1,720,974 research outputs found

    Kompetensi Pedagogik Guru Sains pada Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSD-BI) di Kota Malang: Studi kasus pada SDN Kauman 1 Malang dan SD Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan seperti sekolah Standar Nasional (SSN) dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sebagai penyelenggara pendidikan formal di era globalisasi ini, sudah seharusnya tidak hanya memperhatikan kurikulum, fasilitas, dan program sekolah, tetapi juga harus memperhatikan sisi sumber daya manusianya (tenaga pendidik dan kependidikannya) sebagai penentu keberhasilan. Pembelajaran sains yang diajarkan di sekolah khususnya pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) banyak mengalami kendala dan kesulitan, baik dari segi materinya sendiri yang terlalu tinggi, maupun dari gurunya yang belum memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang baik dalam menunjang profesinya. Menjadi guru sains profesional di Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSD-BI) harus memiliki beberapa kompetensi dasar, salah satu kompetensi itu adalah kompetensi pedagogik guru. Kompetensi pedagogik mempunyai peranan penting dalam peningkatan proses belajar mengajar karena berhubungan langsung dengan tugas pokok seorang guru, yakni sebagai pengelola proses pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru sains di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional tidak akan dapat dilakukan tanpa adanya dukungan dan motivasi kepala sekolah sebagai pemimpin dan supervisi pendidikan yang sangat penting dan berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi pedagogik guru sains yang ada di SDN Kauman 1 dan SD Laboratorium Universitas Negeri Malang, dengan dua fokus penelitian yaitu (1) Kompetensi pedagogik guru sains dan berbagai usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi pedagogiknya, (2). usaha-usaha kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan berbagai faktor yang mempengaruhi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan adalah dengan wawancara mendalam terstruktur dan tidak terstruktur, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti, teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori dan metode, dan ketekunan pengamatan. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, Guru sains, komite sekolah dan siswa-siswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi pedagogik guru sains yang ada di RSD-BI SDN Kauman 1 dan SD Laboratorium UM meliputi, Pemahaman wawasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik (siswa), Pengembangan kurikulum/silabus sains, perancangan pembelajaran dan penguasaan materi sains, Pelaksanaan Pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran sebagai media Pembelajaran, evaluasi hasil belajar siswa, pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, pemahaman terhadap prinsip-prinsip keterampilan mengajar dan penerapannya dalam praktik, pemahaman terhadap cabang-cabang pengetahuan lainnya. Di samping itu, untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru sains juga harus memiliki kompetensi lain seperti: menguasai bahasa asing khususnya bahasa Inggris; Pengembangan program pembelajaran sains yang kreatif dan inovatif, melaksanakan penelitian tindakan kelas dan mampu berkomunikasi secara ilmiah; dan mampu mengintegrasikan pengetahuan sains dengan Al-Qur’an. Adapun usaha yang dilakukan oleh guru sains dalam meningkatkan kompetensi pedagogiknya adalah studi lanjut, belajar sepanjang hayat (life long learning) untuk menambah pengetahuan baru dari berbagai sumber, memberdayakan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), mengevaluasi kinerja mengajar di dalam kelas, memberdayakan organisasi profesi seperti aktif dalam kegiatan diskusi, workshop, seminar, lokakarya, sertifikasi dan uji kompetensi; (2) Usaha-usaha yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sains di sekolah adalah melakukan supervisi pada saat guru melakukan kegiatan belajar mengajar, Mendukung ide-ide baru dari guru, mengadakan rapat guru, mengawasi tugas guru untuk meningkatkan disiplin kerja, mengadakan penilaian terhadap tugas guru, motivasi Kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, Pengembangan Kompetensi pedagogik Guru melalui Pendidikan in-service. Sedangkan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kepala Sekolah dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik guru sains adalah (a) Faktor Internal yang meliputi: kesiapan mental seorang guru, latar belakang pendidikan guru, pengalaman mengajar guru, Keadaan kesehatan guru, Keadaan kesejahteraan ekonomi guru; (b) Faktor Eksternal seperti Sarana pendidikan, Kedisiplinan