20 research outputs found

    Mechanical Properties of Polyester Matrix Composites with Carbon Hybrid Reinforcement and Woven Wire

    Full text link
    This study is aimed to determine the mechanical properties of composite materials using hybrid reinforcing materials, namely carbon fiber and woven wire. The variations in the composition of the matrix / carbon fiber / woven wire (in%) used were 70/0/30, 70/30/0, 70,20 / 10, 50/30/20. The mechanical tests performed were the tensile test (ASTM D 638-03) and the impact test (ASTM D 6110). The results show that the composites with the composition 50/30/20 have the highest tensile and impact strength. Specimens with the highest carbon fiber content have better tensile strength

    PENGARUH PERLAKUAN SLAG BALL BLASTING TERHADAP KEAUSAN, KEKERASAN, DAN KEKASARAN PERMUKAAN FEMORAL HEAD HIP JOINT PROSTHESIS YANG TERBUAT DARI BAJA TAHAN KARAT 316L

    No full text
    Keausan merupakan hal yang krusial untuk femoral head hip joint prosthesis. Usaha untuk meningkatkan ketahanan aus femoral head perlu memperhatikan sisi ekonomi. Perlakuan sandblasting dengan menggunakan slag ball atau dikenal dengan perlakuan slag ball blasting memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan aus femoral head secara sederhana dan murah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan slag ball blasting terhadap keausan, kekerasan, dan kekasaran permukaan femoral head yang terbuat dari baja tahan karat 316L. Perlakuan slag ball blasting dilakukan dengan menembakkan partikel slag ball ke permukaan spesimen yang berputar dengan kecepatan 60 rpm. Partikel slag ball memiliki diameter yang berkisar dari 1-2 mm dan didorong oleh aliran udara bertekanan 5-8 kg/mm2. Spesimen memiliki diameter 38 mm dan tebal 5 mm. Durasi perlakuan adalah 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Pengujian kekerasan, kekasaran permukaan, keausan, pengamatan struktur mikro, dan morfologi permukaan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan slag ball blasting meningkatkan kekerasan dan kekasaran permukaan femoral head. Perlakuan ini menghasilkan 3 tahap perubahan keausan: 1) peningkatan pada 10 menit awal, 2) penurunan dari 10 hingga 20 menit, dan 3) nilai relative konstan di atas 20 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa perlakuan slag ball blasting pada durasi 20 menit mampu menghasilkan femoral head baja tahan karat 316L dengan ketahanan aus yang lebih baik dan biaya murah

    Teknologi Tepat Guna Mesin Dryer Packaging Botol Vitamin Unggas Skala Home Industri Di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan

    Full text link
    Packaging dalam dunia home industri mempengaruhi terhadap nilai jual produk. Packaging yang menarik dapat meningkatkan nilai jual produk dan jumlah order. Seperti pada home industri vitamin unggas di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, home industri ini bergerak dibidang peternakan dengan produk yang dihasilkan berupa vitamin unggas. Pada home industri ini sebelumnya menggunakan packaging plastik alumunium foil berupa bag making. Kendala yang dihadapi dengan kemasan seperti ini, kerusakan produk akibat pengiriman tinggi. Selain itu dengan kemasan bag making, konsumen mengalami kesulitan dipenyimpanan setelah pemakaian. Karena dalam pemakaian produk ini tidak langsung habis sehingga kebanyakan produk setelah pemakaian terjadi penggumpalan. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat ITN Malang memberikan masukkan terhadap produsen untuk merubah kemasan dari bag making menjadi botol. Dengan menggunakan kemasan botol meminimalisir kerusakan produk pada saat pengiriman serta meminimalisir kerusakaan produk saat penyimpanan. Dalam kemsan botol sendiri mempunyai kelemahan mudah dipalsu oleh pihak lain. Untuk mengatasi pemalsuan produk dari pihak lain perlu adanya penambahan segel pada kemasan botol. Untuk penyegelan kemasan produsen mengalami kesulitan, oleh karena itu tim pengabdian masyarakat memberikan terobosan penerapan iptek berupa mesin dryer packaging botol. Jadi dalam penyegelan kemasan botol ini nantinya dengan metode air dryer. Mesin dryer yang menghasilkan udara panas diarahkan ke botol sehingga plastik segel akan membentuk sesuai model botol. Dengan adanya mesin dryer packaging botol ini membantu produsen dalam mengurangi pemalsuan produk serta menambah nilai jual dan order produk pada konsumen

