94 research outputs found
Fatimah az-Zahra : pribadi agung putri Rasulullah SAW
Fatimah az-Zahra adalah putri keempat Nabi Muhammad saw. Ia merupakan putri bungsu dari suatu keluarga di mana tak seorang anak lelaki pun yang masih hidup. Ia anak perempuan yang dilahirkan dalam suatu masyarakat di mana ayah maupun keluarga memberikan nilai khususnya hanya kepada anak laki-laki.vii, 307 hlm.: ilus.; 21 c
Bungsu Ciptarasa
Karya tari "Bungsu Ciptarasa" ini mengungkapkan tentang kehidupan seorang putri Adipati dari kadipaten Pasirluhur yang terpaksa harus menerima lamaran Prabu Pulebahas seorang raja raksasa dari Nusakambangan, walaupun Dewi Ciptarasa sudah mempunyai seorang kekasih, yaitu Kamandaka. Cerita tersebut diangkat dan digarap dalam bentuk drama tari dengan tujuan agar lebih menonjolkan para tokohnya. Mode penyajian karya tari ini tergolong pada mode penyajian yang representasional
sj-png-1-gph-10.1177_2333794X221092740 – Supplemental material for Mother’s Media Use and Children’s Vaccination Status in Indonesia: A Community-Based Cross-Sectional Study
Supplemental material, sj-png-1-gph-10.1177_2333794X221092740 for Mother’s Media Use and Children’s Vaccination Status in Indonesia: A Community-Based Cross-Sectional Study by Putri Bungsu Machmud, Saskia Glasauer, Dwi Gayatri and Rafael Mikolajczyk in Global Pediatric Health</p
Fatimah az-Zahra : pribadi agung putri Rasulullah SAW
Fatimah az-Zahra adalah putri keempat Nabi Muhammad saw. Ia merupakan putri bungsu dari suatu keluarga di mana tak seorang anak lelaki pun yang masih hidup. Ia anak perempuan yang dilahirkan dalam suatu masyarakat di mana ayah maupun keluarga memberikan nilai khususnya hanya kepada anak laki-laki.vii, 307 hlm.: ilus.; 21 c
Penerapan Penyusunan Laporan Laba Rugi Untuk Manajemen Laba Pada UKM Bungsu Jaya Souvenir Kota Malang
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan penyusunan laporan laba rugi untuk manajemen laba pada UKM Bungsu Jaya Sovenir Malang. Jenis dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono (2016), penelitian yang dilakukan dalam situasi yang wajar, bersifat deskriptif, mengutamakan proses, dan penguraian data secara induktif dan sangat mengutamakan pada makna merupakan karakteristik dari penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penyusuna laporan laba rugi UKM Bungsu Jaya Souvenir Malang menggunakan model single step. Kebijakan akuntansi yang sangat cocok dalam manajemen laba pada UKM Bungsu Jaya Souvenir Malang adalah menggunakan metode perpetual, dengan mengunakan sistem pencatatan persediaan barang dagangan mengunakan metode rata-rata tertimbang, karena persedian keluar berdasarkan keinginan atau pesanan pelanggan sehinga sangat tepat menggunakan metode rata-rata tertimbang. Pengakuan pendapatan pada UKM Bungsu Jaya Souvenir Kota Malang sebaiknya menggunakan metode dasar akrual dan dasar kas, dimana dasar akrual pengakuan pendapatan diwaktu terjadinya sedangkan pendapatan dasar kas diakui pada saat kas diterima. Sedangkan untuk mengakui biaya berdasarkan dasar akrual dimana pengakuan beban pada waktu penyusunan laporan laba/rugi periode berjalan.Yayasan Bina Patria Nusantar
FENOMENA MIMPI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MIMPI BUNGSU KARYA VANNY CHRISMA W.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud mimpi yang dialami tokoh utama dalam novel Mimpi Bungsu karya Vanny Chrisma. W, (2) makna mimpi yang dialami tokoh utama dalam novel Mimpi Bungsu karya Vanny Chrisma W., (3) pengaruh mimpi terhadap kepribadian tokoh utama pada kehidupan sehari-hari dalam novel Mimpi Bungsu karya Vanny Chrisma W. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Mimpi Bungsu karya Vanny Chrisma W. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan fenomena mimpi yang dikaji dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud yaitu tentang mimpi, psikologi kepribadian, dan psikologi sastra. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas (semantik) dan reliabilitas (intrarater). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama, wujud mimpi yang dialami tokoh utama dalam novel Mimpi Bungsu karya Vanny Chrisma W. adalah mimpi bertemu seekor kucing hitam, mimpi melihat Djeng Sofie berubah menjadi seekor kalajengking, mimpi dikejar-kejar tengkorak hidup, mimpi melihat area lokalisasi berubah menjadi masjid dan pemakaman umum, mimpi bertemu peri Taman Eden, dan mimpi memiliki tongkat ajaib. Kedua, mimpi-mimpi yang dialami tokoh utama tersebut memiliki maknanya masing-masing. Makna mimpi tersebut adalah mimpi bertemu seekor kucing hitam bermakna rasa terkurung di dalam rumah karena dilarang melihat dunia luar, mimpi melihat Djeng Sofie berubah menjadi seekor kalajengking bermakna rasa ketakutan terhadap hal yang mengancam dirinya, mimpi dikejar-kejar tengkorak hidup bermakna hidup yang tidak lengkap tanpa ayah, mimpi melihat area lokalisasi berubah menjadi masjid dan pemakaman umum bermakna rasa ketidaknyamanan terhadap suatu lingkungan baru, mimpi bertemu peri Taman Eden bermakna kebebasan hidup, dan mimpi memiliki tongkat ajaib bermakna rasa pemenuhan keinginan terhadap sesuatu. Ketiga, mimpi tersebut berpengaruh terhadap kepribadian tokoh utama pada kehidupan sehari-hari, antara lain memiliki rasa ingin tahu yang besar, rasa kesadaran diri, rasa keterbukaan terhadap rangsangan baru, rasa ketertarikan terhadap hal yang ia senangi, memiliki daya ingat yang baik untuk mengingat kata-kata yang ia dengar dalam mimpinya, berani melawan ibunya, mengigau dalam tidur, pandai menyembunyikan sesuatu dari orang lain dan ibunya, merasa bingung dengan dirinya sendiri, dan merasa sedih kehilangan mimpinya selama ini
CERITA RAKYAT BUNGA KEMUNING DAN 바리 공주 (PUTRI BARI): Kajian Bandingan Sastra Indonesia dan Sastra Korea Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemiripan cerita rakyat Bunga Kemuning dari Indonesia dan cerita rakyat 바리공주 (Putri Bari) dari Korea Selatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktur cerita rakyat Bunga Kemuning dari Indonesia dan cerita rakyat 바리공주 (Putri Bari) dari Korea Selatan; (2) mendeskripsikan persamaan dan perbedaan cerita rakyat Bunga Kemuning dari Indonesia dan cerita rakyat 바리공주 (Putri Bari) dari Korea Selatan; dan (3) mendeskripsikan nilai budaya cerita rakyat Bunga Kemuning dari Indonesia dan cerita rakyat 바리공주 (Putri Bari) dari Korea Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dengan kajian strukturalisme Greimas, aktan-aktan yang terdapat dalam cerita rakyat “Bunga Kemuning” berjumlah 6 buah. Kemudian aktan-aktan yang terdapat dalam cerita rakyat “바리공주 (Putri Bari)” berjumlah 8 buah. Adapun persamaan kedua cerita tersebut, antara lain: (a) bersifat imajinatif; (b) orang tua tokoh utamaadalah seorang Raja dan Ratu; (c) tokoh utama diasuh oleh orang lain; (d) tokoh utama merupakan anak bungsu dalam keluarganya; (e) tokoh utamamemiliki saudara yangbanyak; (f) watak dari kakaktokoh utama jahat, nakal, malas, dan tidak berbakti kepada orang tua; (g) tokoh utama digambarkan cantik, penyabar, budi pekerti baik dan berbakti kepada orang tua; (h) memiliki amanat yang sama. Adapun beberapa perbedaan kedua cerita rakyat tersebut: (a) istri sang raja meninggal dunia, ketika melahirkan Putri Kuning sedangkan kedua orang tua Putri Bari masih hidup; (b) latar tempat Bunga Kemuning terbatas hanya berada di istana sedangkan latar tempat바리공주 (Putri Bari) lebih luas, yakni kerajaan, laut barat, ujung hutan, dan kayangan barat; (c) perbedaan kedua cerita dapat terlihat dari perlakuan orang tua terhadap anak-anaknya; (d) akibat kedua cerita berbeda. Nilai budaya kedua cerita rakyat tersebut terlihat dalam perlakuan keluarga terhadap anak bungsu. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan yang terkembang di masyarakat dimana anak bungsu biasanya adalah anak yang paling diperhatikan dalam sebuah keluarga. Selain itu nilai budaya lainnya adalah keharusan berbakti dan menghormati orang tua.
