sangat cantik. Ia menjadi idaman para raja dari berbagai negeri. Ia juga mempunyai keistimewaan, yakni apabila ia sedang bahagia akan memancar cahaya hijau dari dalam tubuhnya. Dari segi karakter, Putri Hijau merupakan seorang putri yang berkarakter teguh pendirian, pantang menyerah dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk mencapai keinginannya terutama keinginan untuk menemukan jodoh yang tidak ada bekas luka di bagian kepalanya. Secara tersirat legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir, mendeskripsikan proses penciptaan, dan pewarisan, konteks penuturan, fungsi legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang berpedoman pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017, serta menyusun bahan ajar berupa buku pengayaan pengetahuan di SMA. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara analisis deskripstif kualitatif. Peneliti menemukan legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir dalam dua varian atau versi. Proses penciptaan dan pewarisan legenda Putri Hijau I dan II diceritakan oleh penutur pada saat wawancara adalah bersifat vertikal yakni, penutur terdahulu mewariskan cerita tersebut secara turun temurun, dari generasi satu ke generasi berikutnya. Hasil analisis legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir, terdapat nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) yakni, nilai religius, nilai nasionalis, nilai mandiri, nilai gotong royong dan nilai integritas. Hasil penelitian legenda Putri Hijau di Kabupaten Rokan Hilir dimanfaatkan untuk penyusunan bahan ajar berupa buku pengayaan pengetahuan di SMA.;----The Putri Hijau in Rokan Hilir Regency is the story of the life of a very beautiful princess. He became the dream of kings from various countries. He also has a special feature, that is, if he is happy he will emit green light from his body. In terms of character, Putri Hijau is a daughter who is steadfast in character, never gives up and has a high fighting spirit to achieve her desire, especially the desire to find a mate with no scars on her head. Implicitly the Putri Hijau legend in Rokan Hilir Regency conveyed very important character education values. This study aims to describe the text structure of the Putri Hijau legend in Rokan Hilir Regency, describing the process of creation, and inheritance, the context of narration, the function of the Putri Hijau legend in Rokan Hilir Regency, and describing character education values based on Perpres No. 87 of 2017, and compiling teaching materials in the form of knowledge enrichment books in high school. The research method used in this research is qualitative descriptive analysis. Researchers found the legend of the Putri Hijau in Rokan Hilir Regency in two variants or versions. The process of the creation and inheritance of the legend of the Putri Hijau I and II told by speakers at the time of the interview is vertical, that is, the previous speakers inherited the story from generation to generation, from generation to generation. The results of the analysis of the Putri Hijau legend in Rokan Hilir Regency, there are the main values of Strengthening Character Education (PKK) namely, religious values, nationalist values, independent values, mutual cooperation values and integrity values. The results of the Putri Hijau legend research in Rokan Hilir Regency were used to compile teaching materials in the form of knowledge enrichment books in high school
- …