    Dryer Segel Botol Plastik Untuk Peningkatan Kwalitas Kemasan Botol Vitamin Unggas Di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan

    Full text link
    Pada sistem penjualan sebuah produk, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perhatian konsumen yaitu kemasan / packaging. Kemasan mempunyai efek yang signifikan terhadap hasil penjualan. Hal ini dikarenakan desain kemasan yang digunakan pada sebuah produk dapat menunjukkan bahwa produk tersebut benar-benar mempunyai kwalitas. Meskipun produk yang dijual tersebut belum terkenal di masyarakat, hal pertama yang dilihat untuk memastikan produk tersebut kwalitas terjamin dilihat dari desain kemasan yang digunakan. Pada jaman milenial sekarang ini, model kemasan bermacam – macam. UKM – UKM yang muncul ditengah masyarakat mulai memperbaiki kemasan untuk meningkatkan harga jual produknya. Salah satunya UKM di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, UKM yang bergerak dibidang vitamin unggas ini mulai mementingkan model kemasan yang digunakan. Pada UKM tersebut untuk mengemas produknya agar menarik peternak, menggunakan kemasan botol. Hal ini dikarenakan kemasan botol dapat menjaga produknya dari faktor-faktor lain yang dapat merusak kwalitas produk. Untuk menjamin keaslian produk, digunakan segel plastik pada botol tersebut. Dalam proses pembuatan segel menggunakan dryer yang didesain sesuai model botol agar dapat menghasilkan segel botol yang maksimal sehingga menraik untuk dilihat oleh konsumen. Dari hasil yang didapat dengan menggunakan dryer segel botol ini, kemasan botol vitamin terlihat rapi dan menarik serta dapat meningkatkan permintaan konsumen 50% dari sebelumnya

    Analisis Campuran Lumpur Dan Tetes Tebu Pada Briket Tinja Hewan Dengan Metode Taguchi

    Full text link
    Energi terbarukan dikembangkan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang mulai menipis. Salah satu usaha penggunaan energi alternatif adalah dengan membentuk briket biomassa. Briket digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Dengan menggunakan briket, kebutuhan energi fosil bisa dikurangi. Dalam penelitian ini, briket memanfaatkan bahan limbah pertanian dan ternak. Indonesia memiliki wilayah yang sangat subur untuk budidaya dan peternakan yang dapat digunakan sebagai bahan baku biocharcoal. Bahan briket dengan berat 1 kg menggunakan campuran arang tinja ayam (variasi 30%, 40%, dan 50%) yang dicampur dengan tetes tebu (variasi 10%, 20%, dan 30%) dan lumpur lapindo (variasi 20%, 30%, dan 40%). Briket ditekan dengan beban sebesar 80 kgf selama 1 menit. Nilai kalor pada spesimen untuk masing-masing variasi spesimen diinvestigasi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang paling mempengaruhi nilai kalor dianalisa. Komposisi arang tinja, tetes tebu, dan lumpur dicari untuk memperoleh nilai kalor terbaik

