2,400 research outputs found

    Cracks beyond the limits: Are they a problem in XS2?

    No full text
    The maximum design crack width under normal environmental conditions is given as 0.3 mm, supposed to prevent corrosion of reinforcement. We discuss the consequences when this limit is applied to permanently submerged reinforced concrete structures in sea water (XS2), taking into account that in permanently submerged concrete, there is insufficient oxygen to support significant corrosion. One case concerns permanently submerged harbour quay slabs. Calculated bending crack widths were above the limit of 0.3 mm and additional reinforcement was deemed needed. Assuming that oxygen transport was limited, the corrosion risk was considered negligible and adding reinforcement was not necessary. Another case concerns caissons in shallow sea water built by slipforming. The slipforming caused some “lifting” cracks above 0.3 mm surface width. In the submerged parts, oxygen diffusion through sea water inside the cracks is so slow that corrosion was insignificant over the required 100-year service life; costly injection was not needed. It should be noted that significant corrosion is possible if macro-cells can form, e.g. in hollow-leg structures where cathodic oxygen reduction on the aerated inside may support corrosion in cracks on the outside. Under those conditions high corrosion rates are possible; such cracks should be avoided or repaired

    ANALISIS BANJIR ROB SISTEM POLDER TAWANGKOTA LAMA SEMARANG UTARA

    No full text
     ABSTRAK Kota Semarang sebagai salah satu metropolitan yang memiliki wilayah pesisir di bagian utara dengan garis pantai sepanjang 13 Km jelas sangat terkena dampak kenaikan muka laut tersebut. Persepsi Masyarakat kecamatan semarang utara terhadap sistem Polder Kota Lama sebagai pencegahan ROB di Kecamatan Semarang Utara. Di kota semarang khususnya di daerah Kecamatan Semarang Utara, kini telah di bangun polder kota lama yang berfungsi untuk menangani ROB dan banjir (Pemkot Semarang). Sistem Polder Kota Lama tidak banyak membantu dalam mengatasi banjir dan ROB, fakta didukung dengan beberapa kapasitas daya tamping kolam retensi kecil, kurang terawatnya system polder kota lama. Persepsi mengenai kondisi lingkungan pemungkiman (Fasilitas umum, Sosial dan Tempat Tinggal). Jumlah penduduk yang terdapat di lokasi tersebut adalah 20.780 jiwa dengan 4400 kepala keluarga, sedangkan jumlah kepala keluarga di RW 2 sebanyak 630 kepala keluarga. Kondisi saluran drainase di perkampungan Kawasan Polder Tawang  saat tidak rob sebagian besar cukup lancar dan bentuk saluran beraneka ragam, bahkan beberapa rumah tidak terdapat saluran air baik untuk limbah rumah tangga atau limbah di perkampungan. Rumah yang drainasenya tergolong lancar ada 31, tersumbat 5 rumah dan menggenang 2 rumah. Sedangkan pada saat ROB kondisinya berubah, saluran yang lancar 8 rumah, tersumbat 30 rumah dan menggenang 50 rumah. Kata Kunci: Analisis Banjir ROB Polder Tawang Kota Semarang Utara . 

    PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAN ROB (Studi Kasus Sistem Polder Banger Kota Semarang)

