13 research outputs found

    Analisis Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2013

    No full text
    Maternal morbidity and mortality problem in Indonesia is still a big problem. Utilization of Antenatal Care Services (ANC) by a pregnant woman can be seen from the coverage of ANC (K1 and K4). However, when looking at the data profile Langkat District Health Office and Health Center Profile Besitang, there is a gap between the K1 and K4 (K1>K4). Based on the results of observations made by the author in District Besitang, still found the mother - pregnant women who do not perform pregnancy checks to health workers with regular antenatal care. This research is explanatory research survey. The research goal is to analyze the factors that affect pregnant women in ANC visits in District Besitang Langkat district. The study population was all pregnant women in the District Besitang Langkat district, amounting to 1270 people and totaled 93 samples taken by simple random sampling. Primary data were collected through interviews, and data analysis was done by chi square test and simple logistic regression. Results of the chi square test and logistic regression, it is known that the variables age, knowledge, education, and affordability have a relationship and influence on the ANC because the value of p <0.05. This study is expected to provide input to the District Health Office Langkat to improve antenatal care in Sub Besitang, provide information to improve the knowledge of pregnant women, as well as improved performance and more attention to the welfare of the village midwife to be willing to live and settle in the village.Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC) oleh seorang ibu hamil dapat dilihat dari cakupan pelayanan ANC (K1 dan K4). Namun bila melihat data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dan Profil Puskesmas Besitang, terdapat kesenjangan antara K1 dan K4 (K1>K4). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis di Kecamatan Besitang, masih ditemukan ibu – ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilannya ke petugas kesehatan pelayanan antenatal dengan teratur. Jenis penelitian ini adalah survey explanatory research. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat yang berjumlah 1270 orang dan sampel berjumlah 93 orang yang diambil secara simple random sampling. Data primer dihimpun melalui wawancara, dan analisis data dilakukan dengan uji chi square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil uji chi square dan uji regresi logistik , diketahui bahwa variabel umur, pengetahuan, pendidikan, serta keterjangkauan memiliki hubungan dan pengaruh terhadap kunjungan ANC karena nilai p < 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk meningkatkan pelayanan antenatal di Kecamatan Besitang, memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, serta meningkatkan kinerja dan lebih memerhatikan kesejahteraan bidan desa agar bersedia untuk tinggal dan menetap di desa.108 HalamanSkripsi Sarjan

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DIAGNOSA KERUSAKAN PRINTER INKJET DENGAN BACKWARD CHAINING

    No full text
    Naira computer merupakan tempat jasa service elektronik khususnya bergerak pada bidang jasa service printer.Naira computer membantu konsumen dalam menangani permasalah konsumen didalam mendiagnosa kerusakan printer inkjet.Banyak jenis printer, misalnya printer inkjet, laserjet, thermal printer dan dot matrix. Permasalahan dalam proses penanganan di Naira computer terganggu dengan adanya seringnya bergantinya seorang teknisi. Seorang teknisi kurang berpengalaman dan tidak memasukkan basis pengetahuan yang mereka miliki ke dalam sistem juga merupakan permasalahan utama lamanya penanganan diagnosa kerusakan printer inkjet. Dengan adanya permasalahan di Naira Computer, penulis akan membuat “Sistem Pendukung Keputusan Diagnosa kerusakan printer inkjet dengan Backward Chainingâ€.Pada penelitian ini yang menjadi subyek adalah Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Diagnosa kerusakan Printer Inkjet dengan Backward chaining.Sistem pendukung keputusan klinis (SPKK) merupakan suatu sistem elektronik maupun non-elektronik yang didesain untuk membantu klinisi secara langsung dalam mengambil keputusan klinik. SPKK ini digunakan untuk menangani masalah pendiagnosaan kerusakan printer inkjet dengan metode pelacakan ke belakang atau Backward chaining yang dibantu dengan proses pendekatan penelusuran knowledge base. Tahap pengembagan aplikasi sistem diagonisis pada penelitian ini diawali dengan tahap perancangan, basis pengetahuan, tabel  keputusan, tabel  aturan, mesin inferensi,  pembuatan diagram alir data, desain interface, implementasi, dan pengujian sistem menggunakan black box test dan alpha test.Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan prosentase penilaian terhadap sistem aplikasi berdasarkan black box test 100% setuju dengan aplikasi Sistem Pendukung keputusan diagnosa kerusakan Printer Inkjetdengan backward chaining.Dari hasil penelitian pengujian sistem menggunakan alpha test menghasilkan prosentase penilaian terhadap sistem responden yang sangat setuju sebanyak 30 % dan setuju dengan progam sebanyak 70% . Berdasarkan hasil prosentase yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa aplikasi layak digunakan dan telah sesuai dengan basis pengetahuan untuk menghasilkan diagnosa kerusakan printer inkjet berdasarkan gejala kerusakan.Kata Kunci :Backward Chaining , Kerusakan Printer, Knowledge base, SPK