    Perancangan Sepeda Roda Tiga Pasca Stroke Dengan Mekanisme Penggerak Elektrik

    Full text link
    Konstruksi sepeda roda tiga memiliki keseimbangan yang baik dan dapat meminimalisir resiko terguling sehingga aman menjadi media rehabilitasi fisik bagi penderita stroke dan sangat berguna dalam memulihkan pergerakan motorik pada kaki dan mengurangi tekanan hidup penderita stroke. Namun, pada kondisi tertentu seperti di tanjakan dan kelelahan, penderita stroke tidak memiliki cukup tenaga untuk mengayuh sepeda ke rumah mereka. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah mekanisme penggerak elektrik (electric support) dengan motor listrik pada sepeda roda tiga konvensional dan dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan sumber listrik, disamping dapat dikayuh secara manual. Dengan tujuan, penderita stroke dapat kembali pulang dengan menyalakan motor listrik yang membuat kayuhan menjadi lebih ringan terlebih lagi di jalan menanjak. Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan tenaga dorong yang diperlukan, merancang dan menyeleksi konsep mekanisme gerak sepeda elektrik, kemudian menganalisa kekuatan material pada rangka dan keergonomisan berkendara. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa rancangan sepeda roda tiga elektrik model delta dengan dimensi panjang sepeda 1.5 meter, jarak antara roda belakang adalah 0.66 meter, dan tinggi sepeda 1.1 meter. Mekanisme penggerak elektrik terdiri dari motor listrik 500W bertipe mid-drive dengan Pedal Assistance Sensor (PAS) dan baterai Lithium berkapasitas 48V-14Ah. Rancangan sepeda ini mampu menahan beban pengendara maksimal 100 kg, dan akan digunakan di jalan menanjak. Material rangka adalah AISI Alumunium 6061 dengan tegangan yang diijinkan sebesar 277.6±8.3 MPa. Hasil analisis kekuatan material menunjukkan tegangan kritis rangka sebesar 84.932 MPa terjadi pada daerah pertemuan pipa seat stay dan sandaran. Tegangan kritis yang terjadi lebih kecil daripada tegangan yang diijinkan sehingga dinyatakan aman. Kata Kunci: pasca stroke, sepeda roda tiga listrik, sensor bantuan pedal, fram

    ANALISIS PENGARUH KEKUATAN TARIK DAN IMPACT PADA KOMPOSIT DENGAN PENGUAT SERAT SISAL (AGAVE SISALANA) DAN POLYESTER PADA FRAKSI VOLUME 35%, 45%, 55%

    Full text link
    Pemanfaatan material komposit pada saat ini semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut. Pemanfaatan material komposit tersebut juga meluas mulai dari yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sampai sektor industri. Serat daun sisal yang dikombinasikan dengan polyester sebagai matrik dapat menghasilkan komposit alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan impact komposit serat sisal (agave sisalana) dengan menggunakan model serat secara acak (random) dengan variasi fraksi volume serat (35%, 45%, 55%). Dari hasil penelitian diperoleh komposit yang memiliki kekuatan tarik tertinggi pada fraksi volume serat 55% dan matriks 45% sebesar 861,31 N/mm 2 dengan nilai regangan sebesar 7,25%. sedangkan nilai yang terendah pada fraksi volume serat 45% dan matrik 55% sebesar 722,36 N/mm 2 . Komposit yang memiliki energi dan harga impact rata-rata yang tertinggi adalah fraksi volume serat 55% dan matrik 45% yaitu 1,2521 Joule dan harga impact 0,0125 J/mm 2 sedangkan yang terendah adalah fraksi volume serat 35% dan matrik 65% yang mempunyai energi rata-rata sebesar 1,0767 Joule dan harga impact ratarata 0,0107 J/mm². Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi volume serat tidak selalu berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan impact karena serat daun sisal memiliki gelembung udara (void)

    Pengaruh Variasi Electric Current Pada Proses Die Sinking Edm Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan, Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Baja Aisi 1050