    No full text
    Salah satu masalah “crucial” di Kota Semarang adalah banjir yang membutuhkan penanganan yang tepat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang adalah dengan sistem polder yaitu kerjasama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda yang disebut Proyek Polder Percontohan Banger (Banger Pilot Polder). Proyek Polder Percontohan Banger merupakan suatu proyek yang berbasis masyarakat. Proyek ini dilakukan di wilayah sub sistem Banger yang selama ini selalu terkena banjir dan rob. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk kelembagaan Polder Authority dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat terhadap perencanaan pengendalian banjir dan rob di Sistem Polder Banger; mengevaluasi partisipasi masyarakat terhadap perencanaan pengendalian banjir dan Rob di Sistem Polder Banger; serta mengajukan usulan kelembagaan dalam pengelolaan Sistem Polder Banger. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan diskusi kelompok terfokus, wawancara kelompok serta observasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelembagaan yang terbentuk melalui Focus Group Discussion (FGD) adalah berbentuk Community Based Organization (CBO), yaitu suatu organisasi berbasis masyarakat namun masih berkerjasama dengan pemerintah, swasta, maupun stakeholder lainnya. Partisipasi masyarakat di daerah Banger ditumbuhkan melalui sosialisasi serta public hearing yang bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai sistem Polder Banger serta mendapatkan masukan dan saran dari masyarakat mengenai pengendalian banjir dan rob di wilayah Banger. Dalam pelaksanaan sosialisasi dapat diketahui bahwa semua masyarakat di wilayah Banger menyetujui dilaksanakannya Proyek Percontohan Polder Banger dalam rangka mengatasi permasalahan banjir dan rob di wilayahnya. Kegiatan sosialisasi yang diadakan pemrakarsa merupakan sarana untuk melakukan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan proyek Polder Percontohan Banger, untuk itu dalam pelaksanaan sosialisasi masyarakat didorong untuk menyampaikan pendapatnya serta aktif terlibat dalam perencanaan pengendalian banjir dan rob, termasuk untuk duduk dalam kelembagaan yang akan mengelola Polder Banger sehingga partisipasi masyarakat terwujud nyata dalam perencanaan pengendalian banjir dan rob di wilayah Banger. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bentuk kelembagaan yang terbentuk adalah CBO, perlu diusulkan bentuk kelembagaan yang lebih kuat sehingga dapat menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam perencanaan pengendalian banjir dan rob di sistem Polder Banger, sedangkan tingkat partisipasi masyarakat menurut teori Arnstein merupakan tingkat partisipasi pada tataran konsultasi. Usulan kelembagaan Polder Banger ke depan adalah Community Based Organization (CBO) dengan partisipasi masyarakat yang tinggi sehingga menjadi wadah bagi masyarakat dalam meningkatkan partisipasinya guna mendukung keberlanjutan sistem Polder Banger

    The Handling of Tidal Flood (Rob) with polder system

    No full text
    Rain often causes inundations in the area of Semarang. Currently,drainage system in the area of East Semarang is strongly influenced by the presence of tidal water. It causes the social and economic losses due to the inundation of rob that floods the northern coast of Central Java. Therefore, some studies are necessary to overcome the problem of flood and rob that exist. The mitigations of tidethat get on the land (called rob) are also needed. To remove the flood of East flood canal Normalization (BKT), Tenggang River and Sringin River, pumps with detention pond are required. Modeling designis done by using HEC-RAS application program for modeling river water flow, and RiverAnalysis System (RAS), which is created and developed by Hydrologic Engineering Center (HEC). The appropriate flood control and handling systems are polder systems, with the infrastructure components of sea dams utilized as protection against tide (rob) towards the mainland of Tenggang River watershed and Sringin River watershed. The rainwater expenditure falling in the watershed uses pumps and detention ponds. Keywords: Polder, Drainage City, Da

    KAJIAN PENANGANAN BANJIR / ROB DENGAN SISTEM POLDER DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG EMAS KOTA SEMARANG

    No full text
    Kajian Penanganan Banjir / Rob dengan Sistem Polder di Pelabuhan Tanjung Emas Area Semarang Mahmudi Amir, S. Imam Wahyudi, Gata Dian Asfari Universitas Islam Sultan Agung, Jurusan Teknik Sipil Jl. Raya Kaligawe Km.04, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia Abstrak-Pelabuhan Tanjung Emas terletak di Kota Semarang yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung perekonomian Jawa Tengah dan sekitarnya sebagai pintu masuk dan keluarnya barang baik regional maupun internasional. Namun masalah genangan, khususnya di pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah masalah rutin yang tidak dapat diselesaikan dan menjadi momok bagi pengguna jasa pelabuhan di pelabuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sistem polder untuk menangani bencana banjir di Pelabuhan Tanjung Emas Pelabuhan Semarang baik dari aspek operasional maupun pemeliharaannya serta mengevaluasi kinerja sistem polder sebagai sistem manajemen bencana banjir / rob. Penelitian ini merupakan studi kasus, yang bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam tentang sistem penanganan banjir / ramp menggunakan sistem polder. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah pihak-pihak di area pelabuhan yaitu pengelola (PT Pelindo III), ahli hidrologis pelabuhan dan pelabuhan baik pekerja maupun pelabuhan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, kuesioner dan wawancara. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Kata kunci: penanganan banjir / rob, sistem polder, pelabuhan Tanjung Ema

    Flood/Rob Handling Study with Polder System In Port of Tanjung Emas Area Semarang

    No full text
    Tanjung Emas Port is located in Semarang City which is the Capital of Central Java Province. Port of Tanjung Emas has a very vital role in supporting the economy of Central Java and surrounding areas as the entrance and exit of goods both regionally and internationally. But the problem of inundation, especially in the port of Tanjung Emas Semarang is a routine problem that can not be resolved and become a scourge for the port service user in the port. The purpose of this research is to know the management of polder system to handle flood disaster in Port of Tanjung Emas Port Semarang both from operational aspect and its maintenance and also evaluate polder system performance as flood / rob disaster management system. This study is a case study, which is to investigate in depth about flood / rob handling system using polder system. The approach method used in this research is descriptive method. Respondents of this research are the parties in the port area that is the manager (PT Pelindo III), port and port hydrological experts both the workers and the harbor. Data collection was done by field observation, questionnaires and interview. Data were analyzed by descriptive analysis. Keywords: flood / rob handling, polder system, port ofTanjung Ema