Kata Kunci: cerita rakyat, sastra bandingan, Bunga Kemuning, 바리공주 (Putri Bari), Indonesia, Korea Selatan
Selena Putri Sang Cleopatra
Buku ini menceritakan kisah Selene, dari sudut pandangnya. Dimulai dari kisah tragis meninggalnya Mark Anthony dan Cleopatra VII. Dilanjutkan dengan perginya dua putra dan satu putri mereka ke tanah Roma. Namun sayang, si bungsu Ptolemy tak mampu bertahan, dan akhirnya ia pun meninggal. Bagaimanakah petualangan Cleopatra Selene dan Alexander Helios di tanah Roma? Dibumbui kisah cinta Selene dengan Marcellus, namun ternyata Marcellus sudah memiliki kekasih. Ditambah peran Elang Merah yang menambah kepusingan di kepala Oktavianus? Dan siapakah Elang Merah? Akankah Selene dan Alexander bisa pulang ke tanah Mesir
STUDI KASUS KEMANDIRIAN PERILAKU ANAK BUNGSU PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Anak bungsu kerap kali mendapat label sebagai individu yang kurang mandiri karena dianggap terlalu bergantung pada orang lain, terutama dalam lingkungan keluarga. Stereotip ini berdampak terhadap persepsi dan kepercayaan diri mereka dalam konteks sosial, termasuk di lingkungan sekolah. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan kemandirian perilaku pada peserta didik berstatus anak bungsu di tingkat Sekolah Menengah Pertama, dengan fokus pada kemampuan mengambil keputusan dan ketahanan terhadap pengaruh orang lain.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi terhadap 3 orang siswa kelas VIII yang berstatus anak bungsu di SMP Negeri 11 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan mulai memperlihatkan kemandirian perilaku, terutama dalam pengambilan keputusan serta kemampuan membedakan antara saran dan tekanan sosial.tingkat kepercayaan diri dan ketegasan mereka masih bervariasi. Beberapa partisipan juga menunjukkan potensi berkembang lebih mandiri apabila diberikan kepercayaan dan ruang untuk mengeksplorasi keputusan secara mandiri. Penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan bimbingan dan konseling di sekolah dalam mendukung tumbuhnya kemandirian perilaku peserta didik pada masa remaja.
The youngest child is often labeled as an individual who lacks independence because they are considered too dependent on others, especially within the family environment. This stereotype impacts their self-perception and self-confidence in social contexts, including at school. The study aims to describe behavioral independence among junior high school students who are youngest children, focusing on decision-making abilities and resilience to others' influence. The research method employs a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques were conducted through interviews and observations of three eighth-grade students who are youngest children at SMP Negeri 11 Bandung. The research results indicate that the three participants began to show behavioral independence, particularly in decision-making and the ability to distinguish between advice and social pressure. Their levels of self-confidence and assertiveness still vary. Some participants also showed potential for further development toward independence if given trust and space to explore decisions independently. The study is expected to serve as a reference for the development of guidance and counseling in schools to support the growth of behavioral independence among students during adolescence
Bungsu ciptarasa
Karya tari ini mengungkapkan tentang kehidupan seorang putri adipati kadipaten pasir luhur yang harus menerima lamaran prabu pulebahas. Tema yang diambil yaitu tentang kesetiaan
- …
