37 research outputs found

    Efektivitas Metode Muraja`ah Dalam Kegiatan Tahfîdz Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Muttaqiin Taki Niode Kota Gorontalo

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu menemukan efektivitas metode muraja`âh dalam kegiatan tahfîdz al-Qur`ân di Pondok Pesantren al-Muttaqiin Taki Niode Kota Gorontalo. Pendekatan penelitian yaitu fenomenologi dengan objek penelitian dalam suatu konteks naturalnya dan apa adanya. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu: penerapan metode muraja`âh dalam kegiatan tahfîdz al-Qur`ân di Pondok Pesantren al-Muttaqiin Taki Niode Kota Gorontalo langkah-langkahnya adalah: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan cara tasmi`. Efektivitas metode muraja`âh dalam kegiatan tahfîdz al-Qur`ân di Pondok Pesantren al-Muttaqiin Taki Niode Kota Gorontalo dilihat dari dua aspek yaitu efektivitas proses dan hasil. Efektivitas proses tampak dari kemudahan belajar baik dilakukan secara individu yakni mudah konsentrasi karena tidak terpengaruh temannya dan secara kelompok santri terlihat bergantian saling mengulang, santri muraja`âh dan santri lain menyimak. Efektivitas hasil terlihat dalam satu tahun santri sudah mencapai target 10 juz hafalan al-Qur`ân setelah diterapkan metode muraja`âh dalam kegiatan tahfidz al-Qur`ân sehingga 3 tahun mencapai hafalan 30 juz. Kendati demikian masih terdapat perbedaan kemampuan hafalan al-Qur`an santri dalam kegiatan tahfidz al-Qur`an

    Implementasi Budaya Kompetisi Melalui Pemberian Reward And Punishment Dalam Pembelajaran

    No full text
    Fenomena masih terdapat guru yang kurang memberikan reward kepada peserta didik selain dengan memberikan nilai dan lebih banyak pusnishment yang tidak bersifat edukatif kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran atau kesalahan sehingga kurangnya implementasi budaya kompetisi di kalangan peserta didik. Implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam proses pembelajaran terdapat dua hal yang berperan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas terutama guru, dan budaya sekolah, nilai-nilai, sikap dan perilaku positif yang dikembangkan di lingkungan sekolah yang mengacu pada 4 aspek yaitu semangat kerja keras semangat berkompetisi dipadukan dengan semangat kooperasi, kebiasaan berpikiran positif atau positive mind set dan sikap sportif atau sportifitas. Implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam pembelajaran tersebut harus didukung oleh para pengampu (stakeholder) pendidikan, terutama di sekolah. Hal tersebut dapat menjadi dasar bagi seorang guru dalam menghadapi peserta didik dalam situasi dan kondisi apapun khususnya dalam mengembangkan budaya kompetisi di kalangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Karena secara kejiwaan pada dasarnya kenakalan peserta didik merupakan bentuk ekspresi dari keinginan mereka untuk menunjukkan eksistensi diri kepada lingkungan sekitar sehingga menimbulkan kemauan untuk berkompetisi menjadi terhambat apalagi melakukan kolaborasi dalam pembelajaran

    Pendidikan Tauhid Rasional Muhammad Abduh

    No full text
    Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Penelitian ini data diperoleh dari kutipan-kutipan terhadap berbagai sumber kepustakaan yang relevan, terutama yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan yakni kajian pustaka dengan cara; membaca beragam pustaka dan melakukan indentifikasi data terkait dengan konsepsi pendidikan tauhid rasional Muhamad Abduh. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis data yang berkaitan dengan pendidikan tauhid rasional menurut Muhamad Abduh. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang konsepsi pendidikan tauhid secara rasional. Bahwa eksistensi Tuhan adalah niscaya jika disambungkan dengan nalar manusia yang mau berfikir. Bagi manusia yang mau berfikir serta berjiwa sehat akan mengakui eksistensi Tuhan, bahkan meniscayakan wujudNya. Lebih lanjut dalam tradisi agama samawi, para nabi dianggap pembawa kabar dari langit. Allah swt telah menurunkan kabar/berita dalam bentuk kitab suci atau al-Qur’an melalui para nabi sebagai peringatan. Selanjutnya, aktualisasi tauhid rasional Muhamad Abduh dalam pendidikan Islam menekankan pentingya akal dalam beragama. Abduh berpendapat bahwa al-Qur’an dalam menawarkan kebenaran kepada manusia selalu mengedepankan argumentasi-dialogis. Dalam artian bahwa al-Qur’an kerap melibatkan akal sehat ketika menawarkan kebenara

    Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pengembangan Kurikulum Masa Pembelajaran Online

    No full text
    Artikel ini adalah hasil penelitian membahas tentang kompetensi pedagogik guru bahasa Arab dalam mengembangkan kurikulum masa pembelajaran online yang disebabkan oleh Pandemic Virus Corona di MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Dari inti pembahasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan guru dalam mengembangkan kurikulum bahasa Arab pada masa pembelajaran Online di MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena hasil penelitiannya dirangkai dalam bentuk kata-kata yang bersifat faktual. Adapun pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi dan wawancara (terstruktur) kepada guru bahasa Arab dan beberapa siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa pembelajaran Online di MAN 1 Kabupaten Gorontalo, guru tetap melakukan pengembangan kurikulum sesuai indikator pengembangan kurikulum itu sendiri yakni dengan menyusun silabus dan perangkat lainnya sesuai dengan kurikulum yang diterapkan yakni KMA 183, kemudian dari perangkat pembelajaran tersebut disusun pula rencana pembelajaran berupa materi yang sesuai dan metode ataupun media yang digunakan. Adapun media yang digunakan oleh guru untuk menunjang pembelajaran Online di MAN 1 Kabupaten Gorontalo yaitu E-Learning, Aplikasi Zoom, dan WhatsApp. Namun, dengan adanya beberapa kendala berupa jaringan dan akses yang kurang memadai, masalah ekonomi siswa dan lainnya menyebabkan tujuan pembelajaran jadi kurang tercapa

    Manajemen Pembelajaran Luring dan Daring Dalam Pencapaian Kompetensi

    No full text
    Artikel sebagai hasil penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran luring dan daring dalam pencapaian kompetensi dasar. Tentunya, kedua sistem pembelajaran ini, memiliki persamaan maupun berbedaan dan kelebihan dan kelemahan baik dalam proses pembelajaran maupun keefektifan yang akan dicapai, tentunya hal ini juga mengarah kepada pencapaian kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum sesuai dengan KMA 183 Tahun 2019. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan fakta lapangan yaitu studi komparasi pembelajaran luring dan daring dalam pencapaian kompetensi dasar PAI. Hasil kajian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat manajemen yang berbeda antara pembelajaran luring maupun luring baik dari segi, metode, media, dan proses pembelajarannya yang saling mengisi dalam pencapaian kompetensi dasar. Manajemen pembelajaran baik luring maupun daring saling mendukung dalam pencapaian kompetensi dasar sesuai kurikulum sebab masing-masing sepenuhnya belum tercapai maksimal

    Peranan Komite Sekolah dalam Pelaksanaan Standar Proses Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo

    No full text
    Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI, menemukan faktor pendukung dan penghambat serta solusinya pada proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI, dan menemukan serta merumuskan hasil proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI. Jenis penelitian adalah kualitatif, pendekatan penelitian yang digunakan adalah: teologis-normatif, pedagogis, manajerial, dan sosiologis. Adapun sumber data penelitian adalah Komite Sekolah, kepala sekolah, mantan kepala sekolah, guru PAI, waka kurikulum, waka sarana/prasarana, waka kepesertadidikan, kepala TU, peserta didik dan orang tua peserta didik. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu: 1) Proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI tampaknya belum terlaksana dengan baik, karena kedatangan Komite Sekolah bila ada masalah yang mendesak atau ada undangan dari sekolah. 2) Faktor pendukung proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI, yaitu faktor internal terdiri atas: manajemen pengelolaan, sistem organisasi, tertib administrasi dan layanan prima, serta kepemimpinan. Faktor eksternal terdiri atas: pemerintah sebagai sistem penentu kebijakan, orang tua/wali peserta didik, dan kondisi lingkungan sosial budaya sekolah. Faktor penghambatnya berasal dari semua pihak, baik Komite Sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Solusi mengatasinya adalah: penyamaan visi dan tujuan yang sama, membangun tim work yang efektif, mengembangkan kreativitas, dan melaksanakan program kerja Komite Sekolah berdasarkan masalah yang ditemukan. 3) Hasil proses penerapan peranan Komite Sekolah dalam pelaksanaan standar proses PAI telah memberikan dukungan kepada pihak sekolah dan guru terutama dana. Implikasi dari penelitian ini adalah: Beragamnya pemahaman tentang peranan Komite Sekolah dan pelaksanaan standar proses PAI, maka dibutuhkan sosialisasi dan penyamaan perspesi antara pihak sekolah dan Komite Sekolah dalam mewujudkan pelaksanaan regulasi terkait dengan hal ini

