368 research outputs found

    Analisis simbol pada antologi puisi singkawang karya pradono (kajian semiotika)

    No full text
    This research generally aims to describe signs in the form of symbols, with the study of semiotics in Poetry Anthology Singkawang by Pradono, then clearly reveals the use of symbols in it. The method used is a descriptive method with a qualitative research form. The source of data in this study is the book Anthology of Singkawang Poetry by Pradono. The approach used is a semiotic approach. The technique used in data collection is a documentary study technique, and the instrument in this research is the researcher himself. Based on the relationship between the sign and the signified in the anthology of Singkawang poetry by Pradono, it has a sign system in the form of symbols, then the study of semotics can deepen the ability to understand poetry interpretation and deepen the teaching of the sign system contained in a literary work., Villag

    DESIGN THINKING YANG DILAKUKAN BUDI PRADONO DALAM PROSES DESAIN HOTEL U JANEVALLA

    No full text
    Abstrak- Design thinking merupakan proses di mana arsitek melakukan pendekatan problem-solving untuk menyikapi masalah-masalah dalam proses desain. Proses problem-solving ini merupakan proses pencarian solusi yang paling tepat dari semua solusi-solusi yang diciptakan. Solusi-solusi yang diambil menjadi keputusan-keputusan desain, merupakan faktor pembentuk dari desain keseluruhan bangunan dan pengambilannya dipengaruhi oleh sikap normatif arsitek.Salah satu arsitek di Indonesia yang memiliki karakter kuat sehingga selalu menghasilkan desain arsitektur yang menarik adalah Budi Pradono. Firma arsiteknya bernama Budi Pradono Architects atau sering disingkat menjadi BPA.Salah satu bangunan karya BPA yang menarik adalah Hotel U Janevalla di Bandung. Melihat tampilan bangunan tersebut yang atraktif secara sekilas, tercermin kerumitan dalam proses perencanaannya karena bentukannya yang tidak biasa dan sangat iconic.Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana design thinking yang dilakukan oleh Budi Pradono dalam proses desain Hotel U Janevalla Bandung.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, data diperoleh dari studi literatur, pengamatan langsung ke lapangan, gambar kerja, serta dari wawancara kepada arsitek utama dan arsitek in-charge Hotel U Janevalla.Kesimpulan yang diperoleh bahwa design thinking yang dilakukan Budi Pradono dalam proses problem-solving dari tahapan konsep hingga pengawasan berkala terlihat dengan jelas dipengaruhi oleh sikap normatifnya dan menjadi cerminan dari keatraktifan desain Hotel U Janevalla. Dalam design thinkingnya, arsitektur yang layak dengan sikap normatif arsiteknya adalah arsitektur yang memiliki inovasi karena didapatkan dari hasil pemetaan fenomena terkini dengan riset dan mengedepankan eksperimen dengan mempertanyakan produksi bangunan konvensional. Problem yang muncul dalam design thinking Budi Pradono adalah bagaimana agar ia dapat membuat desain hotel yang atraktif dan memenuhi arsitektur yang layak sesuai dengan sikap normatifnya. Tujuan Budi Pradono untuk menciptakan hotel dengan desain yang atraktif turut menambah sub-problem dalam desain. Hal ini membuat proses problem-solving yang dilakukan akan semakin banyak tetapi dapat menciptakan potensi inovasi yang semakin banyak pula. Selain itu, bertambahnya sub-problem juga diakibatkan oleh hal-hal yang tak terduga muncul dalam prosesnya dan membutuhkan penyikapan desain. Prosedur problem-solving yang digunakan dalam design thinking Budi Pradono adalah seluruh prosedur tetapi didominasi oleh penggunaan prosedur generate-and-test procedures. Rules yang digunakan pada beberapa kasus problem-solving adalah rules analogi dancing, rules relasi bangunan dengan lingkungan, rules operator, rules standar hotel bintang 4, dan rules desain industrial. Tipe Problem-solving yang paling sering dilakukan adalah problem-solving yang terus berkembang dengan penyesuaian atau rules yang masuk dan akhirnya menemukan keputusan solusi

    Hernia Umbilikalis Post Sectio Sesarea pada Kehamilan Ganda: Sebuah Laporan Kasus

