91 research outputs found
PENGARUH TREN TAGAR #RACUNSHOPEE PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP KONSTRUKSI KEPRIBADIAN KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO TAHUN ANGKATAN 2018
ABSTRAK
PENGARUH TREN TAGAR #RACUNSHOPEE PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP KONSTRUKSI KEPRIBADIAN KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO TAHUN ANGKATAN 2018
Calista Fedora Elysia Putri
18240632
Media sosial merupakan medium pada internet yang memungkinkan para penggunanya saling berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Platform media sosial saat ini menjadi hal yang selalu mengiringi kehidupan masyarakat global. Atensi masyarakat dalam kesehariannya tertuju pada informasi yang silih berganti hadir melalui media, sehingga informasi yang tersaji menjadi ukuran nilai yang dianut masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Salah satu media sosial yang sedang menjadi platform dengan perhatian lebih saat ini ialah TikTok, dengan 92,2 juta lebih pengguna di Indonesia per-Juli 2021 (Internal Data, April 2021, Id Audience). Memiliki demografi pengguna utama di rentang usia 16-24 tahun, TikTok menjadi platform media sosial yang bersumbangsih dalam perkembangan budaya pop dan penciptaan tren, diantaranya ialah tren gaya hidup. Salah satu tagar pada platform media sosial TikTok yang bermuatan informasi rekomendasi produk dan gaya hidup ialah tagar #RacunShopee dengan jumlah tayangan lebih dari 16,2 milyar. Penelitian ini akan meneliti tentang pengaruh tagar #RacunShopee terhadap konstruksi kepribadian konsumtif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Tahun Angkatan 2018 dengan bersandar pada teori Konstruksi Realitas Sosial (social construction of reality). Dicetuskan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, teori ini menggambarkan dinamika sosial melalui tindakan dan interaksi di dalamnya, dimana individu terus menerus menciptakan suatu realitas yang ia miliki dan alami bersama secara subjektif (Burhan Bungin, 2008: 14). Berger dan Luckmann berpendapat bahwa ada dialektika antara individu yang menciptakan masyarakat dan masyarakat yang menciptakan individu. Proses dialektika ini disebut Berger dengan “momen” yang terjadi melalui 3 tahap, yakni: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode descriptive statistic frequency yang menghasilkan data presentase. Metode ini digunakan oleh peneliti untuk menghasilkan suatu data presentase yang telah terdeskripsikan secara otomatis saat pengolahan data SPSS. Sehingga, peneliti dapat mengetahui pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).
Kata kunci: Media Sosial, Konstruksi Sosial, Tagar
ABSTRACT
Social media is a medium on the internet that allows its users to interact, communicate, and form virtual social bonds. platforms are now something that always accompanies the lives of global people. People's attention in their daily lives is focused on information that is alternately present through the media, so that the information presented becomes a measure of the values adopted by the community in living their lives. One of the social media platforms with more attention at the moment is TikTok, with over 92.2 million users in Indonesia as of July 2021 (Internal Data, April 2021, Audience ID). Having the main user demographic in the age range of 16-24 years, TikTok is platform that contributes to the development of pop culture and the creation of trends, including lifestyle trends. One of platform that contains information on product and lifestyle recommendations is the hashtag #RacunShopee with more than 16.2 billion views. This study will examine the effect of the #RacunShopee hashtag on the consumptive personality construction of the 2018 Muhammadiyah University Ponorogo students by relying on thesocial construction of reality. Initiated by Peter L. Berger and Thomas Luckmann, this theory describes social dynamics through actions and interactions in it, where individuals continuously create a reality that they have and experience together subjectively (Burhan Bungin, 2008: 14). Berger and Luckmann argue that there is a dialectic between the individual who creates society and society that creates the individual. This dialectical process is called Berger with "moments" that occur through 3 stages, namely: externalization, objectivation, and internalization. The method used in this research is descriptive statistical frequency which produces percentage data. This method is used by researchers to generate a percentage data that has been described automatically when processing SPSS data. Thus, researchers can determine the effect of the independent variable (X) on the dependent variable (Y).
Keywords: Social Media, Social Construction, Hashtag
EKSPLORASI RESPON ADAPTASI CALISTA ROY PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG.