    IMPLEMENTASI KOLABORASI SKILL GURU PAI DENGAN GURU TEMATIK DALAM PEMBERIAN TUGAS DI MI MUHAMMADIYAH UNGGULAN KOTA GORONTALO

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang implementasi kolaborasi kemampuan antar guru PAI dengan guru Tematik dalam pemberian tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo. metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dekumentasi. Untuk menganalisis data, penulis mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menginterprestasikan data-data yang ada untuk mengambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar guru PAI dengan guru tematik dalam pemberian tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo yakni menggunakan modul Pelajaran. Pada modul tersebut terdapat karakter siswa, dari karakter tersebut dapat dikolaborasikan dengan mata pelajaran lainya yang saling berhubungan dan untuk tugasnya diberikan dalam bentuk praktik. Selain Modul, kolaborasi antar mata pelajaran dalam pemberian tugas lebih memberikan kemudahan baik pada guru dan siswa. untuk guru lebih mengefesienkan waktu mengajar, Pada siswa, guru mudah memberikan pemahaman kepada siswa, karena dilakukan oleh dua guru sekaligusPenelitian ini membahas tentang imlementasi kolaborasi skill antar guru PAI dengan guru Tematik dalam pemberian tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo. Rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai beikut: 1) Bagaimana implementasi kolaborasi skill guru PAI dengan guru tematik dalam pemberian yugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo, 2) Bagaimana hasil dari kolaborasi skill guru PAI dengan guru tematik dalam pemberiam tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi skill guru PAI dengan guru tematik dalam pemberian tugas. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dekumentasi. Untuk menganalisis data, penulis mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menginterprestasikan data-data yang ada untuk mengambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya. Hasil penelitian mengatakan bahwa kolaborasi antar guru PAI dengan guru tematik dalam pemberian tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo disini yaitu: kolaborasi guru dalam pembuatan materi dan kolaborasi guru dalam pembuatan tugas, untuk pembuatan materinya itu menggunkan modul dan untuk modulnya itu menggunakan modul pelajaran sendiri-sendiri, di modul tersebut terdapat karakter siswa, dari karakter tersebut dapat dikolaborasikan dengan pata pelajaran lainya yang saling berhubungan. Dan untuk tugasnya biasanya diberikan dalam bentuk praktik. Hasil kolaborasi antar guru mata pelajaran dalam pemberian tugas di MI Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo, yaitu kolaborasi antar mata pelajaran dalam pemberian tugas lebih memudahkan, yaitu lebih memudahkan gurunya, dan juga dapat memudahkan siswanya juga. Yang mana untuk gurunya lebih mengefesienkan waktu mengajar, dimana diberikan satu tugas dapat di nilai untuk dua mata pelajaran berbeda, jadi jika dikolaborasikan akan lebih menghemat waktu. Selanjutnya lebih mudah memahamkan siswa, karena dilakukan oleh dua guru sekaligus. Dan untuk siswanya lebih menambah semangat belajar, dimana kolaborasi tersebut akan membuat siswa tertarik, semangat untuk mengerjakan tugasnya, dan juga menggindari pemberiyan tugas yang berulang

    BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Analisis dan Pengembangan Materi Pembelajaran Fikih di MAN 1 Kota Gorontalo