    perkembangan batik gajah oling banyuwangi 1980-2013

    No full text
    ABSTRAK   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Perkembangan Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M. Hum.   Kata Kunci: Batik Gajah Oling, Perkembangan, Banyuwangi Batik Banyuwangi merupakan salah satu batik pesisiran yang banyak mengambil motif flora dan fauna sebagai ungkapan simbolis daerah setempat. Batik Banyuwangi mampu menunjukan kemajuannya di industri batik dengan ciri khas batiknya sendiri, meskipun Banyuwangi bukan daerah penghasil batik yang besar seperti Pekalongan, Jogja dan Solo. Industri batik di Banyuwangi terus berkembang sejak diketahui keberadaannya pada 1980. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut, seperti peran dari pengrajin itu sendiri dan juga tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah. Batik yang menjadi andalan dari Kabupaten Banyuwangi adalah batik Gajah Oling yang memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Banyuwangi, namun ada banyak versi yang berkembang terkait dasar filosofi yang terkandung dalam batik Gajah Oling, dan sampai saat ini masih belum ada kesepakatan final mengenai dasar filosofi batik Gajah Oling tersebut. Hal inilah yang menyebabkan dari masing-masing pengusaha batik maupun budayawan memiliki keyakinan sendiri-sendiri tentang keberadaan trade mark batik Banyuwangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi yang terkandung di dalam Batik Gajah Oling Banyuwangi, mengetahui bagaimana perkembangan yang terjadi pada Batik Gajah Oling Banyuwangi di tahun 1980 hingga 2013, dan seberapa jauh dampak dari perkembangan batik Gajah Oling Banyuwangi pada bidang ekonomi dan sosial bagi pembatik di Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik mendapatkan sumber penulis lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.  Berdasarkan pada eviden dan hasil analisis penulis peroleh, bahwa setiap motif batik mempunyai makna filosofi masing-masing. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan. Begitu pula dengan batik Gajah Oling Banyuwangi, yang memiliki dasar filosofi yang tidak lepas dari latar belakang sejarah Kerajaan Blambangan pada masa Raja Tawangalun. Batik Gajah Oling memiliki kisah yang panjang bagi masyarakat Banyuwangi. Nama Gajah Oling memiliki arti dan karakteristik tersendiri yang dapat dijadikan contoh dalam berkehidupan. Ketika kita memakai batik Gajah Oling didalamnya terdapat pesan yang tinggi bagi pemakainya yaitu layaknya seekor Gajah yang memiliki kekuatan yang besar untuk melawan kebatilan dan kesemena-menaan dan seperti seekor Oling yang memiliki kegigihan dan keuletan agar kita tidak pantang menyerah dalam menghadapi keadaan apapun. Pada penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa perkembangan batik Gajah Oling sejak 1980 hingga 2013 tidak lepas dari peran pengrajin yang terus melakukan inovasi dari segi desain maupun teknik membatik. Pemerintah pun juga turut andil dalam kemajuan batik Banyuwangi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan khusus untuk meninggkatkan daya jual batik Banyuwangi, seperti melakukan pelatihan untuk pembatik yang diadakan satu tahun sekali, pengadaan event-event khusus batik seperti Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang diadakan pada 2013 dan juga pengeluaran himbauan atas usulan dari pembatik yang berisi himbauan kepada seluruh pegawai pemerintahan untuk menggunakan batik Banyuwangi di hari kerja yaitu pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Jadi, jika diamati pada penelitian batik Gajah Oling Banyuwangi ini terjadi kerjasama yang harmonis antara pengusaha batik dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan industri batik Gajah Oling Banyuwangi dari yang awalnya bersifat komersil personal menjadi industri sehingga timbul ekspansi penjualan batik yang bisa diterima pasar nasional bahkan internasional. Kondisi ini juga membawa dampak pada bidang ekonomi dan sosial. Berkembangnya batik Banyuwangi juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di industri batik. Melalui tangan para pembatik, maka batik masih ada sampai saat ini dan dikenal para penerus budaya.   ABSTRACT   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Development of Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Thesis, Programme of Study History Education, History Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M.Hum   Key Words: Batik Gajah Oling, Development, Banyuwangi Batik Banyuwangi is a coastal batik taking motives of fauna and flora as local symbolic language. However Banyuwangi is not a centre area of batik as like Pekalongan, Jogja, and Solo but it influences batik industry in general. It develops around 1980 and there are a lot of factors constructing its development. Those are the role of craftsman and the local government policy. Batik Gajah Oling as a main commodity of Banyuwangi has meaning and values for Banyuwangi society. Philosophically, there are some interpretations behind batik Gajah Oling; nevertheless there is no convention between entrepreneur and cultural observer on the philosophy of batik Gajah Oling. Therefore, they believe by themselves on the batik trade mark. This study aims to reveal the philosophy of batik Gajah Oling Banyuwangi; to know how batik Gajah Oling develops between 1980 and 2013; and how batik Gajah Oling influences social-economy aspect of Banyuwangi society. Historical method used for this study consisting of heuristic, critics, interpretation, and historiography. Moreover, the author compiles the sources from observation, interview, enumeration, and library research. Accordance with evidence and the author analysis result, that every batik has a motif and every motif has a philosophy itself. The meaning shows understanding of local value and that value still exist. Batik Gajah Oling Banyuwangi has a philosophy that according to historical background of kingdom of Blambangan in King Tawangalun period. Batik Gajah Oling has a long story for Banyuwangi society. The name of Gajah Oling has a special meaning and characteristic that as role for human race. When we are wearing batik Gajah Oling, there is a message for usage that like an elephant has a big power against a wickedness and a yoke and  also Oling has persistence and tenacity  so that we never give up to face a any situation. This study concludes that the development of batik Gajah Oling from 1980 to 2013 depends on the role of innovative craftsman not only on the design or the batik work. In addition, the government issues some specific policy to support batik Banyuwangi development, for instance training of doing batik work once a year, organizing batik events or Banyuwangi batik festival in 2013, and proposing all civil servants to wear batik Banyuwangi in work days between Thursday and Friday. It could be clearly seen that there is a good cooperation between government and entrepreneur to develop industry of batik Gajah Oling Banyuwangi from hold house industry to national and international industry. This influences social-economic aspect. Batik industry needs many workers especially women to do batik work. They are really known as a conservationist

