68 research outputs found
Analisis Citraan dalam Puisi ˜Perempuan yang Tergusur Karya W.S. Rendra
Penelitian ini berfokus pada pencitraan dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil analisis terhadap puisi "Perempuan yang Tergusur" menemukan lima (5) bentuk pencitraan, yaitu: (1) pencitraan visual; (2) pencitraan auditif; (3) pencitraan olfaktori; (4) pencitraan taktil; dan (5) pencitraan gerak. Pencitraan dalam puisi "Perempuan yang Tergusur" digambarkan melalui tokoh “kau”, yaitu “perempuan yang tergusur” yang merupakan representasi dari realitas yang terjadi di kalangan masyarakat marginal yang hidup di berbagai kota besar dengan berbagai macam penderitaan dan ketidakadilan yang mereka alami
Analisis Citraan dalam Puisi “Perempuan yang Tergusur” Karya W.S. Rendra
Puisi adalah karya sastra yang diciptakan untuk memberikan gambaran suasana hati pengarang, selain itu juga untuk menggugah munculnya suasana yang khusus. Puisi juga mampu membangun gambaran dalam pikiran dan penginderaan manusia aga lebih hidup. Visualisasi pikiran yang munculnya dipengaruhi oleh puisi disebut citraan. Melalui puisi, penyair dapat membangun imajinasi yang segar, hidup serta berada dalam suasana keindahan. Penelitian ini mengambil fokus pada citraan dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Sedangkan Tujuan dalam penelitian, untuk mendeskripsikan berbagai jenis citraan dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan Jenis penelitian yang digunakan adalah library research. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Untuk pengumpulan data, teknik yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat
HUBUNGAN ANTARA OUTDOOR LEARNING DAN INDOOR LEARNING DENGAN KEMANDIRIAN ANAK DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012
RINGKASAN
Hubungan Antara Outdoor Learning dan Indoor Learning dengan
Kemandirian Anak di TK Negeri Pe mbina Kecamatan Jenggawah Kabupaten
Jembe r Tahun Pelajaran 2011/2012; Nadzar Rendra Permana, 080210201047;
2011:55 Halaman; Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember.
Dewasa ini, dengan perubahan yang radikal dalam pendidikan anak usia dini
dan didorong dengan perkembangan zaman yang semakin berkembang maka akan
berpengaruh terhadap perkembangan aspek anak yang meliputi masa awal
mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri,
disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, dibutuhkan
kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan
perkembangannya tercapai secara optimal. Outdoor learning dan indoor learning
merupakan salah satu cara pembelajaran kemandirian yang bertujuan
mengembangkan kemampuan dan kesanggupan melakukan tugas yang tidak selalu
menggantungkan pada orang lain, serta mampu mengambil inisiatif secara mandiri
sesuai potensi anak. Penlitian ini diawali dengan suatu permasalahan yaitu adakah
hubungan antara outdoor learning dan indoor learning dengan kemandirian anak di
TK Negeri Pembina Kecamatan Jenggawah kabupaten Jember. Penelitian yang jelas
akan memberikan arahan dalam memecahkan masalah, sehingga peneliti dan
pembaca dapat memahami maksud dari tujuan yang akan dilaksanakan. Adapun
tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara
outdoor learning dan indoor learning dengan kemandirian anak TK Negeri Pembina
Kecamatan Jenggawah kabupaten jember. Manfaat penelitian ini dapat menjadi
informasi baru bagi pendidik untuk menambah referensi bahan ajar dan kegiatan
belajar mengajar bagi anak didik serta dapat memberikan pengalaman belajar yang
nyata dengan kegiatan outdoor learning dan indoor learning dengan suasana belajar
yang atraktif, berkesan dan bermakna.
vii
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
http://digilib.unej.ac.id
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode kuantitatif
yang bertujuan menghubungkan antara outdoor learning dan indoor learning dengan
kemandirian anak dengan subyek penelitian 65 orang dengan tekhnik populasi. Data
primer dalam penelitian ini yaitu diperoleh dari observasi terhadap peserta didik TK
Negeri Pembina Jenggawah sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari
dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product
moment. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu Ha “ada hubungan antara outdoor
learning dan indoor learning dengan kemandirian anak di TK Negeri Pembina
Jenggawah”, dan Ho “tidak ada hubungan antara outdoor learning dan indoor
learning dengan kemandirian anak di TK Negeri Pembina Jenggawah”.