    No full text
    Fokus penelitian pada analisis dan pengembangan materi pembelajaran Fikih di MAN 1 Kota Gorontalo). Hasil penelitian ini bahwa: Analisis materi pembelajaran pada buku peserta didik mata pelajaran fikih terdapat empat aspek materi terkesan bias gender pada topik wali dan saksi dalam pernikahan, peradilan dalam Islam dan akikah dari segi syarat dan jumlah yang mendominasikan laki-laki dari pada perempuan sehingga menimbulkan pemahaman keliru karena penyajian guru yang kurang tepat sehingga guru kurang mengembangkan materi melalui pemerkayaan, perluasan, dan pendalaman melalui contoh-contoh dan pandangan yang berbeda dari referensi atau informasi sebagai sumber belajar. Pengembangan materi fikih terkesan bias gender dibedakan menjadi dua bentuk yaitu: perencanaan penggunaan buku fikih dan penggunaan buku fikih dalam pembelajaran. Pengunaan buku peserta didik pada materi fikih salah satu kesulitan guru fikih adalah menyampaikan materi pelajaran dalam bahasa yang dipahami peserta didik, dan bagaimana membuat ajaran agama yang abstrak menjadi hidup dalam kekongkritan dunianya. Penyajian materi perwalian atau kesaksian pernikahan menonjolkan peran laki-laki dibandingkan dengan perempuan pada materinya

    Pembinaan Disiplin Pola Semi Militer dan Keagamaan dalam Sistem Boarding School di SMA Terpadu Wirabhakti Gorontalo

    No full text
    This research aims to analyze the discipline fostering of semi-military and religious patterns in the boarding school system at SMA Terpadu Wirabhakti Gorontalo. The research is qualitative which used the phenomenology approach. The research results showed that discipline fostering usually refers to following student life rules (Perdupsis) and school vision and mission. A Semi-military discipline adopts not only the attributes and participation of TNI (Indonesian National Armed Forces) and Brimob, particularly during the New Student Orientation but disciplinary behavior in dormitory life and the nature of state defense education. As for fostering religious discipline by adopting the Pesantren education system therefore this school is also known as the Islamic Boarding School by accustoming to the discipline of worship, particularly prayer in the congregation, providing rewards and punishment with different treatment as a religious motivation and providing material in Islamic studies in mosques.Artikel ini bertujuan menganalisis pembinaan disiplin dengan pola semi militer dan keagamaan dalam sistem boarding school di SMA Terpadu Wirabhakti Gorontalo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Artikel ini menunjukkan bahwa pembinaan disiplin secara umum mengacu kepada penegakan peraturan kehidupan siswa (Perdupsis) maupun visi serta misi sekolah. Pembinaan kedisiplinan dengan pola semi militer bukan saja mengadopsi atribut dan keterlibatan anggota TNI dan Brimob khususnya pada Masa Orientasi Siswa Baru namun dari perilaku disiplin dalam kehidupan di asrama dan adanya pendidikan bela negara. Adapun pembinaan disiplin dengan pola keagamaan mengadopsi sistem pendidikan pesantren sehingga sekolah ini juga dikenal sebagai Islamic Boarding School dengan membiasakan disiplin beribadah terutama sholat berjamaah, memberikan reward and punishment dengan perlakuan yang berbeda sebagai bentuk motivasi keagamaan sekaligus pemberian materi dalam kajian Islam di masjid sebagai sentralnya

    Implementation of Religious Teacher Leadership in Cultivating Islamic Ethics in Madrasah

    No full text
    This research analyzes the implementation of religious teacher leadership in cultivating Islamic ethics at Madrasah Aliyah Negeri 1 Gorontalo City. This study employs a qualitative descriptive approach with a phenomenological framework. Data collection involves observation, interviews, and documentation. Data analysis follows four stages: condensation, coding, categorization, and theorization. The findings reveal that religious teachers can design, organize, guide, and supervise the inculcation of religious teachings, particularly in Islamic jurisprudence, thus emphasizing the manifestation of Islamic ethics, such as dress code, religious traditions, and Islamic interactions. However, the teachers' skills in critical thinking, collaboration, communication, and creativity have yet to integrate the practice of religion within them, both among teachers and students. This research underscores the importance of further studies to unveil comprehensive strategies for realizing Islamic ethics across various dimensions in the context of religious teacher leadership. These strategies should align with the student profile project of "rahmatan lil alamin" and position the practice of religious teachings as a critical leadership competency within the madrasah context
    corecore