1,721,061 research outputs found

    ANALISA LAJU PENDINGINAN MOULD COOLING PADA PRIMARY COOLING WATER CONTINUOUS CASTING MACHINE SLAB STEEL PLANT 1 STUDI KASUS DI PT. KRAKATAU STEEL (PERSERO) CILEGON-BANTEN

    No full text
    PT.Krakatau Steel merupakan pabrik pengolah baja dengan produk yang beraneka ragam dalam bentuk lembaran maupun kawat. Dalam proses pembuatanya dilakukan pencetakan yang berbentuk baja lembaran tebal (slab) pada langkah awal produksi. Dalam proses pengecoran ini dilakukanya proses pendinginan dua tahap yaitu pendinginan yang berada di dalam mesin cetak dan pendinginan yang berada di bawah mesin cetak. Proses pendinginan pada pengecoran ini sangat menentukan kualitas dari baja yang akan diproduksi apakah baja itu berkualitas baik atau buruk. Selain itu proses pendinginan pada mesin pengecoran ini berfungsi juga sebagai pencegah gagalnya proses produksi pada baja lembaran tebal. Pada PT.Krakatau Steel di pabrik slab baja 1dan 2 kalor dipakai untuk melelehkan logam dengan cara mengalirkan listrik kedalam material sponge dan crab melalui batang batang elektroda sehingga terjadi panas hingga material-material baja tersebut meleleh pada suhu 1620 . Pada continuous casting machine PT. Krakatau Steel pencetakan slab dilakukan dengan cara mengalirkan baja cair ke mulut mould sehingga cairan baja akan turun kebawah secara konstant, dan pada dinding mould telah dilengkapi dengan mould cooling water yang melewati bagian bagian dinding, dengan cara ini maka akan terjadi pendinginan secara konveksi sehingga cairan baja yang meleleh akan cepat membeku apabila bersentuhan dengan dinding mould. Laju pendinginan mould dipengaruhi oleh debit air dan beda suhu antara suhu inlet dan outlet. Yaitu suhu inlet air sebagai pendingin (Tc,in), suhu air keluar (Tc,out) dan juga liquid steel masuk (Th,in). Semakin besar nilai beda suhu antara inlet dan outlet maka nilai laju pendinginan semakin besar dan apabila suhu air pendingin yang masuk hanya mengalami sedikit kenaikan suhu, maka dapat dipastikan laju pendinginan tidak begitu efektif. Dalam proses pendinginan pencetakan slab baja sudah pasti ada kalor yang hilang akibat adanya proses pendinginan. Dari hasil perhitungan didapat nilai kalor yang dapat diserap oleh air pendingin pada Mouldcooling di primary cooling water PT. Krakatau steel sebesar 645,6346 kW. Nilai ini diambil dari nilai rata-rata kalor maksimal yang diserap pada pukul 09.00 wib hingga pukul 16.00 wib. Kata-kata kunci : laju perpindahan panas, slab, proses pengecora

    ANALYSIS OF COMPRESSOR ISENTROPIC EFFICIENCY TYPE SULLAIR SCREW AIR COMPRESSOR IN FACTORY OF HOT STRIP MILL, CASE STUDY IN PT. KRAKATAU STEEL-PERSERO CILEGON BY USING COMPUTER AIDED THERMODYNAMICS TABLE 2 (CATT2)

    No full text
    Salah satu parameter penting yang menunjukkan seberapa kuat pembangunan dan industri suatu negara bisa dilihat dari kemajuan industri bajanya. Di Indonesia sendiri, PT Krakatau Steel, selaku industri strategis penghasil baja terbesar milik negara, ikut berperan dalam usahanya untuk meningkatkan kekuatan pembangunan dan kekuatan industri nasional. Oleh karena itu, PT Krakatau Steel terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi baja nasional dengan cara terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya, melalui pengembangan peralatan penunjang. Salah satu peralatan penunjang yang sangat penting adalah kompresor tipe sullair air screw yang difungsikan sebagai pembuka dan penutup furnace. Pengambilan data dengan menggunakan data kondisi lapangan dan data kondisi spesifikasi peralatan kompresor dan penyelesaian untuk memperoleh entalpi kondisi aktual dan kondisi spesifikasi dengan menggunakan perangkat lunak yaitu Computer Aided Thermodynamics Table 2 (CATT2). Setelah melakukan penelitian dengan mengambil data kerja kompresor yang ada di pabrik Hot Strip Mill PT. Krakatau Steel selama operasi diperoleh nilai rata-rata efisiensi isentropik kompresor sebesar 87.34%, dengan range 84.81- 89.48%. Dari hasil perhitungan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kompresor yang digunakan di pabrik Hot Strip Mill PT. Krakatau Steel ini masih bekerja dengan baik walaupun kompresor ini bekerja terus menerus dan hanya dilakukan 1 hari penonaktifan setiap bulannya

    ANALISA EFEKTIFITAS HEAT EXCHANGER PADA KONDISI OPERASI STUDI KASUS DI UNIT 1 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) MUSI PT. PLN-PERSERO, KEC. UJAN MAS, KAB. KEPAHIANG, PROPINSI BENGKULU

    No full text
    In Musi Hydropower Heat Exchanger is used to cool the generator. As we know, the generator is a vital component in a generation electricity wire. The function of the generator is converting mechanical energy from the turbine into electrical energy. Generators in everyday use require cooling in order to extend service life. Due to extremely high operating temperatures can cause damage to the generator components. The importance of the effectiveness of the heat exchanger is happening is to look at the performance of the ground heat exchanger. Data obtained as inlet and outlet water temperature (Tc,in and Tc,out), oil temperature log (Th,in and Th,out) and the flow of water and oil flow capacity (Qc and Qh) is used to calculate the effectiveness of the heat exchanger . In calculating the heat exchanger effectiveness, there is some value to look like Density (ρ), specific heat (Cp), the mass flow rate ( ṁ c and ṁ h), the real heat transfer (Q), the maximum possible heat transfer (Qmax), the coefficient heat transfer to the water and oil (Cc and Ch) and the last search effectiveness (ε). The results of calculation of heat exchanger effectiveness is happening at unit 1 Musi Hydropower of Ujan Mas Kepahiang, can be considered to be ineffective and inefficient, as heat exchangers work effectively under state or in other words the heat exchanger is not working properly in accordance with the (far from the boundaries of normal). This is because the maintenance and repair of heat exchangers made far from perfect

    INHAUST AND EXHAUST VALVES GAP EFFECTS ON AN ENGINE PERFORMANCES

    Full text link
    Valves is the part in an engine determining engine performance. The setting of the valves is to determine the composition of air and fuel in their combustion room. The mixing of the air and the fuel is the key of the engine performance. Dinamometer test was being conducted for the gap variation of the valves of 0.03 mm, 0.05 mm, and 0.07 mm each either for inhaust valve and exhaust one. The optimum of the engine performance of gasoline fuel as measured from the torque, the power, and the specific fuel consumption was at 0.05 mm of both

    Analisa Head Losses dan Efisiensi Pompa Sentrifugal Vogel dari Instalasi Menara Pendingin ke Penampung Utama

    Full text link
    Di pabrik industri bidang pengolahan dan pembuatan pupuk urea di Indonensia memerlukan bahan baku utama yaitu adalah gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG), air (H2O), dan udara (air). Ketiga bahan baku utama tersebut penting diolah dan menghasilkan nitrogen (N2), hidrogen (H2), dan karbondioksida (CO2). Amoniak (NH3) adalah hasil reaksi gas nitrogen (N2) dan hidrogen (H2). Selanjutnya proses berikutnya adalah mencampurkan amoniak (NH3) dengan karbondioksida (CO2) bereaksi dan menghasilkan pupuk urea. Pupuk urea sangat penting dalam membantu pertumbuhan tanaman dalam pengolahan pertanian dan perkebunan. Salah satu bahan baku utama adalah air (H2O). Oleh sebab itu, letak atau lokasi pabrik industri pupuk ini seyogyanya atau selayaknya harus mendekati sumber air baku yaitu air laut ataupun air sungai. Tujuan letak atau lokasi pabrik pupuk ini mendekati sumber air adalah agar kebutuhan air murni tetap kontinyu dan terjaga. Dikarenakan kebutuhan (demand) akan air sangat banyak, maka dibuatlah aliran air yang disesuaikan dengan kebutuhan dengan membangun stasiun pompa. Kebutuhan air yaitu untuk air pendingin kemudian dialirkan ke penampung utama untuk bahan baku pembuatan pupuk. Pompa digunakan sebagai alat untuk memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain melalui media pipa dengan terjadinya perubahan tekanan pada fluida. Pompa biasanya untuk fluida bersifat cair. Pada instalasi pompa dari instalasi menara pendingin menuju ke penampung utama adalah pompa sentrifugal vogel, dimana kerugian head pada jalur pipa sisi isap 0,044 m, kerugian head jalur pipa sisi keluar 0,761 m dengan total kerugian head 0,805 m dan efisiensi atau performa pompa sentripugal Vogel adalah 68,707%
    corecore