Berdasarkan dari hasil analisis dengan menggunakan rumus korelasi product
moment atau Product Moment Coefficient (Pearson’s Coefficient Of Correlatin) nilai
r hitung sebesar 0,363. Nilai ini lebih besar dari pada r tabelnya. Untuk N=65 dengan
taraf kepercayaan 95% sebesar 0,244 diketahui bahwa ada hubungan antara outdoor
learning dan indoor learning dengan kemandirian anak di TK Negeri Pembina
Jenggawah. Artinya semakin sering pembelajaran outdoor learning dan indoor
learning diberikan dengan benar dan tepat kepada peserta didik maka semakin
berdampak positif pula terhadap perkembangan kemandirian anak.
Saran yang perlu dilakukan oleh pendidik hendaknya memperhatikan masalah
belajar yang dihadapi oleh peserta didik, untuk itu perlu adanya program serta suatu
tambahan-tambahan pelajaran baik yang bersifat individu maupun yang bersifat
kelompok bagi anak yang mengalami kesulitan belajar. Dan saran untuk Kepala TK
Negeri Pembina Kecamatan Jenggawah hendaknya membentuk pribadi yang baik
kepada pendidik dan dapat meningkatkan kualitas serta mutu pengajaran di TK
Negeri Pembina Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Kritik Moral dalam Antologi Puisi Potret Pembangunan Karya W.S. Rendra
Poetry that is enough to provide moral criticisms, one of which is the stroke poems of W.S. Rendra\u27s pen. His poems were enough to give a scathing critique of his time and to the end of his life. W.S. Rendra in writing his poems dared to launch a considerable criticism of the risk. The purpose of this research is so that the resulting literary works do not deviate from things that endanger the existence of the author. The method used in this study is the qualitative method. Data analysis will be done using the analysis of the contents of the document (content analysis document) namely by recording the important content expressed in the document or archive, but also its implied meaning. That W.S. Rendra\u27s poems containing the value of moral criticism include poems titled poor people, nursery rhymes, spy rhymes, corn rhymes, rhymes of an old man under a tree, and rhymes of girls and masters
ANALISIS STRUKTUR FISIK PUISI “KANGEN†KARYA W. S RENDRA
Literary work is the representative or outpouring of the heart of an author, can be poured in the form of oral and written. Poetry is the disclosure of ideas, ideas, or feelings of the heart using figurative language. Writing poetry is usually used to criticize or express an event. In poetry there is a physical structure and an inner structure. The author chose the poem by W. S Rendra entitled "Kangen" to be a research, it intends to know the physical structure of the poem. Both in terms of diction, Imaji, concrete words, figurative language, rhyme, and face. This research uses descriptive method, aims to make the description systematically, factually, and accurately about the physical structure of poetry. The physical structure of W.S Rendra's heartache is very different from the writing of poetry in general, W. S Rendra packs his poems freely with figurative words and diction choices that come out of the romantic path
ANALISIS SEMIOTIKA PADA PUISI “IBUNDA” KARYA WS. RENDRA
Poetry is a literary work that contains the expression of the author's heart. Made using beautiful language, it contains meaning, rhythm, rhyme, dimensions and stanzas. Poetry has two main building structures, namely the inner structure and the physical structure. The poem contains several signs, both meanings that must be interpreted directly by the reader, as well as linguistic signs that do not require redefinition. The field that studies and examines signs, symbols and signs is called semiotics. Semiotics is a science or analytical method that studies signs in language or literary works, both linguistic and non-linguistic, with the aim of understanding the meaning to be conveyed by the author as a whole. Language is a complete and perfect sign system. Therefore, language represents something meaning. A semiotic study on the poem "Ibunda by WS. Rendra” is examined using semiotic methods. The purpose of this writing is to find out the meaning of one of WS' poems. Rendra. WS. Rendra is someone with beautiful and meaningful works. The method used in this work is a qualitative descriptive method that analyzes literary works or poetry based on the content of literary works, while the writing technique is literary studies. The results of this study indicate that the poetry written by WS. Rendra has a meaning that can be used as a reference for reader information and can be researched.
 
ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI POTRET PEMBANGUNAN KARYA W.S. RENDRA
The problems raised relate to literary criticism in the poem W.S. Rendra. Poetry is one of the right literature to describe the mind of the author, concerning the social life of the community with its various inequalities, as well as one of the media to convey criticism to individuals and groups. The purpose of this research is to keep literary works away from deviant things that endanger the existence of the author. The method used in this study is qualitative method. The data analysis techniques the authors used in this study are : 1)Read Poetry by W.S. Rendra carefully. 2) then write the value of social criticism contained in the poem. 3) Mark supporting sentences containing social criticism. 4) Analyze social criticism based on data obtained. Social criticism contained in the poem by W.S. Rendra entitled Sajak Orang Miskin, Sajak Joki Tobing untuk Widuri, Sajak Seonggok Jagung, Sajak Pertemuan Mahasiswa, and Sajak Sebatang Lisong contains social criticisms that include the related social life faced by society, the social life gaps experienced by students, and the social lives of the rich and poor people
SUBJEKTIVITAS RENDRA DALAM MENGKRITISI PEMBANGUNAN MELALUI POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI
This research identified the subjectivity of Willibrodus Surendra Broto as
known as WS. Rendra and how Rendra's passion in critize the developmemt that
mirrored in grathered of rhyme the \"Potret Pembangunan dalam Puisi\". Trough
the study of art psychology especially using Lacan psycholoanalysis theory. The
researchment to Rendra before is always skip the subjectivity that represented in
rhyme masterpiece.
The research used the concept subjectivity that explained by Jaques Lacan
where in structure the subjectivity always passes three structure trajectories, which
are Real, Imajiner and Symbolic. In Real structure, a subject will get fullfillment,
while Imajiner the subject separated from the fullfillment and starting to know the
request because the existence of insuffiency. While the request expressed not only
trough verbal, but also from action. In symbolic structure, a subject never can be
released from language. Where the searching progress of ideal ego expressed by
symbolic and often had misunderstanding. In this perspective, the subjectivity of
Rendra will be perceived.
Method that used for researching the subjdctivity of \"Potret Pembangunan
dalam Puisi\" used the method of Lacan psychoanalysis. This method comes from
Lacan theory that identity the subject in society created from the other subject.
Where the subject built from passion. The pattern of passion concept as like as
identity of the subject. In meaning case, Lacan spelled that a meaning which it
connected with the other meaning. So did the subject and the passion.
Perceived art masterpiece using Lacan perspective is the effort of to find
subconscious condition that full of feeling the lack and lost which are bringing the
passion for unity self. This method used to what happened in art masterpiece
language as fas as art language moving out from thr author, trough metafora
phenomenomn and metomini that are inside.