    Get PDF
    Tujuan: Mengetahui faktor risiko dan mekanisme terjadinya hernia umbilikalis pada pasien wanita post partumMetode:Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan, observasi, serta dokumentasiKasus: Perempuan G2P1A0 hamil 35-36 minggu, bekas sectio sesarea, janin ganda intrauterine dengan rencana sectio sesarea. Riwayat ANC rutin dan tidak ditemukan kelainan. Dua hari setelah operasi section sesarea pasien mengeluhkan mual, muntah, dan ditemukan massa pada regio umbilikalis dengan konsistensi keras, immobile, terdapat nyeri tekan dan suara bising usus. Luka operasi baik. Pada pemeriksaan USG abdomen tampak gambaran hernia ventralis paramedian kanan abdomen. Pasien kemudian dilakukan operasi laparotomi hernioraphyDiskusi: Hernia umbilikal merupakan penonjolan usus yang berlokasi dekat umbilikus. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intraabdominal dan kelemahan dari dinding perut. Terdapat beberapa faktor risiko yang mencetuskan. Faktor risiko pada kasus ini adalah obesitas, riwayat operasi sectio sesarea, dan kehamilan. Obesitas menyebabkan peningkatan tekanan intraabdominal, terjadi stress mekanik yang mengakibatkan gangguan dari metabolisme kolagen. Kesimpulan: Pada wanita dengan kehamilan ganda, obesitas dan riwayat operasi sebelumnya menjadi faktor risiko terjadinya kejadian hernia umbilikal. Umbilical Hernia Post Sectio Caesarea in Multiple Pregnancies: A Case ReportAbstractObjective: To know the risk factors and mechanism of umbilical hernia in post partum female patientsMethods:Techniques through interviews, examinations, observations, and documentationCase: G2P1A0 woman 35-36 weeks, former cesarean section with intrauterine multiple fetus with planned cesarean section. A history of routine ANC and no abnormalities were found. Two days after cesarean section the patient complained of nausea, vomiting, and found a mass in the umbilical region with a firm consistency, immobile, tenderness and bowel sounds. The surgical wound is good. On ultrasound examination of the abdomen showed a picture of the right paramedian ventral hernia of the abdomen. The patient then underwent laparotomy for hernioraphyDiscussion: Umbilical hernia is a protrusion of the intestine that is located near the umbilicus. It is caused by increased intraabdominal pressure and weakness of the abdominal wall. There are several risk factors that trigger it. The risk factors in this case were obesity, history of cesarean section, and pregnancy. Obesity causes an increase in intraabdominal pressure, mechanical stress occurs which results in disruption of collagen metabolism. Conclusion: In women with multiple pregnancies, obesity and a history of previous surgery are risk factors for the occurrence of umbilical herniaKey words: Umbilical hernia, cesarean section, multiple pregnancie

    Ekonomika Dalam Perencanaan Wilayah dan Kota

    No full text
    Pembangunan nasional telah membawa pada keberhasil'an pembangunan ekonomi. Perkembangan ekonami yang cepat telah mewarnai kehidupan bernegara di Indonesia sampai saat ini dan masa-masa yang akan datang. Tidak dapat disangkal Iagi bahwa kehidupan masyarakat saat ini Iebih banyakdidominasi oleh hubungan ekonomi. Perkembangan ini pada gilirannya akan berdampak luas dan salah satunya pada aspek tata ruang. Dengan demikian para pengambil keputusan dan pelaku dalam perencanaan wilayah dan kota dituntut unluk dapat melihat perubahan perilaku tersebut untuk diadaptasikan dalam setiap produk perencanaan yang dibuat. Tulisan ini mencoba mengkaji seberapa jauh para perencana wilayah dan kota perlu mengetahui perilaku ekonomi melalui pemahaman ilmu ekonomi (ekonomika) dan implikasinya bagi dunia pendidikan perencanaan wilayah dan kota

    Analisa Kesalahan Karakter Pada Buku “Trik Kilat Kuasai Bahasa Mandarin untuk Pariwisata dan Perhotelan”

    Get PDF
    AbstrakTujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisa kesalahan karakterpada buku “Trik Kilat Kuasai Bahasa Mandarin untuk Pariwisata dan Perhotelan” tersebut. Didalam melakukan analisa kesalahan ini, metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah mengamati karakter-karakter bahasa Mandarin yang terdapat dalam sejumlah topik percakapan dari buku tersebut. Disamping itu, penulis juga memperhatikan fonetik-fonetik yang berkaitan dengan karakter-karakter bahasa Mandarin tersebut.Penulis menyimpulkan bahwa seorang penulis buku bahasa Mandarin perlu mempunyai pengetahuan yang cukup dan mempunyai banyak buku referensi bahasa Mandarin yang baik dan benar, sehingga dapat benar-benar menghasilkan buku Mandarin yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam meningkatkan pelayanan untuk para wisatawanAbstractThe purpose of writing this article is to analyze the character errors in the book " Trik Kilat Kuasai Bahasa Mandarin untuk Pariwisata dan Perhotelan ". In conducting this error analysis, the research method used by the writer is to observe Chinese characters contained in a number of conversation topics from the book. In addition, the writer also pays attention to the phonetics associated with these Chinese characters.The writer concludes that an author of a Chinese book needs to have sufficient knowledge and has many good and correct Chinese reference books, so that an author can truly produce a Mandarin book that can be used as a guide in improving services for tourists