kerja disekolah, Pengawasan kepala sekola, waktu dan dana. ABSTRACT The improving of education quality as a National Standard School (SSN) and Pioneer International Standard School (RSBI) as formal education in a globalized world, it should not only pay attention to curriculum, facilities and school programs, but also should pay attention to the quality of the source human capital (education and educators) as a determinant of success. Learning science that taught in schools especially at the Pioneer International Standard School (RSBI) had many obstacles and difficulties, both in terms of the material itself is too high, and from teachers who do not have good academic qualifications and competencies to support their profession. Being a professional science teacher at Pioneer International Standard’s Primary School (RSD-BI) should have some basic competence, one of the competences is pedagogic teacher’s competence. Pedagogical plays an important role in the improvement of teaching and learning as it deals directly with the main duties of a teacher, as a manager of the learning process. The Efforts to improve pedagogical science teacher at International School stubs will not be done without support and motivation of school principals as educational leaders and supervision that are very important and directly related to the implementation of educational programs in schools. This study aims to reveal pedagogical science teacher at SDN Kauman 1 and SD Laboratorium of State University of Malang, with two research focus: (1) pedagogical competence of science teachers and other efforts to improve pedagogical competence, (2). principal efforts in improving teachers' pedagogic competence with a variety factors that affecting in improving pedagogical science teachers. This study used a qualitative approach by the design case study. The data was collected by in-depth interviews were structured and unstructured, participant observation and documentasion study. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, drawing conclusions, checking the validity of the findings in a way an extension of the participation of researchers, triangulation techniques using a variety of sources, theories and methods, and the persistence of observation. Informant in this study is the principal, assistant principal, science teacher, school committee and students. The results showed that: (1) pedagogical competence of science teachers in SDN Kauman 1 and SD of State University of Malang include of understanding educational insight, understanding of learners (students), Development of curriculum / syllabus of science, learning design and mastering of the material science, educational implementation which are educated and dialogic, using of learning technologies as media learning, evaluation of student learning outcomes, the development of a variety of learners to actualize its potential, an understanding of the principles of teaching skills and their application in practice, understanding of other branches of knowledge. In addition, in order to follow the development of science and technology, science teachers must also have competencies such as: mastering foreign languages especially English; Development program of creative learning and innovative science, carry out action research and be able to communicate scientifically, and are able to integrate knowledge of science with the Qur'an. The work done by teachers in improving science is the study of advanced pedagogical competence, lifelong learning (Lifelong Learning) to add new knowledge from a variety of sources, empowering discussion subject teachers (MGMP) and Teachers Working Group (KKG), to evaluate the performance of teaching the classroom empower organizations active in professions such as discussions, workshops, seminars, workshops, certification and competency tests, (2) the efforts made by the Principal to enhance pedagogical science teachers in schools is doing supervision during learning activities teaching, support new ideas from teachers, doing meeting teachers, supervising teachers to improve labor discipline, conduct an assessment of the duty teacher, principal motivation in improving teachers' pedagogical, the development of pedagogical competence through Education Teacher in-service. Meanwhile the Factors which are affecting in improving pedagogical competence of science teachers are (a) Internal factors include: Mental Readiness Master, teacher education background, teaching experience of teachers, teachers' health, welfare state economics teacher, (b) External factors such as educational facilities, labor discipline in schools, Supervision principal, the time and funds

