1,720,961 research outputs found

    PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PADA KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI KOTA MAGELANG

    No full text
    PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PADA KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI KOTA MAGELANG Oleh: Dian Fithra Permana NIM. 09402241018 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip dinamis pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang, terutama yang berkaitan dengan sistem penyimpanan arsip, fasilitas kearsipan, pegawai kearsipan, lingkungan kerja kearsipan, hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan arsip, serta upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan pengelolaan arsip khususnya arsip dinamis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah satu orang petugas arsip pada Staf Bagian Tata Usaha, sedangkan Informan pendukung adalah empat orang pegawai kearsipan pada Seksi Pengelolaan Arsip dan Dokumentasi di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan arsip dinamis pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang secara umum sudah baik,karena sudah melaksanakan prosedur kearsipan yang ditetapkan, akan tetapi belum sepenuhnya dapat dilaksanakan dengan optimal. Hal ini dapat di lihat dari fasilitas kearsipan yang tersedia. Sistem penyimpanan yang digunakan adalah sistem kearsipan pola baru, dan azas yang digunakan adalah azas sentralisasi. Fasilitas kearsipan sudah tersedia tetapi belum memadai dari segi kuantitas. Pegawai di bidang kearsipan masih sangat terbatas dari segi jumlah personil. Lingkungan kerja kearsipan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang masih kekurangan cahaya yang masuk untuk penerangan. Dalam melakukan pemeliharaan arsip, upaya yang telah dilakukan adalah membersihkan arsip dari debu dan kamperisasi pada tempat penyimpanan arsip. Untuk penyusutan arsip dilakukan setahun sekali atau sesuai dengan jadwal retensi arsip (JRA) yang ditetapkan. Hambatan dalam pengelolaan arsip berupa kurangnya ruangan kearsipan, kurangnya anggaran dalam pengadaan fasilitas arsip, dan kurangnya jumlah personil petugas arsip. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan pengelolaan arsip adalah dengan penataan ruang kearsipan, Pembuatan proposal dana fasilitas kearsipan, dan permintaan alokasi personil petugas arsip pada BKD. Kata kunci : Arsip, Pengelolaan, Arsip Dinamis

    Manajemen Mutu Sekolah pada SMK Negeri 3 Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pengembangan manajemen mutu sekolah pada SMK Negeri 3 Yogyakarta dengan mendeskripsikan makna: pengembangan perencanaan mutu, pengembangan pelaksanaan mutu, pengembangan pengawasan mutu, hambatan manajemen mutu, dan solusi mengatasi hambatan pada manajemen mutu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi dengan melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap kegiatan pengembangan manajemen mutu sekolah pada SMK Negeri 3 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model analisis data dari Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Pengembangan perencanaan mutu melibatkan warga sekolah dan wali murid untuk memberikan masukan- masukan serta mengacu pada standar internasional ISO 9001: 2015 dan SPMI yang diselaraskan dengan regulasi pemerintah, sehingga Maknanya adalah dalam mengembangkan perencanaan mutu, kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif. (2) Pengembangan pelaksanaan mutu menekankan dukungan kepala sekolah, perbaikan terus menerus, dan melibatkan seluruh warga sekolah untuk pelaksanaan mutu. Maknanya adalah pelaksanaan mutu sekolah menjadi tanggung jawab internal sekolah dan dilaksanakan berkelanjutan. (3) Pengembangan pengawasan mutu melibatkan seluruh warga sekolah dan wali murid, dan bekerja sama dengan lembaga jasa di luar sekolah untuk audit dan juga tim audit internal mengawasi dan menilai agar pelaksanaan mutu sesuai sasaran mutu yang ditentukan. Maknanya adalah pengembangan pengawasan mutu melibatkan stakeholders dan menjadi tanggung jawab bersama serta kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif. (4) Hambatan yang timbul dalam manajemen mutu adalah kurangnya kesadaran sebagian kecil warga sekolah mengenai mutu dan kurangnya kemauan untuk berkembang, kurangnya dana untuk pelaksanaan ide, gagasan, program pengembangan mutu, regulasi pemerintah yang kurang dapat diimplementasikan di sekolah untuk mengembangkan mutu. Maknanya adalah manajemen mutu terhambat oleh motivasi sebagian warga sekolah, kurangnya dana anggaran dalam pelaksanaan mutu dan kebijakan pemerintah yang belum dapat diimplementasikan sesuai kondisi sekolah. (5) Untuk mengatasi hambatan manajemen mutu sekolah, kepala sekolah mengatasinya melalui pendekatan pribadi dan resmi dengan warga sekolah, membina SDM yang terampil, dan memanfaatkan sarana prasarana secara optimal dalam melaksanakan regulasi. Maknanya pihak SMK N 3 Yogyakarta dalam mengatasi hambatan masih bersifat reaktif, belum partisipatif