    Kajian Eksistensi Distribusi Hukum Pangkat Pada Kota-Kota di Indonesia

    Get PDF
    The  notion  of  Power-law  which arguably  stands  for  the  sign of  complex  system  has  been  widely  encountered  in  many  natural  and  social phenomenons  as  upon which  we  hypothesize  Indonesian  cities'  size distribution  would  follow  the  same  manner.  To  evaluate  it,  we  test  the hypothesis  employing  hybrid  method  co-joined  the  Cumulative Distribution  Function  (CDF)  technique,  Hill  Estimator,  and  Anderson Darling  Statistics  (Coronel-Brizio,  dkk,  2003;  Coronel-Brizio  and Hernandez-Montoya, 2004) on Indonesian cities' population at year 1990 and  2005.  As  results,  in  one  hand,  our  work  brings  quantitative  sight upon Indonesian cities distribution within which were satisfied by  Powerlaw  distribution  for  both  year  1990  (Xmin=9665  and Alpha=2,088±0,094)  and  year  2005  (Xmin=129490  and Alpha=1,994±0,078)  while  in  the  other  hand, it  strengthens  the  precede Power-law  Indonesian  cities  distribution  claim  which  previously proposed  by  Mulianta, dkk (2004).  Put the  result altogether  and  have it tested with deductive and simulation method as we try to explain on how the distribution could ever happen have lead us to conceive the notion of 'onslaught'  urbanization  in Indonesia. All and all,  the work solidifies the edge  of  chaos  paradigm  in  Indonesian  urban  and  regional  planning study

    Inhibisi Fraksi Ekstrak Tempuyung (Sonchus arvensis) sebagai Inhibitor Xantina Oksidase secara Elektrokimia

    No full text
    Sonchus arvensis, dikenal dengan nama tempuyung, adalah tanaman obat asli Indonesia yang banyak digunakan dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk kelebihan asam urat. Tujuan penelitian ini ialah memfraksionasi ekstrak air tempuyung, mengoptimisasi pengujian kondisi enzim xantina oksidase (XO), dan menguji inhibisi fraksi ekstrak terhadap XO dengan metode elektrokimia. Ekstrak air difraksionasi menggunakan ekstraksi cair-cair, menghasilkan 4 fraksi: fraksi n-heksana (0.57%), fraksi diklorometana (DCM) (1.16%), fraksi BuOH (12.07%), dan fraksi air (26.41%). Uji aktivitas inhibisi menunjukkan bahwa semua fraksi aktif menghambat XO, dengan fraksi DCM memperlihatkan aktivitas inhibisi tertinggi, dengan IC50 119 ppm. Daya inhibisi fraksi teraktif ekstrak lebih rendah dibandingkan ekstrak air kasar. Hal ini bisa diakibatkan oleh efek sinergi antar-senyawa yang terkandung di dalam ekstrak kasar ai

    Penentuan Keterulangan Biosensor Antioksidan dari Ekstrak Deinococcus radiodurans dan Perbandingan Metode Elektrokimia dengan Spektrofotometri

    No full text
    Biosensor electrochemical method for antioxidant is an alternative method in measuring the capacity of antioxidant. This method has higher sensitivity, lower cost and simple instrumentation compare to spectrophotometry. The objective of this research was to optimize the activity of SOD extract of immobilized zeolite-Deinococcus radiodurans, repeatabillity, and the comparison of detection limit between electrochemical and spectrophotometry method. The optimum condition of SOD antioxidant activity of D. radiodurans extract was obtained at temperature of 31 °C, pH 9, and zeolites 137.5 mg. The optimum current obtained from the repeatibility was 1.749 μA with standard deviation of 0.01, and coefficient of variation of 0.59%. Detection limit of electrochemical biosensor was 1.76 ppm, while spectrophotometry has lower detection limit with value of 2.01 ppm. Electrochemical method can be used to detect lower concentrations analytes

    Inhibisi Siklooksigenase-2 Ekstrak Legetan Warak (Adenostemma lavenia) dan Kenikir (Cosmos caudatus) sebagai Antiinflamasi

    No full text
    Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah peradangan kronis yang menghalangi aliran udara dari paru-paru. Inflamasi paru-paru merupakan respons normal pada pasien PPOK yang biasanya dapat ditangani dengan obat antiinflamasi. Obat antiinflamasi, sintetik atau alami, berfungsi sebagai inhibitor enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan metabolit sekunder secara kualitatif, potensi bioaktivitas, dan daya inhibisi ekstrak legetan warak (Adenostemma lavenia) dan kenikir (Cosmos caudatus) terhadap aktivitas enzim COX-2 sebagai antiinflamasi untuk pengembangan obat PPOK. Sampel dimaserasi dalam pelarut etanol 70% dan air. Uji fitokimia menyatakan bahwa kedua jenis sampel mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid. Ekstrak etanol herba legetan warak, ekstrak etanol dan ekstrak air kenikir menunjukkan potensi bioaktivitas dengan nilai LC50 < 1000 μg/mL. Ekstrak air kenikir konsentrasi 50 μg/mL memberikan daya inhibisi tertinggi terhadap aktivitas COX-2 dibandingkan dengan ekstrak lainnya, tetapi masih < 50%. Fakta ini memperlihatkan bahwa ekstrak kedua tumbuhan tersebut tidak berpotensi sebagai antiinflamasi untuk dikembangkan sebagai obat PPOK
    corecore