    Analisis Efektivitas Sistem Polder Kota Lama Semarang Dalam Upaya Pengendalian Banjir dan Rob

    No full text
    Kota Lama Semarang merupakan salah satu daerah yang sering mengalami masalah banjir. Permasalahan terjadi karena air yang berada dalam Kota Lama tidak bisa keluar secara gravitasi menuju ke Kali Semarang atau Kali Baru dan rob akibat air laut pasang yang menggenangi wilayah tersebut. Selain itu, permasalahan banjir tersebut juga dipicu karena terjadinya penurunan muka tanah (land subsidence) yang menjadikan elevasi muka tanah lebih rendah dari elevasi muka air laut pasang. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan banjir yang terjadi adalah dengan pembuatan Sistem Polder. Sistem Polder Kota Lama memiliki catchment area ± 167 hektar. Sistem ini terdiri dari kolam retensi, rumah pompa, saluran primer, saluran kolektor dan tanggul. Untuk mengukur tingkat keberhasilannya maka perlu adanya analisis efektivitas. Metode yang dilakukan meliputi : survey lapangan, identifikas masalah, tinjauan pustaka dan pengumpulan data, analisis data hidrologi, analisis data pasang surut, dan analisis efektivitas sistem polder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pompa dengan debit banjir kala ulang 2 tahun pada ketinggian pasang surut 110 cm sebesar 23.29 %, pada ketinggian 115 cm sebesar 22.39%, dan pada ketinggian 120 cm sebesar 21.48%. Nilai ini menunjukkan bahwa sistem polder belum berjalan dengan baik karena hanya dapat meminimalisir debit air kurang dari 50 %. Adapun jenis pasang surut yang terjadi diperairan Tanjung Mas adalah pasang campuran cndong ke harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Kata kunci : Sistem Polder, Banjir, Rob, Efektivita

    PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DAN ROB DAS BANGER

    No full text
    Kota Semarang terbagi menjadi kota bawah dan kota atas, sesuai dengan topografinya wilayah kota bawah selalu menderita akibat bencana banjir dan rob. Polder Banger merupakan teknik untuk menanggulangi bencana banjir dan rob di Daerah Aliran Sungai Banger wilayah Semarang bawah bagian timur. Pembangunan fisik polder Banger dilaksanakan bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Pengelolaan polder Banger dilakukan berdasar konsep partisipasi masyarakat yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Polder Banger SIMA

    DAMPAK POLDER BANGER TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN (Studi Kasus Kelurahan Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur)

    No full text
    Pengendalian banjir rob dengan pembangunan polder saat ini banyak digunakan pada kota-kota besar di Indonesia yang memiliki permasalahan banjir dan rob salah satunya adalah Kota Semarang. Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah saat ini mengalami perkembangan kota yang pesat dalam berbagai aspek, baik aspek sosial, ekonomi maupun perdagangan. Selain dampak positif akan perkembangan kota tersebut, Kota Semarang mengalami persoalan lingkungan yang serius. Di wilayah Semarang bagian utara yang dekat dengan bagian pantai, muncul berbagai permasalahan lingkungan seperti banjir dan rob. Banjir dan rob telah lama menjadi persoalan yang tidak mudah diatasi. Adanya fenomena banjir dan rob membawa konsekuensi bagi Pemerintah Kota Semarang maupun kelompok masyarakat yang terkena dampak secara langsung untuk menanggung kerugian fisik bangunan rumah, kerugian sosial dan ekonomi penduduk, serta biaya pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang harus dikeluarkan oleh pemerintah kota maupun masyarakat setempat. Upaya – upaya penanganan yang dilakukan pemerintah Kota Semarang saat ini sudah cukup banyak, salah satunya telah membangun sistem polder. Beberapa polder yang telah beroperasi di Kota Semarang yaitu Polder Kali Semarang, Polder Tawang, Polder Tanah Mas dan Polder Banger. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah mengetahui dampak polder banger terhadap kualitas permukiman di kelurahan mlatibaru kecamatan semarang timur. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deduktif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa polder banger berdampak positif terhadap beberapa indikator dan beberapa indikator lagi tidak berdampak
    corecore