33 research outputs found
“Sinergi Pemerintah Dan Perusahaan Dalam Mengembangkan Pembangunan Desa (Studi Di PT. Bara Prima Pratama Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau).”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanaka Sinergi Pemerintah
dan Perusahaan dalam mengembangkan pembangunan Desa (Studi Di PT. Bara
Prima Pratama Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir
Provinsi Riau). Metode penelitian dengan lokasi penelitian ini dilaksanakan di
kantor Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis
penelitian kualitatif dengan sumber data terdiri atas data primer dan data sekuder.
Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Perangkat Desa ,dan Pegawai PT
Bara Prima .Teknik pengumpulan data mengguakan observasi, wawancara,
dokumentasi. Teknik analisis data meliputi redukasi data, penyajian data dan
verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemerintah Desa cukup berperan
dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Batu Ampar Kecamatan
Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir, yang dilakukan dengan menyusun
perencanaan pembangunan desa, mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan
desa, melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan desa, selain itu PT. Bara
Prima turut berperan aktif dalam melakukan pengembangan pembangunan Desa
melalui Program CSR kepada masyarakat Desa Batu Ampar. Akan Tetapi, untuk
koordinasi sinergi anatara Pemerintah Desa Batu Ampar dan Pihak PT. Bara
Prima dirasa belum Optimal. Faktor penghambat Pemerintah Desa dalam
pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Batu Ampar Kecamatan
Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir yaitu kurang tersedianya sumber daya
manusia yang memiliki kemampuan untuk dapat mendukung dalam penyusunan
rencana pembangunan desa, serta kurangnya partsipasi dari unsur masyarakat
desa.
Kata Kunci: Sinergi, Pemerintah, Desa, Pembangunan
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANG DAN MOTIVASI PERAWAT PELAKSANA TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAPRSI SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2015
Kinerja merupakan ujung tombak penentu keberhasilan sebuah badan usaha, khususnya rumah sakit, banyak hal yag dapat mempengaruhi kinerja di rumah sakit diantaranya yaitu supervisi kepala ruang dan motivasi perawat pelaksananya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Variabel independen pada penelitian ini adalah supervisi dan motivasi, variabel independent nya yaitu kinerja perawat pelaksana, pada penelitian ini karakteristik perawat berupa, umur, jenis kelamin, lama kerja dijadikan sebagai variabel confounding. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional, Pada penelitian ini yang menjadi sample adalah keseluruhan perawat pelaksana yang berada diruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang yaitu 53 orang, Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh perawat pelaksana menyatakan bahwa supervisi Kepala Ruangan terhadap perawat pelaksana berada dalam kategori baik, lebih dari separuh perawat pelaksana memiliki motivasi kinerja yang baik lebih dari separuh perawat pelaksana memiliki kinerja yang tidak baik. Analisa bivariat menyatakan ada hubungan bermakna antara variabel supervisi dengan kinerja perawat pelaksana dengan P Value yaitu (p=0,016) begitupun dengan variabel motivasi memiliki hubungan yang bermakna dengan kinerja dengan P
viii
Value yaitu ( P= 0,018) Variabel yang berhubungan dengan kinerja perawat pelaksana adalah supervisi dan motivasi kerja perawat. di Ruang Rawat Inap RSI Siti Rahmah Padang. Variabel yang paling signifikan hubungannya dengan kinerja adalah varaiabel supervisi setelah dikontrol dengan variable confounding tingkat pendidikan dan umur. Untuk itu perlu sekali hendaknya usaha dari rumah sakit untuk meninmgkatkan kinerja para perawatnya, diantaranya dengan memperbaiki kinerja serta motivasi dari perawat tersebut, dengan adanya pelatihan supervisi seperti pelatihan dan pembuatan kebijakan pengembangan komunikasi antara kepala ruang dengan perawat pelaksana, pengembangan jenjang karir dan peningkatan sistem reward dan punisment yang jelas.
Kata kunci : Kinerja, Supervisi, Motivasi.