Pada masa remaja, beberapa perilaku seseorang mulai di bentuk yaitu identitas diri serta keberanian untuk melakukan perilaku beresiko diantaranya tertarik pada lawan jenis, berkencan, bercumbu, bersenggama dan melakukan hubungan seksual. Remaja yang melakukan hubungan seksual disaat belum siap akan menimbulkan perasaan negatif pada dirinya, selain perasaan negatif dampak dari melakukan hubungan seksual adalah terjadinya kehamilan di luar nikah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respon adaptasi calista roy pada remaja yang hamil diluar nikah di Puskesmas Oesapa Kota. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis metode yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview), dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian. Data primer berasal dari informan utama sebanyak 5 orang remaja putri yang hamil diluar nikah dan informan pendukung terdiri dari keluarga (kakak, suami, ibu dan nenek) yang tinggal serumah dengan informan utama.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perubahan fisiologis selama kehamilan, respon psikologis selama kehamilan, perubahan peran pada remaja yang hamil di luar nikah, respon lingkungan terhadap kehamilan, mekanisme koping. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada remaja yang hamil diluar nikah yaitu dengan menggunakan kemampuan mekanisme koping
EKSPLORASI RESPON ADAPTASI CALISTA ROY PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG
Pada masa remaja, beberapa perilaku seseorang mulai di bentuk yaitu identitas diri serta keberanian untuk melakukan perilaku beresiko diantaranya tertarik pada lawan jenis, berkencan, bercumbu, bersenggama dan melakukan hubungan seksual. Remaja yang melakukan hubungan seksual disaat belum siap akan menimbulkan perasaan negatif pada dirinya, selain perasaan negatif dampak dari melakukan hubungan seksual adalah terjadinya kehamilan di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respon adaptasi calista roy pada remaja yang hamil diluar nikah di Puskesmas Oesapa Kota. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis metode yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview), dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian. Data primer berasal dari informan utama sebanyak 5 orang remaja putri yang hamil diluar nikah dan informan pendukung terdiri dari keluarga (kakak, suami, ibu dan nenek) yang tinggal serumah dengan informan utama. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perubahan fisiologis selama kehamilan, respon psikologis selama kehamilan, perubahan peran pada remaja yang hamil di luar nikah, respon lingkungan terhadap kehamilan, mekanisme koping. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada remaja yang hamil diluar nikah yaitu dengan menggunakan kemampuan mekanisme koping.
Kata Kunci : Respon Adaptasi, Remaja Hamil Diluar NikahIn adolescence, a person's behavior begins to form, such as self-identity and the courage to engage in risky behavior, including being attracted to the opposite sex, dating, making out, having intercourse, and having sexual relations. Adolescents who have sexual intercourse earlier will cause negative feelings, and followed impact is the occurrence of pregnancy outside of marriage. This study aims to explore the adaptation response of Calista Roy to unwed pregnant adolescents at the Oesapa Community Health Center, Kupang City. This qualitative research is using a phenomenological approach. The method used is in-depth interviews. In this study, the researcher acts as the main research instrument. Primary data collected from 5 unwed pregnant girl-teenagers as the main informant and the supporting informants consist of the family (brother, husband, mother, and grandmother) who live in the same house. The result shows the existence of physiological changes during pregnancy, psychological responses during pregnancy, the role's transformation of adolescents who are pregnant, environmental responses to pregnancy, and coping mechanisms. The solution to overcome these problems is by using the ability of the coping mechanism
Keywords: Adaptation Response, Unwed-Pregnant Adolescen
Model Blended Learning pada Pembelajaran Tari di Kelas VII F SMP Negeri 1 Sewon Bantul
Model Blended Learning adalah penggabungan antara pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis teknologi internet. Model Blended Learning diterapkan di SMP Negeri 1 Sewon karena situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda dan pemerintah yang sudah mengizinkan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Tujuan penelitian adalah mengungkap dan mendeskripsikan model Blended Learning pada pembelajaran tari di Kelas VII F SMP Negeri 1 Sewon Bantul.
Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah model Blended Learning pada pembelajaran tari di SMP Negeri 1 Sewon Bantul. Subjek dalam penelitian adalah guru seni budaya, peserta didik kelas VII F, wali kelas VII F, serta wakil kurikulum SMP Negeri 1 Sewon. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan model Miles & Huberman menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Blended Learning pada pembelajaran tari di kelas VII F SMP Negeri 1 Sewon menerapkan pembagian kelas 50% luring dan 50% daring dengan menggunakan konsep Ki Hajar Dewantara 3N yaitu Nitèni, Nirokké, Nambahi. Model Blended Learning dapat meminimalisasi penularan wabah Covid-19 dan peserta didik menjadi lebih mandiri. Model Blended Learning pada pembelajaran tari di Kelas VII F meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran, meningkatkan interaksi sosial, kerja sama, dan percaya diri yang berpengaruh pada peningkatan nilai peserta didik. Hal ini membuat model Blended Learning dapat menjadi solusi pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19
Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp Sebagai Media Pembelajaran Vokal Klasik Kelas X Secara Daring di SMK Negeri 2 Kasihan
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kasihan merupakan salah satu sekolah yang terkena dampak untuk melakukan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Pemanfaatan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran vokal klasik kelas X secara daring di SMK Negeri 2 Kasihan menarik bagi peneliti, dikarena kelas X yang berada dalam tahap awal untuk mempelajari vokal klasik, serta proses pembelajaran yang berlangsung hanya melalui aplikasi whatsapp. Pembelajaran vokal klasik secara daring memanfaatkan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran dikarenakan aplikasi whatsapp hanya memakan kapasitas memori yang ringan dibandingkan zoom, gmeet, dan aplikasi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan aplikasi whatsapp dalam pembelajaran vokal klasik kelas X secara daring di SMK Negeri 2 Kasihan, serta mengetahui hasil dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali lebih dalam pembelajaran vokal klasik kelas X di SMK Negeri 2 Kasihan secara daring yang memanfaatkan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pembelajaran vokal klasik secara daring yang memanfaatkan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran dilakukan dengan saling mengirim video pembelajaran antara siswa dan guru. Materi pembelajaran yang diberikan dalam video pembelajaran tersebut adalah teknik vokal klasik, teori musik dasar, dan etude concone yang menggunakan metode pembelajaran ceramah, metode drill, dan metode imitasi. Pemanfaatan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran vokal klasik kelas X secara daring di SMK Negeri 2 Kasihan membantu jalannya pembelajaran pada masa pandemi COVID-19.
Kata Kunci: SMK Negeri 2 Kasihan; Pembelajaran Vokal klasik; Whatsap
Peranan Pengendalian Hasil dalam Memotivasi Karyawan PT. Manulife Periode 2010-2011
Faktor terpenting dalam membantu suatu perusahaan untuk mencapai target dan tujuan dari perusahaan atau organisasi adalah sumber daya manusia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem pengendalian manajemen untuk memotivasi individu (sumber daya manusia) tersebut agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan. Sistem pengendalian manajemen merupakan salah satu alat yang dominan bagi pihak manajemen, karena sistem pengendalian manajemen adalah proses dimana manajemen mempengaruhi para pelaku organisasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui strategi yang diterapkannya. Sistem pengendalian manajemen perlu disesuaikan dengan strategi perusahaan masing – masing agar tujuan dan target perusahaan dapat tercapai. Bentuk pengendalian yang sesuai untuk menilai motivasi adalah result control. Dalam penelitian ini membahas tentang penelitian pengendalian hasil dalam memotivasi karyawan PT.Manulife, dengan menggunakan metode wawancara, observasi,dan analisis dokumen. Untuk mengatasi motivasi karyawan di PT.Manulife, PT.Manulife menerapkan tight result control dengan menetapkan target kinerja ,reward dan punishment. Efektifitas result control yang diterapkan di PT.Manulife dalam mengatasi motivasi kinerja agen bervariasi karena dapat berdampak positif dan negatif tergantung bagaimana manajemen menilai efektifitasnya. Efektifitasnya dapat dilihat dari kemampuan tight result control dalam mengatasi motivational problem yang berdampak pada peningkatan penjualan karena agen PT.Manulife termotivasi oleh pengendalian hasil yang diterapkan di PT.Manulife. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tight result control efektif dalam mengatasi motivational problem pada agen asuransi, karena agen termotivasi pada pengendalian hasil yang diterapkan oleh PT.Manulife
PENERAPAN PERMA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI BUKITTINGGI KELAS IB
ABSTRAK
Mediasi merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa. Pengintergrasian mediasi dalam sistem peradilan di Indonesia sebagai upaya mendorong Pasal 130 HIR/154 RBg agar para pihak menyelesaikan perkara perdata melalui mediasi terlebih dahulu. Namun di dalam Pasal 130 HIR/154 RBg belum dijelaskan dengan rinci bagaimana proses mediasi tersebut dilakukan. Sehingga dengan tidak efektifnya Pasal 130 HIR/154 RBg, Mahkamah Agung mengeluarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Adapun masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi dalam penyelesaian perkara perdata di Pengadilan Negeri Bukittinggi. (2) Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan Negeri Bukittinggi serta apa saja solusi dari kendala yang dihadapi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif menggunakan data primer dengan melakukan wawancara dan data sekunder dengan mengolah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian Pengadilan Negeri Bukittinggi telah menerapkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan sesuai ketentuan PERMA Nomor 1 Tahun 2016, namun tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan Negeri Bukittinggi masih sangat rendah yaitu hanya 6 (enam) perkara yang berhasil di mediasi dari 169 (seratus enam puluh sembilan) perkara yang masuk dari tahun 2020 hingga tahun 2022 sehingga mengakibatkan adanya penumpukan perkara dan tidak terlaksananya asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan. Adapun kendala yang ditemui dalam penerapan prosedur mediasi di Pengadilan Negeri Bukittinggi yaitu sulitnya hakim mediator dalam memberikan pengertian dan pemahaman kepada para pihak untuk menentukan alternatif atau tawaran perdamaian kepada para pihak, para pihak tidak beriktikad baik dan para pihak belum paham mengenai keuntungan menyelesaikan perkara dengan mediasi. Untuk mengatasi kendala yang dihadapi dibutuhkan solusi seperti memberikan pemahaman tentang mediasi kepada para pihak dan kemampuan mediator dalam proses mediasi di pengadilan.
Kata kunci : Perkara Perdata, Prosedur Mediasi, Alternatif Penyelesaian Sengket
Rasa Cemas Bersosialisasi sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
The characters of children are commonly depicted as cheerful and open, but not all children follow this pattern. Factors such as family environment, early social experiences, and interactions outside the home can influence a child's socialization activities. The author, who has had a reserved personality since childhood, associates this with strict upbringing and limited social interaction outside the home and school. These limitations, along with anxiety in socializing, become a reality over time. Experiences in junior high school, especially during choir competitions, were challenging. The author couldn't control the anxiety felt from rehearsal sessions to the day of the competition, affecting their performance. Excessive anxiety resulted in heightened nervousness, such as the inability to focus, nausea, and trembling hands and lips. Through this experience, the author's self-confidence deteriorated, intensifying social anxiety and causing reluctance to engage in social activities involving many people. Awareness of the socialization issue prompted the author to learn to overcome anxiety, and solitary hobbies, such as drawing, became an effective solution. By visualizing anxiety into art, the author found a creative way to overcome the social challenges they faced. Observations of social anxiety, inspired by personal experiences, became the central idea for creating unique and meaningful graphic art. Through the Final Project Report on Social Anxiety as the Foundation for Creating Print Making, the author aims to share their experience in dealing with excessive social anxiety, manifested in a series of 15 artworks using the relief printing technique
ANALISIS DESKRIPTIF GREEN HUMAN CAPITAL : STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN X
ABSTRAK
Green Human Capital adalah pengetahuan karyawan, keterampilan, kapabilitas,
pengalaman, sikap, kebijaksanaan, kreativitas serta komitmen yang dimiliki oleh
karyawan. Dan melekat pada karyawan bukan dalam organisasi sehingga apabila
karyawan menghilang maka hal itu juga akan hilang dari organisasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana tingkat Green Human Capital
pada perusahaan X. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode kuesioner
dan metode wawancara. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif,
dengan jumlah sampel 15 pimpinan yang memangku jabatan pada perusahaan X
sebagai responden yang bekerja serta memahami jalannya green human capital di
dalam perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa perusahaan X
memiliki tingkat Green Human Capital pada kategori sangat tinggi.
Kata Kunci: Green Human Capital, Pimpinan pemangku jabata
PENGARUH TAGLINE SHOPEE ‘GRATIS ONGKIR’ TERHADAP KEPUTUSAN IMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA KOTA SEMARANG
Shopee merupakan salah satu jenis e-commerce yang saat ini sedang mengalami ekspansi pesat di Indonesia. Konsumen bisa mendapatkannya tanpa harus membayar ongkos kirim dengan menggunakan tagline milik Shopee yaitu ‘gratis ongkos kirim’. Perusahaan memainkan peran yang cukup signifikan untuk mempengaruhi keputusan impulsive buying, yang memungkinkan konsumen membeli produk ini tanpa mempertimbangkan aplikasi yang dimaksudkan. Mahasiswa lebih suka berbelanja online karena harganya lebih murah daripada di toko. Kelompok masyarakat, khususnya mahasiswa Gen Z berusia antara 19 dan 24 tahun, adalah yang pertama berbelanja online. Dengan menggunakan metode penelitian survey dan analisis deskriptif kuantitatif. Uji spekulasi yang disurvei mendapatkan sampel sebesar 132 mahasiswa kota Semarang, mendapatkan hasil hipotesis 0,000 di bawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diakui. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Tagline (X) dan variabel Keputusan Impulsive Buying (Y) berpengaruh signifikan terhadap Mahasiswa Kota Semarang. Variabel Keputusan Impulsive Buying dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini, dengan variabel Tagline memiliki pengaruh sebesar 51,6%. elemen yang paling berpengaruh terhadap keputusan impulsive buying pada mahasiswa kota Semarang adalah message of value. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tagline Shopee mempengaruhi keputusan pembelian impulsif di kalangan mahasiswa kota Semarang, khususnya perempuan berusia 21 tahun dengan anggaran bulanan Rp. hingga Rp 1.000.000,- 2.000.000,
- …