    Optimization of Microsoft Excel as a Data Processing Tool for Letter Making in Indonesian Correspondence Learning

    Get PDF
    This study aims to optimize the use of Microsoft Excel as a data processing tool in making letters in learning Indonesian correspondence. Learning Indonesian correspondence, which involves the skill of writing official and personal letters, often faces challenges in terms of time efficiency and difficulties in organizing information. Microsoft Excel, with its data processing and template creation features, is believed to help simplify and speed up the process of creating letters. This research was conducted using an experimental method with a total of 106 student respondents in the Office Administration Education study program, State University of Semarang, involving two groups: an experimental group with a total of 53 students using Microsoft Excel and a control group with a total of 53 students who used the manual method in making letters. The results showed that students who used Excel were more efficient in completing letter-making tasks, with an average shorter letter-making time compared to the control group. In addition, the quality of the letters produced by the experimental group is also better, with a more structured and rule-based format. The results of the questionnaire and observation showed that the majority of students felt helped by the use of Excel, although there were several obstacles faced related to understanding formulas and formatting settings. Overall, Microsoft Excel can be optimized in correspondence learning to improve students\u27 efficiency, quality, and skills in letter creation

    Pelatihan Pemanfaatan Learning Management System (LMS) “SIAJAR” untuk Pemelajaran Daring Terintegrasi dan Terkendali

    Get PDF
    The COVID-19 pandemic has had the impact of disrupting education with a new normal. The implementation of learning activities is optimized online with synchronous (virtual face-to-face) and asynchronous (self-directed learning and collaborative learning) learning. However, a number of teachers experience problems when carrying out learning, especially in the use of an integrated Learning Management System (LMS). The implementation of the service is carried out with a webinar model through the zoom application. The result of the service activity is that Economics teachers who are members of the Economics MGMP of SMA Kebumen Regency are able to create an account at SiAjar and are able to design learning with the SIAJAR LMS. The method used for the implementation of the service is online mode because the conditions for the spread of covid have not subsided. The activity begins with account creation, material creation, assignments, discussions and assessments at LMS.Pandemi covid-19 memberikan dampak terjadinya disrupsi pendidikan dengan kenormalan baru. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dioptimalkan secara daring dengan pembelajaran synchronous (tatap maya) dan asynchronous (self directed learning dan collaborative learning).  Namun, sejumlah guru mengalami kendala ketika melaksanakan pembelajaran terutama dalam penggunaan Learning Management sistem (LMS) yang dapat terintegrasi. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan model webinar melalui aplikasi zoom. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah guru Ekonomi yang tergabung dalam MGMP Ekonomi SMA Kabupaten Kebumen adalah mampu membuat akun di SiAjar dan mampu mendesain pembelajaran dengan LMS SIAJAR. Metode yang digunakan pelaksanaan pengabdian adalah dengan moda daring karena kondisi penyebaran covid yang belum mereda. Kegiatan diawali dengan pembuatan akun, pembuatan materi, penugasan, diskusi dan penilaian di LMS

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore