10 research outputs found
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU) TERHADAP BELANJA DAERAH PADA KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Belanja Daerah. Variabel independen yang digunakan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sedangkan variabel dependen belanja daerah. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik model analisis regresi linier berganda dengan menggunakan data yang diperoleh dari statistik keuangan pemerintah daerah Sumatera Barat tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Dalam pemilihan sampel menggunakan teknik sensus dan menghasilkan 57 sampel yang terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota. Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah. Pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum secara bersama-sama juga berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah.
Kata Kunci : Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Belanja Daera
Pengaruh Sistem Administrasi Perpajakan Modern, Akuntabilitas dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem administrasi perpajakan modern, akuntabilitas dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang memiliki usaha dan pekerjaan bebas yang terdaftar di KPP Pratama Padang tahun 2013 ada sebanyak 133.320 populasi. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik convenience sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 88 responden. Penelitian ini menggunakan SmartPLS untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem administrasi perpajakan modern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dan akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak serta sanksi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
PENYULUHAN TENTANG PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUR PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN
Masa usia prasekolah merupakan periode berlangsungnya pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia 1-5 tahun sangat baik dilakukannya terapi akupresur untuk sistem pertahanan tubuhnya. Akupresur disebut juga akupuntur tanpa jarum, atau pijat akupuntur. Teknik ini merupakan teknik penekanan, pemijatan dan pengurutan sepanjang meridian tubuh atau garis energi. Teknik pengobatan akupresur ini bertujuan untuk membangun kembali sel-sel dalam tubuh yang melemah serta mampu membuat sistem pertahanan dan meregenerasi sel tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui manfaat dan teknik terapi akupresur. Metode yang digunakan dalam dengan penyuluhan/edukasi. Memberikan materi dan mempraktekkan mengenai terapi akupresur. Hasil yang telah dicapai setelah mengikuti penyuluhan dan diskusi masyarakat kelurahan Tanjung Gusta mengetahui teknik dan manfaat terapi akupresur. Akupresur merupakan terapi yang dapat dilakukan dengan mudah dan efek samping yang minimal. Meskipun demikian, akupresur tidak boleh dilakukan pada bagian tubuh yang luka, bengkak, tulang retak atau patah, dan kulit yang terbakar
Perancangan Ruang Kolaboratif sebagai Wadah bagi Komunitas Keatif di Denpasar
According to the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia, it is stated that the creative economy or creative industry is an industry created from the main production sources, namely creativity and skills from individuals who can provide a job or increase welfare through the work and utilization of creative power and creativity. According to the Denpasar City Tourism Office, there are 68 creative communities in Denpasar with various fields of activity, but Denpasar City lacks facilities for these creative communities to show their creativity and exchange ideas. This problem prompted the author to create a facility that can accommodate the activities of the creative community in the city of Denpasar. This facility will be designed using a Biophilic Architecture approach. The author uses a biophilic approach to make visitors feel more productive, creative and healthy. According to Nelly Shafik Ramzy (2014) Biophilic architecture is an innovative approach that opens the way to a nature-based dialogue between architectural space and the set of human innate affiliations, where natural forms and patterns play the role of vocabulary and grammar of composition. In this approach, incorporating Nature into the built environment is not a luxury, but a sound economic investment in Health and productivity.Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia menyebutkan bahwa ekonomi kreatif atau industri kreatif adalah industri yang tercipta dari sumber produksi utama yaitu kreativitas dan keterampilan dari individu yang dapat menghadirkan suatu lapangan pekerjaan atau peningkatan kesejahteraan melalui hasil karya dan pemanfaatan dari daya kreasi serta daya ciptanya Menurut Dinas Pariwisata Kota Denpasar, terdapat 68 komunitas kreatif di Denpasar dengan berbagai bidang kegiatan, akan tetapi Kota Denpasar kekurangan fasilitas bagi komunitas kreatif ini untuk menunjukan kreatifitas mereka dan saling bertukar pikiran. Masalah ini mendorong penulis untuk membuat sebuah fasilitas yang dapat menampung kegiatan komunitas kreatif yang ada di kota Denpasar.Fasilitas ini akan dirancang dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Biophilic. Penulis menggunakan pendekatan Biophilic agar pengunjung merasa lebih produktif, kreatif dan juga sehat. Menurut Nelly Shafik Ramzy (2014) Arsitektur biofilik adalah pendekatan inovatif yang membuka cara menuju dialog berbasis alam antara ruang arsitektur dan kumpulan afiliasi bawaan manusia, di mana bentuk dan pola alami memainkan peran kosakata dan tata bahasa komposisi. Dalam pendekatan ini, memasukkan Alam ke dalam lingkungan binaan bukanlah sebuah kemewahan, tetapi investasi ekonomi yang baik dalam Kesehatan dan produktivitas
Pengaruh Sistem Administrasi Perpajakan Modern, Akuntabilitas dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
The purpose of this study is to analyze the influence of the modern tax administration system, accountability and tax sanctions partially and simultaneously on taxpayer compliance, especially individual taxpayers who have business and free work. This study used convenience sampling with 88 respondents. The results of the study show that the modern tax administration system, accountability and taxation sanctions affect taxpayer compliance partially and simultaneously. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh sistem administrasi perpajakan modern, akuntabilitas dan sanksi perpajakan secara parsial dan simultan terhadap kepatuhan wajib pajak khususnya wajib pajak orang pribadi yang memiliki usaha dan pekerjaan bebas. Penelitian ini menggunakan convenience sampling dengan 88 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem administrasi perpajakan modern, akuntabilitas dan sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak secara parsial dan simultan
Pengaruh Current Ratio dan Debt To Assets Ratio Terhadap Financial Distress: Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2016 Dalam Kurun Waktu 5 Tahun
Sebagaimana perusahaan pada umumnya, perusahaan sub sektor transportasi harus menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tidak mengalami kondisi financial distress atau tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi Periode 2008-2016 Dalam Kurun Waktu 5 Tahun dengan menggunakan variabel Current Ratio (CR) dan Debt to Assets Ratio (DAR).
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di BEI. Dengan menggunakan metode purposive sampling maka diperoleh 14 perusahaan, yang terdiri daari 7 perusahaan yang mengalami kondisi financial distress (FD) dan 7 perusahaan yang tidak mengalami kondisi financial distress (NFD), yaitu: PT. Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, PT. Berlian Laju Tanker Tbk, PT. Cardig Aero Services Tbk, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT. ICTSI Jasa Prima Tbk, PT. Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk, PT. Steady Safe Tbk, PT. Sidomulyo Selaras Tbk, PT. Samudera Indonesia Tbk, PT. Express Trasindo Utama Tbk, PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT. Trada Maritime Tbk, PT. Weha Transportasi Indonesia Tbk, dan PT. Zebra Nusantara Tbk.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh berdasarkan publikasi perusahaan sub sektor transportasi dan www.idx.co.id. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Kelayakan Model Regresi, Analysis of Variance (ANOVA), dan uji hipotesis diilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik dengan signifikansi (α) 5%. Penganalisisan data menggunakan software pengolahan data statistik Eviews Versi 9.
Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa variabel CR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sedangkan variabel DAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Secara simultan, hasil uji regresii logistik menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap financial distress secara bersama sama. Dengan angka probabilitas LR stat sebesar 0.0000 dan nilai LR Statistik sebesar 54.55688 yang menunjukkan bahwa kedua variabel independen berpengaruh sebesar 54,56% terhadap financial distress
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan model Altman Z score dalam memprediksi kebangkrutan di Perusahaan Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 sampai dengan 2023. Hasil analisis deteksi potensi kebangkrutan dengan menggunakan formula Altman Z Score modifikasi, memprediksi potensi kebangkrutan pada AirAsia Indonesia Tbk. , Steady Safe Tbk. Indomobil Multi Jasa Tbk., Eka Sari Lorena Transport Tbk., Mitra International Resources dan Sidomulyo Selaras Tbk. untuk seluruh tahun objek penelitian. Hasil analisis pada Jaya Trishindo Tbk., Transportasi Indonesia Tbk., Express Transindo Utama Tbk., dan Adi Sarana Armada Tbk. menghasilkan nilai yang fluktuatif selama tahun penelitian.
Hasil analisis untuk tujuh perusahaan masuk kategori sehat dengan nilai zscore lebih dari 2,6 pada masa sebelum pandemi (tahun 2018 dan 2019) saat pandemi (tahun 2020 dan 2021) dan setelah pandemic(2022 dan 2023) yaitu pada Blue Bird Tbk. Batavia Prosperindo Trans Tbk. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk. Temas Tbk. Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. Trimuda Nuansa Citra Tbk. dan Satria Antaran Prima Tbk.
Penelitian ini hanya menggunakan metode Altman Z-Score untuk menganalisis potensi kebangkrutan. Untuk menganalisa deteksi potensi kebangkrutan perusahaan transportasi dengan lebih akurat, disarankan disamping menggunakan metode Altman Zscore, juga dapat di lengkapi dengan metode lainnya seperti metode Springate dan Zmijewski serta metode yang lain, agar hasilnya lebih mendekati fakta. Jika semua alat prediksi digunakan secara bersama-sama dan hasilnya menunjukkan temuan yang serupa maka tingkat akurasi dari prediksi yang dilakukan diharapkan dapat semakin mendekati kenyataan. Tentu saja prediksi ini dilakukan hanya dengan pendekatan kuantitatif, sehingga tambahan informasi dari sisi kualitatif juga diharapkan dapat semakin memperkuat hasil dari prediksi yang dilakukan.
Kata Kunci : Altman Z Score, Kebangkrutan, Transportasi
Sosialisasi Rempah Bahan Bumbu Rendang yang Terstandarisasi untuk Pemenuhan Kebutuhan di Sentra Rendang Kota Padang
Spices or seasonings are something that determines the taste of Rendang. Standardization of spices as seasoning ingredients is needed to get Rendang with standardized quality and taste. Rendang entrepreneurs who are members of UMKM (Small Entrepreneurs) need knowledge about spices and seasonings. The Cooperative in Padang City accommodates the rendang entrepreneur group. Community service activities have been carried out to increase the knowledge of Rendang entrepreneurs. The activity aims to socialize the importance of standardized spices and seasonings. Socialization has been carried out as a community service activity with the community development approach method. A presentation of the material by the speaker and a discussion was held with the participants. The speakers are food experts, plant cultivation, and rendang entrepreneurs whose businesses have developed. The socialization was held at the Truntum Padang Hotel. The results are that making a standardized rendang product requires quality spices and seasoning ingredients. The speaker's presentation informs Rendang entrepreneurs about quality ingredients for Rendang production. The essential ingredients of spices and suitable processing methods will produce quality seasoning products
Factors influencing the occurrence of neck pain complaints in garment convection tailors
This study aimed to identify the factors influencing neck pain complaints among garment convection tailors in Medan City. A total of 44 tailors from a convection workshop on Jl. Denai were included as the study's population and sample, utilizing a total sampling technique. The research employed a cross-sectional analytical survey design with data analysis using the Chi-Square test. The findings from the bivariate analysis showed a significant association between neck pain complaints and three key factors: years of service (p=0.021), work duration (p=0.044), and work posture (p=0.000). Specifically, a higher percentage of severe neck pain was found in workers with fewer years of service and longer work durations (more than 8 hours a day). The analysis also revealed that age (p=0.717) and lighting (p=0.062) were not statistically significant factors. A subsequent multivariate analysis identified work posture and work duration as independent factors influencing neck pain, with work posture being the most dominant variable (p=0.000). The multivariate analysis for work posture had an odds ratio of 64.346, indicating a strong positive correlation with severe neck pain. However, a contradictory result for work duration in the multivariate analysis suggested a need for re-examination of its coding. The study concludes that workload, work duration, and working posture are the primary factors influencing neck pain complaints in convection tailors, with work posture being the most dominant. These findings highlight the importance of ergonomic interventions, proper posture, and regulated work hours to mitigate occupational health risks in this population
Penerapan Support Vector Machine Dengan SMOTE Pada Analisis Prediksi Financial Distress di Sektor Transportasi & Logistik