Daftar pustaka : 46 buah (2000-2014
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Fraktur Pre Operasi
Surgery is a condition that can cause anxiety, anxiety that occurs in different fracture patients. Decreasing anxiety is important, because anxiety can increase the risk of surgery. The purpose of this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in preoperative fracture patients. The design of this research is analytic descriptive, with a cross-sectional approach. The sampling technique was Accidental Sampling, with a sample size of 31 respondents. The statistical test used the Chi-Square test with a significant level (α = 0.05). The results showed that more than half (61.3%) had a severe level of anxiety, more than half of 61.3% were male, more than half (64.5%) had low education, mostly (80.6%). ) have low economic status, and more than half (67.7%) have poor family support. Based on the statistical test of the relationship between gender variables, it was found that there was no relationship between gender and anxiety levels (p=0.274), there was a relationship between education and anxiety levels (p=0.007), there was a relationship between economic status and anxiety levels (p=0.022) , there was no significant relationship between family support and the level of anxiety (p=0.127). From the results of this study, it is hoped that the respondent can provide input in order to find out what are the factors that can affect the level of anxiety and the respondent can maintain the mindset to avoid excessive anxiety
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN BERCERITA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH
ABSTRACT
According to the Ministry of Health, the number of pre-school age children in Indonesia is 77% of the total population of Indonesia, and it is estimated that 3/100 children are hospitalized, 45% of whom experience anxiety due to hospitalization. The initial study conducted estimated the number of children being cared for at 860, 160 pre-school age children. This study aims to examine the effectiveness of storytelling play therapy on the level of hospitalization anxiety in pre-school children in the Children's Inpatient Room. The design of this research is pre-experimental with a one group pretest - posttest design approach. The population in this study were all children hospitalized in the Children's Inpatient Room. The sampling technique in this research used accidental sampling, with a total research sample of 10 people. Data collection was carried out using observation sheets. The research results showed that of the 10 respondents (60%) respondents had severe hospitalization anxiety before being given treatment, and (40%) respondents had mild hospitalization anxiety after being given treatment. The results of data analysis using the paired t test obtained a p value = 0.000. The conclusion of this research is that storytelling play therapy is effective in reducing the anxiety level of pre-school children. It is hoped that for nursing practice, the results of this research can become a source of information in efforts to improve health services, especially for children due to hospitalization. Recommendations for future researchers are expected to be able to see the differences in levels of hospitalization anxiety between those who have been treated before and who have never been treated
Key word: Play therapy, storytelling techniques, anxiety
ABSTRAK
Menurut Depertemen Kesehatan jumlah anak usia pra sekolah di Indonesia sebesar 77% dari jumlah total penduduk Indonesia, dan diperkirakan 3/100 anak menjalani hospitalisasi, 45% diantaranya mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Studi awal yang dilakukan jumlah anak yang dirawat diperkirakan 860 orang anak, 160 anak usia pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas terapi bermain becerita terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia pra sekolah Diruang Rawat Inap Anak. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang hospitalisasi di Ruang Rawat Inap Anak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 responden (60%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi berat sebelum diberikan perlakuan,dan (40%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi ringan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisa data dengan menggunakan uji t berpasangan didapatkannilai p = 0,000, Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi bermain bercerita efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah. Diharapkan kepada praktek keperawatan, agar hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada anak akibat hospitalisasi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melihat perbedaan tingkat kecemasan hospitalisasi yang pernah dirawat sebelumnya atau tidak pernah dirawat.
Kata kunci: Terapi bermain, Tehnik bercerita, kecemasa
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PERAWATAN PASIEN PASCA OPERASI KATARAK DI RAWAT INAP
ABSTRACT
Cataract is a cloudiness in the lens of the eye that results in impaired entry of light into the eye or retina which will result in a shadow on the retina or the retina is blurred. Cataracts can only be addressed through a surgical procedure. In postoperative patients after cataract surgery is recommended for treatment and stay in hospital 1-3 days. If it exceeds these days it will be detrimental to the hospital because the hospital tariff standard has been set by the government. This study aims to determine the factors associated with longer postoperative cataract patient care in hospital inpatient. Study design was a survey conducted by the analytical approach Retrosfektif Study. The population in this study were all patients after cataract surgery. The sample in this study was 61 people. The data was collected using medical record observation sheet. Data later on though is computerized by using univariate and bivariate analysis using the chi-square statistic. Test results showed less than half (24%) patients after cataract surgery are elderly parents, more than half (52%) the female fraction (7%) patients who have comorbidities and less than half (44%) patients after cataract surgery has long inpatient care in abnormal = > 3 days. The results of the statistical test known age p = 0.004, sex p = 0.025 and p = 0.313 comorbidities. In conclusion There is a significant relationship between age and sex with the duration of treatment post-cataract surgery and There is no significant relationship between comorbidities with a long post-operation cataract. Advice of health care is expected to continue efforts to improve care for patients post cataract surgery.
