69 research outputs found
S(it) T(ibi) (T)erra (L)euis: variantes literarias y metrificadas en los CLE de Hispania
El trabajo se centra en uno de los tópicos epigráficos relacionados
con la alocución al caminante, la fórmula S(it) T(ibi) T(erra)
L(euis), valorando su alcance y sus formas de expresión en los CLE
de Hispania. Para ello, partimos de una situación ventajosa que
aportará a los resultados un indiscutible grado de novedad: la existencia
de un corpus de CLE de Hispania actualizado a día de hoy,
cuyo material ha sido directamente autopsiado por un grupo de
investigación, dirigido por la autora, que trabaja en la redacción
del CIL XVIII/2; los datos proceden, pues, de ediciones de primera
mano, lo que influye en la fiabilidad de sus resultados.This paper focuses on one of the epigraphic topics related to the
call to the reader, the expression S(it) T(ibi) T(erra) L(euis), considering
its reach and its special features in the CLE coming from Hispania.
As an additional advantage, we start from a privileged position: an
updated corpus of CLE studied by a research team, directed by the
author, working in the drafting of CIL XVIII/2.MICINN FFI2009-1048
STUDI KOMPARASI MODEL DISKUSI DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DI JURUSAN TADRIS IPS FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
Tadris IPS IAIN Sheikh Nurjati is a department that is developed over time in addition to the other majors. As part of IAIN Sheikh Nurjati, in order to the UIN based research requires a lot of improvement especially learning model in accordance with developments in the global era. There are still many professors who use the media, models and learning resources that discussion requires critical thinking to use research-based education andragogik. On the other side is phobia among students TIPS when hearing research based learning though in fact they are not. The problem in this research is how the model comparison discussion Blended Learning For Model-Based Application of Learning Research at the Department IPS IPS Tadris Tarbiyah and Teaching Faculty IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. This study uses quantitative methods to the study of comparative research that is comparing models with blended learning discussion. Inidilakukan study to compare the similarities and differences discussions with blended learning with the facts and the properties of objects in meticulous researcher based framework. In this study, the variables are still independent but to sample more than one or in a different time. Learning IPS using blended learning models to improve communication with students with learning experiences that are higher than using a learning discussion. This provides space and flexibility for students and faculty to communicate more freely so as to provide space constructing ideas and add to the learning experience at a higher level. The results of the study in groups using blended learning were higher compared with the control group who did not use a model of blended learning is an excess and the impact of blended learning pengorhganisasian learning experience. 1) The results of tests of hypotheses on the cognitive, psychomotor level afekti and given in the experimental class showed significant differences with the control class; 2) The results of tests of hypotheses on the cognitive level of understanding in the experimental group showed a significant difference with the control class; 3) Hypothesis test results on the cognitive level applying in the experimental class showed significant differences with the control class; and 4) the hypothesis test results on the cognitive level in classroom experiments analyzed showed significant differences with the control class. Keywords: Models, Discussion, Blended LearningABSTRAKTadris IPS IAIN Syekh Nurjati adalah sebuah jurusan yang cukup lama berkembang di samping jurusan-jurusan lain. Sebagai bagian dari IAIN Syekh Nurjati, dalam rangka menuju UIN berbasis riset membutuhkan banyak pembenahan terutama model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan di era global. Masih banyak dosen yang menggunakan media, model dan sumber belajar yang diskusi membutuhkan pemikiran kritis untuk menggunakan pendidikan andragogik berbasis riset. Di sisi lain terjadi phobia di kalangan mahasiswa TIPS ketika mendengar pembelajaran berbasis riset meski dalam kenyataannya tidak demikian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan model diskusi Blended Learning Sebagai Model Penerapan Pembelajaran IPS Berbasis Riset di Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan model diskusi dengan blended learning. Penelitian inidilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan diskusi dengan blended learning dengan fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran peneliti. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Pembelajaran IPS dengan menggunakan model blended learning dapat meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa dengan pengalaman belajar yang lebih tinggi daripada dengan menggunakan pembelajaran diskusi. Hal ini memberikan ruang dan keleluasaan bagi mahasiswa dan dosen untuk berkomunikasi lebih bebas sehingga mampu memberikan ruang pengkonstruksian ide-ide dan menambah pengalaman belajar pada tingkat yang lebih tinggi. Adapun hasil belajar pada kelompok yang menggunakan blended learning yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model blended learning merupakan sebuah kelebihan dan dampak dari pengorhganisasian pengalaman belajar blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif, afekti dan psikomotorik level mengingat di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 2) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level memahami di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 3) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menerapkan di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; dan 4) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menganalisa di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol.Kata kunci: model, diskusi, blended learnin
PENDEKATAN PENDIDIKAN KARAKTER
AbstrakPendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bergotong rayong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan berfungsi mengenalkan, memahamkan dan menjadikan nilai-nilai karakter sehingga melekat dalam kehidupan peserta didik atau siapapun yang terlibat di dalamnya. Melalui keteladanan nilai-nilai karakter bahkan akan lebih mudah untuk dijadikan model perilaku (role model) dalam bersikap dan bertindak. Pendidikan agama atau pendidikan berbasis agama sangatlah penting, khususnya untuk pendidian karakter. Pendidikan agama merupakan proses transmisi pengetahuan yang diarahkan pada tumbuhnya penghayatan keagamaan yang akan memupuk kondisi ruhaniah yang mengandung keyakinan akan memupuk keberadaan Allah SWT dengan segala ajaran yang diturunkan melalui wahyu kepada Rosulnya dan keyakinan tersebut akan menjadi daya dorong bagi pengamalan ajaran agama dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Kata Kunci: Berahlak mulia, Berjiwa patriotik, Dinami
PROFESIONALISME GURU EKONOMI DAN INOVASI PEMBELAJARAN
AbstrakRuang lingkup ilmu pengetahuan sosial (IPS) diantaranya meliputi “kehidupan manusia dalam masyarakatâ€. Ruang lingkup IPS tersebut merupakan cakupan yang amat luas, sehingga dalam proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup obyek formal IPSProfesionalisme sebagai pandangan untuk selalu berpikir, berpendirian, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja penuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi untuk keberhasilan pekerjaannya. Inovasi sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Guru ekonomi merupakan jabatan profesional, sehingga membawa konsekuensi untuk memiliki etika, wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang studi ekonomi, agar guru bidang studi ekonomi memiliki syarat profesional tersebut, maka seorang calon guru ekonomi harus mengalami apa yang dinamakan “pendidikan profesi†yang dimaksud dengan pendidikan profesi adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan guru ekonomi dapat mengembangkan berbagai aspek pendidikan ekonomi yang diembannya.Kata kunci: profesionalisme, inovasi, pembelajaran ekonomi
INOVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Abstrak Rendahnya pembelajaran selama ini diantisipasi cenderung menurun, bila dihadapkan perubahan yang sangat cepat dalam masyarakat. Hal ini berkenaan dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek yang sangat pesat. Strategi atas paradigma, bahwa terdapat dua tarikan yang mempengaruhi tuntutan dan tantangan pendidikan. Pertama, pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk berperan memperkuat sistem nilai, dalam mempertinggi kualitas keimanan dan ketaqwaan. Kedua, pendidikan dihadapkan pada tuntutan paradigmatik untuk memerankan pendidikan dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Tantangan ini muncul dan menuntut untuk dihadapi secara serentak, dan menuntut jawaban strategis dengan mengintegrasi kebijakan dan pembudayaan dalam kerangka peningkatan kualitas manusia Indonesia untuk menyongsong tahun 2020 melalui peningkatan mutu pendidikan. Tantangan inii kaitannya dengan inovasi proses pembelajaran, tampak jelas menuntut konseptual tentang arah inovasi dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memberdayakan potensi keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan spiritual dan bagaimana pembelajaran secara efektif dapat memberdayakan potensi dalam penguasaan IPTEK. Inovasi pembelajaran IPS pada hakekatnya, adalah upaya untuk memenuhi peningkatan mutu proses pendidikan yang dilakukan terus menerus, untuk memenuhi perkembangan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan. Dengan demikian inovasi dalam pembelajaran IPS akan efektif dilakukan, manakala ditunjuk oleh hasil evaluasi dan penelitian dalam bidang pembelajaran IPS. Pembelajaran dapat dilakukan dalam kelompok belajar bersama, yang menekankan belajar pada kelompok. Selama ini dirasakan masih belum secara sengaja dikembangkan dalam proses pembelajaran, oleh karena itu merupakan tantangan dan tuntutan terhadap inovasi pembelajaran. Jika dilakukan, akan dapat mengatasi kelemahan pembelajaran yang selama ini dilakukan di lapangan. Kata Kunci: Inovasi, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosia
PROFESIONALISME GURU DALAM MENGENAL PERKEMBANGAN SISWA SEBAGAI SUBJEK BELAJAR
AbstrakKegiatan mengajar yang dilakukan profesional guru tidak hanya berorientasi pada kecakapan-kecakapan berdimensi ranah cipta saja tetapi kecakapan yang berdimensi ranah dan karsa. Sebab dalam perspektif psikologi pendidikan, mengajar pada prinsipnya berarti proses perbuatan guru yang membuat siswa belajar. Perilaku ini meliputi tingkah laku yang bersifat terbuka seperti keterampilan membaca (ranah karsa), bersifat tertutup seperti berpikir (ranah cipta) dan berperasaan (ranah rasa) setiap guru bertanggung jawab menetapkan rumusan sasaran pembelajaran baik yang khusus maupun yang umum sebagai tujuan kegiatan proses mengajar belajar yang harus dicapai setelah kegiatan proses mengajar-belajar selesai. Kepentingan pembelajaran, ada tiga bentuk perkembangan yang terjadi pada setiap manusia, yakni perkembangan motorik yaitu perkembangan yang berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik (motor skills), perkembangan kognitif yaitu perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan intelektual, perkembangan sosial dan moral yaitu proses perkembangan yang berkaitan dengan proses perubahan cara setiap individu dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Â Kata Kunci: profesionalisme guru, perkembangan siswa, belaja
Keterampilan dalam Berwiraswasta
Seorang wiraswasta tidak suka bengantung pada pihak lain di alam sekitarnya. Setiap USAha memajukan kehidupan diri serta keluarga, seorang wiraswasta tidak suka hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah ataupun pihak lainnya di dalam bermasyarakat. Seorang wiraswasta tidak mudah menyerah pada alam (cuaca panas, dingin dan hujan). Justru seorang wiraswasta selalu berupaya untuk bertahan dari tekanan alam.Seorang wiraswasta harus memiliki kekuatan sebagai modal. Sedang untuk memiliki modal kekuatan seorang wiraswasta harus belajar, sehingga terdapat sumber daya manusia. Sumberdaya manusia terkandung di dalam pribadinya. Besar tidaknya sumberdaya manusia itu tergantung pada kuat tidaknya pribadi seorang wiraswasta dalam pribadi yang kuat, tumbuhlah motivasi dan potensi untuk maju dan berprestasi. Seorang wiraswasta memiliki jiwa enterpreneurshipyang berpikir kreatif. Pemikiran kreatif itu sendiri didukung oleh dua hal, yaitu pengerahan daya imajinasi dan proses berpikir ilmiah. Dengan pemikiran yang kreatif, dapat membantu memecahkan berbagai macam permasalahan.
Kata Kunci: Prestasi, kreatif dan ilmiah
Upaya meningkatkan kreativitas anak melalui metode Steam dengan media Loose Parts : Penelitian tindakan kelas di kelompok B RA Widuri Asy-Syifa Dusun Rancabawang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang
Penelitian ini dilakukan atas dasar temuan permasalahan mengenai kreativitas anak yang masih rendah. Sebagian anak masih meniru hasil karya temannya, anak yang lain masih belum mandiri dan belum bisa menuangkan ide-ide yang dimiliki pada kertas gambar. Selama ini guru meminta anak mewarnai gambar bebas untuk menuangkan kreativitasnya, namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, melalui metode STEAM dengan media Loose parts diharapkan dapat meningkatkan kreativitas anak Kelompok B RA Widuri Asy-Syifa Dusun Rancabawang Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kreativitas anak sebelum diterapkan metode STEAM dengan media Loose Parts; 2) penerapan metode STEAM menggunakan media Loose Parts sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak pada setiap siklus; dan 3) kreativitas anak setelah diterapkan metode STEAM dengan media Loose Parts di kelompok B RA Widuri Asy-Syifa Dusun Rancabawang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang.
Penelitian ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa metode STEAM dengan media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas anak. Metode STEAM melalui media Loose Parts memiliki keunggulan dibandingkan pembelajaran konvensional yaitu: 1) berbasis pada praktek, mengaktifkan semua panca indera anak; 2) fokus pada proses, pemecahan masalah, kreativitas, kerja kelompok dan entrepreneur; dan 3) mengembangkan keterampilan pendidikan abad 21 (soft skills).
Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc. Taggart, meliputi empat alur berulang yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dan 2 tindakan pada setiap siklusnya. Subjek penelitian adalah anak kelas B sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara, hasil karya dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak sebelum diterapkan metode STEAM dengan media Loose Parts diperoleh nilai rata-rata sebesar 30,92 dengan kriteria gagal. Proses penerapan metode STEAM dengan media Loose Parts menunjukkan peningkatan, baik aktivitas guru maupun aktivitas anak pada setiap siklusnya. Aktivitas guru pada siklus I sebesar 76,67% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 90% dengan kriteria sangat baik. Aktivitas anak pada siklus I sebesar 67,80% dengan kategori cukup dan pada siklus II sebesar 85,98% dengan kategori sangat baik. Demikian pula halnya, kreativitas anak setelah diterapkan metode STEAM dengan media Loose Parts mengalami peningkatan, pada siklus I nilai rata-ratanya sebesar 51,33 kriteria kurang dan pada siklus II sebesar 82,20 dengan kriteria sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode STEAM dengan media Loose Parts terbukti dapat meningkatkan kreativitas anak Kelompok B RA Widuri Asy-Syifa Rancabawang Tanjungsari Sumedang
SIMBOL DAN MAKNA BUSANA AESAN GEDE DALAM TARI GENDING SRIWIJAYA
Penelitian yang berjudul Simbol dan Makna Busana Aesan Gede dalam Tari Gending Sriwijaya, membahas mengenai simbol dan makna yang terkandung dalam busana Aesan Gede yang merupakan busana adat Palembang dan busana Tari Gending Sriwijaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam busana Aesan Gede sebagai busana Tari Gending Sriwijaya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai permasalahan tertentu dalam hal ini mengenai simbol dan makna busana Aesan Gede dalam tari Gending Sriwijaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukan bahwa busana Aesan Gede digunakan sebagai busana adat dan juga busana Tari Gending Sriwijaya. Penggunaan gaya busana Aesan Gede dipengaruhi oleh agama Budha, hal ini terlihat dari penggunaan busana yang terbuka pada bagian dada dan hanya ditutupi dengan menggunakan terate yang merupakan simbol dari agama Budha. Bukti lainya terlihat pada perlengkapan busana Aesan Gede yang memiliki kesamaan pada relief patung Budha di candi Borobudur.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa busana Aesan Gede dipakai sebagai busana tari karena pada saat itu tidak ada orang yang membuat busana tari Gending Sriwijaya, sehingga busana adat digunakan pula untuk busana tari. Pengaruh agama Budha pada busana Aesan Gede menjadi bukti bahwa busana Aesan Gede merupakan warisan budaya pada masa Kerajaan Sriwijaya yang memiliki makna simbolis di dalamnya
- …
