1,720,978 research outputs found
THE INTRODUCTION OF INDONESIAN CULTURE IN BAHASA INDONESIA CLASS FOR SPEAKERS OF OTHER LANGUAGES BY USING THE CULTURAL COMPONENTS AT ISI YOGYAKARTA
Learning Bahasa Indonesia becomes a new trend for speakers of other languages. They need to learn it for
having good communication skill and because of some purposes. The speakers of other languages who come to
Indonesia for different purposes, then, also would like to learn and understand the Indonesian culture and its
unique characteristics. Therefore, one of the important steps to introduce bahasa Indonesia and Indonesian
culture is started from bahasa Indonesia class for speakers of other languages. This program is intended to help
them have more understanding in both bahasa Indonesia and Indonesian culture. Moreover, this program is
supposed to give answers for some questions and the learners’ needs in the process of learning bahasa Indonesia
and Indonesia culture.
The paper discussion focuses on the cultural components and the cross-cultural understanding in bahasa
Indonesia class for speakers of other languages. Moreover, this paper also analyzes the common problems
happened in the class and how they are solved in order to succeed the process of learning the language and
culture. How to introduce and convey the cultural components in bahasa Indonesia class, and how to give the
important values for the learners to have better understanding in knowing the Indonesian characteristics through
the process of learning bahasa Indonesia and Indonesian culture are other questions which are discussed in this
paper
Gerakan Sosial Masyarakat dalam Pelestarian Budaya Literasi Lontar Bali
Masyarakat Bali yang memiliki tradisi literasi khususnya pada naskah lontar sebagai bagian dari kegiatan keagaaman mengalami kelunturan saat ini. Hal tersebut adalah bagian dari perkembangan industri pariwisata global yang telah menimbulkan kekhawatiran orang Bali akan terancamnya ketahanan identitas kultural, ekonomi, dan ekologi mereka. Lontar Bali merupakan bagian dari kebudayan dan merupakan manuskrip yang mengandung sejarah, ilmu pengetahuan, moral, tuntunan adat-istiadat, khususnya di Bali, dan catatan-catatan perilaku manusia sebagai anggota masyarakat yang berbudaya. Lebih jauh, lontar Bali memiliki nilai spiritual karen mengandung nilai-nilai ajaran agama, atau tutur-tutur bersifat rahasia (ajawera), dan nilai-nilai sosial yang belum diimplementasikan sehingga isi lontar itü tidak dapat diketahui oleh masyarakat luas dengan kata lain hanya bisa diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Revitalisasi budaya yang dilakukan dalam masyarakat Bali merupakan cerminan identitas yang kuat untuk memulihkan kembali erosi tergerusnya tradisi lama yang harus makin diperkuat. Sebagai upaya untuk memperkuat budaya lokal, gerakan sosial literasi lontar ini dimaknai sebagai langkah tepat untuk suatu tindakan revitalisasi budaya. Maka penelitian ini akan membahas permasalahan terkait (l) alasan munculnya gerakan sosial literasi lontar Bali, dan (2) bagaimana gerakan sosial literasi lontar Bali memiliki implikasi pada keyakinan masyarakat Bali terhadap kehidupan yang baik dan ideal. Penelitian ini akan menawarkan solusi bagi permasalahan dengan mendapatkan informasi dan pengetahuan terhadap fenomena gerakan sosial literasi lontar Bali yang muncul di masyarakat Bali, dan mencari informasi dan pengetahuan tentang bagaimana gerakan sosial literasi lontar Bali memiliki implikasi pada keyakinan masyarakat Bali terhadap kehidupan yang baik dan ideal. Penelitian ini penting dilakukan untuk (l) memberikan pengetahuan dan pemahaman akan peran sejarah dan keberadaan naskah lontar tersebut bagi kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Hindu Bali sebagai pandangan hidup, (2 membawa gerakan sosial literasi lontar Bali ini mendapatkan tempat di masyarakat tanpa meninggalkan hal penting yaitu kekuatan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam isi naskah lontar Bali, dan (3) lontar yang ada di masyarakat sudah dialihbahasakan akan memudahkan mereka lebih jauh melakukaıı kajian mendalam terhadap lontar Bali sehingga gaungnya ke dunia internasional semakin keras dan membawa implikasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bal
Internalization Strategies of International Affairs Office in Promoting the Centre of Excellence in Art Education
Indonesia has been developing the modern education system and strategies to achieve competitiveness,
collaboration, and creativity. These three issues in higher education are expected to fulfill the needs for the
integrated curriculum of 2013 which may produce Indonesian people who have highly standard of
productivity, creativity, innovative, affective through strengthening on integrated attitude and behavior,
relevant skills, and knowledge. The Indonesian government tries to support all kinds of programs and
facilities to enhance universities in developing their capacities, integrity, and competence to get more
opportunities in optimizing the quality standard of education to become world class Universities. Therefore,
it is understandable that Indonesian government’s homework to socialize and support the educational
institutions need more attention. The issue on strengthening the quality of University standard becomes a
good way to meet the criteria to be a world class university. Academic challenges also possibly hold a
positive effect on this issue. Being international and reputable university is truly glorious. And it is what ISI
Yogyakarta expected in the future. Although it is not easy to come to that moment, but ISI Yogyakarta needs
some strategies in getting involved to achieve the dream. By referring to the vision and mission of ISI
Yogyakarta and the management strategies of Unit of International Affairs, there are two questions being
discussed in the paper. They are as follows:
1. What are the initiative International programs proposed by Unit of International Affairs to promote
ISI Yogyakarta?