Keyword: Sex, Treatment, Comorbidities And Ag
Hubungan Jenis Kelamin dan Pendidikan terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Fraktur Pre Operasi Diruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit
Operasi merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan, kecemasan yang terjadi pada pasien fraktur berbeda-beda. Penurunan rasa cemas merupakan hal yang penting, karena kecemasan akan dapat meningkatkan resiko pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien fraktur pre operasi di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit tahun 2018. Penelelitian ini telah dilaksanakn di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi selama bulan februari 2018 . Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien fraktur pre operasi di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit, dengan teknik pengambilan sample Accidental Sampling, dengan jumlah sample 31 responden. Uji statistic menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separoh (61,3%) memiliki tingkat kecemasan berat, lebih dari separoh 61,3% berjenis kelamin laki-laki, lebih dari separoh (64,5%) berpendidikan rendah, Berdasarkan uji statistik hubungan variabel jenis kelamin, didapatkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan (p = 0,274), adanya hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan (p = 0,007). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada responden agar dapat mengetahui apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan responden dapat menjaga pola pikir agar terhindar dari cemas yang berlebihan, karna cemas yang berlebihan tersebut membuat pengaruh yang buruk terhadap penyembuhan pasca operasi, setelah penelitian ini dilakukan dan hasil dipaparkan peneliti berharap menjadi masukan untuk melaksanakan intervensi pencegahan terjadinya kecemasan, untuk selanjutnya peneliti sangat berharap penelitian dapat dikembangkan dengan metode dan variable lain yang lebih mendalam dan meneliti tentang cara pencegahan terhadap kecemasan tersebut sehingga kedepannya diketahui variable lain yang mempangaruhi cemas serta intervensi untuk penanggulannya
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OSTEOARTRITIS PADA LANSIA
Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling bayak ditemukan di dunia, termasuk indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Secara keseluruhan, sekitar 10 – 15% orang dewasa lebih dari 60 tahun menderita Osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian osteoartritis pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Dari faktor-faktor yang diteliti faktor yang di ambil yaitu usia, jenis kelamin dan berat badan. Desain penelitian yaitu Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian adalah lansia yang kebetulan ada dan bersedia untuk menjadi responden yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Sampel yang didapat adalah sebanyak 52 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Data dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dan uji statistik yang digunakan yaitu chi-square dengan p < 0,05. Hasil penelitian dengan tabel frekuensi didapatkan kurang dari separuh lansia yang mengalami osteoartritis (48%). Faktor usia yang berusia old age didapatkan sebagian besar menderita Osteoartritis (89%), faktor jenis kelamin yang berjenis kelamin perempuan lebih dari separuh lansia yang mengalami kejadian Osteoartritis (70%), dan faktor berat badan yang memiliki berat badan gemuk sebagian besar mengalami osteoartritis (86%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, dan berat badan terhadap kejadian osteoartritis.
Kata kunci: Lansia, Osteoartriti
Analisis Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 53/puu-xv/2017 Terhadap Pengujian Undang Undang No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum
The phenomenon that occurs from the observations made by presidential writer Treshold in the General Election is widely considered not to cause a sense of justice to the nomination process of the President and Vice President, not least the problem of the principle of electoral justice. The problem is 2 things, namely: First, the absence of justice for new candidates in the presidential and vice presidential nomination process, procedures, and decisions related to the election process only benefit the old ruling party. Second, the system designed is not able to create candidates for president and new vice presidents who can create changes because the candidate pair has been sensed by the presidential threshold owned by major parties. Based on the description of the phenomenon above, the author sets out the main problem of this research, namely How to Consider constitutional court judges in deciding case NUMBER 53 / PUU-XV / 2017 against the testing of law No. 7 of 2017 concerning general elections and how are the implications of the Constitutional Court decision No. 53 / PUU-XV / 2017 in the presidential and vice presidential nominations in the 2019 general election? Considering the type and nature of research, this type of research belongs to Normative research, Normative legal research uses normative case studies in the form of legal action products, for example studying legislation. The author uses normative legal research methods to observe and record this thesis analysis as a legal research method. The results of the study showed the Consideration of Constitutional Court Judges in Deciding Case NUMBER 53/PUU-XV/2017 Against The Testing of Law No. 7 of 2017 Concerning Elections exists; ah (1) Through the threshold policy of The Establishment of Presidential and Vice Presidential Candidates (Presidential Treshold) Article 222 of the Election Law is discriminatory against Parties as Election Participants, (2) Presidential Threshold is an open legal policy. The implication of the Constitutional Court Decision No. 53/PUU-XV/2017 in the Presidential and Vice Presidential Nominations in the 2019 General Election is that with the enactment of Article 222 of Law No. 7 of 2017, the nomination of the Presidential and Vice Presidential elections will use the results of the previous period's elections. Examples such as experienced in the presidential and vice presidential election candidacy 2019 using the results of the 2014 period of voting which according to researchers irrelevant because it uses the presidential ticket threshold in 2014 for the 2019 election contest