    Implementasi Metode At-Tartil dalam meningkatkan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darus Shobiy Penumpa’an, Kecamatan Jabon - Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK Al-Qur’an adalah merupakan pedoman umat Muslim di dunia ini yang mewajibkan kepada kita semua untuk belajar dalam membaca dan menulis Al- Qur’an sejak kecil, karena pada fase awal masa anak usia dini sangat penting dalam penanaman pendidikan agama sejak dini melalui melalui pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an. Namun yang terjadi pada saat ini, banyak sekali generasi muda kita yang kurang bisa membaca Al-Qur’an. Dalam meningkatkan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, banyak sekali metode baca tulis Al-Qur’an yang cepat dan praktis yang digunakan yaitu seperti metode Qiroati, metode Iqro’, metode Tilawati, metode Al-Barqi, Metode At-Tartil dan sebagainya. Metode At- Tartil merupakan salah satu model pembelajaran Al-Qur’an yang sengaja disusun oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif Sidoarjo dengan tujuan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an Masyarakat Sidoarjo dengan proses pembelajarannya yang mengaktifkan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an dan disertai dengan lagu- lagu tartil serta disesuaikan dengan kaidah-kaidah Ilmu Tajwid. Berdasarkan Latar Belakang diatas, maka permasalahan yang diangkat oleh peneliti yaitu 1). Bagaimana penerapan Metode At-Tartil yang digunakan oleh Guru dalam meningkatkan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an?, 2). Apa kelebihan dan kekurangan Metode At-Tartil dalam pembelajaran baca tulis Al- Qur’an di TPQ Darus Shobiy?, 3). Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat santri dalam penerapan metode At-Tartil?. yang bertujuan untuk mengetahui Implementasi Metode At-Tartil, mengetahui kelebihan dan kekurangan Metode At-Tartil serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan metode At-Tartil dalam meningkatkan Pembelajaran baca tulis Al- Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darus Shobiy Penumpa’an. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reserach) dengan jenis kolaboratif partisipatoris, mengikuti model Kurt Lewin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi (aktivitas kelas, interview dan test sebagai data tambahan), wawancara dan dokumentasi. Data bersifat kualitatif dan peneliti sebagai instrument kunci. Adapun rencana tindakannya meliputi kegiatan merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, merefleksi. Dari hasil penelitian ini, peneliti memperoleh hasil bahwa: pertama penerapan metode At-Tartil harus dilakukan oleh ustadz/ustadzah yang sudah mendapatkan syahadah mengajar terlebih dahulu dari Biro TPQ Kabupaten Sidoarjo, sedangkan dalam penerapan Metode At-Tartil ini dalam setiap Jilidnya terdapat materi pelajaran dan cara mengajarkannya, selain itu juga terdapat pokok- pokok pelajaran di setiap jilidnya dan dengan menggunakan strategi klasikal dan privat individual sebagai evaluasinya. Kedua, upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan Pembelajaran baca tulis al-Qur’an adalah dengan adanya pembinaan dan penataran secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Biro TPQ Kabupaten Sidoarjo dengan Tim-timnya yang diterjunkan ke setiap kecamatan secara langsung. Dalam bacaan At-Tartil akan dinilai setiap hari dan dicatat hasilnya pada evaluasi hariannya oleh gurunya masing-masing agar diperhatikan oleh orang tuanya di rumah. Diadakannya imtihan setiap tahun dan diadakannya imtas bagi yang sudah lulus jilid 6 (Bacaan Gharib yang ada di jilid 6). Ketiga, faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran baca tulisnya dalam metode At-Tartil ini adalah : faktor Pendukungnya yaitu adanya Kurikulum, silabus, modul materi penunjang yang sudah tersusun lengkap dari pembelajaran metode At-Tartil tersebut, kualitas ustadz-ustadzah yang sudah layak mengajar karena harus mempunyai syahadah terlebih dahulu, sehingga dapat memahami karakteristik dari metode pengajaran yang digunakan dan cara pengajarannya yang disesuaikan dengan karakteristik santri, dan juga dengan adanya sarana dan prasarana yang mendukung didalam proses pembelajaran Al-Qur'an yang ada di TPQ Darus Shobiy ini, menjadikan proses pembelajarannya menjadi efektif dan efisien. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pada problematika santri, yang disebabkan kurangnya dukungan/motivasi dari orang tua terhadap pentingnya pendidikan wawasan Al-Qur'an, sering terlambat dalam proses pembelajaran Al- Qur'an berlangsung, perilaku santri yang tidak bisa diam(aktif) dan sering mengganggu temannya, ramai sendiri, dan tidak memperhatikan guru ketika mengajar, tidak berdasarkan waktu yang telah ditentukan (sebenarnya 5 menit/anak belajar mengaji), dan semena-menanya ustadz dalam mengajarkan Al- Qur'an. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dapat disimpulkan bahwa Metode At-tartil dapat meningkatkan pembelajaran baca Tulis Al-Qur’an dengan didukung oleh pengelolaan kelas yang bervariatif, penggunaan startegi BCM (bermain, cerita dan menyanyi) serta harus didukung pula dengan media pembelajaran yang bervariatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan masukan bagi pengelolah lembaga pendidikan yang beorientasi terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Saran yang dapat penulis berikan kepada pihak-pihak yang terkait yaitu hendaknya kepada semua para guru selalu bersikap terbuka terhadap kekurangan, sikap istiqomah, sabar, dan ikhlas dalam menghadapi segala tantangan dan rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta melalui ide kreatif untuk perkembangan di masa mendatang haruslah tetap dilaksanakan dan menentukan langkah-langkah serta perbaikan dalam jangka panjang dan pendek yang sesuai dengan visi dan misi lembaga terkait. Untuk mengantisipasi adanya saat-saat kesuraman yang tidak dikehendaki, maka pengkaderan dan peningkatan mutu SDM (Sumber Daya Manusia) utamanya asatidz-asatidzahnya adalah merupakan langkah yang tepat, masalah pembelajaran, terutama kualitas, keaktifan dan kedisiplinan ustadz- ustadzah harus seimbang. Dalam realitas di lapangan peneliti menemukan adanya ustadz-ustadzah yang sering tidak masuk/tidak mengajar. Maka dengan hal ini, perlu mengadakan perekrutan ustadz-ustadzah baru dengan tujuan untuk melengkapi kebutuhan dan menutup kekurangan tenaga pengajar yang ada