2. What are the strategies to strengthen the existence of Unit of International Affairs in serving better
support in art education
Perancangan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Dengan Pengenalan Budaya Di Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Penelitian berjudul Perancangan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dengan Pengenalan Budaya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta bertujuan untuk membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang timbul dan dialami oleh para penutur asing yang tergabung dalam program Darmasiswa RI ketika mereka belajar bahasa Indonesia dan budaya lokal pada awal mereka datang ke Indonesia. Permasalahan-permasalahan tersebut adalah: apakah pengetahuan tentang budaya Jawa, dalam hal ini perilaku dan tradisi Jawa, yang diperkenalkan kepada para penutur asing lewat pembelajaran bahasa Indonesia dapat memperkuat pemahaman lintas budaya? Dan bagaimanakah budaya Jawa, dalam hal ini seni tradisi Jawa, di Yogyakarta sebagai bagian dari budaya Indonesia diperkenalkan dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas penutur asing?
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hal ini disebabkan karena penelitian ini memberikan deskripsi berdasarkan hasil kenyataan yang ada di lapangan, kemudian menyajikan temuan tersebut dalam bentuk deskriptif analitik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara. Responden atau informan dari penelitian ini adalah mahasiswa Darmasiswa sebanyak delapan orang yang mewakili populasi mahasiswa asing di Institut Seni IndonesiaYogyakarta.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar responden atau informan yang sedang mengikuti program Darmasiswa RI dan reguler di ISI Yogyakarta dan belajar bahasa Indonesia di kelas BIPA sangat memberikan respon positif dan memberikan pendapat mereka tentang kekayaan budaya dan seni tradisi Jawa yang mereka jumpai dan kenal. Hasil dari análisis ini kemudian dipergunakan oleh peneliti untuk membuat rancangan materi pembelajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang memuat unsur budaya dan tradisi Jawa secara menarik dan mengandung esensi pemahaman lintas budaya
Teknik penulisan ilmiah bidang seni
Karya ilmiah merupakan tulisan yang berisikan ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang disusun secara sistematis menurut metode penulisan ilmiah dengan menggunakan ragam bahasa resmi. Karya tulis ilmiah dibuat untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bentuknya dapat berupa makalah, proposal, laporan, dan artikel jurnal. Dalam praktiknya, penulisan karya ilmiah hrus mengikuti kaidh-kaidah ilmiah yang baku sehingga mahasiswa perlu dibekali dengan pedoman atau panduan yang bersifat operasional. Buku ajar ini disusun sebagai bekal dalam penulisan karya tulis khususnya di lingkungan akademik Prodi S-1 Fotografi; FSMR ISI Yogyakarta. Dengan adanya buku ini diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan kulminasi proses berpikir, kreativitas, integritas, dan intelektualitas dalam menyusun karya ilmiah
The Use of CALL versus Teacher’s Role in a Language Classroom to Learn English as a Foreign Language
In the last decades, the use of computer
becomes a new trend in education. Students and teachers
are aware that they really need a computer as a media for
the learning activity. In supporting the development of
students‘ language competence and skills, therefore, the
Computer-Assisted Language Learning is developed to
assist students to be more autonomous. On the other
hand, students who learn English as a foreign language
also need a teacher to become their facilitator in the
teaching learning activity because he or she plays an
important role for them in enhancing and mastering
English. The aim of this paper is to find out the
advantages and disadvantages of these two opposing
treatments to the English learning activity, and how
CALL and learning English with teacher assistance can
be applied to support the students‘ English mastery
The Teacher as the Important Role to Teach Culture and Language in Bahasa Indonesia Class for the Non-Native Speakers
Learning Bahasa Indonesia becomes a new trend
for non-native speakers of Bahasa Indonesia. They need to
learn it for having good communication skill and because of
some purposes, such as to do a scientific research, learn
Indonesia and its people, have a project in Indonesia,
develop the relationship between their country and
Indonesia, and many more. In order to master Bahasa
Indonesia, the learners should also understand Indonesian
culture and their own culture so that there will be a positive
influence to the teaching learning activity. The influence of a
teacher is also needed to introduce the learners to cross
cultural understanding. By knowing and understanding
one’s own culture and the other cultures around the world,
the learners are expected to get good and positive point of
views and attitude. The teacher plays an important role to
the success of teaching learning activities in the classroom.