    Perancangan tata warna untuk Memvisualisasikan emosi pada film animasi “tarman: dendam kesumat”

    No full text
    Color is one of the most important basic elements in animated film. Color can provide a certain mood to the audience so that the message to be conveyed by the film can be delivered properly. The text convered explains the seacrh and exploration process of color for an emotion of tension, sadness and peace. The author also discusses the theory used to achieve the desired color in the film

    Game Edukasi “Baby Lost in the Jungle” Dengan Adobe Flash Cs3

    No full text
    Along with the development of technology, sometimes it is difficult to teach children to learn, kids would rather play than learning, one of them playing computer games, computer games have become the trend of the drugging of young people and old. Many games are created with a variety of different genres. In a computer or other multimedia device was not complete if there is not a game.Making games can be done in various ways. In making this time the author educational game using Adobe Flash CS 3. In making this game writers make elements that are used in the form of characters (sprites), setting background, and other graphical elements using Adobe Photoshop CS 3, and Corel Draw X5, while to process the background music (background sounds) and sound effects (sound effects) using Audacity, after a complete graphics and sound material, the material is imported into the library in Adobe Flash CS 3 for organized into a game. Elements that have been prepared and made later authors collated the scene, layers and frames in accordance with what the author designed. Here the authors combine actionsript and motion that this game becomes more interesting to play. The last step to replace the standard icon with ResouceHack flash game that has the image of the game for education.Game "Baby Lost In The Jungle" This is a game genre Education. Education in this game is aimed at children aged 3-5 years, but in general, this application can be used for all those who can not read and write, because in this game teaches you how to write and read with a fun method