    PENERAPAN MEDIA PERMAINAN SPIN RODA BERPUTAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI MI AL -ISLAMIYAH PASURUAN TAHUN 2022/2023

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penerapan media permainan spin roda berputar  pada siswa MI ,kajian ini di latar belakangi oleh kurangnya keaktifan atau partisipasi siswa pada proses pembelajaran ,serta kurangnya minat dan semangat dalam belajar ,oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat ,semangat belajar ,sekaligus kepercayaan diri pada  siswa ,metode penelitian yang di gunakan adalah dengan pendekatan kualitatif .Data digali dengan melakukan tindakan langsung pada kelas,dengan melakukan pengajaran dengan model permainan spin roda berputar pada materi ciri ciri makhluk hidup kelas 3 di MI AL-ISLAMIYAH Pasuruan,kesimpulan dari penelitian ini ,penerapan model permainan spin roda berputar bertujuan menumbuhkan minat ,semangat belajar juga kepercayaan diri  anak ,supaya siswa dapat menerima pelajaran dengan baik ,dan aktif dalam proses pembelajaran ,membentuk karakter yang kuat. Antusias para siswa meningkat dalam proses pembelajaran dengan di terapkannya model permainan spin roda berputar ,karana siswa juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran

    IMPLEMENTASI METODE GUESS WORD PADA MATA PELAJARAN IPS DI MIMA 02 DARU ULUM GUMELAR

    Full text link
    The background of this study : (1) To Implementation the Guess Word Methode Of Social Science In MIMA 02 Darul Ulum Gumelar. (2) To Improve outcomes of student learning using the Guess Word methode (3) To Describe problem and solution in implementation of the Guess Word learning. The study in clouds class action research (CAR). Tubjects of this study is 5 th in MIMA 02 Darul Ulum 2020/2021. This study is type of research is descriptive qualitative research. The data of this study did not include variable data, but it has been taken from interview with headmaster, teacher, and student of 5th class. After analyzing of this study, it showed good impact of implementation the guess word methode. It stated the student learning was increase, student was more enthusiast, student was more active in learning process especially in public speaking, student was more confidence in conveying their argument

