7 research outputs found
Evaluation of Electronic Medical Record Downtime at MRCCC Siloam Semanggi Cancer Hospital Using Emram and ISO 22301 Framework
Downtime is a term to describe a condition in which a computer or information system is offline or not operating, a process that must occur in an information system, either on schedule or at an unwanted time. The electronic medical record system at MRCCC Siloam Semanggi Hospital experienced unplanned downtime more than twice in a relatively long period of time, disrupting patient health services and declining business revenue. The quality of electronic medical records at MRCCC Siloam Semanggi Hospital and the readiness of services when system downtime occurs, is known using the standard method of Electronic Medical Record Adoption Model (EMRAM) and the ISO 22301 Framework. The purpose of this study is to assess the readiness of hospitals in handling EMR downtime and improving their operational resilience. A mixed-method approach was used, which included direct observation and distribution of questionnaires to general practitioners. The ISO 22301 framework is used to evaluate hospital downtime management practices, while the EMRAM model is used to measure the maturity level of EMR adoption. The results show that the readiness of hospitals to deal with EMR downtime, according to the ISO 22301 standard, reaches 83%. The results of the EMRAM questionnaire show that although the EMR system is mostly available, some users experience inconsistencies when downtime occurs. This study concluded that MRCCC Siloam Semanggi Cancer Hospital is well prepared for EMR downtime, but improvements in training, simulation, and system upgrades are still needed. The study has significant implications for hospital management, with recommendations to implement stronger downtime protocols and regular training programs to minimize disruptions caused by EMR failures
EVALUATION OF ELECTRONIC MEDICAL RECORD DOWNTIME AT MRCCC SILOAM SEMANGGI CANCER HOSPITAL USING EMRAM AND ISO 22301 FRAMEWORK
Downtime is a term to describe a condition where a computer or information system is offline or not operating, processes that must occur in information systems, both on schedule and at unwanted times. The electronic medical record system at MRCCC Siloam Hospital Semanggi experienced downtime at unwanted times more than twice with a relat4ely long time which resulted in disruption of health services to patients and decreased business revenue. The quality of electronic medical records at the MRCCC Siloam Hospital Semanggi and service readiness when system downtime occurs, are known using The Electronic Medical Record Adoption Model (EMRAM) standard method and ISO 22301 Framework. Direct observation or observation using the ISO 22301 Framework standard reference. Questionnaires circulated to general practitioners as users of electronic medical records using questions that refer to EMRAM standards. The readiness of MRCCC Siloam Hospital Semanggi in dealing with electronic medical record downtime reached 83 percent capable when serving patients. The questionnaire distributed has met the criteria of correlation and significance so that it is considered valid for all questions and has met the criteria of Cronbach's Alpha score which states Reliable
Aplikasi ANT Colony System (ACS) pada travelling salesmen problem
Ant Colony System (ACS) telah diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah untuk mencari solusi optimal pada Travelling Salesman Problem(TSP). Dengan memberikan sejumlah n kota, TSP dapat didefinisikan sebagai suatu permasalahan dalam menemukan jalur terpendek dengan mengunjungi setiap kota yang ada hanya sekali. Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan ACS ke dalam bentukkode-kode program berbahasa Java. Kemudian dilakukan percobaan untuk membandingkan antara ACS dengan metodologi lainnya yang juga mengimplementasikan agent di dalamnya
APLIKASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENDETEKSI OBJEK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN LIBRARY TENSORFLOW JS, REACT JS DAN COCO DATASET
Penelitian ini adalah mengenai rancang bangun aplikasi Artificial Intelligence untuk mendeteksi objek berbasis web yang didukung oleh voice command dengan tujuan memudahkan penggunaannya. Aplikasi ini memanfaatkan model dari Coco dataset, library Tensorflow Js untuk implementasi machine learning pada web, dan library React Js dalam pembuatan aplikasi web. Aplikasi ini diujicoba dengan menggunakan metode black box untuk menguji fitur yang dimiliki yaitu voice command dan object detection (deteksi objek). Uji coba dilakukan menggunakan browser Google Chrome pada perangkat smartphone RealMe 3. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu orang-orang yang mengalami gangguan pada matanya agar dapat beraktifitas yang lebih nyaman.
Kata kunci: Artificial Intelligence, Machine Learning, Object Detection, Tensorflow Js.
Rancang Bangun Jaringan VPN Berbasis IPSec Menggunakan Microtic Routerboard pada PT. Zahir International
Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah jaringan private dan aman dengan menggunakan jaringan publik seperti internet. Salah satu teknik pengamanan teknologi VPN adalah Internet Protocol Security (IPSec). IPSec merupakan sekumpulan standar protokol yang menyediakan keamanan dan kerahasiaan dalam pertukaran data di layer network. Rancang bangun VPN dengan teknologi IPSec dapat diterapkan pada Mikrotik Routerboard, VPN berteknologi IPSec memberikan kemudahan dalam komunikasi dan informasi keamanan data pada jaringan kantor pusat dan cabang. Jenis implementasi jaringan VPN menggunakan site-to-site di sistem operasi berbasis Windows. Uji koneksi Jaringan VPN dapat menggunakan perintah Packet Internet Gropher (Ping) dan sharing folder antara kantor pusat dan cabang. Metode rancang bangun VPN dengan Sistem Network Development Life Cycle (NDLC). VPN dirancang dari tahapan simulation prototype, demo VPN dan IPSec di Mikrotik Routerboard, uji coba koneksi dan manajemen VPN. Seluruh proses rancang bangun sistem yang telah dilakukan, kantor pusat dan cabang dapat terhubung langsung dalam jaringan lokal. Sistem Operasi Windows dapat memenuhi implementasi jaringan VPN berbasis IPSec. Data yang ditransmisikan melalui VPN akan mengalami kompresi, sehingga transmisi data dapat lebih cepat dan aman. Melalui IPSec keamanan jaringan komputer lebih terjamin karena menggunakan sistem autentifikasi. Jaringan VPN akan lebih baik lagi jika VPN server menggunakan Mikrotik RouterOS versi terbaru, penambahan bandwith pada komputer cabang dan monitoring atas akses data keluar masuk pada kantor pusat