    ANALISIS WACANA TEKS SKENARIO JALAN PERKAWINAN KARYA ARTHUR S. NALAN

    No full text
    A scenario is a blueprint or work script for the production team for a film or audio-visual work. It contains scenes, places, circumstances and dialogue. The object scenario becomes research in the text analysis carried out. In this research, the object of research is the screenplay for the film "Jalan Perkawinan" by Arthur S. Nalan. The screenplay for the film "Jalan Perkawinan" by Arthur S. Nalan, was the first winner of the screenplay writing competition held by the Ministry of Culture and Tourism of the Republic of Indonesia in 2006. The scenario "Jalan Perkawinan" contains travel stories or different romance/marriage stories regarding the background of the trip crossing Jalan Daendels from Anyer to Panarukan which displays various arts and culture of the archipelago. The research method uses qualitative research with Teun Van Djik\u27s discourse theory analysis approach which examines aspects of text, social cognition and social context. First, from the text aspect it can be seen that the scenario has a marriage theme of different nationalities and religions. Second, in the social cognition aspect, the scriptwriter\u27s knowledge, understanding and experience are very strong in the process of creating the scenario. Meanwhile, thirdly, in the social context aspect, people\u27s emotional feelings towards marriages of different nationalities and religions as well as historical events regarding the construction of Jalan Daendels are very visible. The discourse analysis carried out provides a complete understanding of the "Marriage Road" scenario in terms of the text as a social text, the text as the author\u27s knowledge, and the text in terms of understanding the context regarding the issues raised. Keywords: discourse analysis, arts, culture, film scenarios, marriage path

    MANAJEMEN PENDISTRIBUSIAN ZAKAT DI BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemandaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya. Dalam program penyaluran dana Pendistribusian zakat di Baznas Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan Program Baznas dalam memberdayakan Ummat di Baznas Kota Bandar Lampung, Untuk mendeskripsikan pendistribusian zakat di Baznas Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti mendapatkan data melalui Observasi Wawancara wawancara langsung Pengurus Baznas Kota Bandar Lampung Sebagian data juga diperoleh dari literature seperti browser, bersumber dari instansi terkait, dokumentasi-dokumentasi sebagai informasi pelengkap. Kemudian setelah data terkumpulkan maka dapat diolah dan dianalisis berkaitan dengan permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis dapatkan pengumpulan dan pengelolaan dana zakat yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Enrekang adalah dengan mengelola zakat profesi dan infaq PNS yang dipotong 2,5% dari gaji bersih setelah potong pajak setiap bulannya, unit pengumpulan zakat serta masjid yang ada di Kota Bandar Lampung. Dalam hal pendayangunaan zakat Oleh Baznas Kota Bandar Lampung telah berjalan dan telah dirasakan manfaatnya namun penelitian ini belum bisa mengukur keberhasilan meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.Adapun faktor penghambatnya yaitu sosialisasi belum maksimal peran UPZ, minimnya pengetahuan tentang amil, kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar zakat. ABSTRACT Management is a typical process consisting of planning, organizing, implementing and controlling actions carried out to determine and achieve predetermined targets through the use of human resources and other resources. In the zakat distribution fund distribution program at Baznas Bandar Lampung City. This research aims to describe the Baznas Program in empowering the Ummah in Baznas Bandar Lampung City, to describe the distribution of zakat in Baznas Bandar Lampung City. This study uses a qualitative method. Researchers obtained data through observation, interviews, direct interviews with Bandar Lampung City Baznas Management. Some data was also obtained from literature such as browsers, sourced from related agencies, documentation as complementary information. Then, after the data is collected, it can be processed and analyzed in relation to existing problems. Based on the results of research that the author found, the collection and management of zakat funds carried out by the Enrekang Regency National Zakat Agency is by managing professional zakat and civil servant infaq which is deducted 2.5% from net salary after tax deductions every month, zakat collection units and mosques in Bandar Lampung City. In terms of the utilization of zakat by the Bandar Lampung City Baznas, it has been running and the benefits have been felt, but this research has not been able to measure the success of improving welfare and reducing poverty. The inhibiting factors are that socialization has not maximized the role of UPZ, lack of knowledge about amil, lack of public awareness in paying zakat

    Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) Pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Maluku Tenggara

    No full text
    Regional Employment Board of Southeast Maluku district has a major task in the Service Personnel at the local level. including there in the principal task of ministering to the affairs of promotion employee, Periodical and Retirement Salary Increase for Civil Servants.Current Regional Employment Board of Southeast Maluku district does not have Human Resources Management Information System (SIMPEG), so that the overall data processing and reporting are still using semi-computerized system that resulted in the processing of many obstacles, including requiring substantial costs in the preparation and maintenance, and takes which is considered long enough by local employees.See these problems, the author intends to design a Human Resources Management Information System (SIMPEG) to handle the master data of Personnel, Employee Data, Data of promotion, Salary Increase Data Periodic, and data with the restriction problem for Retirement Employee Class III / d down. in the end, this system can provide output to users in the form of promotion employee reports, periodicals and Salary Increase Retirement Report. for the future, this system could be developed further addition of features - features that handle tasks - basic tasks of personnel each - each field in the Regional Employment Board (BKD) Southeast Maluku district such as leave, and so forth

    Hak asuh anak pasca perceraian perspektif kepastian hukum dan Teori Double Movement: Studi perbandingan putusan nomor 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr dan putusan nomor 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan pasal 105 KHI huruf (a) bahwa hak asuh anak yang belum mumayyiz di bawah umur 12 tahun adalah hak ibu jika kedua orang tua bercerai, namun faktanya dalam putusan perkara Nomor 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr hak asuh anak yang belum mumayyiz berada pada asuhan ayah, sedangkan putusan banding Nomor 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby berada kepada asuhan ibu. Dari dua putusan ini terdapat kesenjangan teori dengan fakta. Sehingga penulis tertarik menganalisa kedua putusan hakim perkara gugatan hak asuh anak pasca perceraian. Rumusan masalah penelitian ini untuk mengetahui 1). Bagaimana putusan nomor 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr tentang hak asuh anak perspektif kepastian hukum dan teori double movement ? dan 2). Bagaimana putusan Nomor 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby tentang hak asuh anak pespektif kepastian hukum dan teori double movement ?. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kepastian hukum dan pendekatan ushul fiqh dengan teori double movement. Sumber data primer penelitian ini yaitu Undang-Undang No 1 tahun 1974, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, KHI, Putusan hakim tingkat pertama dan banding tentang hak asuh anak. Adapun sumber data sekunder didapat dari penelitian dan publikasi artikel yang terkait dengan judul. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah pustaka, sedangkan analisis datanya melalui alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1). Putusan Nomor 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr tidak terdapat kepastian hukum gugurnya hak asuh anak oleh ibu karena menikah lagi. Pertimbangan hukum putusan tersebut apabila dikaji menggunakan teori double movement maka ideal moralnya yaitu kewajiban orang tua menjamin hak anak pasca perceraian dan pencegahan penelantaran anak. Adapun pada hasil penelitiam selanjutnya 2). Putusan Nomor 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby telah berdasarkan aspek kepastian hukum karena relevan dengan Undang-Undang No 1 tahun 1974 dan pasal 105 KHI. Adapun putusan tersebut jika ditinjau menggunkan teori double movement ideal moralnya yaitu pentingnya menjaga hak anak dengan memberikan kewenangan kepada ibu karena lebih mampu memberikan asuhan dan lebih mengetahui tumbuh kembang anak. ABSTRAK Based on Article 105 of the Compilation of Islamic Law (KHI) letter (a), child custody for children under the age of 12 