    Developing Mobile Learning Media on Human Bone Skeleton Material for Grade 5 Elementary School Students

    Full text link
    Research on the development of application products as learning media for elementary school students as learning media to increase the spirit of learning. This study aims to test the effectiveness of validity and evaluate applications as learning media. This research uses a development method with the ADDIE model, and the results of the observations show that some students experience problems when learning about the human skeleton. This study developed an application that contains material, questions, and scores at the design stage using Kilonotes and Smart Apps Creator. The results of the application media validity test obtained a score of 95% from media experts, assessing aspects of application display design, fonts, images, and practicality. The assessment given by the material expert was 90% based on the aspects of the material, questions, and practicality of learning. Assessment from students regarding application media as learning support is very helpful because the practical application is easy to use when learning outside and at school. Statistical tests show significant results; the value obtained is, on average, high. The results of data analysis of student responses to the media using the N-Gain Test formula show a positive start with a score of 96% of 30 students. It can be concluded that the use of the application as a learning media on grade 5 human skeleton material shows that this application is valid and feasible for use by students

    Application of Guided Inquiry Learning Strategy on Thematic Learning of Science Material at Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    This study aims to analyze the planning, implementation, and evaluation of the implementation of the Guided Inquiry learning strategy in thematic learning with the theme of Natural Sciences (IPA) at MI Miftahul Ulum III Sumbersari Gumukmas, Jember. The method used is a qualitative approach with the type of field research. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis refers to the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which consists of three stages: data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity is obtained through triangulation of techniques, sources, and time. The results of the study indicate that the implementation of the Guided Inquiry learning model in the classroom consists of several stages, namely: (a) Initial Activities, (b) Core Activities, (c) Final Activities, and (d) Learning Evaluation. The implementation of this strategy has proven effective in increasing students\u27 interest in learning, especially in materials about invertebrates, changes in the state of objects, and conductors. The conclusion of this study is that the implementation of the Guided Inquiry strategy has a positive impact on students\u27 interest in learning science in madrasah Ibtidaiyah

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Metode Inquiry Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

    Full text link
    Low science learning is closely related to the disconnection of science education provided in classrooms with the Program for International Student Assessment (PISA) requirements. As a result, curriculum development also plays a role, emphasizing the importance of scientific activities. Therefore, it is important to use effective teaching strategies to encourage and increase student participation in science learning, both individually and in groups. The inquiry approach to learning is one of these techniques. Referring to this statement, the researcher is interested in conducting research on literature studies to identify efforts to improve the learning outcomes of elementary school students through the inquiry method in learning natural sciences. The results of this study indicate that the inquiry method can be successfully used in science learning activities effectively. It aims to develop students' capacity to think critically and actively. Students are encouraged to actively participate in science learning that is interesting and fu

    Development of Jumanji Board Game Media on Ecosystem Material in Islamic Elementary School

    Full text link
    The article aims to develop a Jumanji board game media in class V Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa Bondowoso. Learning media has a somewhat important role in learning because it can make it easier for teachers to convey learning objectives to their students. From this, of course, it is necessary to develop learning media tailored to the needs of schools and the characteristics of students. The research results found that the enthusiasm and motivation to learn were still lacking, and the understanding of the material needed improvement. With the Jumanji board game, the media can overcome the obstacles that have been mentioned. Researchers use the R&D method using the ADDIE model, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The result of this study is that researchers developed a learning media called the Jumanji Board. This media is a learning medium that can invite students to play while learning. The Jumanji board game media has colourful cards, game lines, pawns, dice, and sand time. This, of course, can attract students' motivation because, based on the study results, it was found that the enthusiasm and motivation to learn were still lacking, and the understanding of the material still needed to be improved. With the Jumanji board game, the media can overcome the obstacles that have been mentioned. The acquisition of media validation from expert validators obtained an average value of 90%. The results of this validation indicate that the Jumanji board game media has met the valid category or is very suitable for use
    corecore