The result of this research showed there were any critism and ideal egos to
develop of Rendra subjectivity in \"Potret Pembangunan dalam Puisi\". From
indication of passion, Rendra sided to marginal people, linked the government
power as the cause of society suffer and make liyan as the directive for creating
the ideal ego
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL ) DI SMP N 1 NGAGLIK PERIODE 1 JULI – 17 SEPTEMBER 2014 Alamat : Kayunan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Kegiatan PPL merupakan kegiatan yang bersifat aplikatif yang dilaksanakan
guna mengupayakan suatu ketrampilan kependidikan yang diperoleh di kampus
kemudian dikembangkan mahasiswa di lokasi PPL. Kegiatan ini diharapkan dapat
memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar dan
praktik persekolahan. Tujuan dari praktik pengalaman lapangan ini yaitu
merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun isi dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi yaitu meningkatkan potensi, bakat, dan minat siswa yang berguna untuk
menunjang proses belajar mengajar; membantu meningkatkan kondisi sekolah yang
mendukung proses belajar mengajar; mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai
calon pendidik dan/atau tenaga kependidikan, dalam hal ini adalah mengenai Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM), pembuatan RPP, pengembangan media pembelajaran,
pendampingan praktikum dan pendampingan bimbingan belajar..
Kegiatan PPL yang dilakukan SMP Negeri 1 Ngaglik terletak di Donoharjo,
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. PPL merupakan salah satu mata kuliah yang wajib
diambil oleh Mahasiswa UNY. Kegiatan PPL yang dilakukan meliputi tahap persiapan,
praktek mengajar, dan analisis hasil. Beberapa persiapan PPL yang dilakukan antara
lain kegiatan konsultasi dengan guru pembimbing mengenai kondisi dan potensi siswa,
fasilitas pendukung dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan juga faktor
penghambat yang sering ditemui ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
berlangsung dan melakukan pengamatan secara langsung. Dalam hal ini sebelum
melakukan PPL, mahasiswa mengadakan observasi terhadap kegiatan pembelajaran
yang ada di SMP Negeri 1 Ngaglik. Observasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 10
Maret 2014. Praktik mengajar dilaksanakan tanggal 01 Juli 2014 sampai 17 September
2014. Pada kesempatan ini praktikan mengajar dilakukan di kelas VII A-F dan VIII AF yang masing-masing kelas terdapat 1-2 kali pertemuan.
Setelah melaksanakan praktik mengajar, maka didapatkan hasil bahwa siswa
SMP Negeri 01 Ngaglik rata-rata mempunyai kesungguhan belajar yang tinggi. Mereka
cukup aktif dan memiliki motivasi untuk terus belajar. Dalam mewujudkan output yang
baik, pihak sekolah menjalankan lembaganya secara profesional seperti konsolidasi
kegiatan belajar mengajar, menjalin hubungan antar personal, melengkapi sarana dan
prasarana serta tertib administrasi
TINJAUAN KRITIS KONSEP DAN APLIKASI TEORI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERS DI DUNIA PERS INDONESIA
Konsep Pertanggungjawaban Sosial Pers telah mendapatkan
pengakuan global selama lebih dari 5 dasawarsa terakhir. Konsep yang didorong
secara teoritis oleh hasil Komisi Kebebasan Pers di Amerika pada tahun 1947 itu,
adalah hasil dari pemikiran kritis dan antitesa dari konsep dan praktek sistem pers
libertarian. Pada hakekatnya, konsep tersebut menginginkan adanya pengakuan
dan pengadopsian kewajiban-kewajiban sosial pers kepada publik yang
dilayaninya. Tanpa mengacu secara langsung atau tidak langsung, pers Indonesia
sebenarnya telah melandaskan diri pada konsep pers yang bebas dan
bertanggungjawab. Dengan landasan filosofi dan latarbelakang sejarah yang
berbeda, cita-cita ideal dari pertanggungjawaban sosial pers di Indonesia sama
dengan konsep yang bersumber Komisi Kebebasan Pers Amerika tersebut.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sistem pers Indonesia tergolong sistem
pers Tanggung Jawab Sosial. Namun setelah reformasi, ternyata banyak pelaku
pers Indonesia yang memaknai kebebasan pers itu secara salah kaprah. Banyak
faktor yang mempengaruhinya. Faktor itu adalah dampak dari globalisasi,
pengadopsian sistem pasar, dan tidak adanya rujukan bagi insan pers,
masyarakat dan pemerintah dalam konsep dan pelaksanaan pers bebas dan
bertanggungjawab
- …