How the teacher brings them into better understanding is
discussed in this paper
Panduan penulisan bagi mahasiswa: cara sukses merencanakan dan menulis esai
Dalam menulis, ada empat unsur yang hubungannya saling terkait satu dengan yang lain dan perlu diseimbangkan, yaitu: penulis, obyek analisis atau materi diskusi (konten), pembaca, dan sifat formal dari bahasa itu sendiri. Tidak semua orang dapat menyeimbangkan elemen-elemen tersebut dengan cara yang sama. Keseimbangna yang tepat tergantung pada cara penulis merespons tradisi-tradisi menulis dan pengetahuan yang tumbuh dalam disiplin ilmu tertentu, aliran pemikiran dalam disiplin ilmu, dan dalam jurusan-jurusan di perguruan tinggi. Tujuan dari buku ini adalah untuk menunjukkan kepada penulis cara menyatukan elemn-elemen yang diperkenalkan di atas, dan untuk membantu penulis agar sukses berpartisipasi dalam perdebata akademis secara tertulis
Pengaruh Media Penyiaran Pada Sistem Kognitif dan Sistem Afektif Khalayak
The broadcasting media through radio and television broadcasts have influenced significantly on people’s views of its function as a medium toboost the popularity, propaganda, and image of a specific community. The broadcasting media have been able to bring a significant impact on its success in conveying the message to the audience. A two-way communication process between the communicant and communicatorshas been underlying such success as stated in the SR theory in which the media present great stimuli that are uniformly observed by the masses, and give more encouragement. This paper focuses on affective and cognitive aspects of the public affected by the broadcasting media. Radio and television audiences have known and understood certain information of which broadcasting media have already instilled that sense of understanding. Then, by knowing this tendency, they may arouse cognitive aspects to the audiences. In addition, the affective aspects caused by the broadcasting media have created the impression of empathy towardssomeone, and care about the launched programs. Therefore, it is expected that the broadcasting media really emphasize on educating function in which they are also able to educateand encourage audiences to be intelligent and critical audiences.Keywords: broadcasting media, communication, cognitive aspects, and affective aspects
ANALISIS AISAS MODEL TERHADAP PRODUCT PLACEMENT DALAM FILM INDONESIA Studi Kasus: Brand Kuliner di Film Ada Apa Dengan Cinta 2
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis AISAS Model atas product placement dari brand(tempat) kuliner pada film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Film ini menjadi objek penelitiankarena tingginya minat menonton dari masyarakat hingga membuatnya menjadi salah satufilm terlaris di Indonesia pada tahun 2016. Penelitian ini mengambil dua teori utama dalambidang komunikasi pemasaran, yaitu teori AISAS dan product placement. Jenis penelitian iniadalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara mendalam kepada 12orang informan yang telah menonton film tersebut minimal 1 kali dan berdomisili di JakartaTimur. Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa berdasarkan analisis AISAS, productplacement atas brand (tempat) kuliner dalam film membantu promosi brand kuliner tersebut.Poin Search, Action, dan Share memberikan peluang besar dan sangat baik dalam keberhasilanpromosi sehingga konsumen dapat dekat, mengalami, dan merasakan brand.The Analysis of AISAS Model towards Product Placement of Indonesia Movie: A CaseStudy on the Culinary Brand of Ada Apa Dengan Cinta 2 Movie. This study aims to analyzeAISAS Model on product placement of culinary brand on Ada Apa Dengan Cinta (AADCWhat’sup with Cinta) 2 movie. The movie becomes the object of research because of the highinterest from the public to watch, making it one of the best-selling movies in 2016 in Indonesia.This study takes two main theories in the field of marketing communications, namely AISASand product placement. The research is a qualitative descriptive by observation and in-depthinterviewtechnique to 12 informants staying in East Jakarta who have seen the film at leastonce. The result of study mentions that based on the AISAS analysis, product placement ofculinary brand (places) on the film helped the promotion of the culinary brands. Some pointssuch as Search, Action, and Share provide great opportunities to the success of the campaignso consumers can be close, experience and feel the brand.</jats:p
- …