    Full text link
    Dewasa ini proses pembuatan dies/cetakan mampu diselesaikan dengan teknologi pemesinan non-konvensional layaknya pada mesin sinking EDM. Mesin ini mampu menghasilkan sebuah dies dengan berbagai bentuk dan kepresisian yang tinggi. Dalam proses permesinan sinking EDM, parameter yang sangat berpengaruh terhadap dies yang dihasilkan adalah parameter arus. Besarnya nilai variasi arus akan berpengaruh terhadap temperatur lokal yang dihasilkan dari percikan bunga api saat proses discharger. Pada penelitian Skripsi ini parameter yang divarasikan adalah arus. arus yang digunakan yaitu 3A, 6A, 9A dan 12A. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah dilakukan proses pengerjaan sinking EDM, dilakukan pengujian kekasaran permukaan, kekerasan dan pengujian struktur mikro. Pada arus 3A memiliki nilai kekasaran rata-rata 2,01 µm. Pada arus 6A memiliki nilai kekasaran rata-rata 4,39 µm. Pada arus 9A memiliki nilai kekasaran rata-rata 6,46 µm. Dan Pada arus 12A memiliki nilai kekasaran rata-rata 8,04 µm. Pada arus 3A memiliki nilai kekerasan rata- rata daerah Panas 244,67 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 217,7 HV. Pada arus 6A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah panas 295,85 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 241,87 HV. Pada arus 9A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah Panas 332,87 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 261,55 HV. Pada arus 12A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah Panas 408,3 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 300,12 HV. dan Kekerasan rata-rata dari logam Induk sendiri 199,95 HV. struktur mikro menunjukkan bahwa susunan struktur mikro daerah white layer memiliki tingkat kerapatan struktur yang lebih rapat dari pada struktur mikro daerah HAZ. Hal tersebut diakibatkan karena daerah pemanasan atau white layer terkena panas secara langsung pada saat proses discharge sehingga struktur mikro mengalami perubahan, sedangkan daerah Haz hanya terkena radiasi aliran dari proses discharge sehingga struktur mikro daerah Haz tidak mengalami perubahan yang signifikan bila dibandingkan dengan struktur Logam Induk

    Analisis Campuran Lumpur Dan Tetes Tebu Pada Briket Tinja Hewan Dengan Metode Taguchi

    Full text link
    Energi terbarukan dikembangkan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang mulai menipis. Salah satu usaha penggunaan energi alternatif adalah dengan membentuk briket biomassa. Briket digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Dengan menggunakan briket, kebutuhan energi fosil bisa dikurangi. Dalam penelitian ini, briket memanfaatkan bahan limbah pertanian dan ternak. Indonesia memiliki wilayah yang sangat subur untuk budidaya dan peternakan yang dapat digunakan sebagai bahan baku biocharcoal. Bahan briket dengan berat 1 kg menggunakan campuran arang tinja ayam (variasi 30%, 40%, dan 50%) yang dicampur dengan tetes tebu (variasi 10%, 20%, dan 30%) dan lumpur lapindo (variasi 20%, 30%, dan 40%). Briket ditekan dengan beban sebesar 80 kgf selama 1 menit. Nilai kalor pada spesimen untuk masing-masing variasi spesimen diinvestigasi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang paling mempengaruhi nilai kalor dianalisa. Komposisi arang tinja, tetes tebu, dan lumpur dicari untuk memperoleh nilai kalor terbaik

    Peningkatan Karakteristik Pembakaran Pada Pelet Bonggol Jagung Dengan Menggunakan Perekat Tepung Tapioka

    Full text link
    Abstrak. Bonggol jagung adalah salah satu sumber biomassa dari pengelolahan makanan dengan berbahan dasar jagung dan belum banyak dimanfaatkan. Untuk sekarang ini telah banyak dikembangkan biomassa yang berbahan bonggol jagung untuk energi alternatif seperti misalnya pada pembuatan briket ataupun pellet, karena dari bonggol jagung sendiri memiliki kandungan selulosa (45%), hemiselulosa (35%) dan lignin (15%) yang baik untuk proses pembakaran. Pemanfaatan bonggol jagung di Indonesia masih sangat rendah karna keterbatasan pengetahuan dan pemberian edukasi terhadap warga untuk mengelolah bonggol jagung agar bisa dimanfaatkan kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biomassa pellet dari bonggol jagung dengan menggunakan perekat tepung tapioka. Kemudian penelitian di buat dari bahan dasar bonggol jagung dan tepung tapioka sebagai perekatnya. Untuk komposisi perekat dari pengujian ini yaitu 5gr, 10gr, 15gr dan menggunakan ayakan untuk bonggol jagung 60mesh atau 0,250mm. untuk pengujian di cari meliputi uji nilai kalor dan uji laju pembakaran, yang terdiri dari nilai kalor 3,659 kal/gr – 3,969 kal/gr dan nilai laju pembakaran 0,029 gr/menit – 0,044 gr/menit
    corecore