Sektor transportasi dan logistik memiliki peran penting sebagai penghubung kegiatan ekonomi dan perdagangan antar wilayah. Oleh karena itu, perusahaan pada sektor ini diharapkan dapat menjaga kondisi keuangan perusahaan agar terhindar dari permasalahan keuangan seperti financial distress. Financial distress adalah tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum kebangkrutan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keakuratan hasil prediksi klasifikasi financial distress pada perusahaan sektor transportasi dan logistik menggunakan metode Support Vector Machine dengan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rasio keuangan perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 - 2021 dengan jumlah Perusahaan yang digunakan sebanyak 21 perusahaan pada setiap tahunnya. Variabel prediktor yang digunakan merupakan 9 nilai rasio keuangan. Untuk klasifikasi kategori kondisi awal perusahaan menggunakan rasio keuangan Return of Total Asset, Debt to Asset Ratio dan Current Ratio. Sedangkan untuk klasifikasi dengan metode Support Vector Machine menggunakan rasio keuangan Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Total Asset Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Earning Per Share. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan karakteristik data rasio keuangan, kinerja perusahaan sektor transportasi dan logistik di Indonesia berfluktuatif, dengan beberapa perusahaan mengalami kerugian yaitu PT. Air Asia Indonesia Tbk dan beberapa perusahaan memiliki kinerja yang sangat baik seperti PT. Satria Antaran Prima Tbk, PT. Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk dan PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk. Selain itu, Proporsi jumlah perusahaan yang mengalami financial distress dan non-financial distress sebelum dilakukan analisis SMOTE pada data training sebesar 23% dan 77%, setelah dilakukan analisis SMOTE proporsi nya menjadi hampir seimbang yaitu financial distress sebesar 54% dan non-financial distress sebesar 46%hasil klasifikasi model SVM kernel Radial Basis Function yang melalui proses balancing menggunakan SMOTE dengan parameter C=5 dan γ=0.001 menghasilkan nilai akurasi 80,95% yang artinya model mampu memprediksi keadaan perusahaan secara keseluruhan sebesar 80,95%, nilai sensitivitas sebesar 71,43% yang artinya model mampu memprediksi perusahaan yang mengalami financial distress sebesar 71,43%, nilai spesifikasi sebesar 85,71% yang artinya model mampu memprediksi perusahaan non-financial distress sebesar 85,71%. Serta, diperoleh nilai AUC sebesar 78,57% yang menunjukkan bahwa performa model dalam melakukan klasifikasi termasuk kedalam kategori cukup baik.
=================================================================================================================================
The transportation and logistics sector has an important role as a link between economic and trade activities between regions. Therefore, companies in this sector are expected to be able to maintain the company's financial condition to avoid financial problems such as financial distress. Financial distress is the stage of decline in financial conditions that occurs before bankruptcy. The aim of this research is to determine the accuracy of the prediction results for financial distress classification in transportation and logistics sector companies using the Support Vector Machine method with Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). The data used in this research are the financial ratios of transportation and logistics sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018 - 2021 with a total of 21 companies used each year. The predictor variables used are 9 financial ratio values. To classify the company's initial condition categories, the financial ratios Return of Total Assets, Debt to Asset Ratio and Current Ratio are used. Meanwhile, classification using the Support Vector Machine method uses the financial ratios Quick Ratio, Working Capital to Total Assets, Total Asset Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin and Earning Per Share. The research results show that based on the characteristics of financial ratio data, the performance of transportation and logistics sector companies in Indonesia fluctuates, with several companies experiencing losses, namely PT. Air Asia Indonesia Tbk and several companies have excellent performance such as PT. Satria Antaran Prima Tbk, PT. Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk and PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk. Apart from that, the proportion of companies experiencing financial distress and non-financial distress before carrying out the SMOTE analysis on training data was 23% and 77%, after carrying out the SMOTE analysis the proportion became almost equal, namely financial distress amounting to 54% and non-financial distress amounting to 46% of the classification results of the SVM kernel Radial Basis Function model which went through a balancing process using SMOTE with parameters C=5 and γ=0.001 produced an accuracy value of 80.95%, which means the model was able to predict the overall state of the company by 80.95%, a sensitivity value of 80.95%. 71.43%, which means the model is able to predict companies
experiencing financial distress by 71.43%, the specification value is 85.71%, which means the model is able to predict non-financial distress companies by 85.71%. Also, an AUC value of 78.57% was obtained, which shows that the model's performance in classifying is in the quite good category