who are not yet mumayyiz (able to discern) is the right of the mother if both parents divorce. However, in the case decision Number 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr, custody of a child who is not yet mumayyiz was granted to the father, while the appeal decision Number 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby granted custody to the mother. These two decisions reveal a discrepancy between theory and fact. Therefore, the author is interested in analyzing these two decisions. The research problem formulation aims to determine 1). How does decision number 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr regarding child custody reflect legal certainty and the theory of double movement? 2). How does decision number 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby regarding child custody reflect legal certainty and the theory of double movement?. This research is a normative juridical study with approaches based on legal certainty and ushul fiqh using the theory of double movement. The primary data sources for this research include Law No. 1 of 1974, Law No. 35 of 2014, (KHI), and the first-instance and appellate court decisions on child custody. The secondary data sources are obtained from research and published articles related to the title. The data collection method was conducted using literature review techniques, while the data analysis followed the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this research are 1). Decision Number 2722/Pdt.G/2022/PA.Jr lacks legal certainty regarding the termination of the mother's custody rights due to remarriage. Analyzed using the theory of double movement, the moral ideal is the obligation of parents to ensure the child's rights post-divorce 2). Decision Number 436/Pdt.G/2022/PTA.Sby is based on legal certainty as it is relevant to Law No. 1 of 1974 and Article 105 of the KHI. When reviewed using the theory of double movement, the moral ideal is the importance of safeguarding the child's rights, who is more capable of providing care and better understands the child's development. مستخلص البحث بناءً على المادة ١٠٥ من تجميع القوانين الإسلامية الحرف (أ) التي تنص على أن حق حضانة الطفل الذي لم يبلغ سن النضج دون سن ١٢ عامًا يعود للأم في حالة طلاق الوالدين. ومع ذلك، في الواقع، في قرار القضية رقم ٢ ٧ ٢ ٢ المحكمة الشرعية في جمبر في العام ۲٠۲٢ ، كانت حضانة الطفل غير المبلغ عنه تحت رعاية الأب، بينما في قرار الاستئناف رقم ٤٣٦ المحكمة العليا الشرعية في سورابايا في العام ۲٠۲٢ كانت تحت رعاية الأم. يوجد اختلاف بين النظرية والواقع في هذين القرارين. لذا، يشعر الكاتب بالاهتمام في تحليل كل في النزاعات بشأن الحضانة بعد الطلاق. مشكلة البحث هي: كيفية تفويض حضانة الأطفال في قرار رقم ٢٧٢٢ المحكمة الشرعية في جمبر في العام ۲٠۲٢ منظور اليقين القانوني ونظرية الحركة المزدوجة كيفية تفويض حضانة الأطفال في في قرار الاستئناف رقم ٤٣٦ المحكمة العليا الشرعية في سورابايا في العام ۲٠۲٢ منظور اليقين القانوني ونظرية الحركة المزدوجة. هذا البحث هو دراسة يرتكز فيها على النهج القانوني النظري مع التركيز على اليقين القانوني والنهج الفقهي بالتركيز على نظرية الحركة المزدوجة. مصادر البيانات الأولية لهذا البحث تشمل القوانين رقم ١ لعام ١٩٧٤ والقانون رقم ٣٥ لعام ٢٠١٤ وقانون الأحوال الشخصية الإسلامية وقرارات المحكمة من المستوى الأول والاستئناف بشأن حضانة الأطفال. أما مصادر البيانات الثانوية فهي تأتي من الأبحاث والمقالات المنشورة المتعلقة بالعنوان. تم جمع البيانات باستخدام تقنيات مراجعة الأدبيات، بينما تم تحليل البيانات من خلال عملية تقليص البيانات، وعرض البيانات، واستخلاص الاستنتاجات. نتائج هذا البحث هي: ١) لم يكن هناك يقين قانوني في قرار القضية رقم ٢٧٢٢ المحكمة الشرعية في جمبر في العام ۲٠۲٢بشأن إلغاء حق الحضانة للأم بسبب زواجها مرة أخرى. وعند دراسة الموضوع باستخدام نظرية الحركة المزدوجة، فإن المثل الأخلاقي المثالي لهذا القرار هو واجب الوالدين في ضمان حقوق الطفل بعد الطلاق والوقاية من ترك الطفل. ٢) بالنسبة للنتائج الأخرى للبحث، فقد تم الاعتماد في قرار القضية رقم ٤٣٦ المحكمة العليا الشرعية في سورابايا في العام ۲٠۲٢ على جانب اليقين القانوني لأنه يتوافق مع القانون رقم ١ لعام ١٩٧٤ والمادة ١٠٥ من القانون الشخصي الإسلامي. وعند مراجعة هذا القرار باستخدام نظرية الحركة المزدوجة، فإن المثل الأخلاقي المثالي هو أهمية الحفاظ على حقوق الطفل عن طريق منح الحضانة للأم لأنها أكثر قدرة على تقديم الرعاية وتفهم أفضل لنمو الطفل
    corecore